Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 75 : Kediaman Baru, Vila


__ADS_3

Kediaman Keluarga Bai—


Sebelumnya, mereka berdua membeli satu kendaraan pribadi untuk di gunakan dan tentunya sebagai hadiah untuk Bai Tianzhi. Karena mobilnya hancur akibat gempa semalam, dan Qin Chen membelikannya satu untuk digunakan pergi ke universitas ataupun keluar pergi ketempat lainnya.


Setibanya di kediaman keluarga Bai, Qin Chen duduk manis seperti kucing di hadapan keluarga Bai Tianzhi.


"Syukurlah kamu selamat, ibu sangat khawatir mendengar berita tentang gempa di daerah tempatmu tinggal. Jangan membuat ibu khawatir lagi kedepannya, kamu sekarang tengah mengandung cucu ibu." Katanya, ia memeluk Bai Tianzhi dengan hangat sembari mengusap-usap wajahnya.


"Aku baik-baik saja, ibu. Ada Qin Chen yang membantuku keluar dari masalah ini, kalau tidak ada dia mungkin aku sudah pergi ke tempat lain." Balas Bai Tianzhi.


"Baguslah, kenapa kamu masih memangilnya dengan sebutan nama? Kamu sekarang istrinya dan Qin Chen suamimu, cepat panggil dia suami atau ibu akan menghukummu sekarang karena menjadi putri nakal yang melawan pada suaminya."


"Tapi ... " Bai Tianzhi melihat mata kedua orang tuanya begitu serius. "Baiklah, suamiku yang membantuku lolos dari gempa sebelumnya, ibu tidak perlu khawatir."


Ibunya mengangguk, dan Qin Chen duduk manis melihat tatapan ayah mertua benar-benar intens, menyeramkan.


"A- Ayah mertua dan ibu mertua, sebelumnya maaf karena tidak datang tiga hari setelah kalian menghubungiku. Aku tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri mencari uang dan baru beberapa hari kemarin kembali dan belum sempat datang ketempat ini." Ucap Qin Chen, ia menyerahkan makanan khas tempat tersebut.


"Tidak apa-apa, melihatmu dan Bai Tianzhi sudah cukup untuk kami. Bagaimana tentang sebelumnya? Apa kau sudah memikirkannya dengan baik-baik?" Tanya ayah mertua dengan nada serius.


"Hmm ... Aku datang ketempat ini untuk mengambil barang-barang miliknya, aku sudah membeli rumah sewaktu pulang perjalanan bisnis, seharusnya tempat itu bisa membuat bahagia."


"Baguslah, ayah dan ibu sudah menyiapkan barang-barang Bai Tianzhi. Kedepannya, sebagai orang tuanya yang mengurus dari masih kecil hingga dewasa menjadi wanita cantik, kami harap kamu menjaganya dengan baik dan tidak menyakitinya, karena dia satu-satunya putri kami."


Keduanya sedikit membukukan badannya meminta Qin Chen untuk menjaganya, tapi nyatanya ia sudah melakukan banyak kejahatan yang tidak termaafkan.


Qin Chen buru-buru mengangkat mereka berdua kembali, dengan serius ia menanggapinya. "Ayah dan ibu, percayalah padaku. Aku akan menjaganya seperti permata, tidak akan pernah menyakitinya ataupun meninggalkannya."


"Kami akan percayakan putri kami padamu mulai sekarang, Qin Chen."


"Jaga dia seperti seorang pria."

__ADS_1


Qin Chen mengangguk mau menangis karena bersalah tapi ia tahan, setelah percakapan singkat ini. Qin Chen mengangkut barang-barang Bai Tianzhi masuk ke dalam mobil pengangkut dan makan bersama di ruang makan sebelum kembali.


Setelah selesai, ia kembali masuk ke dalam mobil dimana Bai Tianzhi melihatnya tengah memikirkan sesuatu sepanjang perjalanan menuju tempat yang tidak diketahui.


Ditengah-tengah perjalanan, ia berhenti mengendarai mobil.


"Ada apa?" Tanya Bai Tianzhi, ia menoleh kesamping menyentuh tangannya dengan bertanya-tanya tentang keadaan Qin Chen.


Qin Chen menyederkan kepalanya, ia menutup matanya menggunakan lengannya. "Aku tidak dapat menahan rasa bersalah sekarang, kalau mereka tahu tentang pernikahanku dengan Jiang Haozi, aku merasa membohongi ayah dan ibu mertua."


"Apa karena itu kamu sekarang merasa bersalah? Lalu bagaimana dengan perasaanku melihatmu bersama wanita lain, meski aku sendiri yang mengatakannya padamu tentang Jiang Haozi. Nyatanya, aku tidak bisa menerima semua ini dari awal." Jelas Bai Tianzhi.


Qin Chen langsung menoleh kesamping, ia mengamati matanya dan mendapatkan data tentang Bai Tianzhi sekarang. Kemampuan menganalisa dan mata fenomena yang ia punya sekarang membantunya memahami seseorang.


Dengan sentuhan lembut, ia menyentuh wajahnya dan mendekatinya sampai kedua kening mereka saling bertemu. Memberikan tatapan mata yang dekat satu sama lainnya, Qin Chen tersenyum pahit menyentuh wajahnya.


"Apa kamu sudah menyukaiku sebelum Jiang Haozi datang ke dalam kehidupan ini?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.


"Begitu rupanya." Qin Chen dengan lembut mencium bibirnya untuk beberapa saat kedepannya.


Selepas itu, Qin Chen menyentuh bibirnya yang manis dengan napas tersengal-sengal. "Tetaplah menjadi Profesor Bai yang aku kenal sebelumnya, aku akan memprioritaskanmu lebih dari apapun."


"Hmmm ... "


Setengah jam berlalu, mereka tiba di Vila mewah yang seharga miliaran. Bai Tianzhi melihat Qin Chen tengah memasuki wilayah pribadi, dimana harganya mencapai puluhan miliar yuan.


"Kemana kamu mau membawaku?"


"Kerumah baru."


Sesaat setelah ia mengatakan itu, ia berada di depan rumahnya!

__ADS_1


Bai Tianzhi turun melihat Vila mewah di hadapannya. "Apa ini ... Rumah baru yang kamu maksud sebelumnya?"


"Hmmm ... Aku membelinya untuk kita tinggal, tidak mungkin aku membiarkanmu terus berada di apartemen. Uangmu bisa kamu simpan ataupun belanjakan, aku akan mengirim uang setiap bulannya ke rekeningmu untuk di gunakan." Balas Qin Chen.


"Tapi rumah ini, kalau tidak salah harganya mencapai 30 M."


"Tidak masalah, aku mempunyai cukup uang untu membelinya. Selepas semua ini, aku akan membangun perusahaan untuk menghasilkan uang. Tidak mungkin untuk mencari batu berkualitas terus-menerus, bisa-bisa mereka akan bangkrut. Untuk sekarang, ayo kita masuk kedalam."


Qin Chen memberikan kunci Vila kepadanya, dan ia membuka pintu rumah barunya.


Saat masuk kedalam, ia melihat pas foto pernikahan mereka berdua terpajang di dinding ruangan tengah. Bai Tianzhi tidak dapat mengatakan apapun selain terimakasih terus-menerus di benaknya.


"Seharusnya foto itu sudah terpanjang di rumah, karena tidak mempunyai uang, aku menyimpan file yang mereka ambil saat pernikahan dan meminta orang-orang di sini untuk memasangnya di ruangan ini." Jelas Qin Chen.


Bai Tianzhi mendorongnya langsung ke lantai dengan penuh gairah menggodanya. Ia duduk di atas tubuh Qin Chen yang terbaring dengan kebingungan melihat Bai Tianzhi akhir-akhir ini berbeda dari Profesor Bai!


Setelah menciumnya cukup lama, ia tertidur di atas tubuhnya sembari memeluknya dengan erat. Qin Chen menghela nafas, ia tidak dapat bergerak.


Perlahan-lahan ia mengangkatnya dan memindahkannya ke dalam kamar. Sementara barang-barang yang mereka bawa, Qin Chen tata sendirian di ruangan tersebut lalu memesan daging, sayuran maupun buah-buahan untuk memenuhi kulkas.


Klinting!


Pesan masuk—


Qin Chen membukanya, ia mendapatkan pesan dari teman-temannya untuk bergabung minum bersama sekarang. Awalnya tidak ingin pergi, namun mereka sudah lama tidak minum bersama.


Dan teman-temannya ingin membicarakan sesuatu padanya, karena itu ia menuliskan surat yang ia letakkan di atas meja di kamar untuk Bai Tianzhi baca saat ia bangun dari tidurnya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2