Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 36 : Malam Pertama!


__ADS_3

Dibawah rembulan malam panjang, angin berhembus sepoi-sepoi memasuki ruangan melalui celah-celah dinding.


Didalam ruangan dengan penerangan remang-remang, ia berada di atasnya menatap matanya dengan penuh misteri, suasana mendukung begitu romantis di antara ratusan bunga mawar, ia memandangnya.


Pandangannya membuat Bai Tianzhi sedikit memiringkan kepalanya, ia malu melihat Qin Chen secara langsung.


"Tatap mataku. Apa ada alasan lain yang ingin kamu sampaikan padaku? Sebelum aku melakukannya, aku ingin mendengarkan alasanmu menyerahkan diri sekarang ini. Dengan begitu aku ataupun kamu tidak mempunyai penyesalan apapun saat aku mengambil tindakan yang mungkin akan kamu sesali di masa depan."


Dengan harapan menginginkan Bai Tianzhi untuk jujur dan bicara dengannya.


Karena takdir mereka bertemu, dan karena takdir mereka bersatu!


Dibawah rembulan malam, mereka berseteru menatap satu sama lain mencoba mengungkapkan perasaan masing-masing untuk menentukan kehidupan mereka di masa depan nantinya.


Jika tidak, diantara Qin Chen atau Bai Tianzhi yang akan tersakiti, tidak ada yang mengetahuinya selama mereka masih saling tertutup satu sama lain.


Qin Chen menyentuh bibirnya, dan terlihat di sudut matanya tergenang air mata yang murni meluap keluar, mengalir seperti sungai membasahi wajahnya yang cantik.


Melihat itu, ia mendapatkan serangan perasaan yang intens menyebabkan perasaannya bimbang ingin mengakhiri semuanya sekarang. Namun ia belum mendengar alasan Bai Tianzhi melakukan tindakan ini, karena dimatanya terdapat tanda keegoisan.


Dengan sentuhan lembut diwajahnya, ia menyamakan posisi matanya saling berhadapan melihat satu sama lain.


"Beritahu aku apa alasan kamu melakukan semua ini? Dengan begitu, diantara kita tidak akan ada yang tersakiti di masa depan dan dapat menjaga perasaan satu sama lainnya." Tanya Qin Chen.


Tatapan matanya membuat Chu Yuechan merasa bersalah, dengan ragu-ragu ia bicara.


"Jiang Haozi adalah temanku, bahkan sudah seperti saudariku sendiri." Katanya, ia memandang Qin Chen dengan penuh rasa bersalah. "Dia menyukaimu pada pandangan pertama kalian bertemu, saat kami bertemu di restoran, dia menceritakan semuanya padaku. Dan sekarang, aku merebutmu darinya lalu menikah denganku demi menyelamatkanku dari perjodohan yang ditentukan keluargaku."


"Sebagai teman baiknya, bagaimana bisa aku merebut pria yang dia cintai. Memikirkan semua ini, aku mengambil keputusan untuk menyerahkan diriku untukmu. Meskipun aku tidak mendapatkan hatimu, aku ingin membalaskan kebaikanmu dengan menyerahkan diriku sebagai balasannya."


"Jadi, kabulkan satu keinginanku, Qin Chen." Bai Tianzhi perlahan menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya, matanya saling bertemu di zona horizon begitu intens hingga membuatnya tidak dapat merasakan keraguan dari Bai Tianzhi. "Biarkan aku melepaskan semua keegoisanku malam ini."


Qin Chen tertegun mendengarnya, ia tidak mengetahui penderitaan yang Bai Tianzhi dapatkan, ini membuatnya merasa harus bertanggung jawab atas penderitanya.

__ADS_1


Dengan pandangan penuh perasaan, ia membalasnya. "Kamu tetaplah wanitaku sampai kapanpun itu, walaupun hubungan kita hanya kita yang mengetahuinya, aku selalu menjadi suamimu. Perasaanku dari awal kita bertemu hingga sekarang bukanlah kebohongan, melainkan kenyataan yang aku inginkan, kamu adalah wanitaku."


"Ummm."


Perlahan bibir mereka berdua bersentuhan memberikan ciuman hangat mengairahkan suasana malam yang dingin!


Memutar balikkan waktu mudah baginya, namun berbeda dengan takdir. Takdir adalah sesuatu yang sudah di tetapkan sejak mereka terlahir, perpisahan, pertemuan dan lain sebagainya, itu adalah takdir.


Sekarang, kedua takdir bertemu memberikan keajaiban dunia!


Tangannya membelai setiap inci tubuhnya dengan lembut membuat suara manis terdengar keras di dalam ruangan, setiap menitnya memberikan gerakan intens membuat Bai Tianzhi berg*irah.


Selama beberapa menit berlalu, mereka melepaskan ciuman mengairahkan. Kedua benang putih membentang kedua sisi dan pada akhirnya terputus meneteskan air di wajah Bai Tianzhi.


"Kamu sangat cantik malam ini, istri." Ucapnya sembari memberikan dorongan lembut memasuki surganya duniawi.


Bai Tianzhi mengigit bibirnya menahan rasa sakit untuk pertama kalinya, darah merah segar menetes diantara ratusan bunga mawar. Dengan erangan manja terdengar di telinganya begitu nyaring.


Rasa sakit sebelumnya berangsur-angsur menghilang dan memberikan kesenangan malam yang dingin, begitu menggoda.


"Nghh~ lebih dalam, suami." Matanya penuh perasaan bahagia menikmati setiap menit yang dihabiskan untuk melayani Qin Chen.


"Kamu yang memintanya, istri." Dengan lembut mengigit lehernya memberikan bekas, ia memberikan sentuhan lembut membelai surgawi dunia gunung kembar yang mempunyai kedudukan sama besarnya.


"Mhmm ... Haa ... "


Semakin lama ia begitu agresif membuatnya mengambil posisi mendominasi meningkatkan keadaan semakin memanas sepanjang waktu, Qin Chen tersenyum kecil mengeluarkannya di dalam berkali-kali memberikan kehangatan dan mengecapnya sebagai wanitanya.


Tengah malam berlalu, dan waktu bergerak kembali hingga paginya.


Didalam ruangan yang dipenuhi keharmonisan romantis kelas atas, keduanya terbaring diatas tempat tidur dengan lelap setelah memberikan kehangatan satu sama lain semalaman. Memberikan kebahagiaan abadi tersembunyi, mereka saling berbagi perasaan malam itu.


Bai Tianzhi tertidur pulas dengan memeluknya begitu erat seolah tidak membiarkan orang lain mendapatkannya. Semalaman mereka menghabiskan waktu berdua dan sekarang kelelahan dan tertidur pulas, bahkan mengambil cuti kerja hari ini.

__ADS_1


Saat waktu menunjukkan siang hari, Bai Tianzhi membuka matanya secara perlahan melihat dihadapannya ada Qin Chen terbaring memeluknya dengan bentuk tubuh sixpack sempurna.


Bersamaan dengan itu, ia terbangun merasakan pegerakan di hadapannya.


Qin Chen memata-matai dirinya selama beberapa waktu tidak bergerak maupun bicara melihat kecantikan di pagi ini, sampai dimana kehadirannya terekspos Bai Tianzhi.


Hubungan mereka berdua canggung sekarang tidak mempunyai topik untuk membicarakan sesuatu. Bai Tianzhi perlahan melepaskan pelukannya karena canggung, sebelumnya hubungan mereka hanya Murid dan Profesor, dan sekarang berubah menjadi suami dan istri.


Merasakan pegerakan yang hendak melepaskannya, Qin Chen menarik lebih dalam membuat Bai Tianzhi tidak dapat menolak pelukannya.


"Mau kemana kamu? Kamu sudah melakukan yang terbaik semalam, dan sekarang kamu pasti kelelahan, beristirahatlah disini sampai kembali pulih."


"Aku hanya ingin keruanganku."


"Untuk apa? Bukankah sekarang ruangan ini adalah ruanganmu? Kamu bebas melakukan diruangan ini, karena apa yang aku punya adalah punyamu."


"Tidak bisa!"


Qin Chen bingung, ia lalu menyentuh wajahnya dan mendekatinya memberikan ciuman hangat di pagi hari. Bai Tianzhi membeku, tidak dapat melawan karena ia mendapatkan diri sudah tidak bisa melepaskannya.


Sesaat kemudian, napasnya tersengal-sengal karena Qin Chen.


"Apa sudah cukup?"


"Belum, aku ingin melakukan satu kali lagi."


Bai Tianzhi memalingkan wajahnya ke arah lainnya. "Baiklah, hanya satu kali lagi tidak lebih, aku lelah ingin beristirahat selepas semalam menemanimu hingga pagi."


Tanpa mengatakan apapun, ia mengambil tindakan berani membawa Bai Tianzhi tenggelam kedalam asmara. Suaranya terdengar manis sepanjang waktu membuatnya tidak dapat melupakan yang terjadi hari ini hingga sorenya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2