Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 76 : Menjelaskan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Kedai Kopi—


Pintu kedai terbuka, lalu muncul Qin Chen yang masuk ke dalam mendekati mereka bertiga. Dengan menyapanya seperti biasa, ia duduk memesan satu kopi untuk minum bersama dengan teman-temannya.


"Apa yang kalian ingin bicarakan? Ngomong-ngomong, apa aku dapat izin karena apartemen yang aku tempati runtuh dan aku harus mencari penginapan baru untuk beristirahat dan mungkin akan masuk beberapa hari kedepannya." Ucap Qin Chen.


Zhung Long, ia meneguk kopi hitam di cangkirnya.


"Saudaraku, apa kita berempat adalah saudara hidup dan mati yang saling mendukung dan melengkapi?" Tanya Zhung Long dengan serius kepadanya.


Qin Chen mengerutkan keningnya. "Apa yang kalian bicarakan? Tentu saja kalian semua saudaraku, bagaimanapun tanpa kalian aku bukan siapa-siapa di masa lalu. Mungkin sekarang aku banyak berubah, tapi aku selalu menjadi saudara kalian mau itu susah ataupun bahagia." Jelas Qin Chen.


Mereka bertiga saling menoleh melihat satu sama lainnya, Guo Gong mengangguk dan Song Yu ikut mengangguk, mereka bertiga membuat Qin Chen bingung karena sikap mereka berubah.


"Saudaraku, maaf sebelumnya kalau tidak sopan padamu." Ucap Zhung Long.


"Katakanlah, kalian seperti ini membuatku bingung dan aku seperti merasa bersalah karena tidak berkumpul dengan kalian akhir-akhir ini."


Dengan sedikit tarikan nafas, Zhung Long lalu bicara dengan tenang. "Kami bertiga tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Profesor Bai di restoran sebelumnya. Disana, kami mendengar banyak hal yang membuat kami terkejut dan penasaran, karena itu kami ingin mendengarkannya langsung darimu tentang hubungan kalian berdua."


"Saudaraku, kami bukannya tidak mendukung. Hanya saja kami ingin memastikan tentang hubungan kalian berdua, dengan begitu kedepannya sewaktu-waktu ada kejadian yang merugikan kami bisa membantu mengatasinya ataupun menghalaunya."


"Benar saudaraku, kamu jangan khawatir, kami pasti akan merahasiakan ini semuanya dalam-dalam. Karena bagaimanapun kita adalah saudara yang sudah bersama cukup lama."


Qin Chen membeku, ia tidak tahu kalau pembicaraan mereka berdua di dengar teman-temannya.


"Apa kalian mendengar semuanya?"


"Benar."


Dengan menghela nafas, ia melihat mereka bertiga. Qin Chen mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan buku nikah yang ia simpan di dalam dompetnya.


Mereka mengambil buku tersebut dan melihat Qin Chen dan Bai Tianzhi sudah menikah secara hukum.

__ADS_1


"Aku harap kalian menjaga rahasia ini, seperti yang kalian lihat aku dan Bai Tianzhi sudah menikah satu bulan yang lalu. Dan besok memasuki bulan kedua hari pernikahan kami berdua, selama ini aku menyembunyikan hubungan kami karena tidak mungkin di sebarkan dengan kondisi Bai Tianzhi seorang Profesor?"


"Jadi, sudah sebulan?"


"Lalu tentang itu?"


Qin Chen mengangguk. "Bai Tianzhi mungkin tengah ... Kalian tahu, ini sudah sebulan setelah kami menikah. Kemungkinan, aku akan mengambil libur lagi di beberapa bulan untuk merawatnya."


Mereka bertiga mengangguk mengerti.


"Aku akan izin seminggu ini untuk membawanya konsultasi ke rumah sakit, katakan pada Profesor yang mengajar kalau aku sedang ada urusan keluarga. Ngomong-ngomong, aku mengundang kalian ke acara pernikahanku minggu depan nanti aku berikan alamatnya."


"Huh! Pernikahan?"


Qin Chen mengangguk. "Aku akan menikah dengan wanita di restoran yang kalian bicarakan sebelumnya. Walaupun ini mendadak dan membingungkan, aku tidak dapat mengatakan lebih dari sini karena aku juga tengah bingung sekarang."


"Apa mungkin, pernikahan kalian berdua di sembunyikan?"


"Benar, pernikahan aku dengan Bai Tianzhi di sembunyikan. Karena itu kalian tidak mengetahuinya, sementara pernikahan minggu depan dengan wanita lain."


"Ya, aku tahu itu. Karena itu, aku akan membagi waktu untuk mereka berdua. Bai Tianzhi sudah menyetujuinya dari awal tentang pernikahan ini. Jadi, kedepannya aku hanya akan membagi waktu untuknya." Jelas Qin Chen.


"Hmmm ... Lupakan tentang ini, karena kami sudah mengetahuinya. Kedepannya kami akan membantu menyembunyikan rahasia ini bersama. Sempat ada skandal buruk, karir kalian akan hancur bersamaan." Jelas Zhung Long.


"Aku tahu itu, aku sudah mendapatkan kehancuran itu kalau itu terjadi. Tapi aku tidak siap kalau Bai Tianzhi harus kehilangan kesempatannya untuk menjadi Profesor di universitas, itu akan membuatnya terpukul berat." Balas Qin Chen.


"Kau benar, untuk sekarang aku ingin bertanya ada berapa orang yang tahu hubungan kalian berdua? Karena dengan mengetahui orang-orang itu, aku bisa mengawasi mereka yang mencoba membocorkannya."


"Callista Crownest. Dia mengetahui hubungan kami berdua, aku sudah memintanya untuk diam, tapi aku tidak tahu kedepannya. Jadi tolong awasi dia diam-diam untukku, dan besoknya kalian tolong lindungi Bai Tianzhi sewaktu aku tidak ada." Ucapnya, ia membungkuk badannya meminta mereka bertiga untuk melindungi Bai Tianzhi sewaktu ia tidak berada di kota ataupun dekatnya.


"Apa yang kau bicarakan, kau adalah suaminya bagaimana bisa kau meminta kami melindunginya? Bukannya kami menolak permintaan saudara kami, kalau kau berada di sampingnya tidak akan terjadi apapun." Ujar Guo Gong.


"Sewaktu aku pergi dari universitas ataupun tempat ini untuk melakukan bisnis, aku minta tolong kepada kalian untuk melindunginya diam-diam. Kalau aku berada dekat dengannya, aku akan melindunginya."

__ADS_1


"Baiklah."


Setelah mereka membicarakan tentang masalah, mereka semua minum kopi bersama sembari mengobrol tentang banyak hal di universitas selama Qin Chen tidak masuk beberapa minggu sebelumnya.


Selepas mengobrol berakhir, mereka kembali ketempat masing-masing.


Qin Chen kembali ke Vila karena sudah hampir malam dan hanya membutuhkan 30 menit sebelum pukul 6.30 malam. Dengan taxi, ia sampai di Vila tepat waktu karena tidak ada kemacetan di kota.


Sesampainya di Vila, ia masuk kedalam mencium aroma masakan rumah membuatnya lapar keroncongan.


"Hmmm ... Biasanya aku makan di kedai ataupun restoran menghabiskan uang. Sekarang, istri di rumah setiap harinya memasakkan makanan." Gumam Qin Chen, ia tersenyum bahagia meskipun tindakannya benar-benar membuatnya merasa bersalah tidak terbantahkan.


Qin Chen masuk kedalam ruangan dapur melihat istri muda tengah menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Kamu sudah kembali?" Katanya, ia mendekati Qin Chen membantunya melepaskan pakaian luar yang ia kenakan.


Menggantungnya di tempat pakaian, ia membawa Qin Chen duduk dan menuangkan nasi maupun lauk yang ia masak sebelumnya untuk Qin Chen.


"Bagaimana hari ini?" Tanya Bai Tianzhi.


"Seperti biasa, kami berkumpul di kedai kopi untuk minum kopi bersama sambil bercerita tentang banyak hal." Balas Qin Chen, ia tersenyum menanggapinya.


"Kamu tidak minum?"


"Tidak, aku sudah janji padamu untuk minumnya awal bulan. Aku tidak akan mengingkarinya, karena kamu sedang hamil bagaimana bisa aku minum-minum di luar tanpa memberitahu." Balas Qin Chen.


"Begitu, aku akan pergi besok ke dokter untuk konsultasi, kamu bisa pergi ke universitas untuk belajar."


"Tidak mungkin, aku akan menemanimu ke rumah sakit. Karena aku sangat penasaran dengan ini." Balas Qin Chen.


Bai Tianzhi melihat matanya. "Baiklah, kamu bisa ikut."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2