
"Wanita sama saja semuanya! Past laki-laki selalu salah dimata mereka." Gumamnya tengah kesal karena di salahkan terus oleh Bai Tianzhi sepanjang jalan.
Drink! Drink! Drink!
Getaran di kantongnya membuat ia mengambil handphone dan melihat siapa yang menganggunya.
"Ho! Menarik, aku akan kesana untuk minum bersama-sama!" Qin Chen merasa tekanannya menghilang disaat ia mendapatkan pesan dari teman-temannya.
Mereka mengundang Qin Chen untuk minum-minum di belakang asrama laki-laki karena mereka membeli empat botol alkohol untuk malam ini. Karena ada undangan datang, Qin Chen cepat-cepat masuk ke dalam supermarket membelah daging, sayur, dan lain sebagainya.
Walaupun ada banyak mata melihat penampilannya yang kotor, ia mengabaikannya karena terpenting makan malam bersama Bai Tianzhi lalu kabur ke asrama untuk mabuk-mabukan!
Didalam, Bai Tianzhi tengah mengamatinya dengan serius.
"Apa lagi? Aku sudah nurutin kamu untuk beli bahan-bahan mentah, lalu kamu masih melihatku dengan tajam dan masih marah denganku."
Ia menodongkan tangannya meminta sesuatu kepada Qin Chen.
"Apa?"
"Handphonemu, bawa sini aku merasa ada yang kamu sembunyikan dariku. Aku hanya mengeceknya untuk berjaga-jaga kalau kamu tidak melakukan tindakan yang tidak senonoh kedepannya."
Glup!
Matanya gemeteran, ia hendak keluar namun sudah di kunci, ia mau mengeluarkan handphone-nya tapi disana masih ada gambar teman-temannya sedang menunggunya untuk minum bersama.
"Cepat berikan padaku, handphonemu, segera."
Qin Chen dengan gemeteran menyerahkan handphone-nya, dan Bai Tianzhi melihat pesan yang masuk sebelumnya. Disana, ia mendapatkan gambar tentang mahasiswa universitas tengah mabuk-mabukan di belakang asrama.
Dipesannya, mereka mengajaknya untuk minum bersama, dan Qin Chen memberkati emoticon tanda jempol dengan pesan, 'Aku akan kesana secepatnya, tunggu aku.'
Itu katanya.
"Begitu rupanya ... Ternyata kamu ingin mabuk-mabukan di asrama bersama ketiga teman-temanmu? Jadi selama ini kalian selalu bersembunyi-sembunyi untuk minum alkohol! Padahal di asrama sudah di tetapkan peraturan larangan minum-minum keras."
"I— Itu ... "
"Itu apa? Kamu selama ini minum-minum bersama mereka, aku akan menghukum mereka sewaktu di universitas untuk berlari sepanjang hari memutari lapangan, dan kamu ikut dengan mereka mendapatkan hukumannya."
"Eh! Aku tidak minum, kenapa kamu menghukumku lagi?"
Bai Tianzhi langsung mendekatinya, membisikkan sesuatu yang membuatnya menjadi merinding.
"Mau dihukum lari, atau memuaskanku setiap malamnya?"
Glup!
__ADS_1
Qin Chen merinding ketakutan. "Ka— Kamu pasti bercanda-kan? Aku benar-benar bisa kering nantinya, kalau kamu menghisap habis kehidupanku."
"Tergantung, kau pergi malam ini atau kembali keruanganmu dan beristirahat!"
"Baik-baik, aku akan beristirahat di ruanganku. Besok aku mempunyai urusan, dan akan kembali mungkin malam, kamu dapat bersenang-senang tanpaku."
Setelah itu, ia kembali mengendarai mobilnya menuju apartemen, dimana handphonenya berada di tangan Bai Tianzhi. Tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang, karena handphonenya tengah di sita untuk waktu yang tidak ditentukan.
Apartemen.
Bai Tianzhi memasak di ruangannya, Qin Chen baring di tempat tidurnya di ruangannya sendiri. Ia melihat langit-langit ruangan, dan menghitung hasil tambangnya sekarang sudah cukup membeli Vila. Dan bahkan sudah cukup untuk makan dua tahun kedepannya, namun itu tidak cukup untuk memenuhi ha*ratnya mencapai langit.
"Bai Tianzhi semakin agresif, aku akan berwaspada kedepannya. Sifatnya berubah setelah malam pertama, aku khawatir dia akan menghisapku habis-habisan tidak meninggalkan satu tetespun."
[Sirkulasi wanita tuan.]
"Apa itu?"
[Istri muda mungkin tengah di makan api kecemburuan dan berubah agresif agar tuan tidak berpaling dengan yang lain. Kalau sudah padam api kecemburuan itu, istri muda tuan akan kembali ke sifatnya semula.]
"Begitukah? Kalau begitu sekarang ini dia tengah cemburu? Dengan apa, aku bahkan tidak ada menggoda Callista."
[ ... ]
[Sistem tidak memahami perasaan wanita tuan, karena itu sistem tidak dapat mengkonfirmasi lebih tentang ini.]
Tiba-tiba pintu ruangan Qin Chen terbuka mengejutkannya, ia langsung duduk membuat Bai Tianzhi bingung dengan reaksi Qin Chen seperti kedatangan musuhnya.
"Kenapa dengan reaksimu?"
"Ti- Tidak ada."
"Dimana kunci ruanganmu?"
"Untuk apa?"
"Berikan padaku sebentar."
Qin Chen memberikan kunci ruangannya, ia melihat Bai Tianzhi hanya melihatnya dan meletakkannya kembali ke atas meja. Ia datang membawa makanan yang sudah di buat, dan mereka makan bersama hingga habis tidak tersisa.
Selepas itu, ia meletakkannya di ruangan Qin Chen membuatnya bingung.
Kembali mengambil kuncinya yang menyerupai ID-Card ia meletakkannya di antara gunung surgawinya.
Qin Chen menelan ludahnya, karena ia benar-benar tidak dapat keluar sekarang. Mengambilnya diantara gunung surgawi pasti membutuhkan mental kuat dan keberanian menghadapi kemarahan istri muda.
"Sekarang, kamu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini untuk minum bersama teman-temanmu. Kalau kamu mau keluar, coba saja ambil kuncimu disini."
__ADS_1
"Ka- Kamu bercanda-kan? Aku tidak mungkin melakukan tindakan yang membuatmu marah. Kenapa kamu begitu impulsif, kalau aku orang lain kamu pasti sudah tidak berdaya akan dominasinya."
"Kamu suamiku, kenapa aku tidak berani? Aku sudah jadi milikmu, kenapa aku harus takut? Kamu sudah sering menggodaku dan melecehkanku, kenapa aku tidak berani?"
Ugh! Ugh! Ugh!
Setiap katanya menampar Qin Chen dimana-mana, ia kalah!
"Lakukanlah apa yang kamu mau, aku ingin beristirahat karena besok menyelesaikan tugasku di tambang."
Qin Chen baring dan memiringkan kepalanya tidak melihat Bai Tianzhi di sana, ia menutup matanya pura-pura karena ia tidak bisa tidur memikirkan emas-nya akan selesai besok dan meraih keuntungan besar.
Daripada memikirkan istrinya yang agresif dan cemburuan, ia lebih memilih untuk memikirkan keuntungan besar yang akan datang besoknya. Tidak hanya itu, ia mendapatkan Perusahan Pertambangan.
Perasaan yang membalutnya dari belakang dan sentuhan di punggungnya terasa begitu intens membuatnya diam.
"Maafkan aku, memperlakukanmu hari ini begitu berbeda dari sebelumnya. Aku benar-benar tidak memahami perasaanku sendiri, apa ini cemburu atau perasaan tidak ingin kehilanganmu."
"Kedepannya, aku akan berubah seperti biasanya. Jadi maafkan aku hari ini yang berbeda dari sebelumnya."
Bai Tianzhi menyederkan kepalanya di punggung Qin Chen, tangannya memeluknya dengan erat. Qin Chen, ia memutar tubuhnya dan membalasnya.
"Sudahlah, aku tahu perasaanmu, kamu dapat melakukan apapun besoknya. Sekarang beristirahatlah, karena besok minggu adalah hari libur, kamu dapat refreshing membeli apapun di toko pakaian, aku akan mentransfer uang-nya."
"Hmm ... "
Bai Tianzhi tertidur pulas dengan cepat, ia mengabaikan dunia dan masuk kedalam mimpinya yang panjang.
Qin Chen menyelimutinya dengan selimut tebal karena setiap malamnya hujan terus mengguyur kota.
"Kamu benar sistem, dia berubah karena perasaan cemburunya. Mungkin karena kami sudah menikah dia seperti ini. Jika belum, dia tidak mungkin seperti sekarang, benar-benar wanita yang unik."
[Begitulah tuan.]
"Aku ingin mengacaukan pasar emas meraup keuntungan besar untuk membelikannya rumah dan lain sebagainya, karena dia istriku sekarang."
[Ding]
[Tugas Ke-16 Dipicu.]
[Tugas : Mengacaukan Pasar Dunia Pertambangan.]
[Pengalihan : Kebahagiaan Abadi Istri Muda.]
...
*Bersambung ...
__ADS_1