
Kantor Polisi—
Qin Chen duduk manis, bibirnya di bungkam dengan tangan kanan wanita dihadapannya. Dengan tenang, ia mengulurkan lidahnya memberikan sesuatu yang menggelitik ditangannya.
"Kyaaa~ Dasar bajingan!"
Plak!
Gedubrak!
Qin Chen tersungkur kebawah, wajahnya berserakan dengan buruk. Wanita itu tanpa dosa menamparnya hingga tersungkur membuat Qin Chen kesakitan mendapatkan tamparan keras dari wanita cantik.
Jika tidak, ia akan marah besar di perlakukan seperti sekarang, karena ia adalah Pengusaha Muda! Bukan pecundang sejati seperti sebelumnya.
"Awww! Sakit sekali, kakak cantik kau keterlaluan padaku. Menampar tanpa dosa dan belas kasih, dimana kemanusiaan-mu terhadap pria malang sepertiku?" Qin Chen mencoba untuk berdiri namun tidak bisa, ia menggosok wajahnya ke tangannya karena perih.
Dengan buru-buru, ia membantu Qin Chen untuk kembali duduk ke tempatnya. Tapi tangannya berada di kepala Qin Chen menekankan sesuatu. "Bocah sialan! Seharusnya aku yang bertanya padamu, tentang sikapmu melecehkan wanita sepertiku secara terang-terangan di depan orangnya."
"Huh!" Qin Chen menoleh kesamping, wajah mereka hampir menyentuh hanya 5cm dari sentuhan langsung. "Kenapa aku seperti di salahkan sekarang. Seharusnya kakak cantik introspeksi diri, aku hampir mati kehilangan napas karena kau menutupi saluran pernapasanku. Mau tanggung jawab kalau aku mati kehabisan napas?"
Ia tertegun dengan perkataan Qin Chen, karena sebelumnya ia menutup mulutnya lalu tidak memberikannya tempat untuk bernapas sampai dimana ia melecehkannya.
"Baik-baik aku salah, tapi tindakanmu melecehkan wanita tidak dapat di maafkan. Aku akan memberikan hukuman pribadi, kau harus menerima konsekuensi melecehkan seorang wanita sepertiku." Balas wanita itu dengan menggodanya.
Matanya fokus pada satu tempat, ia menganalisanya.
[- Nama : Fen Qingqing. -]
[- Usia : 29 Thn. -]
[- Gender : Perempuan. -]
[- Status : Putri Kepala Kepolisian Shanghai. -]
[- Kesehatan : Tergoda akan pria kecil. -]
[- Ketrampilan : Bertarung - Menggunakan Senjata - Masak - Menggoda -]
__ADS_1
[- Kesukaan : Bekerja. -]
[- Kelebihan : Cantik - Manis - Multitalent - Pesona Wanita Sexy. -]
[- Kekurangan : Kesepian. -]
[- Kematian : 1 Minggu (Bertugas melawan *******.) -]
Saat matanya fokus, ia tanpa sadar tengah mengamati buah dadanya. Fen Qingqing merasa di lecehkan, ia langsung mendorong wajahnya kesamping.
"Dasar mesum! Kau mencoba mengamati sesuatu yang berlebihan!" Ucapnya, ia membuat Qin Chen bingung.
"Kau salah paham, aku hanya mengamati sampai mana aku bisa tenggelam di dalamnya."
"Ha!" Fen Qingqing mengembung-kan pipinya dengan marah melihat Qin Chen.
Qin Chen menelan ludahnya salah bicara, ia menghadapi ke tempat lain untuk menghindari tindakan yang berlebihan. Fen Qingqing mengesampingkan masalahnya, karena ia sudah menyiapkan sesuatu untuk ini.
"Kesampingkan masalah sebelumnya, aku ingin bertanya bagaimana caramu mengalahkan mereka semua dengan menembak tepat di pergelangan tangan mereka? Caramu seperti seorang profesional, apa kau orang-orang dari dunia bawah?" Tanya Fen Qingqing cantik di hadapannya dengan body sexy, ia menyentuh dokumen-dokumen di sampingnya.
"Kakak cantik, aku warga yang baik tidak pernah melakukan kejahatan apapun. Kenapa aku di tahan dan di interogasi seperti sekarang? Aku membantu menyelamatkan puluhan orang di dalam dan membantu bank terhindar dari perampokan, apa ini balasan pihak kepolisian terhadap penyelamat?" Qin Chen membatahnya mentah-mentah.
"Kakak cantik, meksipun begitu bukankah aku baik-baik saja? Aku hendak pulang ke rumah, orang rumahku sudah menunggu untuk makan malam bersama, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan bersama untuk menyelesaikan permasalah ini."
Wanita itu tersenyum tipis mendengar pernyataan Qin Chen yang langsung pada point pentingnya!
"Kenapa kau tidak mengatakan langsung, kalau begitu tanda tangan dokumen ini. Dengan begitu, permasalahan ini di anggap selesai dan kita bisa kembali bertugas masing-masing." Dengan polosnya, ia memberikan Qin Chen dokumen-dokumen tersebut.
Mau tidak mau, ia menandatangani kontrak tersebut setelah membacanya. Di dalam kontrak tersebut, Qin Chen akan bertugas sebagai agen mata-mata kepolisian dan kapapun kepolisian meminta bantuan Qin Chen harus siap menerimanya.
Qin Chen menggerang kesal karena masalah merepotkan, untungnya wanita disampingnya cantik dan sexy. Kalau tidak, Qin Chen benar-benar tidak terima dengan semua ini.
Walaupun ia masuk kedalam perangkap harimau!
"Sudah selesai, apa kau senang sekarang? Siapa namamu, agar kedepannya bisa berkomunikasi dengan baik. Kalau tidak mau mengatakannya, aku akan mengabaikan tugasnya."
"Fen Qingqing. Kau dapat memangilku Qingqing." Katanya, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1
Qin Chen membalasnya. "Qin Chen, kau dapat memangilku Qin Chen ataupun yang menurutmu mudah."
Dengan senyuman misterius, ia membuat Qin Chen merinding ketakutan. "Terimakasih banyak atas kerjasamanya, Tuan Qin."
"Lupakanlah, aku hampir telat untuk makan malam." Balas Qin Chen.
"Aku akan mengantarmu, ikut denganku sekarang." Fen Qingqing, ia melepaskan borgol tangan Qin Chen lalu membawanya ke tempat parkir untuk mengantarnya kembali ke apartemen.
Selepas interogasi panjang penuh godaan, ia akhirnya sampai di depan apartemen pada waktu (06.23).
Fen Qingqing mengamati apartemen tersebut dan Qin Chen tinggal disana. "Apa kau tinggal di apartemen ini?"
"Benar, apa ada masalah?"
"Tidak ada, bersiap-siaplah sewaktu ada tugas. Karena kau sudah menjadi bagian kepolisian setelah menandatangani kontrak sebelumnya." Jelas Fen Qingqing.
Qin Chen mengerutkan keningnya, ia tahu kalau semua ini sudah di aturannya agar Qin Chen berada di bawah tangkapan. Bagaimanapun Fen Qingqing adalah putri kepala kepolisian di kota ini, dan ia bisa saja membawa Qin Chen sebagai bawahannya.
Saat hendak melepaskan sabuk pengamannya, adegan yang berada di drama televisi terjadi.
Tubuhnya terpleset ke kesamping saat ada guncangan hebat seperti gempa bumi mengguncang. Keduanya bertemu, tanpa sadar mereka berdua tidak merespon selama beberapa menit kemudian.
Fen Qingqing membeku tidak dapat mengatakan apapun selain bibirnya yang tersegel sesuatu. Qin Chen dan Fen Qingqing masuk ke dalam asrama terlarang cinta segitiga perselingkuhan.
'Wanita ini ... Jago dalam bersilat lidah!'
Dengan panasnya malam, ia mendorong Fen Qingqing kebelakang menyentuh dinding mobil. Dengan gairah panas, ia membuat Qin Chen mengigit lehernya meninggalkan bekas hitam yang tidak bisa hilang dalam beberapa hari kedepannya.
Sesaat kemudian, napas Fen Qingqing tersengal-sengal dengan air bening membentang luas di antara mereka yang putus saat Qin Chen sedikit mundur kebelakang membuat jarak antaranya.
Pandangan mereka berdua canggung, Qin Chen buru-buru mengelap bibirnya dan keluar dari mobil untuk menghindari tatapan mata yang canggung.
"Kau dapat kembali, terimakasih sudah mengantarkanku kembali." Kata Qin Chen, ia menutup pintu mobilnya.
Setelah itu, ia meninggalkan tempat tersebut dengan tenang meskipun rada panik karena habis melakukan banyak hal di belakang istri muda.
Qin Chen, gugup untuk masuk kedalam ruangannya—
__ADS_1
...
*Bersambung ...