
Kediaman— Qin Chen mendapatkan perawatan medis dari ketiga istrinya meskipun ada banyak pertanyaan muncul di benak mereka. Namun, tidak ada satupun dari ketiganya berani untuk membicarakan kejadian yang menimpa mereka sebelumnya.
Qin Chen membaca catatan kuno itu sembari merasakan perawatan, ia lalu melihat istrinya menyelesaikan tugasnya. "Terimakasih."
"Sama-sama. Lalu, apa yang akan kamu rencanakan selanjutnya?" Tanya Bai Tianzhi.
"Aku akan meneliti catatan ini hingga tuntas, setelah itu membuat ramuan keabadian." Balas Qin Chen.
"Apa dengan sedikit catatan itu bisa membantumu? Bagaimana dengan catatan lainnya, seharusnya ada di tempat-tempat yang tidak ditemukan manusia." Ujar Bai Tianzhi.
"Ini sudah cukup." Qin Chen melirik ke arah Bai Tianzhi. "Bukankah kamu akan mulai mengajar di universitas minggu depan?"
"Benar, masa istirahat sudah berakhir, aku akan melanjutkan mengajar di universitas." Balas Bai Tianzhi.
"Baguslah, kamu tidak diizinkan untuk memaksakan diri melakukan perkejaan. Kalau kamu lelah langsung beristirahat, kalau lapar langsung makan. Jangan pedulikan pendapatan di universitas, karena kebutuhan kalian akulah yang menjaminnya."
"Aku tahu, aku tidak akan memaksakan diri untuk mengajar. Sekarang aku akan menyiapkan pelajaran untuk minggu depan, bagaimana sekarang kalau kamu beristirahat." Ujarnya.
Qin Chen mengangguk lalu menurunkan tubuhnya untuk beristirahat dan tertidur.
Disampingnya, ketiga istrinya duduk dan mengobrol sembari membicarakan hal lain karena mereka tidak dapat membicarakan masalahnya sebelumnya di depan Qin Chen karena itu pertanyaan yang tidak bisa ia tanyakan.
Sepanjang harinya mereka kembali bertugas seperti biasanya dengan waktu singkat karena harus mengurus anak. Sementara Qin Chen, dia berada di ruangan laboratorium yang ia buat di bawah bukit besar tersembunyi dari dunia luar karena penelitian ini akan menghebohkan siapapun.
"Haaaaaa!"
Bang! Bugh! Bang!
Dengan kekesalan mendalam mengarahkan pukulannya ke dinding hingga hancur membentuk sebuah lubang besar. Menundukkan kepala hingga runtuh kebawah menumpuh kedua kakinya, Qin Chen sudah melakukannya bertahun-tahun namun tidak menemukan hasil yang sempurna.
Sekujur tubuhnya tanpa pengalihan akan ada bekas suntikan dimana-mana, dia menggunakan darahnya dan mengunakan tubuhnya untuk uji coba namun tidak ada yang berhasil sama sekali.
"Sudah 22 tahun melakukan penelitian, tapi tidak menemukan hasil yang memuaskan!" Gumamnya.
[Tuan, darah tuan adalah bug bagi dunia.]
__ADS_1
[Secara garis besarnya, tuan abadi karena sistem di benak tuan. Sementara istri tuan hanya manusia biasa tanpa ada keunikan di dalam genetik di tubuh mereka.]
"Aku tidak sanggup untuk kembali setelah 14 tahun tidak bertemu dengan mereka. Ditambah, ini adalah tahun terakhir dia untuk melihat kedua putrinya tumbuh dewasa." Gumamnya, ia meringkuk ketakutan menghadapi kematian seseorang yang sudah melengkapi satu dari seribu kematian dalam hidupnya.
Drink! Drink!
33 panggilan yang tak terjawab di handphone, Qin Chen membaca pesan yang masuk mengatakan kalau Bai Tianzhi berada di rumah sakit dan membutuhkanmu untuk datang ke tempat tersebut!
Qin Chen membeku tidak dapat bergerak maupun dengan bebas berbicara, matanya gemeteran setelah melakukan penelitian selama 14 tahun menghentikan kematian ia tidak menemukan apapun.
Setelah panggilan ke 40, ia bergerak membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi bergegas kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dia buru-buru masuk kedalam ruangan mengejutkan semua orang di dalam sana karena sudah 14 tahun lamanya dan Qin Chen belum pernah kembali ke rumah setelah menghabiskan 8 tahun merawat putrinya hingga dewasa.
Sesekali dia menghubungi mereka melakukan panggilan video, namun setelah beberapa tahun kemudian Qin Chen tidak menghubunginya lagi karena kondisinya yang di penuhi dengan suntikan dari berbagai percobaan.
Sewaktu di dalam ruangan, kedua istrinya yang sekarang berusia 50-53 tahun menoleh kesamping melihat Qin Chen tidak pernah berubah sedikitpun dari pertama kali mereka bertemu, bahkan tidak ada perubahan di wajahnya.
"Kemana saja kamu selama ini?!" Tanya Jiang Haozi dengan marah ia mendekati Qin Chen dan memukul dadanya.
Wajahnya keriput seakan-akan usianya di makan takdir, lalu tangannya kering dengan temperatur tubuh dingin.
Dengan sentuhan lembut, ia menggenggam tangannya.
"Bisa aku minta satu permintaan terakhirku?" Tanya Bai Tianzhi.
Dengan anggukan ia menyetujuinya.
"Setelah aku pergi, kamu kembalilah ke rumah dan tolong jaga putriku. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama ini, mungkin ini ada hubungannya denganku, kan?" Ucapnya dengan suara kecil tidak sanggup untuk bersuara keras di dalam ruangan.
"Maaf ... 22 tahun aku habiskan untuk meneliti ramuan keabadian, hingga sekarang aku tidak dapat menemukan hasilnya. Aku mengira dengan waktu yang aku punya bisa menghasilkan ramuan keabadian untukmu, bahkan aku meninggalkan keluargaku sendirian di rumah untuk keegoisanku." Jelasnya.
"Begitu ... " Dia menutup matanya lalu sedikit mengesampingkan kepalanya. "Waktu seakan-akan berhenti di sampingmu, kamu tidak pernah berubah sedikitpun dari awal kita bertemu dulu."
Keduanya tertegun mendengar itu, ia tidak menyangka kalau Bai Tianzhi akan mengatakannya. Qin Chen yang tahu itu, ia tidak dapat mengatakan apapun yang paling menyakitkan menjadi abadi hanya satu, perpisahan dengan istrinya yang hanya manusia biasa.
__ADS_1
Pada dasarnya kehidupan di dunia mempunyai batasannya, rata-rata manusia hidup hanya sampai 60-80 tahun mengikuti usia ada yang bahkan melebihi satu abad karena dia seorang yang mempunyai keberkahan ilahi.
Sementara yang pergi di bawah usia 60 tahun hanya dua kemungkinan, penyakit ataupun takdir mereka.
Putri mereka di belakang Qin Chen tengah menahan tangisan, melihat ibunya yang tidak dapat di selamatkan lagi dengan hembusan napas terakhir, ia meninggalkan Qin Chen setelah menyentuh wajahnya.
Bahkan di menit-menit terakhirnya, Qin Chen tidak dapat mengatakan apapun selain mengigit bibirnya hingga berdarah.
Jika bisa menggunakan darahnya untuk mengalihkan kematian, Qin Chen sudah melakukannya. Sayangnya, itu tidak bisa, Qin Chen hanya bisa mengalihkan penyakit kedalam tubuhnya tidak kematian.
Putrinya menangis di dalam ruangan, Qin Chen dengan lembut menyentuh kepala mereka dan memeluknya dengan hangat.
Mereka berdua memeluk Qin Chen tidak bisa melepaskannya, melihat ibunya yang pergi membuatnya tidak sanggup untuk melihat, Qin Chen mengusap-usap kepala putrinya sembari berbicara menenangkannya.
Tidak lama setelah itu pemakaman Bai Tianzhi berada tepat di samping keluarganya, Qin Chen berada di sampingnya tengah terduduk diam selama berjam-jam setelah pemakaman berakhir.
"Ayah ... "
"Tidak apa-apa, ayah hanya menyesal karena membuat banyak kesalahan pada ibumu, dan tidak mendapatkan hasil selama dua puluh tahun ini meneliti ramuan keabadian." Balas Qin Chen.
"Jangan salahkan diri ayah, ayah sudah melakukan yang terbaik."
"Tapi tetap saja."
Qin Chen menurunkan bunga di tangannya, menutup matanya. "Tianzhi, aku akan menepati keinginanmu." Ucapnya, ia kembali berdiri melihat dua Istrinya dan keempat putrinya berada di sampingnya.
Dengan langkah lambat ia meninggalkan pemakaman, membawa putrinya dan kedua istrinya pergi kembali kekediaman dimana mereka tinggal sekarang.
Dengan keabadian dirinya, seribu tahun bukanlah masalah untuk menunggu reinkarnasi.
...
*Bersambung ...
Selamat tahun baru untuk kalian semua, semoga di tahun 2023 kita semua di berikan kesehatan untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya. Dilimpahkan rezeki dan amal ibadahnya, amin🤲
__ADS_1