
Waktu, 03:46
Hampir mendekati pagi hari, ia masih berjaga-jaga menunggu suhunya turun ke posisinya. Sesaat ia mengeceknya, suhu ramuan turun ke tempat yang sudah di tentukan di dalam catatan.
Qin Chen menuangkannya ke dalam botol khusus untuk menghentikan penyerapan kehidupan.
"Pelan-pelan, kalau tidak akan terbuang sia-sia." Gumamnya.
Satu tetesan masuk kedalam botol dan perlahan penuh membuat Qin Chen bersemangat.
"Selama beberapa hari berada di gunung menghadapi bencana kesengsaraan surga berulang-ulang akhirnya aku mendapatkan balasannya, ramuan penyembuhan!"
Sebenarnya ia hendak membuat Pil Penyembuhan, namun naasnya ia tidak mempunyai tungku dan ketrampilan membuatnya. Kedua hal tersebut membuatnya menggunakan ketrampilan tangan mengubahnya menjadi ramuan.
Sekarang, ia mendapatkan ramuan Penyembuhan yang efektif dalam Penyembuhan diri.
Disaat ia bahagia menyelesaikan tugasnya, Bai Tianzhi bangun memperhatikan Qin Chen yang sudah menyelesaikan ramuannya.
"Apa sudah selesai, Qin Chen?"
"Tentu saja selesai, apa kamu mau melihatnya karena ini ramuan hebat." Katanya dengan ceria ditengah pagi hari.
Qin Chen memberikan ramuan itu padanya untuk melihatnya, Bai Tianzhi memperhatikan warna di ramuan itu berwarna bervariasi tercampur rata membentuk warna yang menakjubkan.
"Seperti racun, apa tidak apa-apa? Aku masih bisa mempercayai ini adalah ramuan penyembuhan namun tidak dengan keluarganya."
"Hmm ... Kamu benar, walaupun aku sangat percaya dengan ramuan ini. Keluarganya pasti menolaknya secara terang-terangan, aku akan memikirkannya sampai pagi caranya."
"Baiklah, apa di dapur ada bahan-bahan untuk makan pagi?"
"Seharusnya ada, karena aku belum pernah menggunakannya. Apa kamu mau masak? Wanita idaman sepeti memaksakan makanan pagi untuk suaminya."
Bai Tianzhi mencubit wajahnya karena bicara omong kosong, karena itu tidak mungkin terjadi.
"Berhentilah bicara omong kosong, tidak mungkin bagiku untuk menerima laki-laki mata buaya sepertimu. Sudah menggoda wanita lain, lalu menggodaku? Kau laki-laki tidak tahu malu."
"Biarlah, karena itu karakterku."
"Sigh! Sudahlah, aku akan ke dapur untuk masak karena aku sedang lapar dan paginya harus ke universitas mengajar murid-murid kelas teknologi."
"Silahkan, aku suka manis-manis apa lagi menggoda."
Bai Tianzhi mendorongnya ke atas tempat tidurnya dan meninggalkan Qin Chen di dalam ruangannya.
"Nyam~ menggoda seperti istri muda yang merawat suaminya. Calon istri kedua benar-benar menarik!"
[ ... ]
"Kenapa kau sistem! Apa kau mau mengajak ribut?"
[Tidak tuan, hanya saja sistem kebingungan dengan tuan.]
"Bingung, kenapa?"
__ADS_1
[Karena narsis tuan begitu tinggi.]
Ugh!
Qin Chen runtuh kedalam kesedihan panjangnya, ia menemukan sistem pengalihan yang dapat di andalkan sekaligus sistem yang menyakitkan hatinya.
Sampai paginya, ia makan masakan Bai Tianzhi sebelum berangkat ke universitas bersama-sama.
Setelah selesai makan, mereka berdua menggunakan mobil Bai Tianzhi pergi ke universitas.
Setibanya di universitas, murid-murid melihatnya kembali bersama Bai Tianzhi menggunakan satu kendaraan yang sama pergi ke universitas.
Sampainya di dalam kelas, ia menemukan dirinya tengah berada di dalam tatapan penasaran.
"Aku tahu tatapan mata kalian semua sangat menyakitkan! Padahal aku hanya satu kendaraan dengan Profesor Bai. Kenapa kalian semua seperti ini? Aku tahu aku ini ganteng dan pemberani, tapi tatapan kalian menusuk hatiku."
"Tch! Untuk kesekian kalinya, aku sangat penasaran denganmu, saudara."
"Hmph! Aku tidak punya hubungan apapun sekarang, tapi kedepannya aku akan mendapatkannya."
"Wow!"
Mata semua orang terbuka lebar, Qin Chen begitu terang-terangan disaat Profesor Bai baru masuk kedalam kelas mendengar pembicaraan mereka semua.
"Mahasiswa Qin, selepas kelas ke ruanganku untuk mendapatkan hukuman tambahan!" Bai Tianzhi tengah marah sekarang, raut wajahnya tidak dapat tenang.
"Eh! Kenapa hanya aku? Tidak adil kalau mereka tidak mendapatkan hukuman yang setimpal, aku hanya membalas pertanyaan mereka."
"Tidak adil? Kalau begitu, hukumanmu ditambah satu lagi!"
Bai Tianzhi menoleh kesamping melanjutkan pelajaran di kelas meninggalkan Qin Chen tengah duduk diam merenungkan kembali masalahnya.
"Ini semua karena kalian, kalau tidak aku tidak mungkin mendapatkan hukuman lagi. Kalian sebenarnya saudaraku atau teman pengkhianat?!"
"Maafkan kami Qin Chen, kami tidak tahu kalau kamu mendapatkan hukuman."
"Benar-benar, kami benar-benar tidak tahu tentang ini."
"Sigh! Bermuka dua, kalian sudah tahu hubungan aku dengan Profesor Bai tidak baik-baik, kami hanya rekan bisnis dan sikapnya sekarang adalah Profesor."
"Baik-baik, kami salah kalau begitu kami akan mentraktirmu makan selama seminggu dan minum-minuman."
"Oke!" Qin Chen langsung berubah!
Waktu berlalu beberapa jam, Bai Tianzhi berhenti memberikan pelajaran karena tengah melihat handphone di tasnya bergetar-getar sedari tadi. Saat membaca pesan yang masuk, raut wajahnya berubah khawatir.
"Qin Chen ikut aku sekarang! Jiang Haozi berada di rumah sakit!"
"Apa!" Qin Chen langsung berdiri setelah menghentakkan tangannya di atas meja. "Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu, sementara mahasiswa lainnya dapat kembali, kelas hari ini berakhir sekarang!"
"Baik."
__ADS_1
Mereka berdua bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Jiang Haozi. Bai Tianzhi mendapatkan pesan dari keluarganya Jiang Haozi karena sebelum Jiang Haozi mendapatkan perawatan di rumah sakit ia meminta ayahnya untuk memberikan pesan kepada temannya.
Sekarang mereka tengah menuju rumah sakit membawa ramuan itu di tangan Qin Chen.
Perasaan khawatir dengan satu-satunya temannya, ia merasa kalau semua ini benar-benar tidak adil.
"Jangan khawatir, aku akan menyembuhkannya. Aku ada disini, selama aku ada disini dia tidak akan di ambil dengan mudahnya."
"Hmm ... Aku percaya, tolong selamatkan dia apapun yang terjadi."
"Baik."
Qin Chen mendapatkan perasaan intens setelah Bai Tianzhi memintanya, ia berangkat dengan kecepatan tinggi melewati lampu-lampu kota yang berubah hijau seperti keberuntungan berada di pihaknya.
Setibanya di rumah sakit, mereka begegas menuju lantai kedua rumah sakit ruangan VIP.
Didepan ruangan itu, ada keluarga Jiang Haozi tengah menunggu dokter di dalam keluar.
Bai Tianzhi mendekati mereka dan berbicara. "Bagaimana dengan keadaan Jiang Haozi, Paman Jiang?"
"Tianzhi? Jiang Haozi masih didalam dan dokter belum keluar dari tadi."
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Terakhir kali bertemu di masih dalam keadaan baik-baik saja."
"Paman tidak tahu, namun malamnya dia merasakan sakit dan kami segera membawanya ke rumah sakit."
Qin Chen menyentuh dagunya, ia mencoba menganalisa dengan matanya menembus dinding rumah saki mengecek kondisi Jiang Haozi yang semakin parah.
"Siapa dia Tianzhi? Tunggu, apa dia Qin Chen orang yang dibicarakan Jiang? Katanya, dia menyerahkan 9 Miliar Yuan untuk Jiang mengurus tanah yang dia beli sebagai material mentah."
"Benar, dia Qin Chen."
Ayahnya Jiang mendekatinya dimana melihat Qin Chen tengah fokus memperhatikan Jiang Haozi melalui kaca di pintu.
Sesaat kemudian, ia mengedipkan matanya dan menoleh kesamping.
"Qin Chen?"
"Benar, ada apa?"
"Terimakasih banyak karena membantu putriku menyelesaikan masalah perusahaan. Sebagai ayahnya, aku tidak dapat membantunya lebih banyak karena kondisi yang tidak memungkinkan."
"Tidak masalah, itu hanya beberapa yuan. Bagaimana dia bisa seperti sekarang? Seharusnya penyakitnya akan mulai sakit satu minggu lagi."
"Saya tidak tahu, malam itu dia tiba-tiba merasakan sakit."
Qin Chen menyentuh dagunya, malam itu tengah badai hujan dan suasana hari sangat dingin.
"Apa mungkin karena hujan, suasana di ruangannya menjadi turun semakin dingin membuatnya tidak dapat bernapas dengan baik."
"Tunggu!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...
Besok Crazy Up! Empat hari ini di tempat author angin kencang.