
"Saudaraku? Kau masuk kelas ternyata!"
Ketiganya langsung merangkulnya, karena Qin Chen masuk kelas itu artinya pesta minuman bersama!
"Bagaimana untuk menyambutmu masuk ke kelas kita akan minum bersama? Aku akan mentraktirmu, karena sekarang aku mempunyai pekerjaan sampingan sekarang." Ucap Zhung Long.
"Baiklah. Karena ini sudah masuk ke bulan kedua, aku di perbolehkan untuk minum bersama kalian. Tapi tidak di universitas, karena aku akan di hukum sewaktu pulang kalau ketahuan."
"Huh! Jangan-jangan Profesor Bai!"
"Hmmm ... "
"Tidak masalah di luar, karena aku akan membelinya banyak. Kita akan minum sepulang kelas hingga sorenya sebelum pulang!"
Mereka bertiga begitu semangat untuk minum-minum di luar kelas setelah pulang dari universitas. Qin Chen mengamati Callista di bawah sana tengah mencuri pandangan kearahnya.
Qin Chen memberikan pesan untuk berbicara tentang hal penting besoknya, sekarang ia akan mengikuti pelajaran hingga selesai. Selepas universitas selesai, mereka berempat pergi ke bar tempat mereka bisa minum-minum bersama.
Ada banyak botol berjejeran di depan matanya, Qin Chen meneguk segelas demi segelas bersama teman-temannya.
"Hahahaha! Ini pertama kalinya kita merayakan dengan minum Vodka dan Whiskey! Jangan khawatirkan uang-nya, aku akan membayarnya karena aku mendapatkan pekerjaan sampingan sekarang!"
"Yoo!"
Hingga beberapa waktu lalu hingga sorenya, ia menghabiskan puluhan botol dan sekarang tengah mabuk berat. Qin Chen sempoyongan untuk berdiri, ia merendahkan diri untuk bisa mengendalikannya.
Membantu teman-temannya untuk berdiri dan kembali karena sudah mau malam, ia membayar penuh minuman yang ia habiskan sekarang mengantarkan mereka kedalam taxi meminta sopirnya mengantarkannya ke dalam asrama dengannya biaya tambahan.
Qin Chen mendapatkan pesan untuk makan malam bersama, ia menggunakan taxi lainnya pergi ke tempat Qian Chuntian.
"Kepalalu rada pusing, aku meminum 18 botol hingga sempoyongan, mereka benar-benar teman yang hebat bisa minum sangat banyak sekarang. Aku khawatir, besoknya tidak masuk ke universitas karena pusing-pusing berlebihan." Gumamnya.
Setibanya di depan hotel yang di share Qian Chuntian, Qin Chen masuk kedalam dan melihat dia berada di depannya tengah menunggu kedatangan Qin Chen.
"Selamat malam Tuan Muda."
"Ya, selama malam Nyonya Qian. Bagaimana keadaanmu?"
"Seperti yang tuan muda dapat lihat sekarang, saya baik-baik saja."
__ADS_1
"Baguslah, lalu kondisi anak anda, bagaimana?" Tanya Qin Chen.
"Mereka berangsur-angsur membaik, ini semua berkat batu darah yang anda berikan sebelumnya. Saya benar-benar ingin mengucapkan terimakasih dengan layak." Balasnya.
Qin Chen tertawa, ia lalu duduk di minta Qian Chuntian untuk memesan apapun. Qian Chuntian merasakan aroma Vodka dan beberapa Whiskey.
"Apa tuan muda habis minum?"
"Benar, aku dengan teman-temanku merayakan sesuatu dan minuman bersama hingga sorenya. Sekarang masih terasa pusing, dan untuk bergerak sudah sangat sulit."
"Berhati-hatilah sewaktu minum, itu dapat membuat penggunanya akan mengalami halusinasi berlebihan." Jelas Qian Chuntian.
Ia menanggapinya, dan mereka mengobrol bersama tentang bisnis di hotel mewah berbintang lima.
"Begitu rupanya, tuan muda membangun perusahaan yang berjalan di bidang investasi."
"Benar, ngomong-ngomong aku akan berinvestasi ke perusahaanmu, karena aku sudah membaca banyak dokumen yang kau berikan sebelumnya. Mendapatkan rekan kerjasama dengan perusahaan besar, bahkan mempunyai pengalaman lebih dibandingkan aku, mungkin akan mendapatkan keuntungan tersendiri."
"Ah! Tuan muda bisa saja, saya benar-benar berterimakasih karena tuan muda bersedia berinvestasi dengan perusahaan kami." Jelasnya.
"Bukan masalah, kedepannya mohon kerjasamanya."
Mereka berjabat tangan bersama hingga pada akhirnya mereka minum, Qin Chen mendapatkan masukan kadar alkohol berlebihan membuatnya kembali mabuk dengan sempoyongan untuk duduk dan tergeletak.
Puluhan botol sebelumnya sudah memusingkan kepalanya, dan sekarang di hantam beberapa botol Whiskey. Qian Chuntian tersenyum misterius membuat banyak tanda tanya dimana-mana.
Ia melambaikan tangannya meminta seseorang untuk membantunya membawa Qin Chen kedalam ruangan untuk beristirahat.
Setibanya di ruangan tersebut, Qin Chen di lempar ke atas tempat tidur.
"Sayang sekali, kalau aku lebih cepat dibandingkannya, mungkin sekarang aku sudah mendapatnya dulu." Gumamnya, ia menaburkan sesuatu di dalam ruangan tersebut hingga membuatnya memerah.
Merasakan panas berlebihan, ia melempar tasnya ke lantai dan menarik kera pakaiannya hingga terlepas. Sewaktu mendapatkan sentuhan lembut di bibirnya, Qin Chen langsung membuka matanya.
Menariknya kedalam pelukannya, ia memutarkan tubuhnya.
Bubuk yang Qian Chuntian taburkan sebelumnya adalah bubuk afrodisiak yang dapat meningkatkan gairah keduanya mencapai puncak bersama di dalam ruangan hotel bintang lima.
Dengan bubuk tersebut, Qian Chuntian menambahkan nyala api yang menggairahkan hingga tidak dapat membatahnya, Qin Chen kehilangan kendalinya di saat pikirannya di penuhi dengan na*su se*sual berlebihan.
__ADS_1
Selepas ciuman panas, ia memandang Qian Chuntian tengah tersengal-sengal menatap matanya, ia menyentuh lehernya dengan menggodanya.
"Malam ini, aku akan memuaskanmu hingga kamu berpaling untuk bersamaku, Qin Chen." Katanya, ia membuat api menyala besar.
Qin Chen merobek pakaiannya hingga memperlihatkan kecantikannya. Dengan lembut membelainya, ia merasakan sensasi yang berlebihan membuat Qian Chuntian mengeluarkan suara manja.
"Ngh~" Erangan Qian Chuntian membuat Qin Chen semakin mempermainkannya. "Jangan di sana, itu sangat sensitif sekarang, Qin Chen. Aku benar-benar akan gila sekarang menghadapimu."
Qin Chen mengigitnya dan Qian Chuntian tidak melawan, ia kalah di bawah pengaruh bubuk afrodisiak yang ia berikan sebelumnya. Matanya berputar-putar, nafas tersengal-sengal, dan wajahnya memerah hingga Qin Chen melepaskan tangannya.
"Jangan lagi, lakukan sekarang atau aku akan benar-benar gila karenamu!"
Mendapatkan izin darinya, ia melepaskan pakaiannya memberikan dorongan hingga membuat Qian Chuntian membeku merasakan sesuatu yang merobeknya.
Qian Chuntian melayani Qin Chen seharian penuh tanpa henti hingga paginya.
Paginya—
Qin Chen terbangun dengan menyentuh kepalanya yang masih terasa sakit dan punggungnya pegal-pegal seperti melakukan pekerjaan keras semalam. Melihat sekitarnya bukan ruangan tempat tidurnya melainkan kamar hotel, ia menoleh kesamping melihat Qian Chuntian tanpa busana tertidur disampingnya.
"Ti– Tidak mungkin!"
[ ... Ha! Tuan, anda terlalu banyak minum sampai membuat Qian Chuntian sekarang lemas karena anda. Bagaimanapun sekarang, sistem akan mencatat dua selingkuhan tuan.]
Diatas tempat tidurnya ada banyak peninggalan dimana-mana, ia hendak bergerak dan membuat Qian Chuntian terbangun dari tidurnya.
Ia melihat Qin Chen. "Jangan khawatir tuan muda. Tuan muda idak perlu bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam. Aku akan melupakannya sekarang."
Qin Chen mengenakan pakaian untuk pergi ke universitas, dan Qian Chuntian sama halnya. Setelah mereka berdua keluar hotel, mereka tidak mengatakan apapun selain kerjasama kedepannya.
Dengan cepat ia sampai di universitas, mengikuti pelajaran seperti biasanya bersama teman-temannya yang masih setengah sadar karena kebanyakan minum sama seperti Qin Chen sampai-sampai melakukan tindakan merugikan orang lain.
Setelah universitas selesai, ia membatalkan pertemuan sebelumnya dengan Callista. Karena ia akan kembali ke rumah mengecek kondisi mereka, karena semalam ia tidak kembali ke rumah.
...
*Bersambung...
Hmm ...
__ADS_1