Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 89 : Ngidam Ditengah Malam


__ADS_3

Malamnya—


Selepas pulang menyelesaikan masalah di perusahaan, ia kembali di sambut kedua istri mudanya yang tengah menyelesaikan masakan. Qin Chen mencium aroma tersebut dari luar kediaman, sewaktu ia masuk kedalam ia merasakan sensasi godaan masakan tersebut sama seperti godaan mereka berdua begitu intens.


Bai Tianzhi dan Jiang Haozi melihatnya— mereka lalu memberikan ciuman selamat datang kepada Qin Chen. Dengan tenang, ia duduk di siapkan lauk pauk dari Jiang Haozi karena Bai Tianzhi membutuhkan banyak istirahat.


"Cobalah, aku dan Tianzhi sudah menyiapkan masakan rumah. Ditambah, aku tidak tahu makanan favoritmu, karena itu aku membuatkan banyak masakan bersama Tianzhi." Ucap Jiang Haozi.


"Aku menyukai semua makanan, sementara makanan favoritku sudah aku dapatkan sebelumnya."


Jiang Haozi malu-malu duduk, ia sudah memberikan masakannya dan duduk bersama dengan Qin Chen. Qin Chen mencobanya, dan merasakan masakan tersebut sangat lezat sampai-sampai lidahnya tidak dapat di hentikan.


"Sangat lezat." Mengambil daging bakar, ia mencoba mengunyahnya. "Lembut dan bumbunya terasa di lidah."


"Bagaimana dengan bibirku? Apa sebanding dengan daging bakar yang kamu makan?" Tanya Jiang Haozi.


Qin Chen meliriknya, lalu mencium bibirnya langsung lalu mencium bibir Bai Tianzhi agar impas keduanya. "Bibir kalian lebih nikmat dari apapun. Jadi jangan membawa pertanyaan yang sudah pasti aku akan memilih kalian berdua."


"Humph! Suka menggoda dan bertindak cepat mengambil keuntungan." Bai Tianzhi cemberut mengambil lauknya dan memakannya.


"Aku akan bertanggung jawab, bagaimana keadaanmu? Ini sudah hampir memasuki bulan ketiga untuk mengecek kondisimu? Bagaimana besok kamu ke rumah sakit mengecek kondisi dengan Haozi? Aku hendak masuk ke universitas menyelesaikan proyek yang aku bangun disana."


"Aku akan ke rumah sakit untuk mengecek kondisiku. Kamu dapat ke universitas menyelesaikan tugasmu dan mendapatkan sertifikat kelulusan." Balas Bai Tianzhi.


"Hmm."


Selepas makan bersama berlalu, Qin Chen duduk di mejanya membuka laptop untuk mencari sesuatu. Jiang Haozi dan Bai Tianzhi berada di atas tempat tidur tengah tertidur pulas di tengah malam.


Tiba-tiba Bai Tianzhi terbangun, ia mengejutkan Qin Chen yang tengah membaca artikel di dalam laptopnya.


"Ada apa kamu terbangun di tengah malam?" Tanya Qin Chen.


Bai Tianzhi dengan mata kaca-kaca melihat Qin Chen. "Aku ingin makan manisan." Katanya, ia mengejutkan Qin Chen.

__ADS_1


"Huh! Ini sudah malam, kalau kamu makan manisan sekarang, aku khawatir kamu tidak akan bisa tertidur sampai paginya. Itu bisa membuatmu sakit, besok pagi saja aku akan membelikan manisannya." Balas Qin Chen.


Qin Chen yang berada di sampingnya, ia melihat mata Bai Tianzhi yang berkaca-kaca memohon dengan memegang tangannya dengan erat membuat Qin Chen tidak dapat menolaknya.


"Aku mohon, suami. Aku ingin memakan manisan malam ini, apa tidak boleh? Ini anakmu yang memintanya langsung, apa kamu tega membiarkannya menahan lapar di tengah malam seperti ini?"


Qin Chen menelan ludahnya, ditengah malam meminta manisan, Qin Chen menghela nafas panjang. "Baik-baik, aku akan memberikan manisan untukmu. Sekarang tunggulah, aku akan menyiapkan manisannya."


"Terimakasih."


Dengan kakinya melangkah ke dapur, Qin Chen mengambil bahan-bahan di dapur. Buah-buahan tersebut sudah di cuci hingga bersih dan ia membuatkan manisan buah yang Bai Tianzhi minta sekarang.


"Ha! Istri mengidam manisan di tengah malam?!" Qin Chen membuatkan manisan hingga beberapa waktu berlalu.


Setelah itu, ia kembali ke kamarnya melihat Bai Tianzhi sudah menunggu, ia meletakan di atas meja dan memberikannya. "Makanlah, tapi pelan-pelan karena sudah malam."


"Hmm ... "


Dengan cepat ia mengambil manisan dan mencoba, matanya berbinar-binar dengan senyuman bahagia mendapatkan manisan buah yang ia inginkan sekarang. Qin Chen yang melihatnya ikut tersenyum, ia duduk di sampingnya menemani Bai Tianzhi makan.


"Bagaimana sekarang? Apa masih ada lagi yang ingin kamu makan?"


"Hmmm ... Sepertinya aku ingin minuman yang manis." Bai Tianzhi langsung melihatnya dengan memohon agar dikabulkan.


"Baiklah, ini untuk anakku dan kamu. Aku akan memberikan minuman manis." Balas Qin Chen, ia kembali ke dapur menyiapkan minuman yang dimintanya.


Setelah itu ia kembali ke kamar memberikan minuman manis, teh susu. Bai Tianzhi mengangguk menikmati secangkir teh susu di malamnya, ia tidak memikirkan berat badannya karena ia akan tetap ideal setelah berolahraga dipaginya.


Qin Chen yang duduk di depan membuat Bai Tianzhi merasa bahagia karena Qin Chen menurutinya. Karena ingin membalasnya, ia meletakkan gelas di tangannya ke atas meja dan menarik Qin Chen hingga kedua bibirnya bersentuhan.


Mempermainkan bibirnya dengan baik, Qin Chen menyentuh punggungnya melepaskan sesuatu yang menyangkut di belakangnya hingga membuat Bai Tianzhi merasakan sesuatu.


Meraba dari bawah, ia menyentuh gumpalan lemak di dengan lembut membelainya memberikan suara manja. Jiang Haozi yang tertidur di sampingnya sedikit bergerak karena mendengar suara Bai Tianzhi.

__ADS_1


Selang beberapa menit, keduanya melepaskan diri melihat satu sama lainnya.


"Apa ini balasan?"


"Hmm ... Terimakasih banyak karena memberikan aku manisan di tengah malam. Tapi kamu menyentuh di bagian mana? Jangan menekannya, atau Jiang Haozi akan terbangun dari tidurnya."


"Lupakan, aku ingin menyentuhnya untuk beberapa waktu karena aku tidak bisa mendapatkanmu."


"Sigh! Dasar mulut manis, hanya untuk kali ini kamu boleh menyentuhnya."


Qin Chen mengigit lehernya dan langsung mengeluarkan suara erangan lembut yang keluar dari bibir Bai Tianzhi. Ia langsung memukul Qin Chen karena menyentuh puncaknya.


Selama beberapa waktu berlalu, ia membuat Bai Tianzhi tersengal-sengal di tempat tidurnya. Qin Chen berada di tengah-tengah, ia membiarkan Bai Tianzhi tertidur di lengannya bersama Jiang Haozi.


"Jangan katakan apa yang terjadi malam ini padanya, karena aku malu."


Qin Chen mencium keningnya dan menariknya untuk mendekatinya. Tanpa kewaspadaan sama sekali, mereka berdua langsung mengigit lehernya, Qin Chen ingin bersuara namun itu balasannya.


Paginya—


Sewaktu terbangun, ia berada di depan cermin di ruangannya. "Ditengah malam, aku mendapatkan serangan dari vampir. Untungnya vampir itu cantik dan manis, aku dapat memakluminya."


"Ma– Maaf." Kata mereka berdua yang kebablasan mengigit leher Qin Chen hingga berbekas.


"Tidak apa-apa, aku akan pergi ke universitas sekarang. Jaga diri kalian baik-baik di rumah, aku akan kembali setelah selesai. Ngomong-ngomong, malam ini aku akan kembali malam karena dapat undangan makan malam bersama dengan rekan bisnis."


"Jangan menggoda wanita lain." Ucap mereka berdua.


Qin Chen mengangguk, mereka khawatir Qin Chen akan menggoda wanita lain dengan penampilannya sekarang seperti artis di dunia lain bukan di bumi.


Sesampainya di universitas, orang-orang di sana langsung membicarakan Qin Chen yang mempunyai hubungan dengan Bai Tianzhi. Profesor di universitas sekaligus Dewi Universitas Cangqin.


Di dalam ruangan kelas, ia duduk seperti biasanya meskipun mendapatkan banyak omongan dimana-mana. Qin Chen mencoba mengabaikannya, dan menenangkan dirinya agar tidak terhasut emosional.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2