
Qin Chen merangkak untuk berdiri, ia menggunakan kakinya untuk menyangga tubuhnya dengan langkah kecil ia meninggalkan tempat tersebut untuk mengejar kedua istrinya.
Ketiga temannya hanya mengertak giginya, ia tidak ingin melihat temannya yang terpuruk dalam kesalahan. Tapi semua ini murni kesalahannya, dan seharusnya dia sudah siap menerima konsekuensi.
[Tuan, kedua istri tuan berada di atas jembatan.]
Dengan informasi dari sistem, ia meninggalkan tempatnya dan berlarian menuju ketempat kedua istrinya berada.
"Zhung Long."
"Jangan ganggu dia, ini masalah yang dia sebabkan sendiri. Sebagai saudara tertuanya, aku sudah memberikan pelajaran padanya sebagai pria sejati. Selanjutnya, itu tergantung padanya bisa menyembuhkan hati kedua istrinya yang hancur atau tidaknya, aku tidak ingin mendengar kegagalan dalam rumah tangganya."
"Menikah di usia muda akan membawa banyak masalah yang akan berdatangan di masa depan, seharusnya dia memahami arti keluarga yang dia bangun sepanjang hari dengan kerja kerasnya. Kalau dia belum bisa memahami arti keluarga, kenapa dia menikah di usia muda? Memberikan kebutuhan bukanlah masalah besar, tapi kesetiannya membuatnya bermasalah."
"Jika belum mampu menjaga kesetiaan, kenapa dia menikah? Seharusnya dia mengerti, dan tahu diri karena dia pernah mengalami keterpurukan di campakkan wanita rubah yang di cintai sepanjang harinya hingga membuatnya tersungkur ke bawah."
Zhung Long di bantu dengan kedua temannya untuk berdiri melihat Qin Chen berlarian mengejar Bai Tianzhi dan Jiang Haozi.
"Selanjutnya tergantung pada kau, Qin Chen! Apa mereka dapat memberikan kesempatan padamu atau tidaknya, itu tergantung pada seberapa tulusnya kau menyayangi mereka berdua sebagai wanita dan istrimu."
Setelah mengucapkan itu, ia pergi meninggalkan kediaman Qin Chen dengan kedua temannya.
Ketiganya pergi ke asrama dengan kondisi basah kuyup, ini bukanlah sesuatu yang di tanyakan karena membantu saudaranya untuk kembali ke jalan yang benar adalah tugasnya sebagai tema dekat dan saudara hidup dan mati bersama.
Kedepannya tergantung pada Qin Chen bagaimana dia membujuk istrinya untuk kembali atau mengambil jalan perceraian memberikan kebahagiaan bebas kepada kedua istrinya.
Tepat di atas jembatan panjang yang sepi, ia melihat kendaraan Jiang Haozi berhenti.
Didalamnya terdapat kedua istrinya yang menangis tanpa henti merasakan kekecewaan melihat suaminya, Qin Chen berselingkuh di belakangnya.
Suara gemuruh di langit bermunculan dengan turunnya guntur-guntur ke bumi membuat keduanya ketakutan.
Qin Chen berada disampingnya mengetuk kaca kendaraan mereka.
"Tianzhi, berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya."
Bai Tianzhi tidak menoleh meskipun Qin Chen berada di sampingnya tidak seperti dulu, ia akan langsung menoleh untuk memandangnya. Namun sekarang, ia sudah kecewa dengan sikapnya di belakangnya.
__ADS_1
Tiba-tiba suara guntur turun di belakang gunung dengan suara gemuruh pecah menyebarkan suara kasar bergema di masing-masing lembah, Bai Tianzhi dan Jiang Haozi ketakutan.
Hick!
Qin Chen masuk kedalam setelah membobol kuncinya, ia langsung memeluk Bai Tianzhi dengan hangat tidak ingin melepaskan mereka berdua untuk orang lain ataupun untuk mengakhirinya.
Tanpa penolakan, Bai Tianzhi tidak dapat bergerak maupun melawan Qin Chen, ia membalasnya dengan tangisan penuh kecewa memukulnya berulang-ulang tanpa henti.
Sementara Jiang Haozi berada di depan, Qin Chen membawanya duduk di sampingnya. Mereka berdua meringkuk memeluknya sambil bergumam menyalahkan Qin Chen terus-menerus tanpa henti memukulnya.
Dibawah gemuruh langit dengan suasana dinginnya malam, Qin Chen mengusap-usap kepalanya dengan lembut mencium kening mereka berdua.
"Jangan pergi dariku, aku akan menerima keputusan kalian berdua. Tapi tolong untuk tidak pergi dari sisiku, aku tidak bisa hidup tanpa kalian berdua."
"Kemana .... Kemana saja kamu selama ini, dasar brengsek!"
Bugh!
"Dasar bajingan!"
Bagh!
Memberikan selimut tebal yang ia simpan dari penyimpanan sistem untuk membuat keduanya tetap hangat selama perjalanan kembali. Qin Chen membawa mobilnya kembali ke rumah untuk membuat kedua istrinya tidur.
Mengangkat mereka satu-persatu masuk kedalam kamar dengan lembut menurunkan mereka ke atas tempat tidur. Qin Chen menyelimuti mereka berdua dengan selimut tebal untuk menghangatkan tubuhnya karena cuaca hujan sangat dingin malam hari ini.
Satu malam hujan deras mengguyur kota Qin Chen duduk di samping mereka berdua dengan menyentuh wajah Bai Tianzhi. "Apa benar, kerusakan mental membuatku kehilangan perasaan. Seharusnya itu sudah berakhir sebelumnya, tapi kenapa itu terulang?"
[Pada dasarnya kerusakan mental hanya dapat di hilangkan selama tuan menyelesaikan tiga tugas utama.]
Kondisi mereka kelelahan dan tertidur pulas tidak memikirkan dimana mereka sekarang, Qin Chen hanya dapat memandang kecantikan mereka berdua begitu murni yang ternoda karena sikapnya.
Qin Chen menyentuh perutnya dengan lembut mengelusnya. "Ayah benar-benar egois, karena membuat ibumu kecewa dengan sikap ayah sekarang."
Selama berjam-jam, ia berbicara sendirian dengan memandangi kedua istrinya.
Paginya— kedua istrinya bangun dan mendapatkan sudah berada di kamar mereka berdua dengan di sampingnya ada Qin Chen yang terduduk menunggu istrinya bangun tidurnya.
__ADS_1
Sementara di samping Qin Chen terdapat makanan yang ia buat sendiri di dapur, keduanya tidak bicara seperti biasa, malahan mereka menyenderkan tubuhnya dengan bantal.
Memandang Qin Chen dengan dingin, mereka tidak ingin bicara dengannya.
"Kalian dapat marah padaku ataupun tidak ingin bicara denganku, aku memang bersalah karena berselingkuh di belakang kalian. Tapi makanlah untuk menjaga kesehatan kalian berdua, aku tidak ingin terjadi apapun pada kalian berdua nantinya." Ucap Qin Chen.
"Kenapa baru perhatian? Kenapa tidak merawat Qian Chuntian atau Chloe Evening. Bukankah dia wanita yang kau sayang dibandingkan kami?" Balas Bai Tianzhi.
Qin Chen membeku, ia memberikan mereka satu-persatu makanan yang ia buat sewaktu paginya dengan minuman yang berbeda-beda karena mereka menyukai ini.
Mereka tidak makan, ini membuat Qin Chen khawatir. Qin Chen duduk di samping mereka, lalu menyuapinya. "Makanlah, selama kamu makan aku akan menerima keputusan yang ingin kalian lakukan. Sepenuhnya salahku, aku akan menerima konsekuensinya selama kalian berdua bahagia."
"Perceraian!"
Qin Chen membeku. "Apa ini jalan terakhir? Apa kita tidak bisa memulainya kembali? Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua, aku—"
Plak!
Bai Tianzhi menamparnya langsung tanpa mengucapkan sepatah kata. "Aku tidak tahan denganmu, Qin Chen! Kamu mengecewakanku dan Haozi. Aku kira kamu pria yang berbeda dari pria di luar sana, tapi nyatanya kamu sama dengan mereka!"
Dengan diam ia tidak dapat membalasnya, tangannya masih bergerak memberikan masakannya untuk mereka makan. Tapi sedikitpun tidak di sentuh, Qin Chen tidak dapat berbuat apapun.
"Aku tidak ingin berpisah dengan kalian, bagaimana dengan anak-anak."
"Apa kamu menggunakan mereka untuk alasan menahan kami?" Tanya Jiang Haozi.
"Tidak ... Aku tidak menggunakan mereka untuk menahan kalian berdua, aku tidak ingin mereka lahir tanpa ayah di sampingnya. Jadi berikan aku kesempatan terakhir untuk berubah sampai kalian berdua melahirkan, setelah itu kalian dapat memutuskan keputusan yang ingin kalian inginkan."
Mereka berdua membeku tidak dapat membalasnya.
"Tianzhi, Haozi ... Aku tidak akan memaksa kalian berdua, keputusan berada di tangan kalian. Aku hanya tidak ingin mereka lahir tanpa ayah di sampingnya walaupun hubungan kita mungkin tidak seperti dulu lagi." Ucap Qin Chen.
Dengan diam mereka memakan masakan Qin Chen tidak membalasnya.
Selama waktu berputar, mereka hanya diam di dalam kamar memainkan handphone di tangannya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...