
Paviliun Obat,
Tempat dimana orang-orang menemukan bahan-bahan obat tradisional, disana mereka mempunyai hampir seluruh bahan obat yang ditanam sendiri ataupun mengambilnya dari hutan dengan para master obat.
Surga bagi para alkemis karena mempunyai bahan-bahan obat tak terbatas, dengan bahan obat tersebut mereka dapat menyuling banyak ramuan ataupun Pil yang bermanfaat bagi kehidupan.
Meski tidak ada banyak master alkemis di zaman sekarang, karena bela diri sudah tersembunyi.
Sekarang zaman modern menggunakan senjata api untuk melawan musuh, ataupun menggunakan balistik meledakan daratan luas maupun kecil.
Sementara itu, ia yang seorang spesialis takdir tengah menghubungi seseorang untuk meminjam uang.
“Ada apa menghubungiku?”
"Profesor Bai ... Bisa aku minjam uangmu? Aku membutuhkannya untuk membeli bahan-bahan herbal. Aku akan mengembalikannya setelah aku mendapatkan uangnya, aku akan memberikan tanda tangan ataupun yang kamu butuhkan."
“Ummm ... Uang? Untuk apa, aku tidak akan memberikannya kalau untuk melakukan tindakan ilegal.”
"Aku mempunyai seorang yang sedang sakit, aku membutuhkan uang untuk membelikannya bahan-bahan herbal yang berguna untuk penyembuhannya. Aku akan mengembalikannya sebelum dua minggu, kalau melewati dua minggu kamu dapat menangkapku."
“Berapa?”
"Seratus ribu yuan."
“Baiklah, aku akan mentransfer sekarang.”
"Terimakasih banyak Profesor Bai."
Bai Tianzhi memutuskan hubungannya dan mentransfer uang sebesar seratus ribu kedalam rekeningnya,
Qin Chen tersenyum karena mempunyai seseorang yang dapat membantunya dalam masalah uang. Karena sekarang uangnya sudah habis dan sekarang keadaannya seperti sebelumnya, kere.
Tidak mempunyai uang sama sekali selain Giok Raja Surgawi.
Ia mendekati resepsionis di depannya. "Apa ditempat ini menjual bahan-bahan ini?" Katanya sambil memberikan nama-nama bahan herbal yang dibutuhkan.
Mereka berdua saling menatap satu sama lainnya, karena bahan-bahan tersebut sangat langka dan mungkin akan sulit untuk mendapatkan.
"Maaf tuan muda, bahan-bahan yang tuan muda butuhkan sangat langka."
"Langka? Bagaimana bisa, seharusnya ini adalah bahan-bahan mudah ditemukan." Balasnya dengan bingung.
[Tuan, apa tuan sudah tidak waras? Buku yang tuan hafal selama ini adalah buku alkemis di zaman kultivasi abadi. Sekarang zaman modern, perbedaan zaman membuat banyak perubahan termasuk taman yang mudah ditemukan di zaman dulu akan langka di zaman sekarang.]
'Begitukah? Kenapa kau tidak mengatakan semuanya!'
__ADS_1
[Tuan tidak bertanya.]
"Tuan muda, zaman sekarang adalah zaman modern sehingga banyak tempat-tempat yang sudah menghilang di masa lalu. Namun tuan muda bisa mendapatkannya di gunung dengan dipenuhi monster-monster ganas."
"Gunung? Apa aku bisa menemukannya sendiri di gunung? Berikan aku informasi tersebut, aku akan membelinya berapapun harganya." Balas Qin Chen.
Mereka mengangguk, ia melakukan transaksi informasi tentang gunung sekaligus mendapatkan peta mendetail dimana keberadaan bahan-bahan herbal tersebut berada.
Meskipun sangat langka, tempat yang mereka berikan adalah tempat kemungkinan bahan-bahan herbal yang Qin Chen cari berada di sana.
Setelah melakukan transaksi, ia meninggalkan tempat tersebut dengan penuh ambisi begitu membakar tubuhnya.
[Ding!]
[Tugas kesebelas dipicu.]
[Tugas : Mengumpulkan bahan-bahan herbal.]
[Pengalihan : Tubuh Raja.]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Ding!]
[Tugas keduabelas dipicu.]
[Pengalihan : Ketrampilan abadi.]
Matanya membeku mendengar dua tugas bermunculan di benaknya.
"Dua tugas ini benar-benar menarik! Aku akan menyelesaikannya dan bisa bertambah kuat melindungi diri sendiri ataupun melindungi orang yang aku sayangi."
[Ding!]
[Selamat tuan, pencapaian untuk membuat dua tugas bermunculan dalam satu waktu membuat sistem memberikan support penuh mendukung tuan.]
"Tidak masalah, walaupun kau sebenarnya menjengkelkan dalam satu waktu, tapi aku sangat berguna karena hari ini aku tidak tahu berapa banyak aku harus mati."
[Sistem pengalihan siap mengalihkan tuan kembali untuk hidup.]
Qin Chen tersenyum puas, ia memberikan pesan kepada Bai Tianzhi untuk memberikannya waktu libur satu minggu dengan alasan kalau ia akan pergi ke gunung seribu kesengsaraan surga mendapatkan bahan-bahan herbal.
Sekarang, ia menggunakan beberapa ratus yuan untuk membeli senjata.
Setelah semuanya selesai, ia melanjutkan perjalanan untuk pergi ke gunung seribu kesengsaraan surga.
__ADS_1
Menggunakan pakaian hitam full body ia melangkah masuk kedalam gunung dengan banyak persiapan bertahan hidup selama beberapa hari kedepannya.
"Sistem pengalihan, bantu aku!"
[Baik tuan.]
Ketrampilan terpendam selama ini ia gunakan sepenuhnya, mengontrol waktu dengan menganalisa tempat-tempat mencurigakan untuk diwaspadai.
Mata fenomena menembus lapisan hutan, menemukan banyak monster-monster buas berada dimana-mana.
"Seperti yang aku duga, pencarian mendapatkan bahan-bahan herbal akan membutuhkan banyak waktu dan pengorbanan."
Ia mengeluarkan peta gunung, memberikan tanda ke tempat-tempat yang aman, karena ia mempunyai mata yang dapat menembus apapun, dengan begitu ia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk sebisa mungkin menghindari pertarungan yang sia-sia agar tidak mendapatkan kematian.
Namun yang ia tidak ketahui adalah gunung tersebut merupakan badai!
Namanya adalah gunung seribu kesengsaraan surga, dimana ada banyak rintangan yang harus Qin Chen hadapi seperti melawan monster, gas beracun, tempat langka sulit untuk menjangkaunya.
Hari pertama yang ia dapatkan melawan monster seperti serigala, ia dapat mengatasinya dengan mudah karena mempunyai pengalaman bertarung sedikit melawan beberapa preman sebelumnya.
Sekarang, ia berada di dalam gua besar menyalakan api.
"Uh-huh ... Malam ini begitu dingin, apa hari ini adalah musim dingin? Seharusnya tidak, karena masih membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum masuk ke musim dingin." Gumamnya tidak mempunyai teman untuk berbicara sekarang.
Sinyal ditempatnya tidak ada sehingga ia hanay mematikan handphonenya sampai kembali ke kota. Dengan cemilan ringan, ia mulai menghadapi tantangan maut untuk mendapatkan bahan-bahan herbal menyelamatkan seseorang.
Senyumannya begitu murni seolah-olah ia melakukan ini untuk memenuhi keinginannya.
"Bagi manusia menghadapi kematian bukanlah sesuatu mudah di hadapi, karena kematian sudah ditentukan sejak mereka terlahir di dunia. Sebagai orang yang mempunyai kemampuan abadi, kematian dimataku seperti permainan."
Walaupun ia mengatakannya dengan bahasa manusia, namun ia masih mewaspadai kematiannya. Sebagai pengguna pengalihan, ia tidak mengetahui seberapa banyak jiwa yang bisa ia gunakan untuk kembali hidup.
Seribu? Seratus ribu? Atau paling mengerikannya adalah, ia hanya mempunyai 10 Jiwa untuk mendapatkan kesempatan hidup, semuanya masih tanda tanya.
Tetapi sebelum ia memikirkan hal tersebut, ia menyakinkan satu hal pasti. Jiwanya tak terbatas, dan dapat digunakan sebagai media pembantu berkembang setiap ia mengalami kematian.
Malam itu ia menggunakan tangannya sebagai bantalan tidur melihat langit-langit gua begitu gelap dan dingin.
Pendengarannya cukup luas sehingga bisa dimanfaatkan sebagai media penyelamatan sewaktu-waktu kedatangan monster buas hendak membunuhnya.
Sistem dibenaknya menyadari kekhwatiran Qin Chen tentang seberapa banyak kesempatannya untuk kembali hidup di dunia. Bahkan kalau itu hanya sepuluh, ia sudah menerima konsekuensi terburuknya.
Dengan tekad penuh percaya diri yang ia dapatkan dari tugas, ia tersenyum puas menutup matanya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...