
Malamnya— keduanya berada di ruang tamu duduk dengan tenang di hadapan Qin Chen. Suasana ruangan sunyi dan tegang dimana kedua istrinya menatap tajam.
"Qin Chen, kami sudah memikirkannya seharian. Kami akan bertahan di rumah ini sampai anak ini lahir, aku tidak ingin orang-orang membicarakan anak yang tidak bersalah dengan omongan mereka." Ucap Bai Tianzhi.
"Kami akan memperhatikanmu selama satu tahun ini, kalau kamu tidak berubah dan tetap seperti sebelumnya. Hari itu juga, aku tidak akan segan-segan mengeluarkan surat perceraian dan meninggalkanmu." Sahut Jiang Haozi.
Qin Chen mengangguk, ia tidak akan mengulanginya. "Terimakasih."
"Jangan berterimakasih pada kami, berterimakasihlah pada anak ini karena mereka yang membantumu. Jika tidak, aku akan meninggalkanmu hari ini, aku sudah tidak sanggup melihat orang yang aku percaya menyia-nyiakanku."
Ia mengangguk dan mendekati mereka sembari memeluknya, mereka tidak seperti dulu menerima dengan hangat dan sekarang menerimanya dengan acuh.
"Terimakasih banyak."
Dengan hangat ia mencoba membalikan rumah tangga yang hancur untuk kembali. Selama berhari-hari tanpa henti Qin Chen memperlakukan mereka berdua seperti ratu memberikan kehangatan panjang.
Selama itu, kedua istrinya berubah dingin kepadanya dan bahkan berbicara singkat dengan Qin Chen lalu kembali diam tanpa mengatakan apapun.
Tidak menyangka sudah satu bulan berlalu, keduanya mulai membuka mata dan hatinya menerima Qin Chen. Sepanjang harinya Qin Chen berada di rumah melanjutkan kelas dengan daring, karena ia tidak bisa pergi lama-lama karena istrinya semakin membutuhkan perhatiannya.
Selama itu ia di sampingnya menggunakan laptopnya menghandle seluruh pekerjaan di dua perusahaan besarnya.
"Suami?"
"Ada apa, Tianzhi?"
"Bawa istrimu ke tempat ini, bukankah dia mengandung anakmu sama sepertiku? Dia membutuhkan perhatian khusus agar kandungannya tetap aman, apa kamu tega membiarkannya sendirian di luar sana?" Ucap Bai Tianzhi.
"Aku sudah memikirkannya selama ini, tapi aku tidak mungkin membawanya ketempat ini. Kamu dan Haozi masih belum menerimaku kembali, kalau aku membawanya ketempat ini aku khawatir kamu akan semakin marah padaku." Jelas Qin Chen.
"Sudahlah, kamu sudah mulai berubah. Bawa dia ketempat ini, aku sebagai wanita memahami perasaan tanpa perhatian dari suaminya."
"Jemput dia dan bawa kemari." Sahut Jiang Haozi.
Qin Chen membeku, ia tidak membatahnya dan pergi keluar menggunakan kendaraan mereka berdua untuk menjemput Chloe.
Sesampainya di kediaman itu, ia keluar melihat Qin Chen berada di depan pintunya.
"Tuan?" Ucap Chloe.
__ADS_1
"Ayo ikut aku."
"Kemana tuan? Aku tidak ingin mengganggu tuan, kedua istri tuan masih marah pada tuan kalau mereka tahu tuan ketempat ini, saya khawatir mereka akan semakin marah dan tidak ingin memaafkan tuan." Balas Chloe.
"Tidak apa-apa, kamu duduk dan ikut denganku. Selama sebulan ini aku tidak ketempat ini maafkan aku."
"Tidak apa-apa tuan, saya bisa mengurus semuanya sendiri, ada pembantu yang membantu saya untuk mengurus kediaman besar ini."
Qin Chen tersenyum bahagia, ia mencium keningnya dan membawanya masuk kedalam dan membawanya kembali ke kediaman Qin Chen karena hari sudah mau malam.
Sesampainya di kediaman itu, Chloe gugup karena di bawa kerumahnya.
"Ayo masuk kedalam."
Dengan gugup ia melangkah mengikuti Qin Chen dari belakangnya, saat berada di dalam ruangan ia berada di belakang Qin Chen dengan takut menghadapi istri pertama dan kedua Qin Chen tengah duduk seakan-akan menunggu kedatangannya.
Qin Chen membawanya duduk di sampingnya, menghadapi kedua istrinya.
"Apa kamu Chloe?"
"Be— Benar."
Chloe gugup ia menoleh kesamping mencoba meminta bantuan Qin Chen, Qin Chen mengangguk untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Se— Semua ini salah saya, saya melakukan semua ini untuk kepentingan perusahaan dan keinginan ayah saya. Tuan tidak mempunyai salah apapun, semua ini murni kesalahan saya karena mencoba mengambil keuntungan semata."
Bai Tianzhi dan Jiang Haozi mendengarnya, meskipun ini untuk kepentingan perusahaan dan keinginan ayahnya. Tapi dia tetap salah di mata mereka berdua. "Pertanyaan kedua, apa kamu menerimanya dengan sepenuh hati? Atau kamu hanya menerimanya secara paksa."
"Saya menerima kesalahan ini, saya sudah memikirkan untuk bercerai dengan tuan agar nona tidak lagi marah dengannya. Hubungan kami biarkan berlalu, saya tidak ingin menganggu nona dan tuan." Balas Chloe.
"Pertanyaan ketiga, apa dia memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Jiang Haozi.
"Tuan memperlakukan saya dengan baik, tidak memukul ataupun memarahi saya."
"Begitu rupanya."
Lalu kedua mata mereka tertuju pada Qin Chen yang berada di sampingnya. "Apa kamu dengar suami? Dia wanita polos yang kamu nodai dengan sikapmu." Ucap Jiang Haozi.
Bai Tianzhi menyentuh dagunya dengan tatapan tajam. "Luapkan masalah itu, sekarang kamu istrinya bukan? Kamu dapat tinggal di tempat ini dan merawat anak di dalam kandunganmu, selepas kami melahirkan. Kamu dapat memiliki Qin Chen sepenuhnya tanpa mengkhawatirkan kami berdua."
__ADS_1
Qin Chen membeku, mereka masih teguh untuk melakukan perceraian setelah anaknya lahir. Walaupun sudah memberikan kesempatan, tapi mereka masih belum memaafkan Qin Chen sepenuhnya.
Hari yang malam membuat keempatnya tidur di dalam ruangan yang sama, di samping Qin Chen ada kedua istrinya Bai Tianzhi dan Jiang Haozi. Di samping Jiang Haozi ada Chloe Evening yang tidur, mereka bertiga tidak berbicara setelah malam itu.
Qin Chen terduduk dengan membaca berita di internet melalui internet.
"Peluncuran mesin anti gempa sudah membuat gempar satu dunia, untuk sekarang aku ingin memfokuskan pada kesehatan ketiga istriku. Walaupun mereka belum bisa menerima ataupun memaafkanku, aku akan mencoba sebaik mungkin agar mereka menerimaku kembali."
[Tuan, sistem mempunyai caranya namu membutuhkan pengorbanan.]
"Apa itu?"
[ .... — ]
Sistem memberikan apa yang ada di benaknya pada Qin Chen, hal tersebut dapat di coba untuk mendapatkan kepercayaan mereka berdua kembali.
Ini sudah enam bulan setelah mereka menikah dan sebentar lagi mereka berdua akan melahirkan. Qin Chen membutuhkan biaya besar untuk membayar rumah sakit dan lain sebagainya.
Dua bulan kemudian— Bai Tianzhi dan Jiang Haozi mulai menerima Qin Chen. Walaupun masih banyak kekecewaan di hantinya, mereka mulai membuka hatinya dan memberikan lembaran baru di keluarga yang bahagia bersama-sama.
Waktu begitu cepat berlalu dan aku tidak tahu sudah berapa lama berlalu. Tapi, aku sadar semuanya akan berakhir dan dialihkan ketempat yang seharusnya aku berada—
Qin Chen menutup matanya, ia tidak dapat membayangkan kebahagiaan keluarga yang ia inginkan selama ini. Tertawa di taman bermain seperti keluarga bahagia tanpa masalah selama dua bulan ini, dan ini adalah bulan kedelapan sebelum kelahiran anak pertamanya dan keduanya dari istri pertama dan istri ketiganya.
Sementara Jiang Haozi masih menunggu waktu dua bulan lagi untuk melahirkan anaknya.
"Terimakasih untuk waktu yang kalian berikan dua bulan ini, aku bahagia bisa mempunyai kalian bertiga." Ucap Qin Chen.
Bai Tianzhi memeluknya, dan Jiang Haozi memeluknya karena Qin Chen cinta pertamanya.
Chloe berada di sampingnya, ia tidak melakukannya karena sampai sekarang ia masih menyebut Qin Chen dengan sebutan tuan meskipun Bai Tianzhi dan Jiang Haozi sudah mengatakan kalau dia bisa memangilnya dengan sebutan keluarga.
"Kedepannya, aku akan memberikan semuanya untuk kalian bertiga."
Itu hanya omong kosong belaka!
...
*Bersambung ...
__ADS_1