
Selepas kelas berakhir, Qin Chen ke ruangan pengembangannya untuk melanjutkan apa yang ia rencanakan selama ini. Sekaligus memperluas sistem agar bisa di gunakan di macam-macam bentuk dan keperluan masing-masing.
Setelah menyelesaikan tugasnya di dalam ruangannya, ia masuk ke dalam ruangan Bai Tianzhi. Dimana Bai Tianzhi tengah menunggunya di tempat duduknya, ia memegang beberapa catatan di tangan.
Melihat Qin Chen yang masuk dan duduk di kursi dengan raut wajah kurang semangat untuk melakukan aktivasi seperti biasanya.
"Ada apa denganmu? Kenapa kamu begitu berbeda hari ini. Seperti orang yang mempunyai banyak masalah, katakan padaku apa yang kamu masalahkan. Mungkin aku bisa membantu mencairkannya." Bai Tianzhi begitu lembut saat bicara meminta Qin Chen untuk menceritakan masalahnya, dengan begitu ia bisa membantunya.
Qin Chen menggelengkan kepalanya, ia tidak mungkin menceritakan hubungan mereka berdua sudah ada yang mengetahuinya. "Tidak apa-apa, ngomong-ngomong besok kita akan ketempat keluargamu karena mereka memintaku untuk datang bersamamu."
"Huh? Ada apa mereka meminta kita datang? Mencurigakan, tapi lupakanlah aku akan ikut datang karena ayah dan ibuku yang memintanya sendiri." Balas Bai Tianzhi.
"Baguslah, besoknya selepas kelas kita akan berangkat kesana. Untuk sekarang, apa ada yang bisa aku lakukan? Kamu mengatakan aku akan di hukum, kalau tidak ada yang bisa aku lakukan aku hendak ke perusahaan untuk mengamati perkembangan disana." Ucap Qin Chen.
"Tidak ada, aku hanya memangilmu keruanganku untuk menanyakan sikapmu sebelumnya. Karena kamu tidak ingin aku tahu, kamu dapat kembali, pulanglah lebih awal aku akan menyiapkan makanan rumah untukmu." Ujarnya.
"Tentu.'
Saat hendak keluar dari ruangan, Bai Tianzhi menariknya dan memberikan ciuman hangat kembali. Qin Chen membeku tidak dapat mengatakan apapun karena akhir-akhir ini Bai Tianzhi sering melakukannya tanpa sepengetahuan Qin Chen.
Mungkin karena ia sebentar lagi akan membagi waktu bersama Jiang Haozi, ia memutuskan untuk menikmati setiap waktunya bersama Qin Chen. Karena bagaimanapun setelah pernikahan Qin Chen, waktu untuknya akan terbatas karena Qin Chen mempunyai istri yang di ketahui banyak orang.
Sedangkan dia, pernikahan mereka di rahasiakan!
Selepas mendapatkan hadiahnya, ia pergi ke Perusahaan Pertambangan Emas. Hadiah yang ia dapatkan menyelesaikan tugas mengumpulkan 100 Ton Emas.
Sesampainya disana, karyawan langsung mengetahui kalau orang itu adalah Qin Chen. CEO baru di perusahaan, dan satu-satunya pemegang saham terbesar di pertambangan emas di kota.
Qin Chen duduk di sopa memperhatikan perkembangan perusahaan dan penghasilan per-bulan mencukupi makan anak istri di rumah.
"Sistem, aku sudah mengguncang pasar pertambangan, apa kamu tidak memberitahukan aku tengah hadiahku?" Tanya Qin Chen.
[Sudah tuan, meskipun sistem tidak mengatakannya langsung, tuan sudah memberikan kebahagiaan abadi untuk istri muda.]
Qin Chen terdiam—
"Kamu benar, istriku sudah bahagia sekarang. Walaupun satu minggu lagi dia akan merasakan sesuatu yang tidak bisa dia lupakan. Sebelum itu, aku akan memberikan segalanya untuknya. Sekarang, bagaimana hari ini berlangsung!"
__ADS_1
Mengerutkan keningnya, ia menyentuh dagunya sembari duduk di sopa mewah. "Toko kue sudah di bangun dengan bantuan teman-temanku. Perkejaan di Paviliun Harta sudah di selesaikan kemarin, ah! Aku mempunyai janji dengan Qian Chuntian untuk makan malam bersama."
Qin Chen hendak keluar untuk makan malam bersama, tapi tiba-tiba ia berhenti mengingat sesuatu. "Sepertinya hari makan malam ini di tunda besok, Bai Tianzhi sudah mengatakan padaku untuk pulang awal makan masakan rumah darinya."
Ia mengirimkan pesan permintaan maaf kepada Qian Chuntian karena tidak bisa hadir untuk makan malam. Karena ada urusan yang mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan, seharusnya dengan alasan tersebut Qian Chuntian dalam memahaminya.
Bai Tianzhi sudah menyiapkan makanan untuknya, tidak mungkin ia membiarkannya begitu saja dan malah menikmati makan malam bersama orang lain di kediamannya.
Klinting!
Qin Chen langsung membukanya. "Tidak hanya cantik di usianya, dia mempunyai kepribadian yang baik dan pengertian. Seorang pengusaha sukses, dia sudah mempunyai banyak pengalaman dan pengetahuan."
Ia tidak dapat mengatakan apapun lagi, karena Qian Chuntian begitu pengertian. Bagaimanapun Qin Chen sekarang pasti sangat sibuk dan hal-hal mendadak pasti berdatangan padanya hingga tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal yang sederhana.
Setelah menerima pesan darinya, ia pergi meninggalkan perusahaan.
[Ding!]
[Tugas Ke-19 Dipicu.]
[Tugas : Bantu petugas polisi menangkap perampok.]
Qin Chen tersenyum, ia langsung bergerak ke depan melihat perampokan di Bank besar dengan keramaian orang-orang berada di belakang garis kuning larangan untuk masuk kedalam.
Sesampainya disana, Qin Chen bersiul karena melihat wanita polisi cantik dan sexy menggunakan rok pendek yang ketat. Ditambah, buah dadanya yang besar begitu menonjol memberikan gairah panas dimana-mana.
Pandangan semua pria bejat terpukau pada satu titik hingga tidak dapat di perbaiki lagi otak mereka yang rusak.
"Kesampingkan masalah buah dada, ada tugas yang harus di selesaikan. Kemampuan Pendeteksi lebih penting untuk sekarang, dibandingkan buah dada. Sekarang, bagaimana caraku mendapatkan buah dada. Tunggu, kenapa aku mengatakan buah dada terus-menerus!"
[Pada dasarnya, tuan memang bejat!]
Urghh!
Matanya memandang buah dada sampai-sampai tidak dapat mengalihkan pandangannya ketempat lain sampai dimana setiap katanya mengucapakan buah dada berulang-ulang.
"Si– Sistem tidak mempunyai perasaan, seharusnya mendukung bukan memukul. Kau membuat kerusakan mental, aku sangat sakit hati mendengarnya, kau tahu itu." Dengan menyentuh dadanya, ia meringkuk merasakan sakit hati.
__ADS_1
Sistem mengabaikannya, karena berselang beberapa menit berlalu Qin Chen kembali berdiri memperhatikan buah dada bukan musuhnya.
[Bzzzrt!] [Bzzzrt!]
Dibelakang orang-orang, ia kesetrum listrik dengan tegangan tinggi.
"Cough! Cough! Sialan kau sistem, aku sedang melakukan tugasku menyelamatkan buah dada!"
[Bzzzrt!] [Bzzzrt!]
"Aku salah, aku salah!"
[Tuan, buah dada atau perampok?]
"Perampok-perampok."
Qin Chen menelan ludahnya, ia sudah setengah gosong karena sambaran listrik berulang-ulang. Ia mengamati para perampok menggunakan senjata api di tangan mereka, dan sulit baginya untuk membantu wanita cantik disana menyelesaikan tugasnya.
Menyentuh dagunya, ia memikirkan cara untuk menyelesaikan tugasnya.
"Perampok disana mempunyai 13 anggota dengan senjata api di tangan mereka, kepolisian baru berdatangan dengan persiapan lengkap. Bagaimana caraku bisa masuk kedalam tanpa sepengetahuan mereka lalu menumbangkan perampok."
Ia melirik ke samping terdapat kaca yang langsung menembus ke ruangan samping bangunan bank.
[Tuan ... Jangan-jangan anda akan melakukan kegilaan di tengah-tengah situasi ini.]
"Tentu saja, aku akan menerobos seperti pahlawan super membongkar tulang lutut mereka lalu kembali ke tempat ini tanpa sepengetahuan mereka semua."
Dengan begegas, ia mengarahkan pukulannya kearah kaca begitu keras hingga menghancurkan kaca yang mempunyai ketebalan 22mm.
Duarr! Duarr!
Pandangan mereka semua langsung menoleh kesamping melihat pemuda masuk kedalam dan suara tembakan dimana-mana bermunculan ke ruangan tersebut.
Orang-orang menunduk agar tidak terkena serangan senjata api yang menyerang secara brutal.
...
__ADS_1
*Bersambung ...