Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 32 : Jiang Haozi, Menikahlah Denganku!


__ADS_3

Kediaman Keluarga Jiang.


Setibanya di kediaman keluarga besar Jiang, Qin Chen dan Bai Tianzhi masuk kedalam kediaman besar di sambut oleh pelayan cantik membawanya ke ruangan makan. Didalam kediaman besar ini terbentuk seperti Istana Prancis di zaman kuno, mewah dan megah.


Arsitektur modern dengan barang antik terpampang di dinding ataupun didalam meja kaca sepanjang ruangan.


Menghadapi kekayaan besar, ia menelan ludahnya karena tidak mempunyai tempat tinggal seperti ini. Bahkan ia belum pernah masuk kedalam kediaman temannya, ini pertama kalinya.


Dengan hebatnya mental Qin Chen, ia menenangkan dirinya untuk bertemu dengan calon istri di rumah ayah mertua. Bayang-bayang kehidupan masa depannya sudah sangat dekat.


Namun tiba-tiba Bai Tianzhi menghancurkan semuanya.


"Apa yang kau gumamkan? Jangan berpikir untuk melakukan hal aneh di tempat ini, atau aku sendiri yang akan melaporkanmu kepada Paman Jiang."


"Sigh! Tidak mempunyai perasaan seperti biasanya, setidaknya hari ini bantu aku mendapatkan hati mertua. Aku sudah lama sendiri, takutnya semakin agresif dan menelan tetangga apartemen."


"Huh! Dasar mes*m seperti biasanya, aku tidak mau membantumu karena kau mes*m." Dengan dingin membalasnya, ia membuat hati kecil Qin Chen hancur berkeping-keping.


Harapannya runtuh seakan tidak dapat disembuhkan kembali, mereka berdua mengobrol sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di depan ruangan.


"Tuan dan nona berada di dalam tengah menantikan Tuan Chen dan Nona Bai." Pelayan itu dengan lembut membuka pintu ruangan makan dimana Qin Chen dan Bai Tianzhi masuk kedalam ruangan yang berbeda dari ruangan makan pada umumnya.


Qin Chen memastikan tempat ini bukanlah istana sungguhan karena sangat mewah, kantongnya yang kering hanya tersisa 1 Yuan membuatnya gugup memandang masa depannya.


'Masa depan yang aku bayangkan hancur, hatiku sangat sakit. Aku tidak kaya, bagaimana bisa menghidupkan Jiang Haozi dengan makanan kelas atas seperti ini. Bahkan aku sendiri harus makan di warteg pinggir jalan.' Batinnya.


[ ... Hahahaha! Salah siapa membayangkan masa depan dengan Nona besar keluarga kaya. Satu-satunya Pewaris Jiang Corporation dengan aset kekayaan ±20 Miliar Yuan.]


Mata semua orang memperhatikan Qin Chen yang tengah menyentuh dadanya, ia lalu di dorong Bai Tianzhi untuk bergerak karena ia termenung sedari tadi.


"Ada apa Bai Tianzhi?"


"Kita berada di depan Paman Jiang. Dimana sikapmu, cepat beri hormat kepada untuk Paman Jiang."


Bai Tianzhi langsung menggunakan tangannya menundukkan kepala Qin Chen memberikan hormat kepada orang yang lebih tua. Disana, Jiang Haozi tertawa melihat tingkah Qin Chen yang kaku seperti baru pertama kalinya.


"Sudahlah, ayo duduk." Paman Jiang memintanya untuk duduk di kursi masing-masing.

__ADS_1


"Terimakasih Paman Jiang."


Bai Tianzhi mendorongnya untuk berada di samping Paman Jiang, sementara ia akan duduk disamping Jiang Haozi. Bai Tianzhi sudah terbiasa dengan ini, karena sewaktu di universitas ia sering ke tempat ini untuk bermain maupun makan.


Sekarang, ia bahkan seperti tuan rumahannya membuat Qin Chen mati rasa.


"Sebelum itu, Paman mengucapkan penuh terimakasih banyak kepada kalian berdua, Qin Chen dan Bai Tianzhi. Tanpa kalian, mungkin Paman tidak dapat melihat putri Paman kembali."


"Tidak apa-apa Paman Jiang, Jiang Haozi sudah seperti saudariku. Ramuan sebelumnya di buat oleh Qin Chen semalaman, karena aku berada disampingnya malam itu menemaninya membuat ramuan herbal sebelumnya." Balas Bai Tianzhi.


"Begitu. Terimakasih banyak Qin Chen, karenamu Paman bisa melihat Jiang Haozi kembali." Katanya sedikit menundukkan kepalanya kearah Qin Chen.


"Ti- Tidak apa-apa Paman, tolong angkat kepala anda kembali. Aku tidak pantas menerima pujian dari Paman." Qin Chen mati rasa dan bahkan ia gugup saat bicara dengan Paman Jiang.


Jiang Haozi tertawa kecil melihat Qin Chen gugup, bahkan Bai Tianzhi ikut tertawa.


"Kenapa kamu gugup, Qin Chen? Anggap saja seperti rumahmu sendiri." Jiang Haozi tersenyum manis membuat Qin Chen langsung terpana dan menoleh kesamping menyentuh dadanya.


"Dia sangat manis!" Gumamnya sembari menahan dadanya yang hampir lepas.


"Kamu sangat berani, di depan ayahku apa kamu berani menggodaku? Kamu bisa dalam masalah besar nantinya, ada seratus orang mencoba menggodaku dan berakhir menyakitkan."


Qin Chen menelan ludahnya, ia sudah mendapat bayang-bayang masa depannya runtuh karena tidak mempunyai uang menghidupkan satu istri.


Ia langsung menoleh kesamping dengan tenang karena ia bukan pria yang mudah menyerah dengan sesuatu.


Mengambil napas panjang, ia membuat ketiganya bingung.


Pikirannya kosong tidak dapat berfungsi dengan baik, lalu matanya penuh dengan harapan besar. Tatapan matanya itu membuat Jiang Haozi kebingungan, dan secara tiba-tiba ia bicara.


"Jiang Haozi, menikahlah denganku!"


Eh!


Keempatnya bingung mendengar termasuk ia sendiri.


"Bocah apa yang kau katakan sebelumnya! Cepat ulangi apa yang kau katakan, aku tidak mendengarnya dengan baik." Paman Jiang langsung menghentakkan tangannya ke atas meja membuat mereka bertiga terkejut.

__ADS_1


"Berakhir sudah! Bocah bodoh ini membuat keributan lagi." Bai Tianzhi menggerakkan kepalanya menyerah karena Qin Chen benar-benar gila.


Sedangkan Qin Chen bingung, ia mengatakannya langsung tanpa memikirkan apapun di benaknya. Kalimat itu muncul dan langsung ia lepaskan keluar membuat kejutan besar.


"Pa- Paman ... Aku tidak ber—"


"Ulangi apa yang kau katakan sebelumnya!"


Penjelasannya di potong, ia membeku tidak karuan karena masuk kedalam sarang naga yang berbahaya. Dompetnya menangis mengalami sesak napas perlu mendapat pertolongan pertama.


Menghidupkan nona besar membutuhkan uang yang banyak kalau tidak, mau dikasih makan apa masa depannya? Batu!


"I- Itu ... " Qin Chen curi-curi pandang kearah Jiang Haozi menutup wajahnya karena malu mendengarnya langsung dari Qin Chen.


Mendapatkan perasaan itu, ia memalingkan wajahnya menahan dadanya yang hampir lepas. Jiang Haozi begitu manis saat ia tengah malu-malu kucing, bahkan ia ingin menggodanya lagi.


Tapi sekarang tengah berhadapan dengan hidup dan matinya, di sampingnya aura membunuh menyelimuti Paman Jiang.


Glup!


Menelan ludahnya sendiri, ia dengan menahan gugup untuk bicara. "Paman, biarkan aku menikah dengan Jiang Haozi!"


Bai Tianzhi memalingkan wajahnya mengambil minuman karena ia tidak sanggup menahan rasa malunya. Walaupun Qin Chen yang mengatakannya, ia bisa merasakan malu karena ia adalah Profesor yang mengajar Qin Chen.


Tuk! Tuk! Tuk!


Tangannya sudah mengetuk sebanyak empat puluh kali di atas meja, ia menatap tajam kearahnya dengan aura membunuh membuatnya merinding dengan rintik-rintik keringat dinding.


Ia menoleh kesamping melihat Jiang Haozi tengah malu-malu menutupi wajahnya setelah mendengar perkataan Qin Chen. Walaupun ia sadar usianya dengan Qin Chen berbeda jauh, karena ia sekarang berusia 28 tahun yang segara memasuki usia 29 tahun, dua bulan lagi.


Sudah waktunya untuk mencarikannya suami yang layak dan cocok untuknya.


Sekarang, secara spontan ia mendengarnya langsung dari mulut Qin Chen mengatakan bahwa ia akan menikahi Jiang Haozi!


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2