
Waktu, 19.45—
Qin Chen berada di depan pintu kediaman keluarga besar Jiang.
"Pro– Profesor Bai, aku merasakan sesuatu yang akan menekan dan mengintimidasi saat aku masuk kedalam sarang harimau." Kata Qin Chen, ia menyentuh tangannya dengan memohon untuk menyembunyikannya.
"Huh? Apa yang kamu bicarakan, bukankah mereka yang ada di dalam nantinya akan menjadi keluargamu?" Balas Bai Tianzhi, ia seperti tidak mempunyai perasaan apapun padanya, dan seakan-akan memperbolehkan Qin Chen untuk mendapatkan Jiang Haozi.
"Ughh! Bai Tianzhi, kamu tahu aku mempunyai insting yang kuat tentang bahaya dan aku merasakan di dalam sana ada Dewa yang menungguku untuk di mangsa."
Bai Tianzhi mengerutkan keningnya, ia menyeret Qin Chen masuk kedalam membuat para pelayan disana tertawa kecil melihat Qin Chen benar-benar seperti bocah. Qin Chen menggerutu, ia cemberut dengan perilaku Bai Tianzhi.
Sampai dimana, Qin Chen dan Bai Tianzhi masuk ke dalam ruangan keluarga.
Didalam ruangan itu, Bai Tianzhi melangkah masuk terlebih dahulu dan terkejut melihat seorang wanita tengah duduk membelakanginya.
Bai Tianzhi lalu mendekatinya, dan memeluknya dengan erat. "Kapan bibi kembali ke kota? Kenapa tidak memberitahukan aku kalau bibi kembali, aku bisa membelikan makanan favorit bibi."
"Tidak apa-apa, bibi kembali atas permintaan Paman Jiang untuk membicarakan sesuatu. Ngomong-ngomong Tianzhi, kamu semakin gendut di bagian ini."
Sentuh!
Wanita itu menyentuh dua gumpalan gunung surgawi yang menenggelamkan Qin Chen semalaman.
Ughh!
'Istriku di goda!'
[Suaminya marah karena tidak mendapat kesempatan menyentuh.]
Wanita itu adalah Cang Li seorang pengusaha besar di Kota Beijing. Sekaligus ibu Jiang Haozi. Dia tengah menggoda istrinya dengan menyentuh buah terlarang yang tumbuh besar dari sebelumnya saat Cang Li melihat terakhir kalinya.
Jiang Haozi tertawa melihat ibunya benar-benar suka menggoda Bai Tianzhi, karena Bai Tianzhi tumbuh gendut dibandingkan dulu.
Setelah menggoda Bai Tianzhi, Bai Tianzhi duduk di sopa dengan wajah memerah karena malu. Sementara itu, Cang Li tengah duduk tertawa bahagia selepas menggoda Bai Tianzhi.
Sementara Qin Chen, ia menelan ludahnya tidak sanggup menahan pengelihatan ini.
__ADS_1
Cang Li menoleh kesamping. "Ara~ Ara~ Siapa pria kecil ini?" Tanya Cang Li dengan suara lembut.
"Dia adalah orang yang aku katakan sebelumnya, Qin Chen. Pria yang mencoba mengambil putri kesayangan kita dalam satu bulan kedepan." Balas Paman Jiang.
'Apa yang kau katakan pria tua!'
Qin Chen menggerutu karena masuk kedalam jebakan Paman Jiang. Disampingnya, tatapan mata membunuh bermunculan membuat merinding ketakutan.
Tajam dan ganas menusuk-nusuk hatinya yang lemah dan lembut seperti gula.
Ughh! Ugh! Ughh!
Tatapan mata intens ingin membunuhnya, Qin Chen menelan ludah dengan gugup berdiri dihadapan mereka. "Pa– Paman Jiang, siapa kakak cantik ini?" Tanya Qin Chen.
Cang Li tersenyum tipis karena Qin Chen mempunyai bibir manis mengatakan kalau ia masih muda secara tidak langsung. Sementara mereka bertiga, mereka tertawa kecil menyembunyikan di balik tangan.
"Qin Chen, apa kamu belum tahu? Dia adalah ibuku baru datang dari luar kota karena ayahku memintanya datang membicarakan tentang keluarga." Balas Jiang Haozi.
Qin Chen langsung menoleh ke samping, ia langsung mendapatkan tekanan!
"Pria kecil yang mempunyai bibir manis, kamu mendapatkan seratus poin karena mengatakan aku masih muda, tidak buruk." Katanya, ia membuat Qin Chen merinding.
Slash!
Ughh!
Merasakan keputusasaan di bagian bawah, Qin Chen menutupinya dengan tangannya.
"Upps! Maaf, aku tidak sengaja memotongnya!" Katanya, ia tersenyum tipis ke arah Qin Chen.
'Menyeramkan! Ibu mertuaku benar-benar menyeramkan!'
[Bahaya tuan, kabur segera sebelum saudara kecil tuan menghilang.]
Jiang Haozi dan Bai Tianzhi melihat reaksinya benar-benar membuatnya tertawa, ia menutupi tawanya di belakang bantal.
Qin Chen gemeteran, keringat dingin menetes deras seperti air terjun hampir membasahi pakaiannya.
__ADS_1
Cang Li melihatnya, ia tersenyum tipis sembari berbicara. "Kenapa kamu terlihat gugup? Anggap saja seperti rumah sendiri, ayo-ayo duduklah kamu pasti lelah karena perjalanan ketempat ini."
"Ti– Tidak-tidak, saya tidak gugup."
"Lalu? Kenapa tidak duduk?" Tanyanya.
Qin Chen mengangguk beberapa kali dengan kecepatan tinggi, ia duduk di sopa dengan gugup kakinya gemeteran karena mendapatkan interograsi ibu mertua.
Beberapa menit berlalu, tidak ada yang bicara—
"Ayah dan ibu, apa yang ingin di bicarakan kepada Qin Chen?" Tanya Jiang Haozi, karena ia sendiri bingung dengan ayah dan ibunya tiba-tiba meminta Qin Chen dan Bai Tianzhi untuk datang membicarakan sesuatu.
"Qin Chen, apa benar yang di katakan Paman Jiang kalau kamu mau mengambil putri kesayanganku?" Tanya Cang Li, ibu mertua tengah mengintrogasinya.
"Ibu mertu– Tidak-tidak." Qin Chen gugup sampai-sampai mau memangilnya dengan sebutan ibu mertua, ini terdengar mereka semua!
"Ara~ Sungguh berani menyebut bibi, ibu mertua. Tidak apa-apa, kamu dapat memangilku ibu mertua." Katanya.
Ia menghela napasnya, lalu berbicara dengan serius kali ini setelah menguatkan hatinya. "Bibi Jiang, aku bukan mengambil Jiang Haozi. Melainkan meminta izin untuk membawanya keluar rumah ini."
"Kamu tahu, Jiang Haozi adalah putri satu-satunya kami. Sebelum dia pergi keluar dari rumah ini, kami perlu mencari tahu lantar belakangmu karena kami menginginkan yang terbaik untuk Jiang Haozi." Balas Bibi Jiang.
Qin Chen sedikit melirik ke arah Bai Tianzhi, karena yang sekarang merasakan sakit pastilah dia.
"Aku tidak mempunyai keluarga, kedua orang tuaku mengalami kecelakaan sewaktu perjalanan bisnis ke luar kota. Aku tinggal di apartemen beberapa hari terakhir, kadang-kadang di asrama. Pekerjaanku berantakan, aku tidak menetap pada satu bidang. Bakatku rata-rata, penampilan tidak memenuhi standar tuan muda generasi kaya di zaman sekarang, tidak ada yang sempurna dariku, mungkin aku hanya bisa membahagiakan Jiang Haozi dengan caraku sendiri." Jelasnya.
Mereka berdua duduk bersama, menatap Qin Chen pandangan terkejut. Dia begitu polosnya mengatakan semuanya, mulai dari keluarga, pekerjaan, penampilan, bakat, dan bahkan merendahkan dirinya sendiri.
Jiang Haozi menutup wajahnya, ia malu menghadapi Qin Chen—
Bai Tianzhi memalingkan wajahnya, ia tidak ingin melihat Qin Chen. Karena Qin Chen, adalah suaminya dan sekarang ia tengah menghadapi pertanyaan Keluarga Jiang, keluarga temannya sendiri.
Qin Chen ingin cepat-cepat menyelesaikan pertanyaan mereka, karena ia merasa bersalah sekarang begitu terang-terangan di depan Bai Tianzhi.
Sedangkan keduanya, mereka melihat Qin Chen dengan penampilan biasa-biasa saja. Penampilannya sempurna, hanya bakat yang universal membuat mereka bingung, tidak hanya hebat dalam bidang teknologi bahkan bisnisnya mencapai luar negeri.
Mereka, membeku memikirkan pertanyaan apa yang bisa mereka tanyakan sekarang.
__ADS_1
...
*Bersambung ...