
Selepas kelas, ia dengan Bai Tianzhi menggunakan kendaraannya menuju restoran karena ia mendapatkan pesan kalau Jiang Haozi ingin bertemu mereka berdua. Qin Chen duduk diam di dalam karena sekarang Bai Tianzhi yang membawanya.
Di restoran, Jiang Haozi tengah menunggu kedatangan mereka berdua untuk membicarakan tentang sebelumnya.
Ia memesan minuman sembari menunggu mereka dan tidak lama setelah itu Qin Chen dan Bai Tianzhi tiba di restoran.
Didalam sana, ia duduk di depan Jiang Haozi dengan mata khawatir mendapatkan kabar kalau ia masuk kedalam gunung mencari bahan-bahan herbal.
Qin Chen menelan ludahnya tidak sanggup berhadapan langsung dengan Jiang Haozi menggunakan mata khawatir-nya.
"Kenapa kamu mengundang kami?" Tanya Qin Chen.
"Aku ingin mengatakan kalau Perusahaan Jiang Corporation selamat dari kehancuran. Sementara material bumi yang kamu berikan sebelumnya membuat mereka bersemangat mengelolanya. Dengan bantuan itu, material siap guna untuk perusahaan tidak mengalami kemacetan, terimakasih banyak Qin Chen." Jelasnya, lalu menundukkan kepalanya mengucapkan terimakasih sekaligus rasa hormatnya.
Qin Chen mengangkatnya, karena ia tidak mungkin membiarkan wanita secantiknya menundukkan kepala untuknya.
"Sudahlah, kamu yang memintaku membantunya, aku akan membantu sebisa mungkin mengembalikan keadaan perusahaannya. Karena aku sudah mendapatkan keuntungan dari investasi masa depan ini, apa kamu tidak keberatan mengurus keduanya?"
"Tidak apa-apa, masalah tanah sebelumnya mudah untuk di tangani karena perusahaan pengelola yang mengambil alih mengelola material mentah."
Bai Tianzhi tengah memperhatikan mereka berdua mengobrol, ia seperti obat nyamuk sehingga memesan minuman untuk menghilangkan kebosanannya.
"Aku mendengar dari Bai Tianzhi kamu pergi ke gunung untuk mencari bahan-bahan herbal untukku. Aku sangat khawatir mendengarnya, apa kamu baik-baik saja saat kembali?" Tanyanya penasaran.
Jiang Haozi memperhatikan Qin Chen dengan serius, melihat ada luka lecet di tangannya.
"Apa kamu terluka?"
"Tidak apa-apa, ini hanya goresan kecil."
"Dia bohong, ada goresan besar di punggungnya dan itu menyebabkan luka sebelumnya hampir terlepas kembali. Padahal belum seminggu dia keluar rumah sakit dan sekarang membuat luka lamanya hampir terkelupas." Sahut Bai Tianzhi dengan kesal melihat Qin Chen pura-pura kuat di hadapan wanita cantik.
"Itu hanya luka bisa, aku bisa mengatasinya."
Jiang Haozi menyentuh tangannya, Qin Chen respect malu karena ini pertama kalinya disentuh wanita cantik yang ia idamkan. Tidak hanya cantik, tapi ia juga seorang pewaris perusahaan besar.
Ia mengeluarkan salep penyembuh, walaupun wajahnya merah-merah gugup dan malu menghadapi Qin Chen.
Dengan lembut mengoleskan salep di tangannya dan telapak tangannya.
__ADS_1
Bai Tianzhi menelan ludahnya, ia benar-benar menjadi obat nyamuk!
"Uhum! Aku akan keluar, karena di sini aku hanya menjadi obat nyamuk." Bai Tianzhi hendak berdiri namun dihentikan Jiang Haozi disampingnya ia menggelengkan kepalanya tidak sanggup kalau berduaan.
Melihat ketulusan Jiang Haozi, Bai Tianzhi menguatkan hatinya.
"Lakukanlah, aku akan buang muka tidak pernah melihatnya."
Qin Chen tersenyum didalam hatinya, ia tahu kalau ada api cemburu di hati Bai Tianzhi. Matanya tidak dapat menyembunyikan apapun darinya karena ia dapat melihat segalanya didepan mata.
Tidak lama setelah ia mendapatkan olesan salep dari Jiang Haozi.
"Aku sudah mendapatkan bahan-bahan herbal untuk mengobatimu. Kalau kamu percaya padaku, aku akan memberikanmu ramuan itu besoknya karena malam ini aku akan membuatnya."
"Apa aku bisa disembuhkan? Aku tahu kamu melakukannya karena khawatir denganku. Tapi, banyak dokter bilang penyakitku tidak dapat disembuhkan dengan pengetahuan kedokteran sekarang." Jelasnya.
"Aku berbeda dengan mereka, aku mempunyai caraku sendiri menyembuhkanmu. Kalau memang tidak berhasil, aku akan menyerahkan jantungku untukmu sebagai gantinya kalau tidak berhasil."
Qin Chen menyentuh tangannya dan mengenggamnya dengan erat menatap matanya.
"Ba- Baiklah, aku akan mencobanya tapi tidak mengambil jantungmu, itu terlalu berlebihan bagiku. Kalau tetap tidak dapat disembuhkan, aku harap aku mati dengan tenang tanpa meninggalkan apapun."
"Jiang Haozi! Jangan bicara yang tidak-tidak, kamu akan sembuh dan bisa hidup di dunia selamanya. Kalau di kota ini tidak ada yang bisa menyembuhkanmu, aku akan membawamu ke luar negeri."
"Terimakasih Bai Tianzhi. Sekalipun bisa disembuhkan di luar sana, biayanya tidak main-main. Keluarga besar sepertiku akan kekurangan uang membayar penyembuhan dan perawatan."
Waktunya hanya dua minggu sebelum kematiannya, bahkan sekarang bibirnya terlihat puncak sekalipun diberikan pewarna bibir menghindari pengelihatan orang-orang disekitarnya.
Qin Chen menyentuh wajahnya tanpa sadar membuat Bai Tianzhi geram.
"Jangan khawatir, aku akan menyembuhkanmu apapun yang terjadi."
"Te- Terimakasih."
Jiang Haozi terduduk diam tidak bergerak sembari menundukkan kepalanya mengeluarkan berasap-asap. Ia malu sampai-sampai tidak dapat mengoperasikan pikirannya dengan baik.
"Terlepas dari kesengsaraan, kau datang ke tempat ini lalu menggoda temanku? Mahasiswa Qin, ingat besok datang keruanganku mendapatkan hukuman karena berani menggodanya tepat di depan mataku."
"Kenapa begitu? Apa kamu mau aku goda juga? Tidak apa-apa, selama aku lulus universitas menjadi orang kaya, mempunyai dua wanita bukan masalah."
__ADS_1
Udang di lempar masuk kedalam mulutnya untuk berhenti berbicara, ia mengunyahnya sampai habis. Setelah itu, mereka bertiga mengobrol sampai selesai dimana Bai Tianzhi mengantarnya pulang ke rumah.
Sementara mereka berdua akan kembali ke apartemen melakukan tugas Qin Chen membuat ramuan.
Apartemen.
Didalam ruangan, ia sudah mengumpulkan bahan-bahan di butuhkan. Disampingnya terdapat tungku, wadah, penyaringan dan kain putih polos untuk memisahkan ampas dan airnya.
Bai Tianzhi berada di atas tempat tidurnya memperhatikan Qin Chen.
Ia menghidupkan kompor lalu meletakan tungku di atasnya memberikan air secukupnya didalamnya.
"Apa yang kamu lakukan sekarang? Apa sedang memasak air panas?"
"Benar memasak air, apa ada salah?"
"Tidak, lanjutkan."
Qin Chen memasukkan bahan-bahan sebelumnya setelah merasakan suhu di dalam tungku sudah sesuai dengan di catatan sebelumnya.
Selama beberapa jam ia menunggu airnya berubah warna menjadi kemerahan, setelah berubah ia mengangkatnya dan menuangkannya di atas kain putih menyaring ampas dan air.
Bai Tianzhi berada disampingnya melihat proses pembuatannya seperti biasa, namun kenyakinan Qin Chen membuatnya bertanya-tanya darimana ia mendapatkan keyakinan kalau bisa menyembuhkan penyakit Jiang Haozi.
Sebelum menjadi ramuan, air sebelumnya didinginkan dengan memberikan satu lembar daun herbal yang ia ambil dari gunung merupakan bahan terakhir.
"Ramuannya sudah selesai, tapi membutuhkan waktu mendinginkannya sampai ke suhu yang sudah ditentukan. Kalau kamu capek, kamu dapat beristirahat di tempatku, aku akan menunggunya selesai."
"Apa hanya seperti ini? Rasanya seperti kau sedang membuatkan teh hangat."
"Prosesnya memang seperti sedang membuat teh hangat, tapi nyatanya sangat sulit mengukur batas waktu dan lain sebagainya sampai benar-benar sempurna. Sedikit salah maka seluruhnya akan gagal."
"Begitu rupanya, aku harap ramuan yang kau buat benar bisa menyembuhkannya."
"Aku berharap sama denganmu, kamu beristirahatlah karena besok ada banyak tugas di universitas."
Bai Tianzhi menguap lalu baring di tempat tidur Qin Chen, sementara ia tengah menunggu ramuannya selesai.
...
__ADS_1
*Bersambung ...