Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 67 : Membungkam, Callista!


__ADS_3

Bai Tianzhi mendorongnya kebawah—


Dengan pandangan penuh kebahagiaan, ia menciumnya!


Qin Chen membeku lalu tangannya bergerak menyentuh gaunnya dari pinggang menyeret keatas hingga menyangga gunung surgawi membuat Bai Tianzhi mengeluarkan suara manisnya.


Sesaat kemudian, Bai Tianzhi melepaskannya melihat dengan pandangan berbeda.


"Kamu sangat berani menyentuh bagian itu, apa kamu cemburu karena Bibi Jiang sebelumnya menyentuhku?" Tanya Bai Tianzhi, ia membiarkan Qin Chen menyentuhnya karena hubungan mereka sudah suami istri.


"Siapa yang bisa menahannya? Bahkan seseorang sepertiku tidak bisa menahan perasaan cemburu sewaktu Bibi Jiang menyentuh bagian ini." Qin Chen sedikit menggerakkan tangannya, dan Bai Tianzhi mengeluarkan suara manjanya.


Ia menutup mulutnya dengan buru-buru lalu melihat Qin Chen dengan marah ingin membunuhnya.


"Baik-baik aku hanya menggodamu, bagaimana kita pulang? Besok aku ada pekerjaan di ruanganku."


"Hmph!"


Selepas malam panjang, mereka berdua kembali ke apartemen dan beristirahat. Paginya, Qin Chen berangkat ke universitas seperti biasanya, namun di tengah-tengah lorong bangunan menuju kelas.


Callista menghadangnya—


"Qin Chen, bisa ikut aku sebentar? Ada yang ingin aku tanyakan padamu namun tidak ditempat ini. Bagaimana kalau di belakang universitas? Seharusnya di sana tidak ada yang mendengar pembicaraan kita." Katanya, ia membuat Qin Chen bingung.


"Ada apa?" Qin Chen mengamati matanya yang begitu intens penuh dengan pertanyaan. "Lupakanlah."


Mereka berdua pergi ke belakang universitas untuk membicarakan sesuatu yang tidak Qin Chen ketahui. Bahkan satupun mahasiswa di kelas ataupun di universitas tidak ada yang mengetahuinya.


Callista berada di depannya membawanya kebelakang universitas, Qin Chen mengikuti tanpa bertanya-tanya karena masih bingung dengan tanda tanya di atas kepalanya.


Sesampainya di belakang universitas, ia melihat kesamping sangat sepi tidak ada satupun orang disana. Qin Chen berada di dinding bangunan dan Callista berada di hadapannya tengah melihatnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan, sampai-sampai membawaku ke belakang universitas. Jangan-jangan, kamu—" Qin Chen langsung menutupi dirinya dengan tasnya karena khawatir akan di makan orang-orang Eropa.


Melihat reaksinya, Callista mengerutkan keningnya dengan kesal. "Apa yang kamu pikirkan! Aku masih mempunyai sikap yang baik sebagai bangsawan kelas atas di kampung halamanku!" Balasnya.


"Lalu apa? Sekarang ini kamu tidak berada di kampung halamanmu, kau bisa melakukan apapun selama mempunyai uang yang melimpah di saku." Sahut Qin Chen membatah pertanyaan Callista yang tidak berbobot.


Dengan pandangan marah, ia mengesampingkannya. "Kesampingkan pembicaraan sebelumnya, aku ingin bertanya serius tentang hubunganmu dengan Profesor Bai!" Tanya Callista, ia membuat Qin Chen terdiam tidak dapat memberikan jawaban.

__ADS_1


Sekilas matanya bergerak, ia mendekati Qin Chen untuk mendengarkan jawabannya.


"Jawab aku Qin Chen. Apa hubungan kalian berdua sebenarnya."


Qin Chen— "Hubungan kami hanya mahasiswa dan Profesor, apa yang di hebohkan sampai-sampai kamu mengira aku mempunyai hubungan lebih dengannya." Balas Qin Chen menghindari topik yang merepotkan kedepannya.


"Bohong!" Dengan mengeluarkan gambar yang ia ambil sewaktu di restoran, Qin Chen membeku tidak dapat menjawabnya. "Jelaskan tentang ini, kamu dengan tenangnya memberikan ciuman padanya, dan aku mendengar semua yang kamu bicarakan di restoran itu tentang pernikahan kalian berdua."


Refleks, Qin Chen langsung membungkam mulutnya dan mendorongnya ke dinding dengan kasar membuat Callista mengeluarkan suara kesakitan. Ia ketakutan melihat mata Qin Chen berubah bukan seperti sebelumnya, ini lebih kearah permusuhan.


"Bagaimana kau mendapatkan gambar ini! Jawab aku Callista!" Tanya Qin Chen dengan keras, ia memberontak mencoba melepaskan genggamannya.


"Le– Lepaskan aku ... Aku tidak akan mengatakannya pada orang lain." Katanya, ia memohon pada Qin Chen untuk melepaskan tangannya karena membuatnya hampir kehilangan napas.


Dengan cepat ia melepaskan tangannya, dan Callista dapat bernapas kembali. Namun ia masih berada di bawah situasi yang menengankan, Qin Chen tengah menatapnya dengan tajam penuh tekanan karena hubungan mereka berdua sangat di rahasiakan, terbongkar!


Bagaimanapun Bai Tianzhi adalah seorang Profesor saat mempunyai skandal buruk tentangnya, secara tidak langsung ia kan dikeluarkan dari universitas.


Meskipun Qin Chen busa menghidupinya, tapi kenyataannya Bai Tianzhi masih muda dan mempunyai banyak pencapaian yang ingin ia raih dengan tangannya.


"Dari mana kau dapat gambar itu?" Tanya Qin Chen.


Sesaat ia diam tidak berani bicara, lama-kelamaan ia melihat Qin Chen yang tengah menunggu balasnya. "Sewaktu di Pusat Perbelanjaan, aku tidak sengaja melihat kalian berdua di restoran dan mendengar semua percakapan kalian hingga tentang pernikahan yang kalian sembunyikan."


"Dengar Callista, aku tidak keberatan kau mengetahui hubungan kami berdua. Tapi yang pasti, apa kau bisa menyembunyikan semua ini dari orang lain? Cukup kau yang tahu hubungan kami berdua, karena ini demi kebaikan Bai Tianzhi sebagai Profesor di universitas."


"Jika sempat hubungan kami terekspos keluar, maka skandal buruk tentangnya akan mengakhiri karirnya sebagai Profesor di universitas. Sekalipun aku bisa menghidupinya dengan uangku, namun perasaan kehilangan karir akan membuatnya frustasi."


"Jadi, aku minta tolong padamu untuk tidak menyebarkan apa yang kau ketahui sekarang. Aku tidak akan melakukan tindakan apapun padamu selama kau tidak melakukan hal yang merugikan baginya. Sempat aku mendengarnya, kamu tahu. Aku tidak akan melepaskan orang yang merusak kebahagiaanku."


Suaranya halus, namun mempunyai tekanan yang mengerikan, begitu lembut dan intens merasuki pikiran mereka yang mendengar membuat gugup dan ketakutan menghadapi Qin Chen.


"A– Aku tidak akan mengatakan pada siapapun tentang ini, kamu dapat mempercayaiku. Kalau aku mengikarinya, aku siap mendapatkan konsekuensinya." Balasnya, meskipun ia gugup penuh ketakutan, ia masih bisa mempertahankan kesadarannya untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri.


Qin Chen mendorong bibirnya menciumnya dengan menggairahkan membuat Callista tidak dapat memberontak melawannya. Tangannya bergerak menyeret pakaian keatas hingga menyentuh sesuatu yang memperlihatkan buah surgawi tergantung di bra putih.


Sesaat kemudian, ia tersandar kebawa emosi sampai-sampai melakukan tindakan pelecehan terhadap seorang bangsawan!


Qin Chen buru-buru melepaskannya, meninggalkan Callista yang terduduk dengan menutupi dirinya.

__ADS_1


"Aku harap kau memegang perkataanmu, Callista Crownest!" Ucap Qin Chen.


Setelah mengatakan itu, ia meninggalkannya sendirian di belakang universitas—


[ ... Dasar pria brengsek! Sudah memarahinya, membungkamnya, dan bahkan merebut ciuman pertamanya! Bagaimana bisa ada orang brengsek seperti dia! Kalau aku bertemu dengannya, akan aku suntikan listrik bertegangan tinggi.]


Qin Chen tidak dapat membatahnya, karena emosial ia mengambil ciuman pertama gadis eropa!


Menyentuh bibirnya dengan ragu-ragu, ia merasakan sensasi manis dari bibir gadis muda. "Tidak buruk, bibirnya manis dan kecil seperti buah ceri. Rasa bangsawan benar-benar kelas atas berbeda dengan kelas biasa, ada rasa takut tersendiri di sergap pasukan keluarga karena berani melecehkan putri bangsawan."


[ ... ]


[Kesampingkan masalah bibir gadis bangsawan, cepat atau lambatnya hubungan tuan pasti akan terbongkar. Sebelum itu terjadi, apa tuan mempunyai rencana untuk menyembunyikannya? Ataupun mengalihkan semuanya.]


"Entahlah, aku tidak mempunyai caranya sekarang karena belum dapat mencerna dengan baik. Aku begitu ceroboh sebelumnya, apa karena aku tidak dapat mendeteksi orang-orang sampai-sampai aku kecolongan." Balas Qin Chen.


[Sepertinya, tuan mempunyai tubuh raja, ketrampilan abadi, dan pengetahuan abadi. Dengan semu itu, tuan dapat meningkatkan panca indera tuan.]


"Dengan perkembangan zaman sekarang, kemampuan seperti itu sudah lama tenggelam dan hanya beberapa orang yang mengetahuinya. Mereka semua bersembunyi di gunung maupun hutan untuk bermeditasi dengan waktu yang lama mengabaikan dunia untuk mencapai pencerahan menjadi abadi."


[Meski begitu, tuan adalah salah satunya.]


"Aku akan memikirkannya nanti sewaktu kelas selesai, untuk sekarang aku ingin meredakan emosi ini terlebih dahulu." Jelasnya.


Sesampainya di lorong gedung, ia membeli minuman soda dingin dari mesin minuman. Menunggu waktu yang berputar, ia duduk sembari menikmati dindingnya lorong yang sunyi di sekitar.


Profesor Bai muncul dari samping, ia melihat Qin Chen yang belum berada di kelasnya. Saat ia ingin menegurnya, ia melihat mata Qin Chen begitu kosong memandang langit sepanjang lorong seolah-olah memikirkan sesuatu yang berat.


"Apa yang dia pikirkan?" Gumamnya, ia mengabaikan Qin Chen dan membiarkannya sendirian di lorong. Tidak lama setelah itu, Callista melewatinya, ia hanya diam dan masuk ke dalam kelas mengabaikan apa yang terjadi sebelumnya di belakang universitas.


Beberapa menit berlalu, ia masuk ke dalam kelas dengan wajah penuh masalah duduk diam di bangkunya memperhatikan Bai Tianzhi yang tengah mengajar.


"Mahasiswa Qin, kau telat masuk ke kelasku. Selepas kelas datang keruanganku untuk menerima hukuman tambahan." Ucap Profesor Bai terhadapnya.


"Baik."


Setelah itu, ia diam dan duduk tenang memperhatikan pelajaran. Callista di depan sana tidak bereaksi apapun, ia mengikuti pelajaran seperti biasa hanya saja pelecehan sebelumnya terngiang-ngiang di benaknya sampai jelas berakhir.


Selepas kelas berakhir, Qin Chen pergi ke ruangan penelitian menyelesaikan tugasnya disana beberapa jam. Setelah itu, ia pergi ke ruangan Bai Tianzhi berada karena sebelumnya ia diminta untuk datang ke ruangannya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2