Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 111 :


__ADS_3

Dua minggu kemudian— Qin Chen menunggu di lorong bersama keluarga besar, menunggu kelahiran putrinya yang keempat. Disampingnya, Bai Tianzhi duduk di bangku tunggu sembari mengendong putrinya yang sudah tumbuh besar.


Chloe di sampingnya tengah duduk mengendong putrinya, mereka berdua menunggu kelahiran putri Qin Chen.


"Jangan gugup, suami."


"Hmm ... Aku khawatir dengan Jiang Haozi, karena beberapa hari ini kesehatannya menurun. Walaupun setiap harinya aku sudah mengeceknya dan memberikan bahan-bahan herbal di campur dengan masakan untuk kesehatannya, tapi tetap sama." Jelas Qin Chen terdengar oleh keluarganya.


Bai Tianzhi mengangguk memahaminya, karena beberapa hari ini kondisinya memburuk karena memikirkan sesuatu. Qin Chen tidak tahu karena di dalam analisa matanya tidak ada kesehatan yang memburuk.


"Qin Chen, apa yang sebenarnya terjadi pada Haozi beberapa hari sebelumnya?" Tanya ibunya.


"Aku tidak tahu pasti, setiap harinya aku sudah memberikan kebutuhan untuk kesehatannya dengan bahan-bahan herbal, dan makanan yang sehat untuknya." Balas Qin Chen.


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" Tanya ibunya.


Qin Chen melihat tangannya. "Jangan khawatir, ada aku di sampingnya. Selain aku, tidak ada yang bisa mengambilnya."


Darahnya abadi itu dapat menyembuhkan luka-luka ataupun hal lain sebagainya. Tiba-tiba seorang suster datang ketempat mereka membuat semuanya bertanya-tanya tentang keadaan di dalam sana.


"Selamat atas kelahiran putri anda, tuan. Nona Jiang ada di dalam, dan bisa di kunjungi." Ucap suster.


"Syukurlah, apa kami dapat masuk kedalam untuk melihatnya." Tanya ibunya langsung tanpa basa-basi lagi.


"Ya, keluarga dapat masuk kedalam."


Qin Chen masuk kedalam dengan bahagia melihat Jiang Haozi berada di samping putrinya tengah tidur. Jiang Haozi melihat Qin Chen lalu ia tersenyum seperti menginginkan sesuatu darinya.


Dengan lembut mengusap-usap keningnya, ia memberikan ciuman.


"Itu ... Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk putri kita?"


"Tentu, dia akan manis seperti ibunya." Balas Qin Chen.


Qin Chen menyentuh keningnya, ia lalu tersenyum bahagia. "Qin Xing Yu. Apa kamu tahu kenapa aku memberikan nama itu?"


"Hmm ... "


Dengan lembut menyentuh pipinya, tangan putrinya bergerak memegang tangannya tanpa melihatnya. "Karena dia cantik sepertimu." Ucap Qin Chen.


Dia hanya menggodanya membuat Jiang Haozi langsung mencubit pinggangnya walaupun tengah kondisinya yang belum sehat sepenuhnya.


"Aku hanya bercanda sebelumnya."


"Humph! Kamu selalu begitu."

__ADS_1


Mengusap-usap keningnya, ia lalu berbicara meluruskan apa yang di inginkan Jiang Haozi.


Xing Yu, dia hadir di saat dunia dalam kekacauan. Membawa penerang bagi kehidupan dan kematian, dalam artinya sekarang dia hadir membawa kebahagiaan yang tidak terlupakan.


Mendengar ucapan Qin Chen, Jiang Haozi mengangguk menyetujui nama itu karena sangat cantik.


Dia mengendong untuk pertamanya selama beberapa menit, keluarga besar mengucapkan selamat kepadanya bergantian. Setelah beberapa menit, ia memberikan putrinya ke keluarga Jiang.


Keluarga Jiang tersenyum bahagia mendapatkan cucu manis, mereka menggendongnya dan mencubit pipinya selama beberapa menit berlalu.


"Bagaimana sekarang?" Tanya Jiang Haozi.


Qin Chen yang berada di sampingnya tengah duduk mengenggam tangannya. "Ya, kamu istri yang aku sayangi sekarang."


Mengangguk!


Keduanya mengobrol sepanjang waktu melihat putrinya di gendong ibunya, lalu ia menurunkannya di samping Qin Chen dan Jiang Haozi untuk mendapat foto kelahiran cucu mereka yang membawa kebahagiaan.


Sama halnya dengan Bai Tianzhi sebelumnya mengambil foto dan memasukannya kedalam album keluarga untuk di kenang sewaktu-waktu.


Selepas itu, hari keduanya Jiang Haozi dapat kembali ke rumah dengan melakukan rawat mandiri dengan baik.


Qin Chen duduk di dalam ruangannya mengetik laptopnya dengan cepat karena ia menghandle perusahaan dari rumah.


Disampingnya berkas-berkas dari Zhung Long berada, ia membacanya dan menemukan ada peluang yang bagus untuk ia investasikan dana besar membantu perusahaan di masa depan dengan begitu ia akan mendapatkan keuntungan besar.


[Ding!]


[Tugas Ke-26 Dipicu.]


[Tugas : Perpisahan.]


[Pengalihan : Awal mula perjalanan panjang.]


Qin Chen tertegun karena ia mendapatkan tugasnya muncul secara mendadak.


"Apa maksudnya sistem?"


[Tugas utama, bagaimana kalau tuan lakukan saja dan lihat bagaimana dunia ini berkembang.]


Dengan bingung ia menoleh kesamping. "Angin sejuk dari selatan, pertanda buruk akan sesuatu yang terjadi kedepannya." Gumam Qin Chen.


Dia mendapatkan perasaan buruk setelah mendapatkan tugas utama sistem, matanya bersinar keemasan lalu meredup seperti lampu kekuningan dan menghilang. Sewaktu-waktu dia berada di luar, ia merasakan hembusan angin di luar rumah begitu intens merasuki tubuhnya.


Ketiga istrinya di belakang melihat Qin Chen yang tengah berada di halaman.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan, suami? Jangan lama-lama di luar karena cuacanya sangat dingin beberapa bulan ini. Kalau kamu seperti ini terus, kamu bisa saja tekena demam ataupun flu."


"Jangan khawatir, kalian dapat masuk kedalam rumah lebih dulu, ada yang ingin aku pastikan di tempat ini setelah itu aku akan kembali masuk kedalam."


"Baiklah, segeralah masuk karena di luar sangat dingin."


Qin Chen mengangguk, lalu mereka masuk kedalam ruangan untuk membakar penghangat ruangan. Sementara Qin Chen, ia masih menganalisa data di depannya dengan mata fenomena dan kemampuan menganalisa.


Setelah beberapa menit berlalu, ia masuk kedalam ruangan dan duduk.


"Apa yang kamu cari di luar?"


Qin Chen diam beberapa menit mengamati data mereka bertiga berubah dratis setelah mendapatkan tugas dari sistem. Di matanya, kematian Bai Tianzhi hanya menunggu waktunya.


Bai Tianzhi yang mendapatkan tatapan Qin Chen, ia gelisah dan bertanya-tanya kepadanya kenapa dia melihatnya dengan tatapan yang khawatir.


Menolak memberitahunya, karena hanya dia yang bisa melihat data kematian seseorang dengan matanya.


Jiang Haozi mengamati matanya ada sesuatu yang besar, itu bukan kebahagiaan melainkan sebuah masalah besar akan muncul.


Saat malamnya, semua istrinya tidur dan Qin Chen duduk di ruangan tengah membaca buku tentang alkemis. Selama berjam-jam ia duduk dengan di temani teh hangat yang ia buat sendiri dan sekarang tinggal setengahnya.


Di tangga-tangga, Jiang Haozi memperhatikan Qin Chen yang serius membaca buku di ruangan tengah lantai bawah, ia turun dan kebelakang membuatkan teh untuk menemaninya.


Selepas itu, ia datang menemui Qin Chen hingga mengejutkannya.


"Apa yang kamu baca malam-malam seperti ini tanpa mengatakan pada kami." Tanya Jiang Haozi.


Qin Chen buru-buru menyembunyikan buku tersebut karena tidak ingin Jiang Haozi mengetahuinya. Melihat reaksi Qin Chen, ia menyadari kalau Qin Chen menyembunyikan sesuatu dari mereka bertiga sebagai istrinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya membaca novel bagus. Kamu ingin tahu apa yang aku baca sekarang?"


"Tidak, aku hanya penasaran kenapa kamu malam-malam seperti ini baca buku di lantai bawah. Kadang kamu baca di ruangan kamar sambil melihat kami, apa sekarang kamu bosan?"


Qin Chen tersenyum, ia mengambil minuman yang Jiang Haozi buat.


"Aku hanya membaca novel Gairah Menantu Perempuan. Ceritanya bagus, karena karakter utamanya wanita yang dimana suaminya berselingkuh tiga bulan dengan asisten pribadinya. Karena itu, wanita itu membalasnya dengan cara menjadi ibu tirinya." Balas Qin Chen.


"Huh? Apa itu artinya, dia menikah dengan ayah dari suaminya?"


"Benar, ada banyak scandal yang menarik. Tapi ini tidak cocok denganmu, aku tidak akan memberikannya."


Jiang Haozi cemberut dan duduk di sampingnya, ia menyederkan kepalanya ke pundak Qin Chen.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2