
Jiang Haozi menyentuh tangannya dengan senyuman bahagia kearahnya. "Terimakasih banyak Qin Chen, tanpamu aku mungkin sudah mendapatkan diri di dunia lain." Ucapnya dengan lembut menyampaikan rasa berterimakasih atas bantuan Qin Chen.
Qin Chen mengangguk kecil lalu mengambil kekuasaan untuk mendominasi, ia menyentuh kepalanya. "Baguslah karena kamu sudah kembali sembuh, kalau tidak aku benar-benar bisa mati di tangan seseorang."
"Hmm ... Tapi kenapa kamu begitu pucat? Apa kamu sedang sakit dan memaksakan diri untuk datang ketempatku?" Tanyanya sembari menyentuh wajah Qin Chen memberikan reaksi panas di pria sampingnya.
Qin Chen dengan terang-terangan menggoda putrinya di depan mata, siapa yang tidak akan marah dengan pemandangan ini disaat ia berada disamping mereka berdua. Jiang Haozi merasakan tubuhnya sangat dingin seolah-olah berada didalam kulkas selama sehari.
"Kamu begitu dingin hari ini, bibirmu pucat dan perhatikan bintik-bintik keringat dingin ini. Kamu pasti sakit sekarang, ayo aku akan membawamu merawat penyakitmu."
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, ini hanya efek samping kelelahan. Sekarang, karena kamu sudah kembali sehat namun membutuhkan istirahat beberapa hari memulihkan diri sebelum melanjutkan pekerjaan."
"Tapi—"
Qin Chen menutup bibirnya. "Kita bisa bertemu kapapun, untuk sekarang menurutlah apa yang aku katakan, kembali dan beristirahat selama beberapa hari di rumah."
Jiang Haozi diam dan menurut, wanita dingin dengan kekayaan Jiang Corporation. Dewi Persik diidamkan banyak orang sekarang seperti seorang istri tengah dimarahi suaminya sendiri untuk beristirahat di rumah.
"Baiklah, kamu janji akan bertemu denganku selepas aku beristirahat beberapa hari di rumah?"
"Tentu saja, kamu mempunyai nomorku dan aku berada di universitas. Kalau aku kabur, kamu bisa bertanya dengan Bai Tianzhi yang mungkin tahu aku ada dimana."
Untuk kedua kalinya ia mengangguk dan mengikutinya keluar rumah sakit setelah mengambil surat izin keluar. Mereka semua berpisah di parkiran mobil dimana Qin Chen meminta Bai Tianzhi ke tempat yang tidak mempunyai banyak orang.
Sesampainya disana, ia memuntahkan banyak darah hitam keluar dari mulutnya mengejutkan Bai Tianzhi.
"Kan! Aku sudah bilang kamu harus di rawat di rumah sakit! Kenapa kau begitu keras kepala dibilangin!"
"Tidak apa-apa, ini hanya efek samping yang aku dapatkan beberapa waktu lalu. Aku tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit kalau disampingku ada perawat hebat."
"Aku? Aku akan membunuhmu dari pada menyembuhkanmu!"
"Jahat sekali! Aku tidak melakukan apapun padamu, tapi kamu memperlakukan aku sangat kejam. Profesor Bai, apa anda benar-benar manusia?"
Bai Tianzhi mengetuk kepalanya dengan keras menggunakan pukulan tangan. "Melakukan tindakan pelecehan terhadap pasien, mengambil kesempatan dalam kesempitan didepan orang tuanya langsung, kau laki-laki tidak senonoh yang belum pernah aku lihat sepanjang hidup ini."
"Tapi setidaknya aku ini sangat setia dengan dua ataupun enam istri di masa depan."
Bugh!
Perasaan yang sama seperti sebelumnya, ia mendapatkan pukulan keras di perutnya membuatnya sakit.
"Ba- Bai Tianzhi! Kenapa kamu memukulku dengan kuat, aku bisa mati sekarang! Apa kamu senang? Ah! Aku tahu kamu pasti ingin menjadi janda agar bisa menikah dengan pria lain, kan!"
"Mulut siapa itu? Tidak sopan, aku akan memolesnya dengan semen agar tidak banyak bicara omong kosong kedepannya." Sahut Bai Tianzhi kembali masuk kedalam mobilnya sebelum kembali ke apartemen.
Qin Chen mengerang mengigit bibirnya sendiri karena Bai Tianzhi memang menyulitkannya untuk hidup dan sulit untuk ditaklukkan dalam waktu dekat.
__ADS_1
Ia kembali masuk kedalam mobil dengan kondisi kurang baik.
"Aku rasa aku ingin tidur sebelum sampai di apartemen, rasanya seperti tengah berada di puncak gunung yang tinggi menyapu langit dengan keindahannya."
Dengan lelap ia menutup matanya, meninggalkan Bai Tianzhi didalam mobil membawanya kembali ke apartemen bersamaan dengan itu handphonenya berdering sepanjang waktu.
Ada dua belas panggilan tidak terjawab dari Jiang Haozi.
Sesampainya di apartemen ia masuk ke ruangannya sendiri melihat siapa yang melakukan spam telepon sepanjang waktu saat ia tengah tertidur dalam perjalanan panjang kembali ke apartemen.
"Jiang Haozi? Kenapa dia menghubungiku sebanyak dua belas kali?"
Klinting!
Pesan baru masuk kedalam We-Chat, ia membacanya dan menemukan undangan makan malam bersama di rumahnya malam ini karena ayahnya yang memintanya sendiri mengajaknya.
Qin Chen tersenyum-senyum sendiri, ia mendapatkan bayang-bayang kalau ia akan dijodohkan.
"Hehehe! Tidak sabar untuk bertemu dengannya."
[ ... ]
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan tugaa Ke-09.]
[Yes/No.]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan tugaa Ke-12.]
[Pengalihan : Ketrampilan Abadi.]
[Yas/No.]
"Yes!"
Seketika saat pandangan hidup masuk kedalam tubuhnya, ia mendapatkan pengelihatan tentang kehidupan di dunia ini dari berbagai aspek. Pertama, ia bisa melihat mahkluk lain seperti hantu maupun roh-roh yang beterbangan dimana-mana.
Kedua, ia mendapatkan pandangan hidup dengan uang yang cukup dan bisa menghemat untuk masa depan. Ada banyak kemampuan lainnya, namun sekarang ia hanya mengeceknya setengah.
[Ding!]
[Pengabungan Giok Raja Surgawi + Ketrampilan Abadi, mulai!]
__ADS_1
Tiba-tiba matanya menciut merasakan sesuatu yang luar biasa mengalir di dalam dirinya. Pesona dan peningkatan kekuatan luar biasa meningkat satu tangga setiap menitnya menyebabkan gelombang fluktuasi energi tersebar.
[Ding!]
[Pengalihan kekuatan martial art.]
Bang!
Ugh! Kuekk!
Dengan keras mencoba menahan rombakan tubuhnya, ia mendapatkan peningkatannya kekuatan luar biasa sepanjang waktu hingga memaksakan dirinya untuk melakukan meditasi hingga paginya.
Malamnya, ia menggunakan pakaian bagus dan formal karena akan berkunjung di rumah calon mertuanya.
Bai Tianzhi menggunakan pakaian formal karena ia di undang Jiang Haozi langsung, ia menjemput Qin Chen disampingnya karena ia tahu kalau Qin Chen akan pergi kesana mendapatkan kesempatan.
Qin Chen tersenyum puas dengan penampilannya walaupun isi dompet kosong tidak mempunyai uang sama sekali.
"Walaupun isi dompet hanya ada 1 Yuan, aku akan bermodalkan wajahku untuk menarik wanita cantik!"
"Apa sudah berkacanya? Aku kasihan dengan kaca didepanmu tidak sanggup menahannya." Ucap Bai Tianzhi menyakitkan hatinya yang mau bersemi malam ini.
"Kamu wanita kejam, aku akan mencoba sebaik mungkin untuk menaklukkan hatimu. Tapi sekarang aku tidak melakukannya, karena proyek yang aku kerjakan sudah seminggu lebih tidak di lanjutkan!"
"Ha! Kau sadar akhirnya, cepat selesaikan proyek itu dan menjadi orang berguna bagi banyak orang. Setelah itu, membangun perusahaan besar untuk menjadi orang sukses."
"Tentu saja, karena itulah keinginanku!"
[Ding!]
[Tugas Ke-13 Dipicu.]
[Tugas : Bantu menyelesaikan masalah Bai Tianzhi.]
[Pengalihan : 10.000.000 Yuan.]
"Huh?" Qin Chen tertegun mendengarnya, karena ia tidak tahu kalau Bai Tianzhi mempunyai masalah.
Karena mendapatkan tugasnya, ia akan menyelesaikan masalah ini sembari menyelesaikan proyek Sistem Tipe-Zero sebelum satu bulan.
"Ayo kita berangkat. Tidak baik membuat tuan rumah menunggu lebih lama lagi."
"Baiklah."
...
*Bersambung ...
__ADS_1
2 Nyusul