
Keduanya saling berpaling mengamati satu sam lain.
"Siapa kau bocah sialan!"
Qin Chen masih di posisinya dengan dingin melihat keduanya, ia lalu bergerak selangkah kedepan membawa tongkat pemukul. "Jangan banyak tanya, berlutut dan memohon ampun pada penciptaanmu atas dosa-dosa yang kau perbuat di dunia!"
Wushh! Bagh! Bugh!
Selama beberapa menit berlalu, ia membuat keduanya babak belur. Qin Chen mengambil gambar mereka dan mengirimkannya ke tempat hantu wanita itu agar dia merasa tenang dan tidak mengacaukan perusahaan yang sudah ia bangun.
Sebagai gantinya, hantu wanita mengatur perusahaan karena ia hebat dalam hal tersebut dan Qin Chen akan membalaskan dendam-nya dengan begitu mereka impas dan bekerjasama kedepannya.
"Semoga dia senang dengan hadiah ini, aku akan membalas mereka dengan keputusasaan. Karena membunuh sama saja membuatku seperti mereka berdua, untuk sekarang pulang dan tidur dengan istri karena besok akan sangat sibuk dengan proyek baru bersama Steve Dawn." Gumam Qin Chen.
Ia kembali dan mendapatkan balasan dari hantu wanita yang belum ia ketahui namanya selain panggilannya hantu wanita. Sesampainya di kediaman, ia tidur di tengah-tengah mereka berdua membiarkan mereka menggunakan lengannya sebagai bantalan.
Paginya— ini beberapa bulan lagi sebelum keleluasaan di universitas.
Steve Dawn memberikan undangan untuk Qin Chen agar datang ke perusahaan membicarakan tentang kolaborasi bersama mengenai perkembangan teknologi mutakhir, ini di adakan beberapa hari lagi.
"Ngomong-ngomong aku akan pergi ke luar negeri dua hari lagi karena di undang Steve Dawn untuk membicarakan kerjasama kami sebelumnya."
"Apa ini tentang bisnis bersama sebelumnya?"
"Ya, aku mendapatkan undangan untuk datang ke pertemuan yang di adakan. Karena bagaimanapun, aku seorang CEO di perusahaan tersebut dan memegang saham cukup besar mengenai perkembangan teknologi."
"Pergilah suami, karena ini adalah karir yang kamu kembangkan sendiri, bukan? Kami akan baik-baik saja di rumah selama kamu pergi untuk berbisnis di luar negeri." Sahut Bai Tianzhi.
Jiang Haozi mengangguk membiarkannya, karena Qin Chen pergi untuk mencari uang dan masa depan mereka. Walaupun sudah ada banyak jaminan, namun Qin Chen orang yang keras kepala, karena itu mereka berdua memberikannya dukungan dan menunggu Qin Chen kembali.
Qin Chen mendengar lalu ia memeluknya dengan erat, selepas itu ia melanjutkan tugasnya di perusahaan.
Untuk sekarang, universitas mendapatkan hari libur selama beberapa minggu, karena universitas tengah menyambut hari besar. Sementara itu, Qin Chen yang duduk di perusahaan tengah menatap komputer dihadapannya.
__ADS_1
"Aku sudah memesan tubuh yang di butuhkan, besok kamu pasti bisa kembali menikmati kehidupan di dunia ini. Jadi tunggulah sampai waktunya tiba."
"Terimakasih banyak bos."
"Tidak masalah, karena kamu sangat di butuhkan di perusahaan. Kedepannya mohon bantuannya, karena kamu hebat dalam hal manajemen."
"Aku akan bekerja keras."
Qin Chen mengangguk, ia tengah memastikan saham di internet.
"Saham di pertambangan mulai turan, apa di sana mendapatkan masalah? Untungnya aku tidak membelinya, kalau tidak aku pasti akan mendapatkan kerugian besar." Gumam Qin Chen.
Klinting!
Pesan masuk, ia membacanya lalu ekspresinya berubah dengan senyuman misterius. "Aku akan pergi keluar mencari sesuatu untuk besok. Kamu persiapkan diri untuk hal menakjubkan yang akan terjadi, karena aku sudah mengaturnya."
"Baik bos, kalau boleh tahu kemana bos akan pergi sekarang?" Tanyanya.
"Hmm ... Rahasia untuk sekarang, terpenting besok kamu akan bangkit kembali."
Sesampainya di restoran, ia duduk memesan makanan terbaik di sana.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Aku berencana membawa anak-anak untuk mendapatkan perawatan terbaik di Benua Asia, Korea Selatan. Kemungkinan besar, aku akan berada di sana selama beberapa tahun sampai kesembuhan mereka membaik."
"Apa kamu berencana untuk mengembangkan bisnis di sana selama perawatan anakmu?" Tanya Qin Chen.
"Ya, karena kebutuhan sehari-hari akan meningkat dan perawat mereka akan memakan banyak biaya. Tapi itu bukanlah masalah, aku akan mengembangkan Qian Corporation di sana dan menutupi segala pengeluaran." Jelasnya.
"Begitu rupanya, tidak ada yang memaksakanmu maupun menahan keinginanmu. Semuanya demi kebaikan mereka berdua, aku akan mendukung pilihanmu untuk menyembuhkan mereka." Balas Qin Chen.
Qian Chuntian mengangguk kecil, ia tidak masalah dengan hal tersebut.
__ADS_1
"Kamu akan lulus dalam beberapa bulan lagi, apa ada rencana untuk mengembangkan bisnis? Karena menghidupi dua istri sama dengan membesarkan domba, itu membutuhkan banyak biaya dan lagi keduanya masih muda dan cantik pasti banyak menggunakan kebutuhan untuk kecantikan." Ucap Qian Chuntian.
"Aku berencana untuk meletakan satu perusahaan di setiap kota lalu aku kembangkan hingga ke berbagai negara dalam beberapa tahun kedepannya."
Qin Chen tidak melihatnya, ia tengah fokus untuk memotong daging di bawahnya.
Selama makan siang bersama, mereka hanya membicarakan tentang bisnis hingga keduanya berada di hotel dengan Qian Chuntian memberikan pelayanan untuk Qin Chen. Qian Chuntian semakin hari semakin pandai dalam memainkan saudaranya, bahkan itu seperti di putar-putar di dalam badai.
Menghabiskan waktu bersama untuk bercinta, Qin Chen tengah menghisap sesuatu yang kenyal dengan suara Qian Chuntian begitu candu untuk di dengar.
Hingga beberapa waktu berlalu, mereka tidak sadar waktu sudah berubah malam.
"Apa kamu akan kembali ke rumah?" Tanya Qian Chuntian, ia berada di atasnya tengah memeluknya.
Matanya melihat dengan memohon agar Qin Chen tidak kembali ke rumah, karena ia tengah kesepian. Kecantikan Qian Chuntian tidak dapat di bantahkan, bahkan setara dengan Jiang Haozi dalam segi sifat, dan bodynya di bawah Bai Tianzhi.
Tergoda dalam rayuannya, Qin Chen tersenyum lalu membalikkan posisinya. "Aku harus kembali, istriku membutuhkanku di sampingnya."
"Besok, bisa kamu menginap di rumahku? Untuk kali ini karena aku akan pergi cukup lama kedepannya, aku khawatir kalau kita tidak akan bertemu kembali." Balas Qian Chuntian.
"Tentu, aku akan meminta izin untuk besok bersamamu, sekarang bisa kamu lepaskan tanganmu?" Ujarnya.
Qian Chuntian melepaskannya, ia membiarkan Qin Chen kembali kerumah.
"Ngomong-ngomong, hari ini aku sangat bahagia karena kamu memberikan apa yang aku inginkan selama ini, Qian Chuntian. Kedepannya, kamu di larang untuk menemui pria lain di belakangku. Karena kamu hanya untukku seorang."
"Hmm ... "
Setelah menciumnya, ia kembali ke rumah menggunakan kendaraan pribadi yang ia beli di sorum mobil karena Qin Chen membutuhkannya untuk bepergian.
Bai Tianzhi dan Jiang Haozi sudah ia berikan masing-masing kendaraan pribadi untuk di gunakan karena itu harapannya. Selama perjalanan, ia tersenyum puas dengan hari-harinya.
Bagaimanapun, ia mendapatkan semua yang ia inginkan.
__ADS_1
...
*Bersambung ...