
"Kemana tuan muda akan pergi?" Tanya pengawal Tetua Chao, ia berada di depan tengah menyetir mobil.
"Sudut kota bagian barat."
"Baik."
Walaupun bingung dengan sikapnya, karena sudut kota bagian barat terdapat banyak kriminal yang bersembunyi. Qin Chen ke sana karena suatu alasan yang ingin ia tepati, adalah memberikan pekerjaan kepada wanita dengan seorang anak kecil.
Mereka ada istri penjahat sebelumnya, walaupun pria itu bersalah namun keluarganya tidak dan Qin Chen sudah berjanji akan memberikan pekerjaan yang layak untuk mereka berdua.
Sesampainya di sana, pengawal itu mengikuti Qin Chen dari belakang. Pakaiannya yang seorang tentara membuat pandangan mereka semua semakin tajam dan intens ingin membunuhnya karena memasuki pemukiman warga kelas rendah.
"Tuan muda, tempat ini adalah sarang kriminal yang bersembunyi, apa yang anda cari di tempat seperti ini?" Tanya pria itu dengan penasaran.
"Aku mempunyai janji pada seseorang, karena itu aku akan menepati janjiku. Ada seorang wanita bersama putrinya tinggal di tempat ini, aku hendak memberikan mereka pekerjaan yang layak untuk hidup." Balas Qin Chen.
"Begitu rupanya, untuk berjaga-jaga tuan muda tetaplah berada di samping saya, karena ada banyak mata-mata yang mengintai kita sedari masuk ke dalam kekuasaan ini." Balasnya.
Qin Chen mengangguk, ia merasakan tatapan yang memata-matai mereka berdua sadari tadi dan tidak melakukan apapun dengan kondisinya yang sekarang.
Sesaat kemudian, mereka sampai di tempat tersebut.
Qin Chen melihat seorang wanita tengah duduk di pelataran rumah bersama dengan putrinya yang menatap langit.
Saat Qin Chen datang mendekatinya, ia berwaspada terhadap orang yang datang ketempatnya.
"Siapa kau anak muda?" Tanyanya, ia meminta putrinya untuk berada di belakangnya, matanya tajam seperti harimau hendak memangsa domba.
Melihat reaksinya, Qin Chen menghela napasnya. "Aku Qin Chen, teman suamimu." Katanya.
"Teman, suamiku? Dimana dia sekarang, sudah seminggu belum kembali ke rumah, apa yang terjadi padanya?!" Tanya wanita itu dengan tergesa-gesa tidak memberikan ruang untuk Qin Chen menjelaskannya.
"Suamimu tengah melakukan tugas yang disembunyikan pemerintah, kedatanganku ke sini untuk menempati janjiku padanya." Balas Qin Chen.
Mendengar penjelasan Qin Chen, wanita itu menurunkan kewaspadaannya terhadap Qin Chen. Sekarang, ia tenang dan kembali duduk dengan lemah karena ia seorang wanita berusia 40 tahun dengan anak kecil berusia 9-11 tahun di sampingnya.
__ADS_1
"Aku mengatakan akan mencarikan pekerjaan yang layak untukmu kedepannya menghidupkan putrimu, lalu memberikan uang muka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harimu dalam beberapa minggu kedepan."
"Kapan dia akan kembali?"
"Satu tahun ataupun dua tahun dia akan kembali dari tugasnya, karena itu dia memintaku mencarikan perkejaan yang bisa kau lakukan."
Ia terdiam mendengar perkataan Qin Chen, di hadapannya seorang pemuda dengan membawa satu angkatan militer membuatnya dapat yakin kalau suaminya berada di tugas yang berbahaya.
Bagaimanapun, siapa yang bisa membawa anggota militer ke tempat ini selain orang-orang penting.
"Bagaimana?"
"Bisakah saya mengirimkannya pesan?" Tanya wanita itu.
"Katakanlah, aku akan menyampaikan padanya selepas menyelesaikan tugas di tempat ini." Balas Qin Chen.
Qin Chen menghidupkan handphonenya dan merekam suara wanita di depannya, pria itu melihat tindakan Qin Chen benar-benar cepat dibandingkan seorang assassin dunia yang bekerja untuk memberantas kejahatan.
"Tetaplah hidup dan tersenyum melakukan apapun yang dia inginkan."
Setelah mendengar itu, ia membeku menghentikan rekamannya.
"Saya mempunyai ketrampilan untuk membuat manisan, seperti kue dan lain sebagainya." Balasnya.
"Bagus! Aku akan menyiapkan satu toko kue berada di kota untukmu. Besok pagi akan ada orang yang datang ketempat ini membawamu kesan. Jadi, bersiap-siaplah untuk besok, sampai nanti."
Meninggalkan tempat tersebut, ia melambaikan tangannya. "Aku akan menyampaikan pesan sebelumnya pada dia."
Selepas dari sana, ia pergi menghubungi teman-temannya untuk mencarikan sebuah bangunan yang di jual di kota dan tentunya berada di letak yang strategis bisa menarik banyak pengunjung.
Qin Chen akan membangun bisnis kue di kota sebagai penghasilan tambahan, dan wanita itu akan bekerja disana bersama dengan orang-orang yang akan ia pekerjaan.
Setelah seharian di kota, ia kembali ke apartemen karena waktu menunjukkan sore hari dan ia harus pergi ke kediaman keluarga besar Jiang mengadakan makan malam bersama.
Setibanya di apartemen, ia masuk ke dalam ruangannya dan melihat Bai Tianzhi tengah duduk di sopa menunggunya sembari membaca buku yang Qin Chen sembunyikan di bawah tempat tidurnya.
__ADS_1
Buku-buku itu adalah pemberian dari teman-temannya untuk Qin Chen dan ia menyembunyikan di dalam tasnya karena berbahaya kalau di ketahui oleh Bai Tianzhi ataupun wanita lainnya.
"Buku-buku ini, apa kamu selalu membacanya kalau aku tidak ada?" Tanya Bai Tianzhi, ia mengangkat buku dewasa di tangannya, Qin Chen membeku sesaat tidak dapat berbicara melihat mata Bai Tianzhi tengah serius.
'Sialan! Buku yang sudah lama aku sembunyikan di dalam tas!'
Dengan gugup ia berbicara. "Ka– Kamu jangan salah paham dulu, aku belum pernah membacanya."
"Huh! Buku ini ada di dalam tasmu, sudah pasti kamu membacanya saat waktu luang." Balas Bai Tianzhi.
"Itu ... "
"Kamu sudah mempunyai istri, buang atau bakar buku ini secepatnya." Bai Tianzhi meletakan buku tersebut ke atas meja, ia kembali duduk di atas kasur menunggu Qin Chen menyiapkan dirinya untuk makan malam bersama.
"Aku akan membakarnya setelah pulang dari makan malam." Balas Qin Chen.
Setelah beberapa menit berlalu, ia selesai membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian rapi berwarna hitam. Bai Tianzhi yang menunggu hanya melihatnya sebentar, ia melanjutkan bermain handphone-nya.
Sesaat kemudian, Qin Chen menyelesaikan dirinya sendiri. "Aku sudah selesai, bagaimana kita berangkat sekarang?"
"Huhm?" Bai Tianzhi melihatnya, ia lalu berdiri merapikan dasi yang sedikit miring, Qin Chen membiarkannya.
Tidak lama setelah itu, Qin Chen menyentuh wajahnya dan menciumnya, respect Bai Tianzhi langsung menyentuh pundaknya melilit tubuhnya dengan tangannya.
Qin Chen melepaskannya setelah lima menit berlalu. "Jangan khawatir, aku akan bersikap seperti biasanya. Ciuman tadi, agar kamu tidak merasa di abaikan." Ucap Qin Chen.
"Siapa yang kamu katakan? Aku tidak merasa diabaikan, mau kamu mencari wanita lain aku tidak peduli. Jangan mengambil ciuman seperti sebelumnya, atau aku akan benar-benar marah padamu."
Bai Tianzhi mendorongnya lalu ia pergi keluar dari ruangan duluan meninggalkan Qin Chen sendirian didalam.
"Wanita aneh, ngomong-ngomong apa yang akan di bicarakan Paman Jiang? Aku merasakan akan di tindas dan di intimidasi saat berada di sana nantinya." Gumam Qin Chen.
Tubuhnya merinding ketakutan dan mengigil merasakan perasaan tidak nyaman, karena di panggil ke kediaman keluarga besar Jiang untuk makan malam secara mendadak selepas ia pulang dari luar negeri.
Qin Chen merasakan perasaan yang sama seperti sebelumnya, tidak aman!
__ADS_1
...
*Bersambung ...