Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 26 : Kembali Ke Kota


__ADS_3

Selepas menghabiskan setengah persediaan makanan, ia melanjutkan perjalanan mencari tanaman herbal di hutan. Sepanjang hari menghadapi bahaya, melawan monster buas bertubuh besar dan monster dengan kelincahan menyerupai suara.


Slash!


[Ding!]


[Pengalihan Jiwa secara paksa masuk kedalam individu di mulai.]


[Bzzzrt! Bzzzrt!]


Qin Chen terbangun lagi dari kematian kelimanya.


"Sistem, apa kerusakan mental bisa di minimalisir?"


[Tidak tuan, selama tuan tidak terpengaruh dengan ketakutan, maka secara otomatis mental tuan akan aman.]


"Bagaimana bisa aman kalau setiap kematian sangat tragis dan konyol. Setidaknya berikan aku kematian yang keren, seperti menyelamatkan wanita lalu di jodohkan sama cucu ataupun putrinya."


[ ... ]


"Sudahlah, ayo lanjutkan!"


Qin Chen melanjutkan tempat tersebut yang penuh dengan darah.


Tubuhnya hancur berantakan, darahnya menyiram tanah seperti lautan. Setelah keluar dari situasi mengerikan, ia melanjutkan perjalanan hingga ia sampai di tempat yang selama ini ia tuju.


Dataran tinggi di penuhi dengan tanaman herbal berbagai bentuk, ia menggunakan mata fenomena digabungkan dengan kemampuan menganalisa.


Seketika ratusan tanaman yang berbeda-beda muncul di depan matanya, ia menggeser dan memastikan satu-persatu tanaman herbal yang dibutuhkan sekarang.


Walaupun begitu, ia tetap mengambil semuanya untuk digunakan di masa depan dan yang dibutuhkan dipisahkan ke dalam box setengah besar.


Selama beberapa menit berlalu, ia berhasil mengambil semua bahan-bahan herbal.


"Waktunya kembali, ini akan membutuhkan satu hari untuk sampai ke kota. Aku sudah berada di hutan selama empat hari dan besok sudah memasuki hari kelima. Persediaan makanan cukup untuk satu hari, dan senjata masih bagus."


[Sistem hanya memperingati satu hal tuan, tuan masuk kedalam hutan melompat ke dalam sungai dari tebing tinggi. Jadi untuk kembali harus mendekati tebing dengan peralatan apa adanya.]


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan tugaa ke-11.]


[Pengalihan : Tubuh Raja.]


[Yas/No.]


"Yes!"

__ADS_1


Seketika ia merasakan tubuhnya di rombak keseluruhan seakan-akan tengah di modifikasi. Qin Chen mengeluarkan darah hitam dari mulutnya, racun yang terpendam dan penyakit lainnya diangkat.


Melihat muntahan itu, ia kembali begegas karena dapat mengundang bahaya besar.


Sepanjang perjalanan kembali, ia memuntahkan darahnya karena tubuhnya masih menyempurnakan diri.


Sampai dimana ia berada di sungai itu dan menyemplung kedalam.


"Segarnya, tubuhku mengeluarkan aroma tidak sedap sepanjang jalan dan—"


Qin Chen menoleh kesamping dimana ikan-ikan pada mati setelah sungai tercemar dengan racun-racun di tubuhnya.


"Apa! Kenapa racun ini sangat mengerikan! Ekosistem sungai mati keracunan tapi anehnya kenapa aku tidak mati mendapatkan racun berbahaya seperti ini. Apa karena aku berprofesi spesialis takdir? Tidak mungkin, racun ini pasti sudah lama karena aku baru beberapa minggu mendapatkan sistem."


Dengan benak supernya, ia menganalisa racunnya sembari berenang ke tepian untuk bersiap-siap mendekati tebing tinggi sebelumnya.


"Sepertinya bisa di hitung kematianku nanti, untuk sekarang aku harus mendekati tebing tinggi dengan tangan dan kaki." Gumamnya, ia sudah siap mental kalau mati kembali disebabkan jatuh.


Tap! Tap! Tap!


Dengan tangannya dan tubuhnya, ia mulai mendekati tebing setinggi 200± Meter. Sistem dibenaknya memulai proses pengalihan saat ia mendapatkan kematian.


Setengah tebing sudah terlewatkan, ia mendaki sembari menggunakan mata fenomena dan kemampuan menganalisa.


"Sialan! Aku buntu sekarang tidak menemukan tempat yang aman. Kalau aku tahu seperti ini, aku akan mempersiapkan tali panjang di atas sana dan bisa mendekati dengan aman tanpa takut kematian." Gumamnya karena baru menganggunya setengah dari puncak tebing.


Brukk!


"Eh!"


Batu di tangannya runtuh mengakibatkan keseimbangan tubuh terganggu, ia kehilangan pegangan dan terjatuh kebawah dengan tangannya mencoba meraih.


Srash!


[Ding!]


[Pengalihan Jiwa secara paksa masuk kedalam individu di mulai.]


Seketika tubuhnya kembali seperti sebelumnya dengan kerusakan mental, ia kembali berdiri seolah-olah tidak pernah terjadi apapun padanya.


"Sebenarnya tinggal 70 meter." Qin Chen lalu menganalisa tempat yang aman untuk mendekati.


"Hampir mencapai puncak tebing, tapi kesengsaraan surga membuatku mendapatkan kematian kelima. Karena tempat ini adalah seribu kesengsaraan surga, maka sudah dipastikan aku mendapatkan kesengsaraan surga."


"Sedangkan— cuacanya sedang tidak mendukung, kalau tidak cepat mendekati tebing aku akan dalam bahaya besar. Sekalipun selamat, tebing membutuhkan dua ataupun empat hari untuk kembali kering dan bisa digunakan. Memutari tebing membutuhkan waktu lama dan bahaya dimana-mana, lebih baik mengambil tempat yang dekat."


Qin Chen mulai kembali mendekati tebing tinggi di depannya dengan tangan dan kakinya.

__ADS_1


Sampai beberapa waktu berlalu hujan badai mengguyur seluruh daratan, ia mendapatkan diri berada di hutan setelah meloloskan diri dari kematian keenamnya.


Tubuhnya ada luka goresan dan itu sangat menyakitkan, lebih baik mati dan tubuhnya akan terbentuk kembali tanpa ada luka dan sehat.


"Kenapa cuacanya berubah menjadi badai? Apa seseorang abadi tengah murka di langit?"


[Tidak tuan.]


"Jalan utama berada di depan sana, sementara untuk ke kota membutuhkan waktu lama karena jaraknya terbilang jauh." Gumamnya, ia terus melangkah keluar hutan dan saat berada di jalan ia tidak melihat siapapun selain kegelapan.


Melangkah tanpa bantuan siapapun, ia membawa barang-barang di dalam tas ditutupi dengan kotak setengah besar. Tangan kanannya menggunakan tongkat untuk menyangga dirinya.


Sampai dimana ia tergelatak tidak mempunyai tenaga.


Tidak lama setelah ia tergeletak, cahaya lampu mobil menyorot ke arahnya. Mobil berhenti di depannya dan seseorang keluar dengan tergesa-gesa mendekatinya.


"Qin Chen! Qin Chen!"


Suaranya terdengar familiar, ia di angkat meskipun berat untuk masuk kedalam mobil ditengah badai hujan deras mengguyur kota besar.


"Bertahanlah, aku akan membawamu kembali ke apartemen." Ucapnya dengan sangat khawatir membawa mobil ke apartemen.


Untuk kedua kalinya ia menemukan Qin Chen dalam kondisi yang tidak baik, ia seperti orang bodoh yang nekat melakukan apapun demi keuntungan besar.


Saat mereka memasuki kota, ia samar-samar melihat orang yang sama seperti Bai Tianzhi tengah membawanya.


Ditubuhnya terdapat selimut tebal melindungi dirinya dari dingin malam. Setelah beberapa waktu berlalu, mereka tiba di apartemen dimana Qin Chen dibawa ke ruangan Bai Tianzhi.


Ia membuatkan teh hangat untuknya, lalu menghidupkan AC.


"Apa yang kau pikirkan dasar bodoh!" Katanya dengan memarahi Qin Chen.


Qin Chen mengangguk kecil ia menyelimuti dirinya dengan kain setelah melepaskan pakaiannya.


Tangannya memegang teh hangat untuk di minum beberapa kali seduhan.


Ia menoleh ke arah kotaknya masih ada di dalam ruangan. "Terimakasih Bai Tianzhi karena menolongku lagi." Dengan suara kecil ia berterimakasih.


"Sudahlah, aku ingin tanya kenapa kau berada di gunung seribu kesengsaraan surga! Sebelumnya kau memintaku uang 100.000 Yuan, lalu meminta izin untuk tidak masuk ke kelas selama satu minggu."


"Aku mempunyai urusan lain sebelumnya, tapi kenapa kau bisa menemukanku?" Tanya Qin Chen.


"Entahlah."


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2