
Zhung Long terdiam—
Qin Chen mengusap punggungnya dengan lembut lalu melepaskannya. "Aku akan mengatakan nanti, aku tidak mempunyai waktu untuk diam di tempat ini, aku harus menyelamatkan Bai Tianzhi karena keadaannya yang terpenting bagiku sekarang."
Jiang Haozi menatap matanya tidak biasa, ia perlahan kesamping melepaskan Qin Chen yang tengah khawatir dengan keadaan Bai Tianzhi sekarang.
Ia menoleh kesamping, Zhung Long mengangguk mengerti. "Pergilah, lakukan yang bisa kau lakukan sekarang untuk menyelamatkan Bai Tianzhi, Qin Chen. Aku akan mengawasi kesehatan Bai Tianzhi dan menghubungimu kalau terjadi apa-apa padanya."
"Terimakasih."
Saat ia hendak melangkah, ia berhenti lalu melirik kesamping ia menutup matanya tanpa ekspresi dan berlari keluar rumah sakit!
Zhung Long menghela nafas, ia lalu menoleh kesamping dan bersuara.
"Jiang Haozi ... Bisa kita bicara sebentar? Aku Zhung Long, teman satu asrama Qin Chen dan saudaranya bersama anak-anak lain yang berada di sampingku sebelumnya." Ucap Zhung Long kepadanya, Jiang Haozi melihatnya lalu duduk di bangku tunggu.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Ha! Aku bingung mau mulai darimana. Terpenting, aku akan mengatakan sesuatu padamu tentang Qin Chen." Zhung Long berada di sampingnya, berjarak dua bangku dari Jiang Haozi menghormatinya yang sudah menikah dengan Qin Chen.
"Apa maksudmu?"
"Jujur saja, sebagai temannya aku baru mengetahuinya beberapa hari ini tentang hubungan Qin Chen dan Profesor Bai. Namun yang ingin aku katakan sekarang adalah, Qin Chen bukanlah orang yang suka mempermainkan perasaan wanita, meskipun sikapnya akhir-akhir berubah seperti orang asing bagi kami."
"Tapi dia masih Qin Chen yang kami kenal, orang yang bertanggungjawab atas apa yang ia lakukan dan orang yang selalu menepati janjinya. Aku hanya ingin mengatakan, tolong dengarkan penjelasannya karena aku yakin dia tidak mungkin akan melakukan hal seperti ini menyakitkan dua perasaan." Jelasnya.
Jiang Haozi melihatnya, ia tidak membalasnya karena ia ingin mendengarnya langsung dari Qin Chen sembari menunggu keadaan Bai Tianzhi di dalam sana.
Sementara itu—
Qin Chen berada di pinggir lautan tengah membawa kapal pergi ke lautan tempat bahan-bahan yang ia butuhkan. Sama halnya seperti menyembuhkan penyakit Jiang Haozi yang membutuhkan obat yang langka dan Qin Chen membutuhkan Permata Laut dan Ikan Emas Keberuntungan.
Mata Fenomena!
Kemampuan Menganalisa!
Sembari menunggu sampai ke tempat ia tandai sebelumnya, ia duduk di kapal dengan melamun.
"Berapa kali aku mati, sistem?"
__ADS_1
[8 Mungkin.]
"Begitu rupanya, kerusakan mental yang aku rasakan sepertinya membuang sisi kemanusiaanku."
[Benar tuan.]
"Dengan menyelesaikan tugas itu, apa aku dapat menyelamatkan Bai Tianzhi?"
[Bisa tuan.]
"Bagaimana kalau aku mati lagi? Apa kerusakan mental terus menggerogoti sisi kemanusiaan? Atau mengambil ingatanku sebagai gantinya."
[Setiap kematian hanya akan merusak mental, namun ada beberapa gejala lain seperti kehilangan ingatan. Kekuatan absolute tidak bisa mati tanpa pengorbanan? Itu semua hanya omong kosong, nyatanya tuan mendapatkan kerusakan mental.]
[Meski begitu, sistem dapat mengurangi dampak tersebut dengan mengalihkannya. Tetapi kerusakan itu abadi, tidak mungkin di alihkan sepenuhnya tanpa bantuan dari tuan sendiri yang ingin menghentikan kerusakan mental.]
[Dampak kerusakan mental untuk sekarang, tuan kehilangan perasaan tuan, mempengaruhi pikiran tuan, dan perilaku tuan berubah secara signifikan.]
Qin Chen meringkuk putus asa mengetahui kelemahan terbesarnya. Sesaat ia hendak melangkah keluar, ia tiba berada di tempat Permata Laut yang di lindungi Ikan Emas Keberuntungan.
Tanpa memandang tempat dimana ombak besar sepanjang kilometer terus menghantam sisi kapal, ia langsung terjun kebawah untuk mendapatkan kedua bahan tersebut untuk membangun harta suci.
Qin Chen menyelam ratusan meter kebawah tanpa bantuan apapun selain dirinya sendiri menyelam, pandangannya kosong hanya memikirkan keselamatan Bai Tianzhi dan mengabaikan dirinya sendiri.
Sesaat kemudian—
'Sepertinya aku akan mati lagi.'
[Ding!]
[Pengalihan Jiwa secara paksa masuk kedalam individu di mulai.]
Dengan setruman beberapa menit, ia kembali sadar dan melanjutkan menyelam kedalam lautan lepas. Kapal di atas sana terombang-ambing entah kemana karena ombaknya yang besar selepas gempa bumi sebelumnya membuat lautan tidak aman untuk melakukan pencarian ikan ataupun pergi ke lautan.
Sedalam ribuan meter, ia tidak menemukan apapun selain kegelapan abadi yang membentang luas di bawah matanya penuh dengan kehampaan tanpa suara maupun dengungan ikan.
Beberapa waktu berlalu ia menghabiskan kematian ke 9.892 kalinya hingga kesadarannya benar-benar kacau tidak dapat di bantah apapun termasuk Qin Chen itu sendiri. Keinginannya tidak di kabulkan karena ia mengabaikan satu syarat besar dalam mengubah takdir.
Ketulusan!
__ADS_1
Dipermainkan takdir ia tertawa terbahak-bahak di dalam lautan dalam turun menginjak permukaan lautan untuk mengambil Permata Laut dan Ikan Emas Keberuntungan di sampingnya tengah terbaring di antara bebatuan yang menyembunyikannya.
Qin Chen berenang ke atas selepas mendapatkan Permata Laut yang berada di dalam kerang besar bercahaya terang di kedalaman lautan. Sewaktu berada di atas sana, Qin Chen mengamati sekitarnya sudah tidak menemukan kapal sebelumnya, dan sekarang ia berada di tengah-tengah lautan selama berjam-jam dan hari mulai gelap dan ia merasakan bahaya dimana-mana.
Mengarahkan tangannya ke belakang, ia menghantam lautan dengan keras.
Bang!
"Sial!"
[Tuan tenangkan diri anda, kerusakan mental yang anda dapatkan sekarang berlebihan. Jika anda kehilangan kendali, anda akan masuk kedalam karma langit.]
Ia mengertak giginya, emosinya mulai membesar membulat-bulat tidak terkendali. Berenang sepanjang ratusan kilometer dari tempat ia berada sekarang, ia mengalami kematian berulang-ulang menghadapi ikan ganas di lautan tersebut.
Beberapa hiu dengan tubuh besar mencabik-cabik dirinya, ia tidak dapat menyerang mereka dengan tanpa senjata karena di tengah lautan ia memfokuskan kekuatan untuk berenang.
Sesaat ia emosi, itu sama dengan membuat kerusakan mentalnya aka menjadi-jadi hingga membuatnya seperti tubuh tanpa Jiwa, kosong seperti cangkang kura-kura.
[Tuan ... ]
"Jangan pedulikan aku, alihkan seluruh luka dan kerusakan yang aku dapatkan sekarang. Sebelum pagi, aku harus sampai ke rumah sakit." Ucapnya.
[Baik tuan.]
Qin Chen menghajar hiu besar di sampingnya dengan pukulan, itu membuat seperti serangan roket dengan tekanan air memecahkan bebatuan besar.
Hingga beberapa jam terombang-ambing di lautan ia tiba di daratan di siang harinya dengan pakaian basah kuyup dengan sobekan dimana-mana akibat cabikan hiu.
Banyak orang-orang melihatnya sempoyongan melangkah naik ke permukaan dengan pakaian yang robek-robek. Qin Chen memberhentikan kendaraan untuk pergi ke rumah sakit, beberapa menit kemudian ia mendapatkan taxi dan masuk kedalam mobil menuju rumah sakit.
Dengan pisau d tangannya, ia melukai dirinya dengan meneteskan darahnya dan darah Ikan Emas Keberuntungan di Permata Laut yang ia dapatkan sewaktu berada di kedalaman lautan mengabaikan kerusakan mentalnya yang sekarang.
Sopir di depan hanya mengamatinya dari kaca di atas kepalanya, karena Qin Chen membuat mobilnya kotor walaupun begitu ia memberikannya segepok uang untuk mengganti rugi semuanya.
Sesampainya di depan rumah sakit, ia bergegas masuk kedalam mengabaikan pakaian yang robek-robek seperti gelandang.
...
*Bersambung ...
__ADS_1