Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 82 : Mengatur Ulang Takdir (4)


__ADS_3

[Ding!]


[Tugas Ke-22 Dipicu.]


[Tugas : Kembali.]


[Pengalihan : Qin Chen.]


[Batas Waktu : Tidak ada.]


Qin Chen membeku sesaat, ia lalu kembali berdiri merentangkan tangannya.


Zhung Long melihatnya lalu bicara. "Selanjutnya apa yang akan kau lakukan Qin Chen? Sekarang kau mempunyai dua istri dan itu tidak dapat di tutupi di mata semua orang ataupun di sanggah dengan ribuan alasan. Aku mendapatkan kabar dari teman-teman sekelas katanya Bai Tianzhi akan di berikan waktu untuk beristirahat selama satu tahun karena kondisinya sekarang." Ucap Zhung Long.


"Ditambah, teman-teman sekelas sudah mengetahui hubungan kalian berdua sudah berstatus sekarang. Tidak dapat di tanyakan lagi reaksi mereka, dan sumber universitas di penuhi berita tentangmu." Sahut Song Yu.


Qin Chen mengangguk kecil. "Aku akan melakukan sesuatu yang memungkinkan aku akan menghilang selama satu minggu dari sekarang. Zhung Long bantu aku untuk mengawasi Bai Tianzhi dan Jiang Haozi, kau dapat menggunakan rekeningku untuk membayar orang ataupun kau gunakan bersama anak-anak lainnya."


"Apa kau akan pergi?"


"Aku tidak pergi dari kota, melainkan tidak muncul beberapa waktu." Jelas Qin Chen dengan serius.


Zhung Long menghela nafas, ia menyetujui permintaan Qin Chen.


Setelah itu, mereka semua berpisah dan pergi ke masing-masing tempat. Qin Chen pergi untuk menyelesaikan masalah yang ia dapatkan sekarang karena karma langit memenuhinya.


Qin Chen melihat Bai Tianzhi berada di ruangannya tengah terduduk diam tidak bicara sama sekali. Sedangkan Qin Chen berada di gedung sebelah rumah sakit dekat dengan ruangan.


"Baguslah dia baik-baik saja." Gumam Qin Chen. Sewaktu ia memutar badannya, dan melangkah meninggalkan tempat tersebut.


Bai Tianzhi langsung menoleh kesamping merasakan kehadiran Qin Chen samar-samar berada di sampingnya. Melihat ke atas gedung ada bayang-bayang seseorang berdiri di sana beberapa waktu lalu.


[Ding!]


[Tugas Ke-23 Dipicu.]

__ADS_1


[Tugas : Pemulihan.]


[Pengalihan : Kesadaran Penuh.]


"Aku akan menyelesaikan lima tugas untuk membalikan keadaan semula!" Ucapnya, ia meninggalkan tempat tersebut melompat kebawah.


Malamnya—


Tengah malam, Qin Chen masuk ke dalam rumah sakit menggunakan jaket hitam menutupi kepalanya. Qin Chen berkunjung malam-malam karena tidak ingin di ketahui Bai Tianzhi ataupun orang lain, ia sekarang berada di depan pintu ruangan Bai Tianzhi.


Bai Tianzhi tengah tertidur pulas di temani ibunya di sampingnya.


Ia ingin masuk kedalam namun di hentikan dengan perasaan bersalah. Saat menoleh kesamping, ia melihat Jiang Haozi berada di hadapannya tengah berdiri melihatnya.


"Qin Chen!"


Dengan cepat ia memalingkan wajahnya ke arah lain dan meninggalkan tempat tersebut hingga membuat Jiang Haozi mengejarnya. Tepat di ruang bawah tanah parkiran mobil berada, Qin Chen di hentikan Jiang Haozi dengan sentuhan tangannya menariknya.


"Aku tahu itu kamu Qin Chen." Jiang Haozi memegang tangannya dengan erat tidak melepaskan begitu saja. "Dengan sifatmu, aku tahu kamu tidak akan tega membiarkan ataupun meninggalkan Bai Tianzhi sendirian di rumah sakit, karena itu kamu datang saat malam untuk melihat kondisinya."


Qin Chen hanya diam—.


Qin Chen lalu mengubah topik pembicaraan kearah lain. "Kenapa kamu datang di tengah malam ketempat ini?"


"Aku tahu kamu akan datang untuk mengecek kondisi Bai Tianzhi, karena itu aku datang untuk bicara denganmu." Balasnya.


"Kamu tidak lihat? Ini sudah malam, kembalilah ke rumah untuk beristirahat. Tidak baik bagi wanita berkeliaran di malam-malam ketempat seperti ini tanpa pengawasan."


"Tidak akan! Aku tidak mau kembali sebelum aku bicara denganmu secara empat mata!" Jiang Haozi memberontak, ia tidak akan kembali sebelum Qin Chen memenuhi keinginannya.


Qin Chen menghela nafasnya. "Aku akan bicara padamu, tapi ada syaratnya."


"Katakan!"


"Jangan melihat mataku secara langsung, atau kamu akan ketakutan setelah melihatku." Jelas Qin Chen.

__ADS_1


Jiang Haozi mengangguk dengan suara kecil. "Aku akan menepatinya.


Selepas itu, mereka berdua berada di bangku taman rumah sakit yang hanya mempunyai satu lampu taman di sudut jalan. Qin Chen duduk di samping Jiang Haozi, dimana ia tidak melihat matanya langsung.


Ia menyadari pandangan matanya akan membuat Jiang Haozi ketakutan.


Jiang Haozi lalu membuka pembicaraan untuk mereka berdua. "Tambang material yang kamu serahkan padaku sebelumnya menghasilkan banyak keuntungan besar, aku sudah meminta nomor rekeningmu dari Zhung Long untuk mentransfer uang yang di hasilkan investasi yang kamu berikan sebelumnya."


"Juga, aku menyelesaikan proyek besar yang aku kerjakan sebelumnya. Semuanya berkat bantuan yang kamu berikan, aku mendapatkan banyak investor besar hendak melakukan hubungan kerjasama di masa depan." Jelasnya.


"Baguslah."


"Tapi ... " Jiang Haozi mengepalkan tangannya dengan erat. "Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal tentang hubungan kalian berdua." Tanya Jiang Haozi.


Qin Chen hanya diam membeku, sesaat kemudian hembusan angin muncul membuat Jiang Haozi kedinginan. Ia dengan cepat melepaskan jaket tebalnya dan memberikan kepada Jiang Haozi.


Menatap langit berbintang di atas sana, ia mengamati bulan. "Mungkin, ini semua mimpi semua orang untuk mendapatkan wanita cantik di dalam kehidupannya. Pria serahkan yang tidak memikirkan perasaan wanita, mungkin sekarang aku mendapatkan karma karena membuat perasaan murni seorang wanita tersakiti." Ucap Qin Chen.


Jiang Haozi menoleh kesamping melihat matanya yang kosong tanpa ada kehidupan di dalamnya. Seakan-akan, ia tidak mempunyai perasaan dan perasaannya di buang kedalam samudra tak berujung.


"Tidak! Semua itu tidak benar, kamu tidak melakukan kesalahan apapun untuk mewujudkan mimpi." Ucapnya, ia mengertak giginya sembari menggenggam tangannya dengan erat.


Sementara itu, ia melirik kesamping. "Kembalilah, sebentar lagi akan turun hujan. Semua ini masalahku, aku akan menyelesaikannya."


Ia langsung menyentuh tangannya dan menarik Qin Chen ke sisinya memberikan ciuman hangat di malamnya. Qin Chen membeku tidak dapat bergerak merasakan sensasi lembut merasuki tubuhnya.


Sesaat kemudian, ia melepaskan Qin Chen dengan nafas tersengal-sengal. "Kembalilah Qin Chen, kami berdua akan menunggumu di kediaman."


Qin Chen membalasnya dan meninggalkan Jiang Haozi sendirian di taman rumah sakit. Namun sebenarnya, ia berada di suatu tempat dekat dengannya tengah mengawasinya karena khawatir kalau Jiang Haozi sendirian.


Beberapa menit berlalu, Jiang Haozi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali kekediaman Keluarga Jiang. Hari pernikahan yang indah berakhir dengan kekacauan, namun mereka berdua sudah di sahkan menjadi suami istri.


Jiang Haozi yang sekarang sudah menerima kalau dia orang kedua di hatinya, karena yang pertama adalah Bai Tianzhi. Temannya yang sudah sangat lama bersama sewaktu bersekolah, dan sekarang mempunyai suami yang sama membuatnya tidak dapat membatah selain menerima.


Karena keduanya benar-benar ungkapan misteri bumi.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2