
Hari ini rembulan malam bersinar terang di langit malam, begitu intens memberikan pancaran warnanya. Begitu menyentuh bumi, perasaan tenang dapat di rasakan mahkluk hidup termasuk Qin Chen dan lainnya yang berada di dalam ruangan.
Ruangan tempat mereka berada begitu sunyi hanya terdengar air menetes dari keran aquarium di samping. Qin Chen duduk tenang dihadapan kedua orang tua Jiang Haozi, ia melihat mereka berdua tengah mengamati dirinya.
"Qin Chen, kamu berusia 22 tahun, bukan?" Tanya Bibi Jiang.
"Benar, usiaku masih 22 tahun."
"Apa kamu masih tidak sadar? Usia Jiang Haozi denganmu berbeda sangat jauh dan masa depanmu masih panjang, akan ada banyak wanita cantik di luar sana menunggumu."
"Aku tidak memikirkan usia, dia cantik dan manis, sifatnya menarik dan unik. Tidak lebih maupun kurang, dia sempurna di mataku." Balas Qin Chen.
Bibi Jiang lalu bicara. "Bagaimana dengan Bai Tianzhi? Bukankah dia lebih menggoda dengan pesonanya? Kenapa kamu tidak memilihnya sebagai istrimu?" Tanya Bibi Jiang.
Bai Tianzhi terkejut, ia langsung menoleh ke arahnya—
"Bai Tianzhi memang menggoda, aku mengakuinya. Setelah menikah dengan Jiang Haozi, aku akan mengambil Bai Tianzhi." Katanya dengan polos.
"Ara~ Ara~ Belum menikah sudah mau selingkuh, kamu sangat berani mengatakannya langsung pada orang tua Jiang Haozi."
"Kenapa tidak? Selama aku bisa, maka aku lakukan. Bai Tianzhi dan Jiang Haozi teman lama, dari pada menjadi perselisihan lebih baik mengambil keduanya dengan begitu tidak ada yang tersakiti, benar bukan? Bibi Jiang." Balasnya.
"Kamu benar, bagaimanapun mereka berdua sangat serasi. Kesampingkan itu, ini pertanyaan terakhir, apa yang bisa kamu berikan untuk Jiang Haozi kalau bibi memberikannya padamu." Tanya Bibi Jiang dengan serius.
"Kebahagiaan! Aku akan memberikan kebahagiaan abadi untuknya, tidak pernah menyakitinya ataupun membuatnya menderita. Masalahnya adalah masalahku, kesedihannya adalah kesedihanku, kebahagiaannya adalah keinginanku." Jelasnya.
Bibi Jiang tersenyum puas!
"Bagus! Dalam satu minggu kalian akan menikah, karena minggu depan adalah hari yang bagus untuk kalian. Bibi tidak akan menanyakan hal lainnya, karena bibi sudah melihat pencapaian yang kau dapatkan sepanjang harinya."
Qin Chen membeku, tangannya gemeteran mau bergerak membuat ibu mertua tertawa. Matanya gemeteran, ia tidak dapat mengatakan apapun selain keringatnya yang turun begitu deras membuatnya menelan ludah.
"Kenapa kamu gemteran? Bukankah kamu senang bisa mendapatkan Jiang Haozi?" Tanya Bibi Jiang.
"Bu– Bukan begitu, aku belum mendengar jawaban Jiang Haozi, karena sepanjang percakapan ini akulah yang mementingkan keinginanku tanpa mengetahui keinginannya." Balas Qin Chen.
"Kamu benar, bagaimana dengan Jiang? Qin Chen akan menjadi suamimu."
__ADS_1
"Hmm ... "
"Begitu katanya, dia menerimanya. Kalau begitu sudah di tetapkan, minggu depan kalian akan menikah, ibu akan menyiapkan semuanya untuk putri ibu tercinta."
Bibi Jiang bersemangat, ia membawa Qin Chen ke ruangan makan untuk makan bersama keluarga besar. Qin Chen diam dan makan menurut tidak dapat mengatakan apapun selain, bagaimana bisa semua itu!
Setelah makan bersama yang menegangkan, Qin Chen dan Bai Tianzhi kembali selepas berpamitan dengan keluarga Jiang.
Sepanjang perjalanan, Bai Tianzhi hanya diam karena hari yang selama ini ia khawatirkan datang pada akhirnya. Pernikahan Qin Chen dengan Jiang Haozi!
"Bisa kita berhenti di sana? Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."
Bai Tianzhi memberhentikan mobilnya, Qin Chen membawanya ke taman kota tepatnya berada di pinggir jalan dengan lampu jalan remang-remang hidup.
"Sebelum itu, kenapa kamu diam sampai sekarang?"
"Tidak ada."
"Apa karena pernikahan ini?"
"Begitu rupanya, aku tahu ini berat tapi aku akan memberikan waktu lebih padamu. Sekarang, tatapan mataku sekarang." Kata Qin Chen, ia menarik tubuhnya menghadap Qin Chen.
Bai Tianzhi melihatnya, ia tidak merespon hanya dengan reaksi biasa. Qin Chen menyentuh wajahnya, sementara tangan lainnya mengeluarkan kotak merah dari sakunya.
"Aku membelikanmu hadiah sebelum pulang ketempat ini. Karena pernikahan kita sangat mendadak dan tidak sempat memberikanmu sebuah cincin, aku memberikan cincin untukmu."
Qin Chen membukanya, pada saat Bai Tianzhi melihatnya, ia tidak dapat mengatakan apapun selain keterkejutan. Sebuah cincin berlian merah yang terjual seharga 80 Juta Dollar yang sudah tersebar di seluruh media ada di hadapannya.
"Cincin ini ... "
"Mungkin kamu sudah mendengarnya, cincin berlian merah yang di beli tuan muda tersembunyi atau apapun itu dengan harga fantastis di internet. Aku membelikannya untukmu sebagai hadiah pernikahan kita sebelumnya."
Dengan sentuhan lembut, ia mengangkat tangannya dan memasukkan cincin tersebut kedalam jari manisnya.
Bai Tianzhi membeku, ia melihat cincin tersebut masuk kedalam jarinya—
Qin Chen melihatnya begitu cantik saat menggunakan cincin itu. "Seperti benar, kamu sempurna menggunakan apapun."
__ADS_1
"Apa tidak kemahalan? Cincin ini seharga puluhan juta dollar, bagaimana kamu bisa memberikannya padaku, kamu sebentar lagi akan menikah dan seharusnya memberikan ini pada istrimu." Balas Bai Tianzhi.
Qin Chen langsung mencium bibirnya mengambil hadiah malam, sesaat kemudian ia melepaskannya membuat Bai Tianzhi tersengal-sengal menghadapi Qin Chen yang selalu mengambil kesempatan saat dirinya lengah sedikit saja.
"Kamu berbaliklah, ada hadiah yang ingin aku berikan padamu selain cincin. Jangan membatah, karena ini hadiah dariku dan satu-satunya yang aku inginkan selama perjalanan kembali."
"Apa yang kamu inginkan?"
Dengan lembut memintanya untuk berbalik, Qin Chen mengeluarkan kalung di sakunya dan memasangkannya langsung. Bai Tianzhi merasakan sesuatu di lehernya, ia melihat kebawah dan terlihat kalung yang sama seperti didalam media.
Tidak hanya cincin, ia bahkan membeli kalungnya yang merupakan sepasang harta mahal seharga puluhan juta. Bai Tianzhi tidak dapat mengatakan apapun, ia tidak mempunyai hadiah yang besar seperti Qin Chen berikan sekarang.
Bahkan sekarang ia tengah membuatnya bingung dengan tingkahnya yang diam sepanjang perjalanan pulang.
Setelah ia memasangkan kalung itu, Bai Tianzhi menghadap kearahnya dan melihat Qin Chen dengan kecantikan dibawah sinar bulan begitu terang sampai-sampai membuat Qin Chen bingung untuk memilih.
"Bagaimana, istri?"
"Hmm ... Aku tidak tahu mau mengatakan apa sekarang, tapi aku tidak dapat membalas pemberianmu."
Dengan tatapan intens, ia memberikan pertanyaan di kening Qin Chen. Tiba-tiba hembusan angin terasah dingin, Qin Chen memeluknya dari samping menyentuh perutnya.
"Disini ada sesuatu yang aku tunggu-tunggu, meskipun aku belum lulus universitas dan membutuhkan dua tahu lagi, aku sudah menunggu cukup lama." Balas Qin Chen.
"Begitu ... Dua minggu kedepannya, aku akan mencoba memeriksanya." Balas Bai Tianzhi dengan lembut.
"Sekarang, kamu tidak marah lagi denganku? Aku lebih menyukaimu yang sebelumnya, seperti seorang Profesor yang mendidik mahasiswanya karena itulah sifatmu yang sebenarnya."
Bai Tianzhi tersenyum tipis. "Kalau begitu, mulai besok aku akan bersikap seperti sebelumnya."
Dengan membalasnya, ia tersenyum puas karena permasalah ini sudah di selesaikan dan Qin Chen akan mendapatkan sesuatu yang berharga.
Kembalinya Bai Tianzhi!
...
*Bersambung ...
__ADS_1