Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 71 : Gempa Bumi


__ADS_3

Didalam ruangan—


Qin Chen masuk ke dalam dengan gugup meskipun ekspresi tenangnya menghilangkan semua kegugupan. Bai Tianzhi melihat Qin Chen kembali tepat waktu, ia mendekati Qin Chen dengan lembut membantunya melepaskan pakaiannya.


"Bersihkan dirimu, aku sudah menyiapkan makanan rumah seperti yang aku katakan sebelumnya." Ucapnya, ia mencium parfum yang berbeda dengan aroma parfum yang ia gunakan sekarang di pakaian Qin Chen.


Meskipun hubungan suami istri mereka hanya sebatas status pernikahan, karena pada dasarnya mereka berdua sama-sama tidak mempunyai perasaan yang hanya secara bertahap merasakannya.


Walaupun begitu, Qin Chen orang yang tidak melanggar perkataan maupun janjinya. Saat ia mengatakannya, maka selamanya ia lakukan apapun caranya akan ia lakukan untuk memenuhi perkataannya.


Bai Tianzhi sedikit menunduk merasakan perasaan yang tidak baik, karena aroma parfum itu bukan punyanya, melainkan punya wanita lain yang mungkin selingkuhan Qin Chen di luar sana.


Tanpa mengatakan apapun, maupun menegurnya, ia hanya diam dan membiarkannya.


Karena sebelumnya, ia sudah mengatakan kalau Qin Chen boleh bersama wanita lain namun tidak tepat di depan matanya, karena bagaimanapun ia sekarang suami istri di atas kertas.


Selepas membersihkan dirinya, Qin Chen duduk di ruang makan dimana Bai Tianzhi hanya diam menuangkan nasi dan lauk untuknya makan malam ini.


Qin Chen mengamati matanya yang setengah kesepian. "Aku sebelumnya masuk ke kantor polisi untuk di beri pertanyaan karena membantu menyelamatkan orang-orang yang berada di bank sewaktu perampokan. Aroma parfum di pakaianku, itu milik polisi wanita yang membawaku ke kantor polisi. Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya." Ucap Qin Chen.


Qin Chen menikmati makanan di hadapannya sembari mengatakan semuanya walaupun ada yang disembunyikan darinya. Walaupun merasa bersalah membohonginya, mau bagaimana lagi Qin Chen harus menyembunyikan semuanya dalam-dalam.


"Aku tidak marah tentang itu. Benar, kamu harus menyelesaikan tugas yang aku berikan dalam seminggu kalau tidak nilaimu di universitas akan buruk dan kamu tidak dapat lulus dari universitas mencari pekerjaan yang layak dan tetap." Balas Bai Tianzhi, ia memberikan Qin Chen daging lagi untuk dimakannya.


"Tenang saja, aku akan menyelesaikannya malam nanti selepas makan. Ngomong-ngomong, besok jangan lupa kita akan ke rumah keluargamu, aku sudah menyiapkan hadiah untukmu." Ujarnya, ia tercekik saat makan sembari mengobrol membuat Bai Tianzhi panik membantunya memberikan air minum.


"Cough! Cough!"


"Lain kali hati-hati saat makan, kamu makan terlalu terburu-buru seperti di kejar hantu." Bai Tianzhi sedikit marah kepadanya karena makan tidak hati-hati sampai membuatnya tersedak dan terbatuk-batuk.


Selepas makan malam bersama, Bai Tianzhi baring di atas kasur sambil memainkan handphonenya. Sedangkan Qin Chen, ia tengah di meja belajar mengerjakan tugasnya yang menumpuk di sampingnya.

__ADS_1


'Aku sudah 2 minggu tidak mengerjakan tugas, dan sekarang tugasnya menumpuk seperti gunung walaupun aku mempunyai proyek yang belum selesai-selesai dari kemarin karena waktu yang sempit.'


[Ding!]


[Tugas Ke-20 Dipicu.]


[Tugas : Selesaikan tugas sekolah.]


[Pengalihan : Kemampuan ingatan super.]


Matanya langsung berubah bersemangat mendengarkan tugas baru dengan kemampuan ingatan super. Dengan kemampuan itu, ia tidak akan lupa dan bisa mengingat apa yang ia lihat dengan begitu jelas di benaknya.


Qin Chen dengan antusias besar ia mengerjakan tugasnya, menyalin maupun mengisi semua soal-soal di kertas.


Bai Tianzhi menoleh ke belakang melihat Qin Chen yang tengah serius mengerjakan tugasnya. Karena penasaran, ia mencoba mengintipnya dari dekat dan melihat Qin Chen benar-benar menggunakan multitasking.


'Bagaimana bisa dia menggunakan kedua tangannya untuk mengontrol setiap tulisan dan pikirannya begitu paralel seolah terpisah-pisah menjadi berbagai variabel yang bebas.'


Mengamati pergerakan tangannya begitu sempurna seakan itu mudah baginya, matanya fokus terhadap berbagai buku di depannya dengan begitu intens.


Setelah itu, ia kembali duduk menonton televisi mendengarkan berita tentang genap sebelumnya. Tanah tempat mereka tempati sekarang akan rawan gempa karena guncangan di gunung.


Meskipun tidak kuat, tapi masuk kedalam kondisi bahaya dimana diharapakan warga-warga yang tinggal di tempat tersebut untuk berwaspada akan sesuatu yang terjadi kedepannya.


"Apa guncangan sebelumnya adalah gempa? Sempat merasakan tempat ini sangat rawan akan gempa, bagaimanapun ini tempat pemukiman warga menengah yang hanya mempunyai keuangan menengah." Ucap Qin Chen.


"Kamu benar, bagaimanapun tempat ini sudah lama aku tempati mendapatkan berita tentang bahaya gempa. Sepertinya aku harus mencari tempat tinggal yang aman, dengan begitu sewaktu-waktu saat tengah tertidur lelap tidak terjadi apapun." Balasnya.


"Setelah pulang dari universitas, kita akan ke rumah keluargamu lalu mencari rumah. Karena semakin lama tinggal di apartemen, biaya perbulannya akan sangat mahal dan tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga kedepannya." Ujar Qin Chen.


Walaupun ia mempunyai banyak uang, ia masih memikirkan kebutuhan di masa depan. Karena uang sebanyak itu tanpa mengelolanya dengan baik hanya membutuhkan beberapa tahun kedepannya akan habis tanpa sisa.

__ADS_1


Bai Tianzhi mengangguk setuju, tabungannya dengan uang Qin Chen sekarang seharusnya cukup membeli rumah di kota dengan harga menengah kebawah.


Qin Chen belum mengatakan kalau ia sudah membeli rumah besar di bukit surga, karena itu semua adalah hadiah yang ia siapkan sangat lama sampai-sampai harus ke luar negeri mencari uang.


Vila mewah di puncak bukit akan membuat banyak orang iri karena hanya orang-orang kaya generasi ketiga yang mampu membeli Vila tersebut dengan harga fantastis menguras rekening.


Insting atau kemampuan pendeteksi Qin Chen terus memberikan tanda bahaya dimana-mana membuat Qin Chen hanya diam menenangkan dirinya karena mendapatkan bahaya dimana-mana.


Mengamati keluar apartemen, ia menganalisa tempat yang akan terguncang kembali dengan perhitungan Kalkulus.


Sistem di hadapannya menampilkan seluruh perhitungan yang akan terjadi kedepannya seakan-akan mereka berdua melihat masa depan bersama.


Sistem berspesialis pengalihan!


Qin Chen berspesialis takdir!


Keduanya saat bersama sudah tidak terkalahkan dalam dunia, tetapi masih ada kekurangan dimana Qin Chen tidak terlalu berfokus menguasai dunia selain mencari kekayaan.


Setelah menganalisa cukup lama, ia menoleh kebelakang melihat Bai Tianzhi sudah tertidur pulas dengan begitu tenang karena Qin Chen berada disampingnya.


Sekalipun ia mati, setidaknya ia sudah melakukan kewajibannya.


"Beberapa hari terakhir hujan setiap malamnya, lalu gempa bumi karena pergerakan lempengan." Gumam Qin Chen.


Ia menyudahi mengerjakan tugasnya, ia lalu duduk disamping Bai Tianzhi untuk berjaga-jaga sewaktu ada gempa susulan yang membuat tempat mereka terguncang cukup keras.


Sebenarnya ia ingin membawa Bai Tianzhi keluar dari tempat ini, tapi di hentikan dengan Bai Tianzhi yang telah tertidur lelap karena kelelahan sudah bekerja seharian di universitas.


"Seharusnya malam ini akan aman, aku akan tetap berjaga-jaga sampai paginya. Sistem, berikan informasi tentang perubahan dunia dengan menganalisa-nya." Gumam Qin Chen.


[Baik tuan.]

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2