
Qin Chen bingung dengan Jiang Haozi, namun ia membalasnya sembari mengusap lembut kepalanya. "Apa yang membuatmu malam-malam seperti ini turun kebawah?" Tanya Qin Chen.
"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu yang membuatku terbangun."
"Apa itu? Katakan padaku, mungkin aku bisa membantu."
Jiang Haozi menoleh kearahnya dan melihat matanya langsung. "Suami, ada yang kamu sembunyikan dari kami bertiga, kamu bisa menyangkalnya namun tidak dengan matamu dariku."
Tertegun mendengarnya.
"Apa yang kamu katakan?"
"Aku hanya ingin bertanya, apa yang kamu sembunyikan sampai-sampai kamu melihat Bai Tianzhi dengan tatapan khawatir. Aku tidak pernah melihatmu menatapnya dengan tatapan itu, seperti kamu mengkhawatirkan sesuatu."
"Kamu ingin tahu?"
Mengangguk!
"Tidak boleh, kamu tidak boleh mengetahuinya."
"Ha! Lupakanlah, kamu tidak mau memberitahukan kepada istrinya, aku mau tidur tapi lelah untuk bergerak. Jadi, apa kamu bisa antar aku ke kamar?"
"Tentu."
Qin Chen membawanya ke kamar dan menurunkannya, lalu menyelimutinya dengan kain dan Qin Chen duduk di sampingnya memperhatikan ketiganya tidur.
Sepanjang malam ia membaca buku alkemis mencari cara untuk membuat keabadian. Namun sayangnya tidak pernah ada di buku tersebut, prinsip keabadian hanya ada di dunia mitos dan khayalan manusia.
Tidak ada yang abadi selain langit!
Sebulan kemudianā Setiap harinya keluarga besar Jiang ataupun Bai datang untuk bermain dengan cucu mereka, bahkan hampir setiap minggunya mereka pergi ke rumah keluarga besar untuk berkunjung.
Hanya Chloe Evening yang sendiri tanpa adanya keluarga, Qin Chen memperhatikannya dan memberikan kehangatan keluarga sembari mengendong putrinya.
"Apa kamu kangen dengan kampung halamanmu?" Tanya Qin Chen.
"Hmm ... Saya sedikit merindukan kampung halaman, tuan. Apa saya bisa kembali setelah seminggu ini? Saya ingin ke tempat pemakaman keluarga saya."
"Ya, kita akan kesana bersama-sama. Aku akan menyiapkan tiketnya dan bisa kesana sekalian berliburan."
"Baik tuan."
__ADS_1
Qin Chen tidak dapat membatah panggilan yang Chloe berikan, karena ia sudah berulang-ulang mengatakan kalau Chloe dapat memangilnya dengan sebutan keluarga tapi dia tetap menolaknya.
Saat matahari terbenam, ia menulis sesuatu di atas buku biasa dengan kalimat, aku akan kembali.
Ketiga istrinya melihat kalimat tersebut menjadi bingung karena Qin Chen secara naluri menuliskan kata itu di atas buku kosong yang terletak di tengah-tengah lembaran buku tebal.
"Apa yang dia tulis?"
"Aku akan kembali?" Kata Bai Tianzhi.
Ketiganya bingung lalu mengintip ke bawah Qin Chen tengah membaca buku yang misterius karena sepanjang harinya, ia terus membaca buku yang bukan tentang novel ataupun artikel-artikel lain.
Melainkan buku tentang sejarah dan lain sebagainya.
"Dari kemarin dia seperti menyembunyikan sesuatu dari kita, aku sudah bertanya-tanya tentangnya tapi tidak di balas. Apa mungkin dia selingkuh lagi diam-diam?" Ucap Jiang Haozi.
Bai Tianzhi dan Chloe menggelengkan kepalanya, karena sikapnya berbeda dengan berselingkuh.
Mereka turun kebawah dan melihat Qin Chen buru-buru menyembunyikan buku yang ia baca sebelumnya.
"Sebelumnya, apa kamu akan pergi?"
"Ya, aku akan pergi ke perpustakaan untuk hari ini mencari sesuatu. Kalian bisa beristirahat di rumah sampai aku kembali, kalau ingin keluar kalian bisa keluar."
Qin Chen buru-buru membawa bukunya keluar rumah selepas mengecup kening satu-persatu dengan adil. Dia pergi ke perpustakaan kota dengan mengendarai kendaraan pribadi berwarna merah.
Sesampainya di sana, ia masuk dan mendekati wanita resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Aku sedang mencari buku sejarah lengkap."
"Sejarah lengkap, tuan silahkan naik ke lantai tiga di bagian barat tuan akan ketemu lemari dengan urutan nomor 3.980 hingga 4.500 di sana adalah tempat buku sejarah lengkap." Balas wanita resepsionis.
"Terimakasih."
Begegas naik ke atas menggunakan tangga, dia berada di lantai tiga dengan tumpukan buku seperti gunung di lemari besar. Qin Chen menggunakan matanya memilih buku-buku yang berhubungan dengan sejarah karena dia tengah mencari ramuan keabadian agar istrinya tidak ada yang berpisah.
Sementara itu, setelah Qin Chen beberapa waktu di dalam perpustakaan, ketiga istrinya dengan putrinya pergi ke perpustakaan untuk menyelidikinya.
Di samping mereka ada pelayan yang di bawa dari kediaman keluarga Jiang untuk membantu mengendong satu putri Bai Tianzhi.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Kami sedang mencari pria tingginya sekitar kami, dengan wajah tampan. Kalau tidak salah dia masuk satu jam yang lalu, apa ada orang seperti itu di sini?" Tanya Jiang Haozi.
"Satu jam yang lalu, nona bisa pergi ke lantai tiga. Karakteristik yang nona berikan sesuai dengan orang yang berada di lantai tiga satu jam yang lalu."
"Terimakasih."
Ketiganya begegas ke lantai tiga untuk memastikan sesuatu, saat berada di sana mereka melihat Qin Chen yang terduduk di lantai dengan tumpukan buku-buku sejarah di sampingnya, ia membaca dengan begitu teliti sampai-sampai tidak menyadari keberadaan mereka bertiga.
Ada 50+ buku di sampingnya belum ke baca, dan saat mereka mendekatinya ia langsung sontak terkejut.
"Kalian! Kenapa kalian berada di sini? Bukankah sudah aku katakan untuk di rumah dan beristirahat?"
"Kami baru selesai belanja dan mengingat kamu di perpustakaan, kami langsung begegas ketempat ini dan mengecek sesuatu apa yang kamu lakukan di perpustakaan dengan buku-buku sejarah ini?"
"Benar, kemarin tidak mau mengatakan pada kami sekarang bersembunyi-sembunyi membaca buku sejarah."
Hanya Chloe yang diam tidak mengatakan apapun, karena kedua istri tua tengah berbicara dengan nada keras. Qin Chen langsung menutup bibir mereka dengan tangannya karena ini perpustakaan.
"Jangan bicara kencang-kencang, ini perpustakaan."
Mengangguk!
Qin Chen melepaskan tangannya, dan melihat putrinya mencoba merangkul-rangkul Qin Chen duluan dibandingkan ibunya. Sampai dimana ia terjatuh di pelukan Qin Chen dan terduduk di atas dadanya menepuk tubuh Qin Chen dengan tangan kecilnya.
"Apa yang sebenarnya kamu cari?" Tanya Bai Tianzhi.
Ia menoleh kesamping dan menghela napas sembari mengendong dua putrinya dan memangku dua putri lainnya. "Aku sedang mencari sejarah keabadian, tentang ramuan keabadian di masa Kaisar Qin."
"Ramuan keabadian? Apa ada hal seperti ini di dunia? Kalau memang benar ada, manusia di masa lalu tidak mungkin mati dalam peperangan besar." Jelas Jiang Haozi.
"Ini hanya spekulasiku, aku membutuhkan sejarah itu untuk sesuatu yang penting. Setelah aku ketemu, aku akan melakukan riset tentang ramuan keabadian." Balas Qin Chen.
Ketiganya menghela napas lalu duduk dengan tenang membuka masing-masing buku, mereka membacanya membantu Qin Chen. Qin Chen yang melihat hal tersebut tidak dapat mengatakan yang sebenarnya kalau Bai Tianzhi akan pergi dalam waktu dekat, dengan waktu yang di berikan itu Qin Chen ingin mencari ramuan keabadian.
Membaca sembari mengurus keempat putrinya, Qin Chen di coret-coret di wajahnya karena mereka begitu usil.
...
*Bersambung ...
__ADS_1
Note : Lagi pusing mikirin cuan tahun baruš„