Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 114 :


__ADS_3

Siangnya— Berada di tepian tebing tinggi dengan kedalaman beberapa ribu kaki kebawah. Tidak dapat memastikan apa yang berada di bawah selain kegelapan, Paman Jiang berada di hadapannya tengah mengambil langkah untuk mereka berdua, dan Qin Chen di belakangnya.


"Qin Chen, kita akan sampai di atas, berhati-hatilah karena medan di sini sangat curam."


"Baik."


Tidak lama setelah itu—


Brukk! Rumble!


Qin Chen menggenggam erat tangan ayah mertuanya dengan satu tangan menahan beban di bawah. Mata ayah mertuanya bergetar hebat, untungnya Qin Chen menyelamatkannya kalau tidak dia pasti akan mati di bawah sana entah apa yang akan terjadi.


"Bertahanlah ayah, aku akan mengangkat ayah ke atas."


"Ba– Baik."


Angkat!


Untungnya dia mempunyai kekuatan lebih untuk mengangkat ayah mertuanya kembali ke atas sana untuk berpijak. Qin Chen terengah-engah untuk menetralkan situasi yang canggung kedepannya.


"Bagaimana keadaan ayah?"


"Ayah tidak apa-apa, terimakasih Qin Chen."


"Ya, untungnya tempatku masih punya batu yang kuat untuk di gunakan."


Ayah mertuanya mengangguk lalu berhati-hati melangkah keluar dari kematian.


Puncak Gunung—


"Seharusnya di sini tempatnya!"


Sudah tiga hari mereka melangkah di dalam hutan dengan melawan monster-monster yang mereka temui. Qin Chen yang memperhatikan tempat-tempat di depannya, ia menembus bebatuan tebal dan besar.


"Puncak itu ada gua, di dalamnya ada seseorang tengah bermeditasi."


"Apa kau yakin?"


"Ya, karena kehidupan di sana menarik banyak perhatianku." Balas Qin Chen.


Paman Jiang mengangguk ikut dengan Qin Chen masuk ke dalam gua untuk menemui orang yang selama ini mereka cari di sana.


Sewaktu berada di dalam ruangan, mereka melihat seseorang tengah duduk bermeditasi tidak bergerak sama sekali. Qin Chen yang melihat itu membeku, perjalanan tiga hari ini tidak memberikan hasil sewaktu ia melihat pria itu sudah meninggal.


"Sepertinya kita terlambat beberapa tahun, pria ini sudah lama mati namun tubuhnya masih seperti hidup. Umur panjang, sepertinya dia hanya bisa mempertahankan usia sebesar Seribu tahun lebih." Ucap Qin Chen.


"Apa maksudmu dia sudah mati?"


"Ya."

__ADS_1


Qin Chen mendekatinya dan menyentuh nadi namun tidak merasakan pegerakan, lalu ia melihat kesamping ada gulungan yang di tutupi dengan debu-debu dengan sarang laba-laba, ia mengambilnya dan melihat isi bagian dalamnya hanya sebagian kecil pengetahuan keabadian.


"Apa yang aku cari ada di sini, tapi hanya sebagian kecil."


"Jadi, bagaimana sekarang?"


"Aku tidak tahu, aku akan bereksperimen untuk mendapatkan hasilnya."


"Begitu?"


Qin Chen menoleh kesampingnya dan mendapatkan sebuah plat di tangannya. Mengambil plat tersebut, dan menyimpannya kedalam sakunya. "Ayah, kita akan kembali kekediaman."


"Bagaimana dengan pria ini? Apa tidak kita kubur sekarang?"


"Tidak apa-apa, biarkan dia seperti ini karena dia yang memintanya."


"Huh?"


Ada di dalam gulungan dimana tulis kecil hanya orang-orang tertentu yang bisa membacanya. Didalam itu ada tulisan kalau dia ingin tubuhnya tetap seperti itu agar di masa depan tidak ada yang melupakan dirinya sebagai pertapa gunung surga.


Parkiran—


Setelah tiga hari turun gunung, mereka sampai di parkiran dengan selamat meskipun ada banyak luka-luka di bagian tubuh menghadapi hewan buas. Ayah mertuanya mendapatkan banyak luka-luka ringan di tubuhnya, sementara Qin Chen luka-luka besar di punggung, ini bukan seberapa besar luka yang di dapatkan melainkan seberapa besar keyakinannya.


"Ayo kita ke rumah sakit untuk menjahit luka-luka yang kau dapatkan."


"Tidak apa-apa ayah, ini bukanlah masalah bagiku."


Qin Chen menutup kupingnya karena ayah mertuanya sama seperti istrinya kalau sedang ngomel, ia hanya bisa mengangguk dan mengikuti ayah mertuanya ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan.


Sepanjang jalan, ayah mertua menghubungi keluarganya dan mengatakan kalau mereka sudah kembali dan akan ke rumah sakit untuk mengecek kondisi sebelum pulang ke rumah dan beristirahat.


Sesampainya di rumah sakit, luka-lukanya di jahit dan mendapatkan perawatan medis.


Rombongan keluarga Jiang datang untuk menemui mereka berdua yang tengah duduk di atas kasur mendapatkan perawatan.


Melihat Qin Chen dan ayah Jiang Haozi tengah duduk mendapatkan perawatan, mereka buru-buru mendekatinya.


Qin Chen diam dan melihat mereka bertiga, dimana dokter di sampingnya tengah menjahit tubuhnya yang terluka karena sebuah cakaran binatang buas.


"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya ibu mertuanya.


"Tidak terjadi apapun, hanya kesalahan melawan binatang buas. Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja, dan Qin Chen lah yang menyelamatkanku hingga dia mendapatkan luka parah." Balas Paman Jiang.


Ia langsung melihat Qin Chen yang duduk tenang tengah di jahit seperti tidak terjadi apapun padanya.


"Ibu mertua tidak perlu khawatir, aku yang membawa ayah mertua. Jadi keselamatan ayah mertua akulah yang menjamin, aku sudah membawanya pulang ke rumah walaupun ada luka-luka fisik karena medan di sana sangat curam dan dingin."


"Tidak apa-apa, jangan khawatirkan itu, ibu berterimakasih karena sudah menepati janjimu. Mertuamu sudah tua dan tidak pernah mendapatkan perjalanan panjang, ikut denganmu akan menambah pengalaman, terimakasih."

__ADS_1


"Sama-sama."


Bai Tianzhi lalu bertanya. "Apa kamu sudah bertemu dengannya?"


"Ya, namun kamu terlambat beberapa tahun dan dia hanya meninggalkan sebagian kecil catatan tentang ramuan keabadian, aku akan menelitinya untuk sesuatu."


"Begitu ... " Bai Tianzhi sedikit menunduk, lalu ia di ketuk Qin Chen di keningnya.


"Jangan begitu, ayo kembali ke rumah karena aku sudah seminggu tidak makan masakan rumah."


"Ayo kita kembali."


Dokter di sampingnya menyelesaikan tugasnya dan Qin Chen di perban keliling, melangkah meninggalkan rumah sakit bersama-sama untuk kembali ke rumah masing-masing, dimana di tempat tersebut ada pekerja konstruksi bangunan yang mendirikan gedung di samping rumah sakit.


Sebuah besi besar terlepas dan jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi, orang-orang berteriak histeris menyuruh mereka untuk menghindar segera.


Ayah dan ibu Jiang berteriak keras kearah mereka berempat berada.


Qin Chen mendongak ke atas dan merangkul mereka membawa mereka bertiga kebawah pelukannya.


Bagh!


Semua orang menutup mata tidak berani melihat bagaimana keadaan mereka berempat, tanpa mereka sadari Qin Chen berdiri membungkukkan tubuhnya menahan besi tersebut melindungi ketiga istrinya.


Darah di mulutnya menetes, pijakan kaki di bawah masuk kedalam beberapa centimeter, dan luka-lukanya terkelupas kembali.


Ayah mertua maupun ibu mertua tidak dapat berkata-kata melihat Qin Chen yang tetap berdiri kokoh menahan besi bangunan yang jatuh dari lantai 20 secara melintang.


Tubuh ketiganya gemeteran ketakutan di bawah Qin Chen, dengan usapan lembut ia menyentuh kepala mereka.


Setelah itu, ia mengangkat besi besar tersebut dan menurunkannya.


Saat mereka melihat Qin Chen, tubuhnya dipenuhi darah.


Tidak ingin membuat semua orang curiga, Qin Chen menuntun mereka bertiga masuk kedalam mobil dan dia pergi duluan membawanya tanpa mengatakan apapun pada mertuanya.


'Sistem.'


[Ya tuan, apa ada yang bisa saya bantu?]


'Alihkan lukaku.'


[Baik tuan.]


...


*Bersambung ...


Thor! Kenapa cuma satu?

__ADS_1


(Note : Lagi cari cuan buat tahun baru :(


__ADS_2