
Selepas kelas, ia berada di ruangan Profesor Bai duduk di lantai melihat Bai Tianzhi di depannya tengah duduk di kursinya. Pesona seorang Profesor begitu intens dengan paha besar dan kaki panjang begitu menggoda menyila di hadapannya.
Glup!
"Mahasiswa Qin, kamu sudah lama mengambil liburan dan tugas-tugasmu menumpuk. Bagaimana caramu mengisi nilai-nilai yang kosong ini?" Tanya Bai Tianzhi, ia menepuk setumpuk kertas ke tangannya.
"Kalau begitu, aku akan memanjakanmu semalaman."
"Huh!" Bai Tianzhi langsung menarik pipinya kesamping dengan geram. "Apa yang baru saja kamu katakan?" Dengan matanya yang tajam, ia hendak membunuh Qin Chen.
"Pro– Profesor Bai, aku bercanda. Benar-benar bercanda tentang sebelumnya, aku akan mengerjakan tugas-tugasku segera." Balas Qin Chen dengan gugup, wajahnya sakit karena ditarik.
"Humph! Disampingku ada tugas-tugas yang kamu lewatkan, selesaikan semuanya dalam seminggu dan malam nanti kembalilah lebih cepat karena kita akan ke tempat Paman Jiang untuk makan malam bersama."
"Baik, apa aku boleh pergi? Aku mempunyai urusan siang ini, oh benar. Aku melupakan hadiah yang aku katakan sebelumnya, nanti malam aku akan memberikannya padamu." Balas Qin Chen.
Bai Tianzhi mengerutkan keningnya, ia mendengar perkataan Qin Chen di bandar udara sebelumnya dan belum tahu hadiah apa yang sudah ia siapkan. Namun, sekarang ia membiarkannya pergi karena Qin Chen pasti sangat sibuk.
"Kamu dapat pergi."
"Terimakasih banyak, istri."
Qin Chen mencium bibirnya sekilas lalu kabur dari ruangan setelah itu karena takut kena marah Bai Tianzhi.
[Dasar curang!]
"Masa bodoh! Tanganku tidak bisa bergerak, aku akan ke tempat Tetua Chao berada untuk memintanya membantuku dan membayar penyewaan ekskavator sebelumnya. Sekaligus, membantunya mencari batu agar aku dapat penghasilan tambahan." Gumamnya.
[Benar tuan. Judi batu adalah satu-satunya profesi yang menghasilkan banyak uang.]
"Kau benar sistem, waktunya ke tempatnya menghasilkan banyak uang!"
Qin Chen bergegas menggunakan taxi untuk pergi ke tempatnya.
__ADS_1
Setibanya di sana, ia melihat Tetua Chao berada di dalam. Qin Chen masuk ke dalam, dan mendekatinya itu mengejutkan Tetua Chao yang tiba-tiba melihat Qin Chen datang ke tempatnya.
"Tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu untuk anda?" Tanya Tetua Chao.
"Sebelum itu, aku mengucapkan terimakasih karena menyewakan Ekskavator sebelumnya. Sebagai gantinya, aku akan mencari batu-batu yang menguntungkan dan bermanfaat untuk Tetua Chao, bisa anda antar saya ke gudang anda?"
"Tentu-tentu tuan muda."
Dengan cepat ia membawa Qin Chen ke gudang batu yang sudah lama ia siapkan dan menunggu Qin Chen datang. Disana, ada banyak bebatuan menumpuk seperti gunung dengan dua gelas karyawan tengah berdiri melihat kedatangan Tetua Chao.
"Tuan muda, ini ada gudang batu yang saya katakan sebelumnya. Bagaimana menurut anda? Seharusnya, gudang ini bisa menampung banyak batu berkualitas yang di ambil dari reruntuhan." Jelas Tetua Chao.
Sebenarnya, ia tertegun melihat kedatangan Qin Chen yang secara tiba-tiba karena ia tahu tentang kejadian yang menimpanya sewaktu pulang ke kota.
Sekaligus ia tahu Qin Chen bukan orang biasa yang dapat berkerjasama dengan orang hebat di dunia dengan hubungan kerjasama di bidang perkembangan teknologi, apa lagi menjual puluhan ton emas.
Qin Chen mengamati keseluruhan ruangan, ia mendapatkan banyak batu berkualitas kelas atas dimana-mana.
"Tetua Chao, apa karyawan di sana dapat digunakan? Aku hanya meminta mereka untuk memindahkan batu-batu yang aku tunjuk ke tempat lain karena itu ada batu berkualitas tinggi."
Qin Chen tersenyum puas, ia menunjuk ke arah bebatuan yang mempunyai kualitas tinggi dimana mereka mulai bekerja mengambil bebatuan yang Qin Chen tunjuk.
"Tuan muda, sebelumnya saya ucapkan selamat datang kembali ke kota. Saya sudah mendengar pencapaian tuah muda di luar negeri dan insiden mengerikan di pesawat sebelumnya." Ucap Tetua Chao.
"Tidak apa-apa, itu hanya masalah kecil. Aku datang ketempat ini untuk memenuhi kerjasama kita dan balas budi. Tentang yang aku minta bantuan, aku menginginkan Vila sebelumnya, bisa anda bantu saya? Karena tangan saya belum bisa di gerakan sepenuhnya." Balas Qin Chen.
"Baik tuan muda, saya akan meminta bawahan saya untuk menghubungi orang tersebut dan datang ke tempat ini melakukan pembelian secara cash."
Dengan buru-buru ia meminta pengawalnya untuk menghubungi orang itu. Qin Chen mengangguk kecil di sana, ia menyelesaikan tugasnya dalam waktu setengah jam.
***
Setelah setengah jam berlalu, ia duduk di ruangan yang sudah di siapkan oleh Tetua Chao dan lainnya. Dihadapannya terdapat seorang pria tengah duduk membawa mini koper di sampingnya, menggunakan jas hitam begitu formal.
__ADS_1
"Tuan muda, dia adalah pengusaha sukses di kota dan sekaligus pemilik Vila mewah di bukit surga." Kata Tetua Chao memperkenalkan orang yang ada di hadapannya kepada Qin Chen.
Qin Chen mengulurkan tangannya. "Qin Chen." Katanya.
"Senang bertemu dengan anda tuan muda Qin. Saya Tang Yu." Balasnya, ia berjabat tangan sebentar karena tangan Qin Chen tengah di perban belum di buka sampai sekarang.
"Saudara Tang, tuan muda memintaku untuk menyelesaikan pembelian Vila mewah di puncak bukit, apa suadara bisa membantunya?"
"Tentu, aku sudah membawa semua surat-surat tanah dan hak kepemilikan." Balasnya, ia mengeluarkan kertas-kertas di dalam kopernya dan menyerahkan kepada Qin Chen.
Qin Chen melihatnya, rumah itu tidak buruk karena desain interior mewah kelas bangsawan atas membuatnya tampak seperti kerajaan pada zaman dahulu.
"Bagus, aku akan membelinya secara cash." Ucap Qin Chen, ia mengeluarkan handphone miliknya untuk mentransfer uang.
"Tolong transfer ke rekening ini, tuan muda." Pria itu menunjuk ke arah handphonenya, dan dalam sekejap transaksi berhasil di lakukan oleh mereka berdua.
Kliting!
Suara handphone orang itu terdengar, ia mengecek uang yang masuk sesuai dengan harganya. "Terimakasih banyak atas pembeliannya tuan muda, ini ada kunci Vila dan hak kepemilikan sudah di pindahkan atas nama tuan muda."
"Sama-sama."
Mereka berjabat tangan, lalu pria itu kembali karena sudah melakukan bisnis dengan Qin Chen. Tetua Chao hanya mengangguk, karena ia sudah mendapatkan banyak batu berkualitas dan sisanya di buang atau olah kembali dengan menjualnya secara besar-besaran kedepannya.
"Tetua Chao, terimakasih atas bantuannya." Ucap Qin Chen.
"Sama-sama tuan muda, kalau ada yang bisa saya bantu pasti akan saya bantu. Ngomong-ngomong kemana selanjutnya anda akan pergi, saya bisa meminta pengawal saya untuk mengantarkan tuan muda."
"Hmm ... Aku sudah punya uang, bisnis ada dimana-mana, seharusnya tidak ada lagi, kedepannya nanti aku pikirkan kembali. Sekarang aku hendak ke tempat seseorang, karena dia memintaku datang." Balas Qin Chen.
"Kalau begitu, biarkan pengawal saya yang mengantarkan tuan muda sampai ke tujuan." Sahutnya, ia langsung bergegas meminta pengawalnya untuk mengantarkan Qin Chen ketempat tujuannya.
....
__ADS_1
*Bersambung ...