
Didalam ruangan apartemen, ia memperhatikan Bai Tianzhi tengah tertidur di atas tempat tidurnya menyelimuti dirinya dengan selimut menunggunya kembali. Qin Chen menyiapkan makan di atas meja lalu ia membangunkannya untuk makan malam, dengan begitu besoknya ia bisa kembali mengajar di universitas.
Bai Tianzhi terbangun melihatnya sudah ada disampingnya.
"Makan malam sudah aku siapkan di atas meja, kamu dapat makan terlebih dulu. Aku perlu membersihkan diri karena kotor." Ucapnya, ia melihat Bai Tianzhi sudah membaik dengan bibirnya kembali berwarna merah muda dan reaksinya berbeda dengan sebelumnya.
Bai Tianzhi memperhatikan Qin Chen yang kotor dan berantakan seperti baru keluar dari gorong-gorong, dan pakaiannya begitu kotor seolah-olah ia tengah selesai bekerja keras membangun gedung.
"Kenapa kamu begitu kotor hari ini? Biasanya kamu tidak begitu kotor, kamu seperti orang yang keluar dari gorong-gorong mencari harta didalamnya. Wajah kusam, rambut berantakan dipenuhi dengan tanah dan pasir, lalu pakaianmu berantakan tidak rapi." Dengan pedasnya ia membicarakan Qin Chen di depan matanya.
Qin Chen tertawa canggung karena lebih menyukai Bai Tianzhi yang sebelumnya, lemah lembut dan agresif. Sementara sekarang, saat ia sembuh ia kembali seperti awal bertemu dengan Qin Chen, galak dan kejam.
Dengan menghela napas pelan, ia menjelaskannya. "Aku baru selesai kerja mencari uang, kamu tahu aku tidak mempunyai sama sekali di rekeningku, kalau tidak mencari uang bagaimana bisa aku menghidupi istriku dengan baik nantinya. Jangan khawatir, aku dapat mengatasi krisis keuangan ini dengan caraku sendiri. Untuk sekarang kamu pergilah makan dulu, atau mau menungguku selesai membersihkan diri?"
"Bersihkan dirimu, selepas itu baru makan bersama." Balasnya, ia begitu cuek dengan Qin Chen seperti sebelumnya.
"Baiklah, aku tidak akan lama."
Selepas menjelaskan kepadanya, ia masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya menggunakan ruangan Bai Tianzhi. Disana ia hanya mempunyai satu pakaian yang ia tinggalkan sebelumnya saat kehujanan ditengah malam setelah keluar dari gunung Seribu Kesengsaraan Surga.
Setelah selesai ia keluar mengenakan handuk menutupi bagian bawahnya, ia memperlihatkan tubuh sixpack sempurna dengan tahu-tahu diperutnya.
Penampilannya begitu mempesona, mata tajam bak bilang pedang, hidung mancung dengan ketampanan melampaui duniawi! Setara dengan para peri dunia lain.
Rambutnya yang terurai karenanya membuat air yang tertinggal di rambut menetes dimana-mana. Sekarang ia begitu menawan setelah membersihkan dirinya, penampilannya berubah dari sebelumnya, sedikit bertambah tinggi dengan pesona memikat.
Auranya begitu intens menarik banyak perhatian para wanita di luar sana, termasuk Bai Tianzhi.
Ia memperhatikan Qin Chen dengan terpesona malu-malu menundukkan kepalanya tidak ingin Qin Chen mengetahui kalau ia tengah mencuri pandang.
Namun Qin Chen merasakan tengah diperhatikan, ia langsung menoleh kesamping. "Apa aku tampan?"
"Tidak sama sekali." Balasnya.
Bai Tianzhi memalingkan wajahnya dengan cepat mengalihkan pembicaraan ini karena ia tersipu malu melihat Qin Chen, dan tidak ingin Qin Chen tahun.
__ADS_1
"Seperti biasanya, kamu sangat galak dan kejam padaku." Qin Chen lalu menggunakan pakaiannya dan setelah itu ia makan bersama dengan Bai Tianzhi sebelum beristirahat untuk melanjutkan tugas masing-masing di universitas.
"Aku akan tidur di ruanganku, kamu dapat beristirahat dengan tenang sekarang. Walaupun kita sudah menikah, kamu masih ragu-ragu menerimaku. Jadi aku akan memberikan waktu untukmu."
"Hmm ... "
Setelah makan, Qin Chen meninggalkan ruangannya dan kembali ke ruangannya sendiri merubuhkan tubuhnya keatas tempat tidurnya yang luas setelah dibersihkan oleh pelayan di apartemen.
Didalam ruangan, ia membuka status miliknya yang sudah lama tidak ia lihat sampai sekarang.
[Nama : Qin Chen.]
[Kondisi : Dialihkan.]
[Gelar : Pecundang Sejati, Pengusaha Muda, Manusia Abadi»»]
[Kekayaan : [9,8 Miliar] (Investasi Pertambangan Material Bumi/Jiang Corporation) - [8,4 Miliar] (Pertambangan Tua.) - Seluruh Aset Kekayaan [23,5 Miliar]]
[Pesona : 76 (Melampaui Ketampanan Duniawi).]
[Kekuatan : 82 (Manusia Super).]
[Penyimpanan : 11,8 Ton Emas.]
[Misi/Tugas : »»]
Termenung beberapa saat ia memperhatikan ketrampilan yang ia dapatkan begitu banyak, ia bahkan mendapatkan gelar manusia super karena kekuatan itu bukan untuk manusia biasa, karena ketrampilannya yang banyak menentang dunia.
Namun yang ia sukai hanya satu. "Tidak buruk sistem, kamu pintar mencari perhatianku. Pengusaha Muda adalah gelar yang sangat aku inginkan dan penting bagiku dibandingkan kekuatan super ataupun manusia abadi, karena pada dasarnya aku memang tidak akan mati kalau ada kamu."
[Kyaa~ Sistem diberikan pujian, terimakasih tuan.]
Glup!
Beberapa saat yang lalu sistemnya berubah seperti rubah!
__ADS_1
[Kalau begitu sistem akan memberikan tugas-tugas yang akan membuat tuan memuji sistem lagi.]
"Lakukanlah, aku tidak keberatan dengan itu selama aku menjadi sukses."
[Baik tuan.]
"Ngomong-ngomong tentang besoknya, apa yang harus aku selesaikan dulu? Pertama Proyek Sistem Tipe-Zero, kedua adalah Pertambangan Tua, dan selanjutnya apa lagi yang bisa diselesaikan?"
Qin Chen menyentuh dagunya, masa depannya sudah ada di depan mata. Bisnis besar yang tengah berjalan walaupun satunya ia lakukan untuk membeli Vila mahal di puncak bukit surga seharga 30 miliar.
"Ha! Aku buka tipe pria yang balas dendam dengan kekayaan melainkan pencapaian yang bisa aku raih sekarang sebagai bukti kalau aku bisa mencapai langit menjadi pria sukses membuktikan kepada mantan kekasih kalau aku, Qin Chen bisa menjadi pria sukses!"
[Benar-benar tuan, balas dendam yang terbaik adalah membuktikan perkataan mantan kekasih adalah kesalahan. Tuan bisa mencapai langit dengan tangan sendiri dan membuktikan melalui pencapaian-pencapaian yang tuan dapatkan.]
[Pada dasarnya, semua orang dapat sukses selama mempunyai keberanian mencobanya. Sebagai sistem pengalihan, sistem membantu tuan membalaskan dendam kepada mantan kekasih dengan mengalihkan perkataannya menjadi kebodohan meninggalkan tuan yang hebat dan mempesona ini.]
Qin Chen langsung besar kepala, ia menyombongkan dirinya sendiri sebagai orang yang mempesona.
"Kamu benar sistem, pujian terakhirmu benar-benar sesuatu. Untuk sekarang sampai disini, karena besok aku masih meraup uang yang banyak demi masa depan bangsa muda generasi kaya, Qin Chen!"
[Yooo ... Semangat tuan.]
Qin Chen tersenyum puas kali ini, ia lalu menutup matanya untuk beristirahat.
Tepat tengah malam ia terbangun mendengar suara di ruangan Bai Tianzhi berada, karena khawatir terjadi apa-apa, ia datang keruangannya melihatnya tengah kedinginan ditempat tidurnya.
Melihat keluar ruangan, hujan deras kembali mengguyur kota.
"Akhir-akhir ini hujan terus mengguyur kota setiap malamnya, apa akan ada bencana buruk yang akan datang di dunia ini?" Gumamnya, ia dengan cepat menutup kordennya dan memberikan selimutnya untuknya.
Qin Chen tidak mengambil kesempatan untuk tidur disampingnya, karena ia tahu Bai Tianzhi sekarang tengah memikirkan perasaannya sendiri dan belum bisa menerimanya sepenuhnya.
Hanya membutuhkan waktu untuk ini, itu bukanlah masalah bagi Qin Chen karena dari awalnya Qin Chen memang sudah mengincarnya.
Qin Chen berada di sopan menunggunya hingga paginya tiba.
__ADS_1
...
*Bersambung ...