
Qin Chen duduk di sopanya menikmati teh hangat.
"Insting wanita benar-benar mengerikan, aku akan masuk ke kelas besoknya kalau tidak mempunyai kendala lain. Setelah itu, aku akan mencari uang untuk mengganti uang yang aku pinjam."
"Lupakanlah, itu hanya seratus ribu." Balasnya seperti tidak membutuhkan uang, dan seperti mempunyai banyak uang di rekeningnya.
"Apa kamu ... Sudahlah, aku akan mengembalikannya dengan caraku, dua ratus ribu bukanlah jumlah kecil itu sudah bisa membeli satu mobil sedan."
"Aku hanya ingin tahu kenapa kau berada di gunung itu."
Bai Tianzhi begitu penasaran sampai-sampai ia tidak tahu kenapa Qin Chen melakukan tindakan ini untuk pergi ke gunung berbahaya mencari bahan-bahan herbal.
"Ha! Aku mencari bahan-bahan herbal di gunung, karena di tempat sebelumnya tidak menjualnya karena langka. Uang yang aku pinjam sebelumnya untuk membeli bahan, karena tidak ada aku membeli perlengkapan ke gunung seperti tas, box, pisau, tongkat, dan makanan untuk bertahan hidup."
"Bahan-bahan itu aku butuhkan untuk menyembuhkan Jiang Haozi. Kamu sudah tahu dia mempunyai penyakit apa, karena itu aku mencoba membantunya menyembuhkan penyakitnya."
"Huh? Darimana kau tahu dia mempunyai penyakit? Jelas aku sendiri mendengarnya kalau yang mengetahuinya penyakitnya hanya aku dan keluarganya." Sahutnya karena kebingungan.
"Aku mengetahuinya saat pertama kali bertemu, karena sekarang dia rekan bisnis aku akan membantunya. Aku seorang master alkemis yang hebat membuat ramuan penyembuhan, tunggulah kabar baiknya dariku."
Bai Tianzhi menghela napasnya, ia berterimakasih karena Qin Chen mencoba untuk menyembuhkan Jiang Haozi. Namun ia sudah mendengarnya dari berbagai dokter kalau penyakitnya tidak bisa disembuhkannya.
Usahanya mungkin akan sia-sia karena penyakitnya tidak mungkin bisa disembuhkan dengan ramuan kalau tidak mendapatkan keajaiban dari surga.
Melihat matanya begitu serius, ia seperti menemukan sesuatu yang pecah di dunia. Seperti sebelumnya, ia memastikan kalau penelitiannya akan sukses.
"Percayalah, aku akan menyelamatkan Jiang Haozi dari penyakitnya karena aku sudah berjanji padanya dan aku akan menepatinya walaupun nyawa ini taruhannya."
"Sudahlah, berbalik sekarang aku akan memberikan obat untuk punggungmu yang terluka."
Qin Chen berbalik melihat dinding, ia mendapatkan perawatan dari Bai Tianzhi begitu lembut seperti seorang istri tengah mengobati luka suaminya.
"Lain kali kalau pergi ke tempat aneh-aneh, kabarin aku segera."
"Hmm ... "
"Bagaimana sekarang? Apa sudah baikan rasanya?"
__ADS_1
"Hmm ... "
"Baguslah, lukamu tidak terlalu parah seharusnya empat hari sudah menghilang. Apa yang terjadi di gunung itu? Apa kamu mendapatkan bahaya."
"Sepertinya, aku berhadapan dengan serigala dan berhasil meloloskan diri melompat dari tebing ke sungai. Mengalami lecet-lecet karena menghantam permukaan sungai yang dangkal, setelah mendapatkan bahan-bahan herbal, aku kembali harus mendekati tebing 200± Meter tingginya, untungnya keberuntungan berpihak padaku."
"Melompat dari tebing tinggi ke sungai? Apa kamu gila ingin bunuh diri! Bahkan seorang profesional akan memikirkannya dua kali melakukan tindakan bahaya itu."
"Aku tidak punya pilihan lain, melompat dan pasrah akan nasib atau mati di terkam serigala yang memburuku sepanjang perjalanan." Balasnya.
"Begitu, ulurkan tanganmu sebentar."
Setelah mengoleskan salep, ia kembali melihat Bai Tianzhi sembari mengulurkan tangannya. Ia lalu melakukan tindakan pencegahan membuat Qin Chen menahan rasa sakitnya karena seperti diremuk.
Tetapi lama kelamaan rasanya semakin nyaman karena mendapatkan pengobatan tradisional dari Bai Tianzhi.
"Bagaimana kamu mengetahui cara memijat? Kamu seperti model orang-orang kaya dari keluarga besar, tapi kemampuanmu begitu universal."
"Nenek di kediaman mengajariku, dia bilang kalau kemampuan ini bisa digunakan dikemudian hari." Balasnya sembari memijatkan Qin Chen.
Qin Chen hanya diam menerima perawatan dari Bai Tianzhi hingga paginya tiba.
Paginya mereka pergi ke universitas bersama-sama menggunakan mobilnya, saat berada di universitas ia keluar dari mobil mengejutkan teman-temannya.
Mereka mengigit bibirnya, lalu menahan kesal dan tangisan air mata menetes.
"Terimakasih banyak karena mengantarku ke universitas."
"Sudahlah, kita satu universitas bukan masalah besar untuk hal ini. Sepulang nanti, tunggu aku kembali karena aku masih penasaran bagaimana kau membuat ramuannya."
"Kalau itu, aku akan membuatnya malam karena konsentrasiku saat malam sangat baik daripada siang."
"Begitu? Nanti malam aku akan melihatnya, karena sebagian saksi untuk menyembuhkan Jiang Haozi dan meyakinkan keluarganya sewaktu-waktu di larang."
Qin Chen mengangguk setuju lalu meninggalkan tempat tersebut masuk kedalam kelas.
Didalam kelas, mata mereka begitu tajam seperti harimau sudah menemukan mangsanya.
__ADS_1
"Tatapan kalian menganggu murid baru ini, kalian tidak tahu aku tengah mengalami musibah karena permintaan kalian. Sekarang, kalian melihatku seperti musuh yang harus diselesaikan."
"Tch! Walaupun kami bersimpati padamu, kau melakukan tindakan yang membuat kami sangat iri!"
"Tidak hanya mendapatkan wanita cantik dan manis, kau sekarang sudah mencoba menggoda Dewi Universitas! Apa kau seorang laki-laki?"
Qin Chen terdiam, di sudut keningnya terbentuk kekesalan. "Sialan! Aku tidak butuh simpati kalian semua, aku hanya ingin duduk dan belajar karena selanjutnya aku mempunyai urusan lain."
"Tch!"
Tidak lama setelah itu, teman-temannya satu ruangan di asrama masuk kedalam kelas dengan senyuman mencurigakan.
Mereka merangkul Qin Chen dan mengobrol seperti biasanya namun mempunyai banyak misteri didalamnya.
"Qin Chen, aku mendengar kalau kalian akan bertemu malam ini. Hehehe, apa saudara kita yang putus cinta akhirnya mendapatkan cintanya kembali dengan wanita lain?"
"Entahlah saudaraku benar-benar, kita akan menunggu kabar baiknya dari saudara kita." Balasnya.
"Jangan begitu saudara, saudara Qin akan malu mendengarnya karena mendapatkan wanita cantik idaman para pria di universitas." Sahut teman satunya.
Mereka bertiga membuat Qin Chen tidak nyaman, karena mereka mempunyai maksud lain mendekatinya.
Qin Chen langsung memasukkan sarapan paginya ke mulut mereka untuk diam, bongkahan roti itu di kunyah hingga habis karena dikasih secara gratis.
"Aku tidak melakukan apapun padanya, aku hanya melakukan bisnis dengan Profesor Bai dan malam ini akan dibicarakan. Kalau tidak percaya kalian bisa tanya langsung padanya kalau masuk kelas."
"Tch! Kau selalu mengatakan tentang bisnis, tapi nyatanya menyimpan perasaan pada Profesor Bai."
"Ya bagaimana lagi, karena dia cantik dan manis. Dia bisa semuanya, merawat, masak dan lain sebagainya, satu kata untuknya adalah sempurna!"
Mata mereka bertiga mengecil karena mendengarnya langsung dari Qin Chen.
"Apa kau pernah makan masakannya? Apa kau pernah di rawat olehnya? Apa kau pernah tidur ditempatnya?"
"Entahlah, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat selebihnya karangan semata. Zhung Long, ingat taruhan kita sebelumnya? Aku akan melakukannya dan kau harus melakukan apapun yang aku inginkan."
Zhung Long menelan ludahnya, karena kesempatan Qin Chen berada di depan matanya!
__ADS_1
...
*Bersambung ...