Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 37 : Bai Tianzhi, Kelelahan!


__ADS_3

Didalam apartemen, Bai Tianzhi tengah marah dengannya. Wajahnya cemberut tidak mau melihatnya lagi karena Qin Chen membohonginya.


"Aku minta maaf, aku benar-benar kelepasan sebelumnya. Kamu membuatku tidak dapat berhenti, karena kamu sangat menggoda sebelumnya."


"Humph! Kamu bilang hanya sekali. Jadi aku membiarkan kamu melakukan lagi, tapi apa yang kamu lakukan sebelumnya lebih dari satu kali."


Bai Tianzhi yang tengah terbaring lemas disampingnya karena kelelahan. Sementara itu, Qin Chen di belakangnya perlahan menyentuh pundaknya.


"Aku salah sebelumnya, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku akan keluar mencari makanan untuk malam ini, kamu dapat membersihkan diri dan beristirahat sembari menungguku kembali membawa makan malam."


Sebelum pergi keluar, ia mencium pipinya dan keluar setelah mengenakan pakaian. Qin Chen keluar ruangan meninggalkan Bai Tianzhi didalam ruangan sendirian karena hari sudah malam kembali, dan mereka belum makan siang karena Qin Chen melakukan tindakan yang keterlaluan.


Qin Chen menyesali tindakannya berlebihan namun ia adalah sifat alami manusia tidak dapat menahan hawa na*su saat berhadapan dengan keindahan begitu menggoda didepan matanya.


Bai Tianzhi didalam ruangan mencoba beranjak untuk berdiri, ia melihat noda merah berada diatas seprai putih diselimuti bunga-bunga mawar yang mulai layu dikarenakan tertimpa mereka berdua.


Merasakan tubuhnya pegal-pegal karena satu hari penuh berhubungan intim dengan Qin Chen. Saat ia hendak ke kamar mandi, ia tanpa sengaja melihat cermin besar disampingnya. Melihat dan merasakan sesuatu yang aneh, ia mendapatkan diri dipenuhi dengan gigitan kecil yang berada dimana-mana.


"Tidak hanya tubuhku yang pegal-pegal dan kelelahan, aku bahkan mendapatkan banyak gigitan di sekujur tubuh." Bai Tianzhi menyentuh lehernya yang terdapat tanda gigitan yang berbekas sangat jelas sulit untuk dihilangkan ataupun di sembunyikan.


Selesai melihat cermin, ia melangkahkan untuk ke kamar mandi dengan sempoyongan membersihkan dirinya dan setelah itu ia kembali dengan mengenakan handuk kimono keruangannya.


Sementara itu, Qin Chen yang tengah menunggu pesanannya tengah duduk di bangku tunggu, ia merasa sensasi baru yang belum pernah ia dapatkan.


Sebagai seorang suami, ia merasa senang walaupun usianya masih muda.


"Semalam sangat hebat, aku sudah meninggalkan banyak gigitan untuk mengecapnya sebagai wanitaku." Gumamnya sembari membayangkan semalam.


[Mantap tuan.]

__ADS_1


"Tentu saja, aku sangat mahir dalam melakukan ini, kamu dapat mengandalkan tuanmu ini."


[Muhehe! Dasar tuan bisa saja, dasar me*um!]


Ugh!


Perkataannya menampar wajahnya langsung, ia mendapatkan pesanan sebelumnya datang dan membayarnya. Qin Chen membelikan banyak makanan karena ia tidak tahu makanan favorit Bai Tianzhi.


Setelah mendapatkan makanan untuk malam ini, ia kembali ke apartemen menemui Bai Tianzhi. Saat didalam ruangannya, ia tidak menemukannya dimana-mana, ia lalu ke ruangan disampingnya.


Saat ia membuka pintu ruangannya, ia melihat Bai Tianzhi berada di tempat tidurnya tengah tertidur pulas karena kelelahan. Meskipun tengah tertidur, Bai Tianzhi masih tetap cantik dan manis untuk di pandang, pesonanya begitu abadi hingga tidak pernah pudar.


Qin Chen masuk kedalam, ia tidak tega membangunkannya yang tengah tertidur pulas namun ia harus makan atau tidak tubuhnya akan kelelahan dan sakit karenanya.


"Aku menyesal karena meminta sesuatu yang berlebihan, sekarang aku malah membuat istriku kelelahan." Gumamnya, ia merasa bersalah kemarin, dan dengan hati-hati ia menyiapkan makanan di atas meja makan untuknya.


Sesaat kemudian ia tidak merasakan Bai Tianzhi bangun meskipun ia memanggilnya berulang-ulang. Karena kyaa, ia mendekatinya dan memberikan sentuhan dipundaknya untuk membangunkannya.


"Akhirnya kamu bangun, aku sudah membelikan banyak makanan untukmu, kamu dapat memakan apapun itu." Katanya, ia menunjuk kearah meja makan.


Bai Tianzhi melihat diatas meja makan terdapat banyak makanan yang Qin Chen belikan. "Aku sangat lelah sekarang, untuk gerak saja sudah sulit apa lagi untuk mengunyah makanan."


Qin Chen membeku terdiam didalam penyesalan, ia tidak dapat mengatakan apapun lagi selain kata maaf. Semua ini karenanya yang berlebihan, ia pergi ke meja makan untuk menembus kesalahan dengan membuatkan bubur ayam yang bisa Bai Tianzhi makan sekarang.


Setelah itu, ia kembali ke sampingnya membantunya untuk duduk menyederhanakan tubuhnya ke dinding. Bai Tianzhi hanya wanita biasa yang mempunyai batasan untuk melakukan aktivitas, sementara Qin Chen bukanlah manusia lagi karena rasa lelahnya akan dialihkan secara otomatis.


Semuanya yang berhubungan dengan dirinya akan dialihkan hingga tidak ada satupun yang tidak bisa dialihkan.


"Ayo makan istri, kamu bisa sakit kalau tidak makan, aku akan membantumu untuk menghabiskan satu mangkuk ini agar tubuhmu kembali sehat seperti sediakala." Ucapnya sembari membantunya untuk memakan bubur ayam.

__ADS_1


Dengan bantuannya, ia dapat memakan bubur ayam tanpa banyak mengunyah.


Sepanjang ia makan, ia matanya memperhatikan Qin Chen yang sekarang berbeda dengan sebelumnya. Perasaan hangat yang ia berikan untuknya benar-benar dapat ia rasakan sekarang, walaupun Qin Chen mempunyai banyak kekurangan namun ia sangat hangat hingga menyentuh hantinya yang terdalam.


Saat matanya memperhatikan Qin Chen, ia tersedak terbatuk-batuk. Qin Chen buru-buru mengambil minum di atas meja untuk ia minum menghilangkan batuknya.


"Pelan-pelan saat kamu sedang makan, apa ada sesuatu yang menggangu pikiranmu sampai-sampai tidak fokus." Ucap Qin Chen sambil membantunya memegang gelas ditangannya untuk menikmati teh hangat yang bisa menyegarkan tubuh.


"Ke- Kenapa kamu begitu khawatir denganku?" Tanya Bai Tianzhi, ia bingung dengan sikapnya yang sekarang berbeda dengan Qin Chen sebelumnya.


Mendengar langsung darinya, ia berhenti memberikan bubu ayam untuknya. Qin Chen lalu melihatnya dengan penuh perasaan seorang suami yang tengah merawat istrinya yang tengah sakit.


"Kamu sekarang istriku, kamu seperti ini karena kesalahanku, aku ingin menebusnya dengan merawatmu sampai kembali pulih seperti sediakala. Apa ada alasan lain untukku merawat istrinya sendiri?"


Bai Tianzhi membeku didalam lamunan, ia perlahan menutup matanya. "Aku baik-baik saja hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan besoknya pasti kembali seperti sediakala."


"Kalau begitu tolong habiskan satu mangkuk ini untuk memastikan kamu tidak apa-apa." Qin Chen memberikan suapan bubur ayam kearahnya dan dengan demikian ia memakannya agar Qin Chen tenang.


Selepas makan malam, ia beristirahat di atas tempat tidurnya dengan menyelimuti dirinya dengan kain putih tebal di malam yang dingin karena hujan deras mengguyur kota.


Qin Chen berada disamping kaca besar di dalam ruangan itu melihat keluar tengah hujan deras mengguyur kota. Sesaat kemudian ia menoleh kebelakang melihat istrinya tengah kedinginan, ia dengan cepat menutup kaca tersebut dengan korden merah besar.


"Malam ini hujan deras kembali mengguyur kota, cuacanya berubah dan membuat suasananya sangat dingin. AC di apartemen sudah berada di kekuatan maksimal untuk menghangatkan ruangan, namun ini tidak cukup sampai pagi." Gumamnya, ia melihat di sekitarnya tidak ada benda yang bisa ia gunakan untuk menghangatkan tubuh.


Karena sudah terlalu malam, ia kembali ke atas tempat tidur sembari membawa Bai Tianzhi kedalam pelukannya yang hangat. Perlahan Bai Tianzhi merasakan kehangatan dan mulai memeluknya dengan erat tidak ingin melepaskannya.


"Mimpi indah, istri."


Qin Chen memberikan kecupan kening selamat malam untuknya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2