
Paginya— Seluruh temannya berkumpul membawanya untuk minum bersama di restoran mewah. Karena Qin Chen akan membayarnya, mereka semua bergandengan tangan menyambut hari kelulusan hanya menunggu hari untuk menerima sertifikat kelulusan.
"Untuk menyambut masa muda di masyarakat kota dan menyambut hari kelulusan kita semua. Aku Zhung Long mengucapkan terimakasih banyak atas kebersamaan kalian semua di kelas yang kacau ini, untuk merayakan hari kelulusan kita bersulang bersama-sama!" Ucap Zhung Long.
"Bersulang!"
Trang!
Saat masing-masing gelas saling beradu mengeluarkan suara dentuman cukup keras di dalam ruangan, Qin Chen meneguk segelas wine di gelasnya sembari menikmati acara berkumpul untuk menyambut kehidupan baru di dunia masyarakat.
"Bagaimana kedepannya? Apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?"
"Aku sudah melamar di perusahaan yang aku inginkan, tapi belum mendapatkan kepastian dari mereka mungkin masih menunggu beberapa hari lagi."
"Kemungkinan mereka masih memikirkan orang-orang yang masuk, karena mengingatkan perusahaan itu sangat besar."
"Kau benar."
Sementara teman-temannya mengobrol di depannya, Qin Chen berada di sudut belakang menunggu hari yang akan menghilang di kehidupan sebentar lagi.
"Apa yang kau khawatirkan, Qin Chen?" Tanya Zhung Long.
Dihadapan Qin Chen teman-temannya berbahagia menyambut kelulusan, sementara Qin Chen tidak.
"Satu bulan lagi kedua istriku melahirkan seperti yang sudah aku katakan padamu sebelumnya. Setelah mereka melahirkan anakku, mereka akan mengambil keputusan untuk perceraian." Balas Qin Chen.
"Begitu, itu sangat buruk untuk sekarang. Apa tidak dapat di pertahankan?" Tanya Zhung Long.
"Entahlah, aku akan menerima keputusan mereka berdua, aku ingin mereka bahagia meski tidak bersamaku."
"Bertahanlah Qin Chen, mungkin ini adalah jalan yang terbaik."
Zhung Long tidak dapat mengatakan apapun lagi karena ia tidak mempunyai banyak perkataan yang bisa di katakan. "Untuk sekarang, bagaimana untuk menikmati suasana sekarang."
"Ya itu dapat di coba."
Qin Chen meneguk minuman dengan menikmatinya, selama beberapa bulan ini Qin Chen menyelesaikan tugas 24 dan 25. Tugasnya tidak mudah, karena harus menyelesaikannya dengan cara mengalihkan waktu yang ia dapatkan di tugas sebelumnya.
Setelah minum bersama sampai sorenya, ia kembali kekediaman.
Didalam ruangan itu, ketiganya duduk dengan tenang menunggu kedatangan Qin Chen. Qin Chen berada di depannya duduk dengan mata samar-samar karena minum kebanyakan, ia kalah akan alkohol.
"Apa kamu minum banyak?"
"Ya, aku minum kebanyakan."
"Begitu? Kamu begitu menikmati minum bersama-sama."
__ADS_1
"Ya."
Bai Tianzhi mendorong kertas di tangannya ke depan Qin Chen.
"Apa kalian sudah memutuskannya?" Tanya Qin Chen.
Bai Tianzhi dengan anggukan kecil memastikannya. "Hmm ... Aku sudah memutuskannya, itu tergantung padamu bersikap selanjutnya. Kalau kamu berubah, aku mungkin akan menarik perceraian ini, kalau tetap sama aku akan meninggalkanmu. Sementara untuk hak asuh anak, aku akan mengambilnya karena aku adalah ibunya yang mengandung selama sembilan bulan lamanya, dan kamu dapat mengunjungi kami sewaktu-waktu untuk bertemu."
"Karena itu, kamu sebagai ayahnya mempunyai tanggung untuk membiayai kebutuhan anakmu kedepannya. Karena anak ini baru lahir, dan kamu adalah ayahnya, bukan?" Sahut Jiang Haozi.
Qin Chen membeku lalu mambalasnya. "Aku akan memberikan mereka kebutuhan sampai mereka tumbuh dewasa atau selamanya. Uang untuk kalian tidak luput aku berikan, karena kalian masih tanggung jawabku."
"Hmmm ... "
Kedua surat itu ia simpan dan mereka mengobrol biasa menunggu satu bulan kelahiran.
Tidak mengingat waktu hari kelahiran datang di mana Qin Chen tengah berdiri dengan kekhawatiran. Di dalam sana ada dua istrinya tengah melahirkan, Bai Tianzhi dan Chloe Evening.
Sementara di sampingnya ada Jiang Haozi tengah duduk manis melihat reaksi Qin Chen yang khawatir.
"Apa kamu khawatir?"
"Ya, aku mengkhawatirkan dua hal yang tidak ingin aku dapatkan." Balas Qin Chen.
Keluarga besar Bai berada di sampingnya, mereka tidak tahu masalah keluarga mereka karena di sembunyikan. Karena yang mereka tahu keluarga putrinya sangat harmonis tanpa masalah apapun.
"Begitu, selanjutnya tergantung bagaimana kamu bisa menahannya." Balas Jiang Haozi seperti memberikan isyarat untuk menahan Bai Tianzhi.
"Qin Chen, tenanglah."
"Aku belum bisa tenang sebelum mendengar kabar baik dari dalam." Balas Qin Chen.
"Paman mengerti kekhawatiranmu, tapi kalau kau khawatir seperti ini akan membuat suasana menjadi tegang." Balas Paman Jiang
Qin Chen mengangguk, ia masih menatap ke arah dinding sampai seluruh keluarga mendengar suara tangisan anak kecil di dalam ruangan. Mereka merasa tenang dan bahagia mendengar suara tangisan bayi, namun tidak dengan Qin Chen.
Lampu di atas masih berwarna merah, dan suster buru-buru keluar.
"Dok apa yang sebenarnya terjadi?"
"Pasien Bai Tianzhi mengalami pendarahan setelah melahirkan, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan pasien." Ucap suster tersebut membuat kabar buruk pada keluarganya.
"Bagaimana bisa seperti ini dok?"
"Kemungkinan besar, pasien mengalami penurunan sewaktu mengandung atau masalah lainnya. Sekarang keadaan pasien kritis dan membutuhkan donor darah."
"Saya ayahnya, saya mempunyai darah yang sama."
__ADS_1
"Ikuti saya tuan."
Suster itu membawa ayahnya ke tempat lain untuk mendapatkan darah, sementara Qin Chen. Dia tengah berada di sana di depan pintu melihat Bai Tianzhi di penuhi dengan selang dimana-mana.
Kedua putrinya berada di sampingnya tengah di rawat pasien lain, dan Dokter di samping istrinya tengah melihat layar monitor semakin memburuk, dia menyiapkan semua kemungkinan besar terjadi.
Setelah beberapa menit berlalu, suster sebelumnya kembali dan Dokter di dalam keluar.
"Maaf dok, pendonor darah tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan donor darah." Ucap suster.
"Bagaimana keadaan putri saya dok?"
"Pasien mengalami kritisi dan membutuhkan donor darah secepatnya. Jika tidak kemungkinan besar—"
Qin Chen tidak mendengar hal tersebut langsung masuk kedalam membuat yang lainnya khawatir dan begegas masuk kedalamnya.
Sewaktu di dalam sana, ia menemukan Bai Tianzhi mendapatkan kedua kalinya keadaan kritis menghadapi kematian. Masalah? Dalam benaknya hanya ada kesalahan yang ia buat dan membuat istrinya masuk kedalam antara kehidupan dan kematian.
Di sampingnya, Chloe melihat Qin Chen yang membeku diam.
"Tianzhi?" Ucap ibunya.
Qin Chen menyentuh wajahnya yang dingin dengan bibir pucat di tutup masker oksigen dengan suntikan dimana-mana.
"Qin Chen ... " Jiang Haozi melihat matanya,
Qin Chen mengambil pisau di sampingnya dan menyayat telapak tangannya.
Menetes! Menetes!
Qin Chen membuka master tersebut dan meneteskan darahnya ke bibirnya, sama seperti sebelumnya sewaktu ia menyembuhkan Jiang Haozi menggunakan darahnya mengalihkan rasa sakit dan segala sesuatu di dalamnya kedalam tubuhnya.
Tidak ada yang bergerak, ia meminum darahnya sendiri dan menciumnya langsung memberikan darahnya kedalam mulutnya dengan begitu dia dapat mengalihkan semuanya.
Seketika detak jantung Bai Tianzhi terdengar di layar monitor dan berdetak dengan baik, ini sebuah keajaiban besar di dunia medis dan dunia spiritual.
[Ding!]
[Mengalihkan kerusakan tubuh.]
Mata Qin Chen langsung menciut dan merasakan penderitaannya begitu berat hingga pikirannya di kacaukan. Paman Jiang melihat keadaan sekarang sama seperti sebelumnya, namun sebelumnya Qin Chen hanya meneteskan sedikit darah ke dalam mulut Jiang Haozi.
Tiba-tiba ia terduduk dengan kepalanya menatap langit, apa yang ada di pikiran Bai Tianzhi masuk kedalam pikirannya. Bahkan sampai sekarang ia tidak mengerti kenapa semua itu tentangnya.
Didalam ingatan yang dialihkan, Qin Chen mendapatkan namanya terus di panggil sepanjang malam.
...
__ADS_1
*Bersambung ...
Note : Sibuk_-