Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 113 :


__ADS_3

Sorenya— tanpa mendapatkan apapun setelah setengah hari membaca buku di perpustakaan kota. Qin Chen dan lainnya pergi ke restoran untuk makan bersama, memesan banyak makanan untuk putrinya agar gemuk dan mendapatkan banyak protein.


"Sudah banyak buku yang kita baca, tidak ada satupun buku yang menjelaskan tentang ramuan keabadian. Apa yang ingin kamu lakukan kalau sudah menemukan buku yang kamu cari?" Tanya Jiang Haozi.


"Aku? Ada yang ingin aku lakukan sebelum waktunya, kalian dapat beristirahat dan mengabaikan aku." Balas Qin Chen, ia tidak makan karena tengah menyuapi keempat putrinya dengan masing-masing makanan yang khusus untuk anak kecil.


Ketiga istrinya makan dengan menikmatinya, ia melihat Qin Chen yang tengah merawat putrinya dan mereka cemburu.


"Apa hanya putrinya saja yang di suapi? Bagaimana dengan ibunya? Apa tidak mau menyuapinya." Tanya Bai Tianzhi, ia sedikit cemberut kesamping.


Qin Chen tertawa lalu mencubit hidungnya. "Kalian bisa malamnya, untuk sekarang putriku."


"Hmm ... "


Drink! Drink!


Jiang Haozi langsung membuka handphonenya, dan mendapatkan pesan dari keluarganya. "Kalau kamu mau mencari tentang ramuan keabadian, aku sudah bertanya-tanya pada ayah dan dia bilang mengetahui orang yang mungkin bisa membantumu menemukan buku tentang ramuan keabadian."


"Apa kamus serius?"


"Ya, kamu dapat menemui ayahku besok sembari membawa cucunya. Mereka pasti ingin bertemu dengan Ye'er." Balas Jiang Haozi.


"Bagus, aku akan ke sana. Kalau kalian ingin ikut kalian dapat ke rumah keluarga Jiang sembari bermain dan menungguku selesai mengobrol dengan Paman Jiang."


"Ya, aku akan ikut untuk mengawasimu. Chloe akan ikut juga karena dia akan memata-mataimu agar tidak pergi kemana-mana."


Selema makan bersama mereka mengobrol, lalu kembali ke rumah untuk beristirahat.


Paginya— Seluruh keluarga berkumpul di rumah besar Keluarga Jiang. Mereka duduk di ruangan tamu, sementara Qin Chen berada di ruangan Paman Jiang dengan ornamen kuno dimana-mana.


"Apa kau sudah melihatnya?"


"Ya, ornamen kuno ini seperti mengandung kekuatan spiritual. Apa Paman Jiang diam-diam seorang Taoisme? Mengumpulkan barang-barang kuno dan mempelajari keabadian?" Tanya Qin Chen.


"Entahlah, aku hanya seorang kolektor yang mengangumi sejarah kaisar. Ayah mendengar kalau kau sedang mencari buku tentang sejarah ramuan keabadian? Apa benar." Tanya Paman Jiang.


"Ya, aku membutuhkan buku itu untuk suatu hal. Kalau ayah tahu dimana buku itu ada, katakan padaku dimana buku itu ada? Dimanapun itu, aku akan pergi untuk mendapatkannya."


Melihat matanya yang serius, Paman Jiang menggelengkan kepalanya. "Ada seorang biksu di gunung surga, dia seorang pertapa yang sudah hidup ratusan tahun lamanya. Ada yang bilang dia adalah abadi dunia dengan pengetahuan dari zaman kaisar dan mengetahui yang sedang kau cari."


Qin Chen lalu mendekatinya dan duduk di depan Paman Jiang.

__ADS_1


"Bisa ayah jelaskan padaku?"


"Tidak banyak yang ayah tahu, karena ayah hanya mendengar dari beberapa teman ayah. Kalau kau mau kesana, ayah akan mengantarmu sekaligus ingin melihat bagaimana pertapa yang banyak di bicarakan orang-orang."


"Tidak masalah, keselamatan ayah aku akan menjaminnya, aku akan bilang pada istriku untuk tinggal di tempat ini karena ada ibu yang bisa menjaga mereka bertiga."


"Ya, kau dapat lakukan itu."


Qin Chen buru-buru kembali ke ruangan tengah melihat ketiganya bermain dengan putrinya masing-masing dengan keluarga besar. Qin Chen yang datang ke tempat ini mengejutkan mereka bertiga.


"Apa sudah selesai?"


"Belum, aku ke sini untuk minta izin dengan kalian kalau aku akan pergi beberapa hari bersama ayah ke gunung untuk mencari apa yang aku cari. Untuk itu, aku minta kalian untuk tinggal di rumah ini selama aku pergi, karena di sini adalah ibu mertua yang bisa menjaga kalian."


"Apa kamu harus pergi? Apa tidak bisa tidak pergi?"


"Tidak bisa, ini adalah yang aku cari untuk sekarang. Untuk itu, aku harap kalian tinggal di rumah ini sampai aku kembali." Balas Qin Chen.


Ibu Jiang melihat ke arah Paman Jiang dengan tatapan bingung, lalu ia mengangguk dan membiarkannya.


Ketiganya menolak tapi Qin Chen tidak dapat berhenti karena keselamatan Bai Tianzhi ada pada tangannya. Selama beberapa jam kemudian, pada akhirnya mereka melepaskan Qin Chen untuk pergi mencari apa yang ingin dia dapatkan.


"Seharusnya ini adalah gunung yang di bicarakan, kita akan melewati jalan setapak ini menuju ke atas. Katanya ada banyak binatang buas dan monster ganas, ayah sudah membawa perlengkapan kemah dan senjata api untuk berjaga-jaga."


"Terimakasih ayah."


"Lupakanlah, ayah tidak tahu apa yang membuatmu melakukan ini, tapi sepertinya ini adalah hubungannya dengan istrimu. Karena itu, ayah akan ikut membantumu selama ayah bisa membantu."


"Terimakasih."


Qin Chen dengan ayah mertuanya pergi ke puncak gunung, dengan katana di tangannya ia pergi kedalam hutan dengan ayah mertuanya.


"Untuk sampai ke atas sana, butuh tiga hari tanpa halangan. Dan butuh seminggu kalau mendapatkan masalah di tengah perjalanan, bagaimanapun tempat ini sangat berbahaya, untuk sampai ke atas akan ada banyak hewan buas."


"Ya ayah, aku akan mewaspadai hal tersebut."


"Bagus, seharusnya dengan cuaca panas seperti ini tidak akan terjadi apapun di malamnya."


Mengangguk!


Pertengahan jalan, suara semak-semak semakin keras dan mendekat dengan telapak kaki yang dapat menggetarkan tempat mereka berada. Seekor gorila besar berjalan dengan tenang mengamati sekitarnya sewaktu merasakan keberadaan seseorang.

__ADS_1


Tap!


Satu langkah kakinya sebesar 2 meter itu merupakan monster besar pertama kali Qin Chen lihat dan Paman Jiang.


"Apa ini Giant Ape? Dengan tubuhnya yang sebesar itu, ayah yakin dia adalah Giant Ape Seribu tahun."


"Apa maksud ayah?"


"Banyak di catatan keluarga mengenai monster-monster dunia ini, salah satunya adalah Giant Ape yang merupakan monster dengan tubuh besar." Balas Paman Jiang.


Qin Chen yang tidak tahu apapun ia mengangguk, lalu secara diam-diam melewati tempat Giant Ape berada.


"Berhadapan langsung dengan Giant Ape sama dengan mencari kematian. Senjata api tidak dapat menembus kulitnya, apa lagi membuat goresan, itu hanya bisa gores dengan balistik ataupun nuklir."


Qin Chen tercengang mendengarnya, bagaimana bisa satu hewan buas harus menggunakan sebuah nuklir untuk mengalahkannya. Seperti melawan monster yang ada di serial televisi, Godzilla.


'Sistem, ngomong-ngomong kekuatanku apa setara dengan monster itu?'


[Melebihi tuan.]


'Bagus, kalau begitu tidak ada yang perlu di khawatirkan.'


Melanjutkan perjalanan sampai sorenya mereka berkemah di samping tebing, karena tempat itu yang aman dibandingkan tempat lainnya.


"Ambil ini untuk kau baca."


Ayah mertuanya memberikan sebuah peta yang merupakan tempat mereka berada sekarang, melihat dari peta tersebut mereka masih membutuhkan dua hari untuk sampai ke puncak gunung dengan medan berat.


"Selanjutnya, kita akan melewati jurang ini?"


"Benar, medan di sana sangat curam dan dalam kalau kita mengambil jalur memutar, kita akan berpapasan dengan hewan besar sebelumnya. Dan kemungkinan tidak mempunyai kesempatan untuk hidup."


"Lebih baik ambil resiko lewat jurang, selama cuaca panas itu tidak akan terjadi masalah. Kalau semisal cuaca berubah, kita akan berkemah di tempat ini hingga cuaca berubah kembali."


"Itu bagus." Paman Jiang memberikan daging yang di bakar untuk Qin Chen. "Makanlah, setelah itu beristirahat."


"Terimakasih."


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2