
Kerumunan orang menoleh ke belakang melihat kaca bank pecah berantakan di bawah, suara tembakan dimana-mana membuat mereka merinding namun masih kukuh berada disana tanpa memandang bahaya.
Polisi wanita sebelumnya, ia menghela nafasnya menggelengkan kepala melihat pemuda yang energik masuk tanpa memperdulikan keselamatan.
"Tahun berapa sekarang? Kenapa masih pemuda yang energik menerjang bahaya sendirian. Benar-benar pria yang menarik, aku akan menggodanya lain kali." Gumamnya, ia membuat Qin Chen merinding di dalam ruangan.
Qin Chen mengigil merasakan rubah yang akan menempel dengannya!
"Sialan! Kenapa aku merasakan perasaan buruk! Seperti ada yang mencoba menarik aku kedalam surganya duniawi penuh gairah panas yang menegangkan!" Gumam Qin Chen, ia menyelinap keluar tanpa di ketahui orang-orang.
Berada di belakang tiang besar, ia melihat beberapa perampok yang menebak sebelumnya. Mereka tengah menuju ruangan tempat Qin Chen sebelumnya, dengan gerakan cepat ia menumbangkan 2 orang tersebut tanpa meninggalkan suara.
Sistem terpesona!
Melihat Qin Chen begitu keren sekarang, ia tidak seperti beberapa minggu sebelumnya. Dimana kalah melawan sekelompok preman bertubuh besar, dan sekarang ia bisa menumbangkan perampok profesional dengan mudahnya.
Membawa senjata api di tangan, ia menggunakan senjata Smith and Wesson 500 Magnum— Dengan enam peluru di dalamnya, dan satu set peluru pengganti di sakunya, ia bersembunyi di balik dinding.
"Sistem, bagaimana caranya menggunakan senjata ini?" Tanya Qin Chen, ia tidak tahu cara menggunakannya dan gugup saat memegangnya namun bersikap keren di hadapan seseorang.
[ ... Dengan tangan kosong lebih baik tuan, tuan memalukan.]
"Ughh! Sakit hati saat kau bilang aku memalukan! Siapa yang menyuruh bisa menggunakan senjata kalau menyelesaikan proyek yang belum selesai sampai sekarang!" Balas Qin Chen, ia mengantongi senjata tersebut dan bergerak kedepan mendekati dinding bangunan.
Satu orang pegawai di dalam melihatnya, Qin Chen memberikan aba untuk tetap diam disana dan tidak berbicara kalau ia datang.
Qin Chen bersiul, dan dua orang di depannya merespon dengan baik, satu orang bergerak memeriksa karena dua sebelumnya tidak muncul setelah mengeluarkan serangan di ruangan lain.
Saat ia berada di samping Qin Chen, Qin Chen memutar kepalanya hingga suara retakan terdengar!
Tumbang ke lantai— "Kau benar sistem, aku hebat dalam bertarung dengan tangan kosong! Ayo kita bereskan semuanya, sudah tiga yang lumpuh berarti masih ada 10 lainnya dan mereka kemungkinan berada di berangkas belakang."
Qin Chen bergegas untuk ke belakang sembari menyeret perampok ke dalam ruangan sebelumnya. Dimana polisi sudah berada di sana tengah memperhatikan penjahat tengah mengurung penjahat.
"Yo!" Katanya, ia bergegas meninggalkan tempat tersebut sebelum sempat wanita polisi sebelumnya berbicara, karena Qin Chen trauma memandang hal yang tidak di bolehkan oleh dunia.
Dibelakang, berangkas bank, ada delapan orang disana tengah menjaga dan lainnya tengah membongkar brangkas besar. Sementara itu, di persimpangan ruangan Qin Chen tengah bersembunyi mengamati mereka dengan mata fenomena.
Menganalisa struktur ruangan, dan mengangkat senjata api—
"Seharusnya aku menyadari dari awal, kemanapun menganalisa bisa membantuku menggunakan senjata api, tapi sistem tidak mengingatku tentang ini, dia pengkhianat."
__ADS_1
[Ugh!]
Sistem layar berubah warna menjadi pucat tidak biru lagi, ia memutarkan layarnya dan menunduk di sudut ruangan dengan mutar-mutar angin di hadapannya.
"Sudah-sudah jangan cemberut, masuk lagi kita akan berantas perampok menyelesaikan tugasnya!"
[Baik tuan.]
Tepat di depan matanya, layar sistem berubah memberikan titik-titik koordinat untuk menyerang musuh.
Qin Chen tersenyum puas, ia mendapatkan kesempatan menguji kemampuan menganalisa. Karena kemampuan ini hanya ia gunakan untuk mencari uang dan menyelamatkan hidupnya.
Mendapatkan koordinasi yang tepat, ia muncul mengejutkan mereka semua dengan senjata di tangannya ia melepaskan pelatuknya menembak bagian tangan musuh.
Bang! Bang! Bang!
Berputar, menembak, melompat menghindari tembakan, ia menari di dalam peluru mengikuti matanya yang bergerak seribu kali lebih cepat dibandingkan suara seolah-olah serangan mereka dapat di prediksi dengan akurat tanpa meninggalkan sedikitpun goresan.
'Kemampuan ini!'
[Hehehe! Sistem pengalihan, bisa mengubah mengalihkan kemampuan mata. Memprediksi sarangan yang akan di luncurkan, itu seperti membalikan papan cucian.]
Dengan angkuhnya menembak, ia mengisi kembali amunisi dengan cepat menyerang menumbangkan delapan orang di hadapannya tengah berlutut dengan bersimbah darah di tangannya.
Qin Chen berada di hadapan mereka, mereka tidak dapat bergerak ataupun mengangkat senjata lagi karena bagi pergelangan tangan sudah cidera.
"Ha! Kalian ini malah merampok, padahal ada bangunan luas yang bisa kalian gunakan sebagai pekerjaan. Benar-benar otak udang yang memikirkan uang semata." Ucap Qin Chen, ia menggelengkan kepalanya lalu mengikat kaki mereka dengan tali pinggang mereka semua.
Merampok senjata mereka untuk di simpan, lalu granat dan lain sebagainya di simpan. Sebelum menyerahkan mereka ke polisi, Qin Chen memukul wajah mereka.
Bagh! Bugh! Bagh!
Selepas itu, ia pergi dari sana untuk menyelesaikan satu orang yang berada di depan sana tengah di hadang kepolisian bersenjata.
Qin Chen yang berada di sudut ruangan, ia melempar botol air yang berat ke wajahnya dengan keras.
Byarr! Ughh!
Tergeletak, perampokan itu ketakutan setengah mati dengan mengeluarkan air kuning di celananya.
Setelah membereskan perampok pemula, ia keluar melalui pintu belakang bank.
__ADS_1
Taman kota, tempat kebanyakan orang-orang berkumpul meredam stress dan lain sebagainya. Dengan minum soda dingin, ia duduk terlentang menghadap langit cerah di siang harinya.
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan tugaa ke-19.]
[Pengalihan : Kemampuan Pendeteksi.]
[Yas/No.]
"Yes!" Dengan semangat ia mengalihkan kemampuan baru ke dalam dirinya, sesaat kemudian ia dapat mendeteksi langkah kaki dan bahaya di sekitarnya.
Seakan-akan ia mempunyai kemampuan untuk merasakan masa depan yang terjadi, ini membuat Qin Chen menoleh kesampingnya karena—
Wanita sebelumnya datang ketempat ini setelah mengecek seluruh CCTV yang berada di bangunan-bangunan yang berada dekat dengan bank sehingga menemukan jejak Qin Chen bukanlah masalah besar.
Qin Chen memalingkan wajahnya, ia meninggalkan tempat tersebut dengan buru-buru membuat wanita itu curiga dengannya.
"Berhenti! Atau aku tembak kau!"
Ughh!
Bukannya takut, ia menyentuh dadanya yang berdetak kencang. "Untuk pertama kalinya, seorang wanita menembakku, apa aku bermimpi atau berhalusinasi."
[Ingat istri di rumah tuan, mau perselingkuhan tuan dengan sekertaris, wanita eropa ketahuan?]
[Tapi, wanita polisi ini boleh juga, sistem masukan kedalam calon istri ketujuh!]
"Tunggu kenapa tujuh? Setahuku, aku hanya mempunyai tiga calon istri." Gumam Qin Chen, ia tidak terima di tambah-tambah tanpa sepengetahuannya.
[Apa tuan lupa ingatan? Atau pura-pura lupa?]
[Pertama istri muda, lalu Junior misterius, Jiang Haozi, Qian Chuntian, Callista Crownest, dan terakhir Chloe Evening. Selingkuhan tuan di negeri orang lain, benar-benar pria yang tidak mempunyai perasaan.]
Qin Chen membeku tidak dapat membatahnya, ia lalu di ikat tangan oleh wanita sebelumnya untuk dibawa ke kantor polisi.
'Sialan! Berakhir hidupku sekarang.'
...
*Bersambung ...
__ADS_1