Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 74 : Membeku! Tidak Dapat Berpikir


__ADS_3

Restoran itu tidak mempunyai banyak pelanggan sehingga tidak banyak pelanggan yang terganggu dengan sikap mereka yang barbar di mana-mana mengeluarkan suara keras memusingkan kepala.


Zhung Long yang merangkul mereka, ia mulai membicarakan tentang Qin Chen dengan serius karena ia yang tua di antara mereka berempat sebagai saudara.


"Saudaraku, ingatlah sumpah kita sewaktu bersama minum alkohol malam itu. Kita akan saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, tidak ada namanya iri maupun dengki karena kita hidup dan mati bersama untuk saling berbagi susah dan bahagia bersama selamanya."


"Meskipun suadara kita sudah banyak berubah akhir-akhir ini tidak seperti dulu lagi, tapi dia masih saudara yang kita kenal di masa lalu. Saling membagi minum dan makan, kesusahan dan kebahagiaan bersama di atas secangkir alkohol bersama."


Zhung Long sebagai yang tua mengatakan bahwa ia mendukung hubungan Qin Chen dengan Profesor Bai. Karena mereka berdua sangat cocok bersama dibandingkan bersama dengan wanita lain.


"Kau benar, meskipun Qin Chen berubah dia tetaplah saudara kita. Namun, hubungan mereka terlarang, sempat ada yang mengetahuinya maka banyak skandal yang akan tersebar di universitas." Song Yu, ia mengangguk setuju dengan semuanya.


"Benar, kalau sempat itu terjadi. Aku khawatir Qin Chen akan di keluarkan meskipun pencapaiannya luar biasa di universitas, dan Profesor Bai akan kehilangan pekerjaannya sebagai Profesor di universitas." Sahut Guo Gong dengan khawatir memikirkan hubungan mereka berdua yang sekarang sangat dekat.


"Meskipun tindakan kita ini menyinggung perasaan saudara, kita harus menguping mereka berdua untuk memastikan hubungan mereka sudah sampai dimana. Jika salah sangka, kita akan mendapatkan karma. Selepas mendapatkan informasi tentang hubungan mereka, kita dapat merencanakan sesuatu di masa depan dengan begitu saudara kita tidak akan dalam masalah." Jelas Zhung Long.


Mereka berdua mengangguk setuju, meskipun ini tindakan yang menyingung perasaan Qin Chen. Namun mereka harus melakukannya untuk mengetahui hubungan Qin Chen dengan Profesor Bai sudah mencapai mana.


Jika mereka asal mengambil kesimpulan, mereka bisa mendapatkan batunya walaupun membantu Qin Chen kedepannya akan mendapatkan batunya.


Dengan merayap bersembunyi-sembunyi masuk kedalam restoran memesan minuman dengan harga minimum dompet, mereka duduk dengan menutupi wajah agar tidak diketahui Qin Chen dan Bai Tianzhi.


Pendeteksi Qin Chen tidak berfungsi karena mereka tidak mempunyai niat untuk menyakitinya. Karena pendeteksi miliknya hanya untuk mendeteksi orang-orang jahat yang mencoba menyerang dirinya maupun mendeteksi bahaya di sekitarnya.


Qin Chen yang tengah makan, ia membersihkan noda di samping bibir Bai Tianzhi.


"Apa kamu sudah meminta izin universitas untuk tidak masuk? Kamu sudah beberapa minggu sering tidak masuk kelas, kamu pasti mendapatkan banyak tugas kedepannya." Ucap Bai Tianzhi, meskipun ia tidak bekerja sekarang namun sifatnya sebagai Profesor masih melekat dan meminta Qin Chen untuk masuk kelas kedepannya.


"Tugas dapat di selesaikan, apartemen yang aku tempati berada di area gempa. Secara otomatis universitas akan tahu berita ini, dan suadaraku pasti meminta izin untukku, karena aku tahu mereka pasti tahu."

__ADS_1


"Huh! Apa mereka bertiga itu? Sebelumnya, kamu hendak minum bersama dengan mereka. Sayangnya aku menghalangimu, mereka belum mendapatkan hukuman dariku karena mengajakmu minum bersama di universitas, lain kali saat aku masuk aku akan langsung menghukum kalian berempat."


Sontak mereka bertiga menelan ludahnya, karena ketahuan membawa minum-minum di asrama. Namun mereka belum menyadari kalau handphone Qin Chen di sita oleh Bai Tianzhi.


"Baik-baik, aku akan menerima hukumannya. Kapan-kapan izinkan aku menemani mereka minum, karena sudah satu bulan ini kami tidak merayakan hari sumpah saudara setiap bulannya meminum di cangkir yang sama." Ujarnya.


Bai Tianzhi melihatnya, ia menunjukkan ekspresi wajah pasrah. "Awal bulan, kamu dapat minum dengan mereka tapi tidak di asrama, sempat aku mendengar ataupun melihatnya aku akan langsung memberikan kalian hukuman ataupun di skors selama satu bulan tidak boleh masuk kelas."


Qin Chen mengangguk setuju, karena ia melewati pesta minum sebelumnya karena Bai Tianzhi memanjakannya sampai paginya sehingga tidak sempat untuk pergi ke tempat mereka bertiga.


"Terimakasih, ngomong-ngomong tentang minggu depan, apa kamu tidak keberatan atau apapun itu." Tanya Qin Chen penasaran dengannya yang sampai sekarang tidak mengucapkan satupun tentang pernikahannya dengan Jiang Haozi.


"Jiang Haozi temanku, kalau dia bahagia aku ikut bahagia. Meskipun harus berbagi, aku tidak keberatan untuk mengurangi waktu bersamamu. Tapi kamu harus ingat, setelah kamu menikah kamu mempunyai tanggung jawab untuk menghidupkannya. Jangan biarkan dia tergantung dengan kondisi apapun karena selama dia tinggal dengan keluarganya, dia tidak pernah kekurangan apapun selain penyakitnya."


Qin Chen tersenyum bingung dengan ekspresi pahit mendengarnya langsung. "Coba lihat kemari, sebentar saja."


Selama pembicaraan Qin Chen dan Bai Tianzhi, mereka sudah mendengar banyak tentang mereka berdua namun tidak mengetahui hubungan mereka sampai dimana.


Saat melihat Qin Chen menciumnya, mereka langsung menyadari hubungan mereka sudah berpacaran selama ini!


Selepas beberapa menit berlalu, Qin Chen melepaskannya membuat Bai Tianzhi marah dengannya.


"Lakukan di rumah kalau mau, ini tempat umum bagaimana kalau orang lain melihatnya?"


"Aku tidak peduli, kamu istriku sekarang. Aku menciummu agar kamu tidak khawatir, karena aku orang yang adil melakukan apapun termasuk membagi waktu bersama."


"Hmph! Mulut manis, tidak dapat di bantah sekalipun aku membungkamnya." Balas Bai Tianzhi, ia kesal lalu makan banyak dengan melahap sayuran dan daging membuat tawa tipis-tipis Qin Chen keluar.


"Puft~ Bagaimanapun, kamu sangat cantik dan manis penuh godaan. Aku khawatir saat putra atau putriku lahir nantinya, dia akan mengikutimu." Ujarnya, ia tersenyum sembari memejamkan matanya menopang dagunya dengan tangannya.

__ADS_1


"Setidaknya dia tidak suka menggoda wanita, tidak seperti ayahnya yang suka menggoda wanita lain tepat di depan istrinya sendiri." Jelasnya.


Qin Chen tertawa, ia lalu menyuapinya dan Bai Tianzhi melahapnya.


Setelah makan siang bersama, mereka pergi ke sorum mobil untuk membeli satu mobil yang akan digunakan berpergian kemana-mana tanpa harus mencari taxi.


Sedangkan ketiga saudaranya tengah terdiam dengan air di gelasnya tumpah kebawah tanpa mereka sadari setelah mendengar semua percakapan Qin Chen dan Bai Tianzhi.


Bagaimanapun ini sesuatu yang berada di luar ekspektasi mereka semua, bahkan mereka tidak dapat menyangkal setiap percakapan Qin Chen dan Bai Tianzhi.


Kalau mereka tahu semua ini akan menjadi seperti sekarang, mereka berharap untuk tidak mendengarnya karena rahasia dan hubungan Qin Chen dengan Bai Tianzhi benar-benar berada di luar kekuasaan.


"Bagaimana sekarang?" Tanya Song Yu.


"Bagaimana kalau kita ke tempat yang sepi untuk berpikir sebentar, karena aku tengah syok mengingat percakapan mereka berdua." Ujar Guo Gong.


Zhung Long membeku tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya sampai dimana kedua saudaranya menyadarkan dirinya yang termenung lama.


Ia menoleh kesamping melihat mereka berdua sama-sama syok.


"Sepertinya ... Kita harus memikirkan ini dengan baik-baik, untuk sekarang cari tempat yang nyaman menenangkan diri dan memikirkan tentangnya."


"Kau benar, ayo ke tempat itu."


"Oke."


....


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2