
Tiga hari kemudian—
Sepanjang malam ia rutin melihat keadaan Bai Tianzhi di rumah sakit setiap tengah malam.
Siang ini, Jiang Haozi berada di rumah sakit menjemput Bai Tianzhi yang hendak kembali kekediaman. Disamping mereka terdapat teman-teman Qin Chen yang sudah mengatakan kalau mereka diminta langsung oleh Qin Chen untuk melindunginya.
Keluarga Bai tertawa mendengarnya, karena mereka benar-benar berbeda dengan pemuda zaman sekarang.
"Bai Tianzhi ... Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." Tanya Jiang Haozi.
"Hmm ... Ada apa Haozi?"
Jiang Haozi memberikan handphone yang berada di tangannya, ia memberikan rekaman yang memperlihatkan seseorang setiap tengah malam berada di depan ruangan. Keluarga Bai Tianzhi bingung dengan rekaman tersebut, ia lalu bertanya.
"Siapa orang itu, Jiang Haozi? Kenapa dia selalu berada di depan ruangan Bai Tianzhi." Tanya ibunya Bai Tianzhi.
Dengan tenang ia mengatakannya. "Setiap tengah malam, Qin Chen selalu ke rumah sakit untuk melihatmu. Orang yang berada di dalam rekaman itu adalah Qin Chen, dia datang setiap tengah malam untuk memastikan kondisimu, Bai Tianzhi."
Bai Tianzhi menutup mulutnya tidak dapat mempercayai apa yang ia lihat, ia langsung menoleh kesamping dengan tajam melihat teman-temannya Qin Chen menjadi bahan pelampiasannya.
"Zhung Long, Guo Gong dan Song Yu! Kata kalian Qin Chen pergi, lalu apa yang ada di dalam rekaman ini?!" Tanya Bai Tianzhi.
Sontak mereka bertiga ketakutan setengah mati mendapatkan hawa membunuh Bai Tianzhi mengerikan!
"Pro– Profesor, kami benar-benar tidak tahu apapun tentang saudara kami. Sumpah, aku tidak pernah mengetahui arus di otaknya, aku benar-benar hanya tahu kalau dia tidak ingin menampilkan diri di publik itu saja tidak lebih maupun kurang." Kata Zhung Long dengan gugup.
Bai Tianzhi lalu menoleh kesamping melihat Jiang Haozi. "Haozi, apa kamu bertemu dengan Qin Chen sebelumnya?" Tanya Bai Tianzhi.
"Aku bertemu dengannya sekali, setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi." Balas Jiang Haozi.
"Begitu rupanya, bagaimana keadaan Qin Chen?"
"Buruk."
__ADS_1
Bai Tianzhi hanya diam mendengarkan hal tersebut. "Ayah dan ibu dapat kembali ke rumah untuk beristirahat, aku baik-baik saja sekarang. Kalian bisa melakukan aktivitas seperti biasa, aku akan merawat diriku sendiri."
"Apa kau yakin? Kondisimu sekarang cukup memperhatinkan." Balas ibunya.
"Tidak apa-apa, ada Haozi di sampingku sekarang. Aku ada banyak cerita yang harus disampaikan, kalian dapat kembali dan melanjutkan pekerjaan masing-masing." Jelas Bai Tianzhi.
"Baiklah, beristirahat dengan baik di rumah, ibu percaya Qin Chen akan kembali. Karena dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu sebelumnya, dan bahkan setiap malam di waktu yang sama selalu mengecek kondisimu. Pasti dia akan berada dekat dengan rumah untuk mengawasimu."
"Hmm ... "
Setelah ia memeluk ibunya, ibunya pergi meninggalkan rumah sakit bersama ayahnya. Mereka berdua mempercayakan Qin Chen untuk melindungi putrinya, dan Qin Chen melakukannya.
Meskipun dia tidak mengatakan apapun tentang pernikahan dengan Jiang Haozi. Tapi mereka tahu mimpinya Qin Chen, dibandingkan mengambil satu wanita cantik yang mempunyai perasaan yang sama dan bahkan teman lain, Qin Chen memilih untuk mengambil keduanya.
Selepas keluarganya kembali, Bai Tianzhi di bantu Jiang Haozi masuk kedalam mobilnya untuk mengantar Bai Tianzhi kembali ke kediaman yang berada di puncak bukit surga sebuah Vila mewah berada di sana.
Jiang Haozi masih tidak dapat mempercayainya, Qin Chen membeli rumah untuk seharga dengan perusahaan.
Sesampainya di sana, mereka berdua masuk kedalam dan mencium aroma makanan yang begitu mengunggah selera makan mereka berdua.
"Tidak, aku tidak mempunyai pelayan. Aku dan Qin Chen hanya tinggal berdua, dan makanan biasa aku yang membuatnya." Balas Bai Tianzhi.
"Lalu, masakan siapa ini?"
Bai Tianzhi sempat memikirkan hal aneh tidak mungkin tempat ini ada yang masuk. "Kunci Vila hanya ada dua, kecuali aku hanya Qin Chen yang mempunyai kunci keduanya. Apa mungkin dia kembali beberapa menit yang lalu sebelum kita sampai?"
"Huh? Sekalipun dia kembali, apa dia mempunyai ketrampilan memasak?" Tanya Jiang Haozi.
"Aku tidak tahu, bagaimana sekarang kita cek dapur karena aroma ini terasa baru dua menit yang lalu selesai di masak."
Jiang Haozi mengangguk lalu membawanya kedapur melihat ada banyak masakan lezat di atas meja masih hangat. Saat mereka menyentuhnya, panas di masakan tersebut baru beberapa menit yang lalu.
"Qin Chen, kalau kamu berada di sini kenapa kamu tidak keluar? Aku dan Bai Tianzhi berada disini sendirian, apa kamu tidak ingin bertemu kami berdua?" Tanya Jiang Haozi.
__ADS_1
Qin Chen berada di luar tepatnya di samping ruangan tersebut mendengar perkataan Jiang Haozi. Bai Tianzhi melihat ke arah lain mengamati setiap sudut ruangan tidak ada yang aneh kecuali surat di bawah mangkuk.
Ia mengambilnya dan membaca isi surat tersebut.
Bai Tianzhi dan Jiang Haozi membacanya, dan membuat mereka terdiam sesaat. Di dalam surat tersebut Qin Chen menuliskan akan kembali dalam satu minggu lagi setelah urusannya selesai.
Dan permintaan maaf darinya membuat mereka berdua terdiam, karena itu tertulis dengan kalimat yang menyentuh.
"Apa dia meminta aku tinggal di tempat ini?" Tanya Jiang Haozi.
"Hmm ... Bagaimanapun kalian sudah menjadi suami dan istri, maaf karena aku pernikahan yang seharusnya bahagia menjadi kacau sekarang." Katanya, ia merasa bersalah atas kekacauan di pernikahan Jiang Haozi.
"Apa yang kamu katakan Tianzhi, kalau aku tahu ini dari awal, aku pasti memikirkan perasaanmu dua kali. Karena kita sudah seperti saudari kandung, aku tidak mungkin merebutnya darimu, sekarang mendapatkan suami yang sama membuatku merasa dua perasaan—"
"Pertama aku menyesal karena seperti merebut suamimu, tapi di lain sisi aku bahagia mendapatkannya. Namun itu tidak menutup mataku kalau aku merebutnya darimu setelah mengetahui kalau dia adalah suamimu, aku sangat bahagia karena bisa bersama denganmu lagi seperti waktu sekolah—"
"Walaupun harus membagi perasaan, aku akan memprioritaskanmu karena kamu istri pertamanya."
Bai Tianzhi menoleh kesamping, ia mencubit pipinya langsung. "Jangan bicara aneh-aneh, kamu berhak mendapatkannya. Aku akan beristirahat karena lelah, kamu dapat membawa barang-barangmu untuk tinggal di tempat ini karena Qin Chen sudah memintanya sendiri."
"Apa kamu yakin?"
"Tentu, karena kamu istrinya dan aku tidak keberatan. Kalau kamu tinggal di tempat ini, aku mempunyai teman untuk diajak mengobrol bersama."
Jiang Haozi berkaca-kaca, lalu memeluknya dengan erat membuat Bai Tianzhi tertegun dengan reaksinya.
"Terimakasih banyak Tianzhi."
"Hmm ... Jangan seperti anak kecil, kamu sudah dewasa sekarang apa kamu tidak malu kalau Qin Chen melihatnya? Dia pasti akan tertawa terbahak-bahak melihatmu sekarang."
"Tidak apa-apa, ayo kita makan untuk mencobanya."
Bai Tianzhi mengangguk dan duduk bersama Jiang Haozi untuk mencoba masakan Qin Chen.
__ADS_1
....
*Bersambung ...