Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 58 : Menyalakan Api, dan Kembali


__ADS_3

Selepas setengah hari berlalu, ia mendapatkan sepuluh anak buah di perusahaan baru dengan kemampuan unik mengejutkan dan berbeda-beda.


Mulai dari; Wanita Ahli Matematika, Pria Kurus Ahli Sogi, Tukang Saham, Pria Gendut Pembobol WiFi, Wanita S3 Marketing, Pria Kaca Mata Bulat Manajemen, Gendut Hacker, Bocah Maut Gila Casino, Wanita Kutu Buku, dan terakhir Loli Legal Gila Pengetahuan.


Seluruh karyawan yang ada di perusahaan rata-rata berusia 27-30 tahun dan itu termasuk kedalam kriteria muda dan kategori Qin Chen. Sehingga tidak ada yang mempermasalahkan hal tersebut, karena bagaimanapun Qin Chen membutuhkan kemampuan mereka untuk mengguncang dunia.


Dalam perjalanan pulang ke apartemen, Chloe merinding melihat Qin Chen—


"Tuan, saya tidak tahu anda mempunyai hobi menyimpan loli di perusahaan."


Ughh!


[Benar-benar cab*l pria brengsek! Dasar tuan sampah!]


Ughh! Ugh! Ugh!


"Ke– Kenapa, kenapa kalian mengatakan aku sampah! Apa kalian tidak lihat dia itu Loli Legal berusia 27 tahun lebih tua dariku." Katanya, ia menolak argumen mereka berdua yang mengatakan sampah dalam hatinya.


"Pa– Padahal aku melakukan semua ini untuk perusahaan, kenapa tidak ada yang mempercayaiku? Aku hanya memilih orang-orang dengan kemanapun hebat, kenapa semuanya menyalahkanku menyimpan Loli Legal di perusahaan."


Chloe merinding mendengar kata kemanapun hebat, berpikir tuannya yang sudah lama tidak mendapatkan kehangatan hingga membuatnya membawa Loli Legal kedalam perusahaan sebagai mainannya.


'Dasar Sampah!' Kata Chloe dan Sistem.


Pemikiran mereka berdua benar-benar membuat Qin Chen kebingungan setengah sadar, dan tidak dapat mengatakan apapun ataupun membatahnya karena ia sudah di sudutkan oleh fakta yang nyata di depan mata.


Karena sudah malam dan hari hujan mengguyur kota, dan ini adalah hari ketiganya di Los Angeles dan besoknya ia akan kembali ke kampung halamannya karena sudah empat hari keluar negeri.


Sebelum itu, ia akan memberikan tugas masing-masing kepada karyawannya untuk menghasilkan banyak uang.


Dengan begitu, hidup sukses dengan bantuan otak dimenangkan!


Didalam apartemen suhu ac di panaskan, mereka minum alkohol karena ini terakhir bagi Qin Chen berada di Los Angeles sebelum kembali ke kampung halamannya.


Chloe di sampingnya menemani Qin Chen minum sembari meneguk sebotol alkohol membuatnya mabuk bersama Qin Chen. Walaupun secara fisik ia tidak akan terluka ataupun mati, Qin Chen lemah terhadap alkohol.

__ADS_1


Qin Chen mabuk dan tersandar di sopa hampir muntah karena kekenyangan minum, karena disampingnya terdapat 14 botol alkohol dengan kadar tinggi memeriahkan hari sebelum kepulangannya.


"Ueek ... Sialan, aku butuh satu botol lagi ... Ueek ... " Qin Chen ingin muntah namun tidak biasa, perutnya kosong belum makan malam dan tanpa sadar sudah mabuk berat.


"Tuan ... mau menyalakan api?"


"Api? Nyalakan? A—" Qin Chen tersungkur kebawah tanpa sadar berada di depan Chloe.


Dengan persetujuannya, ia mengambil inisiatif mendorong bibirnya memberikan ciuman menggairahkan di malam dingin dengan hujan mengguyur kota membangkitkan saudara kecilnya Qin Chen yang tertidur pulas di dalam kandang yang mengekang dirinya.


Secara mengejutkan, mata Qin Chen terbuka lebar mendapatkan nyala api panas merasuki tubuhnya, dengan sigap mendorongnya kelantai memberikan ciuman panas di bibirnya, bergerak bebas melepaskan pakaiannya, lalu tangannya mulai liar tidak terkendali.


Sesaat kemudian, ia melihat tubuhnya yang putih sehalus giok di depan matanya. Meski ini pertama kalinya bagi Chloe, ia tidak dapat menolak orang hebat sepertinya.


Tanpa kata memberikan gigitan panas di setiap inci yang bisa ia lihat. Bersamaan dengan itu, ia menyentuh pinggangnya sedikit keatas mendekati gunung surgawi duniawi.


Setelah itu kembali mengambil tindakan sebelumnya untuk ketiga kalinya, Chloe menggerang tidak dapat melawan.


Beberapa menit berlalu, Qin Chen menarik ciumannya dan memberikan Chloe napas. Namun Qin Chen tidak memberikan kesempatan itu, ia lalu mengigit lehernya kembali dan kulitnya seputih salju dan sehalus giok memberikan bekas gigitan dimana-mana.


Qin Chen tidak berhenti memberikan gigitan setiap incinya sampai tiba dibawah. "Mhmm~ Be- Berhenti tuan, tuan membuatku gila."


Mereka mabuk dan bicara sembarangan, Qin Chen dengan bingung melihatnya, Chloe memalingkan wajahnya dengan malu-malu. "Kamu yang menyalakan api." Kata Qin Chen dengan begitu tidak sopan membuat detak jantungnya berdetak lebih kencang dibandingkan sebelumnya.


Ia yang terbaring di lantai memperlihatkan kecantikannya, Qin Chen melepaskan pakaiannya lalu membawanya ke atas tempat tidur dengan kasar melemparnya.


Qin Chen berada di atasnya, dengan mendekati telinganya. "Kita mulai." Bisiknya dengan mendorong masuk kedalam tubuhnya. "Ahhh ~ Pelan-pelan, ini pertama kalinya bagiku."


Darah merah menetes di seprai, rasa sakit yang sebelumnya membuatnya kesakitan secara berangsur-angsur menghilang digantikan dengan kesenangan malam.


Mereka berguling-guling di atas kasur memberikan suara manja penuh ha*rat kenikmatan didalam ruangan selama berjam-jam penuh tanpa gangguan siapapun disana.


Selama semalaman mereka mengabaikan pekerjaan ataupun perasaan dan berbagi satu sama lainnya hingga paginya.


Dipaginya, Qin Chen terbangun dari tidurnya langsung terduduk manis di samping Chloe yang tengah tertidur menyelimuti dirinya dengan seprai.

__ADS_1


"Tu– Tunggu ... " Qin Chen melihat noda darah merah di seprai membuatnya tidak dapat mengatakan apapun, ia menutup mulutnya. "Jangan bilang aku melakukannya tadi malam dengannya?"


[Kyaa~ Tuan sangat berani mengambil kesucian Sekretaris Pribadi.]


[Sistem akan memberikan nama untuk buku baru, Gairah Sekretaris Pribadi!]


Ughh!


"Ka– Kalau begitu, aku harus kabur ke kampung halaman secepat mungkin."


[Dasar kejam!]


[Sudah merebut kesucian sekertaris pribadi tuan mau kabur tanpa tanggungjawab! Semua pria sama saja, brengsek! Mau enaknya saja tidak mau pahitnya.]


Ughh!


Perkataan sistem menyakitkan hatinya, tidak lama setelah itu Chloe bangun dan duduk seperti biasa-biasa saja tidak terjadi sesuatu padanya. "Tuan tidak perlu bertanggungjawab tentang ini, ini semua kesalahanku sendiri karena menggoda tuan terlebih dahulu. Jadi semua ini murni kesalahanku, kejadian semalam lebih baik lupakan dan kembali bekerja seperti biasanya."


Qin Chen memandangnya dengan dingin, ia tidak mempunyai pandangan lain selain dingin. Meskipun ia mencintai kecantikan, namun perasaannya datar, setelah mendengar perkataannya ia lalu beranjak berdiri membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian baru untuk bersiap-siap kembali ke kampung halaman.


Sama halnya dengan Chloe, ia bersiap-siap untuk berangkat kerja di perusahaan. Sebelum kesana, ia mengantarkan Qin Chen ke Bandar Udara Internasional untuk kembali.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan dan hanya diam sampai mereka tiba di Bandar Udara, mereka canggung dengan hubungan sekarang.


Sesampainya disana, Qin Chen keluar dari mobilnya dan Chloe berdiri disamping mobil melihatnya yang pergi tanpa mengatakan apapun. Tidak ada perasaan apapun diantara mereka berdua, karena perasaan mereka hanya sebatas sekertaris pribadi dan bos.


Qin Chen berhenti di tengah-tengah langkahnya, ia tidak membalikkan badannya dan mengatakan sesuatu. "Hubungi aku kalau terjadi apa-apa padamu." Katanya.


Ia melangkah melanjutkan untuk masuk kedalam. "Selamat tinggal, dan bekerjalah dengan baik." Itulah kata terakhirnya sebelum musibah besar datang.


Chloe tersenyum dan membungkukkan badannya. "Terimakasih banyak tuan, saya akan berkerja dengan baik selama tuan tidak ada di tempat ini, hati-hati dalam perjalanan kembali."


...


*Bersambung ...

__ADS_1


Author lagi kesel_-


__ADS_2