Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 77 : Konsultasi


__ADS_3

Rumah Sakit—


Selepas paginya, mereka berdua pergi ke rumah sakit untuk konsultasi kandungan Bai Tianzhi yang hampir setiap hari mual-mual. Qin Chen membawa mobilnya dan Bai Tianzhi duduk disampingnya sampai mereka tiba di rumah sakit.


Setibanya disana, mereka berdua menuju dokter untuk konsultasi.


Didalam ruangan, Bai Tianzhi memeriksanya dengan mesin USG yang berada di dalam ruangan. Qin Chen mengamati dua pegerakan di layar membuat mengangguk tersenyum bahagia.


Meskipun ia bisa melihatnya secara langsung menggunakan mata fenomena, namun sampai sekarang ia tidak ingin melakukannya dan ingin melihatnya secara langsung di rumah sakit karena mempunyai kesan tersendiri.


"Bagaimana Dokter?"


Dokter tersebut tersenyum ke arah Qin Chen. "Selamat untuk tuan, istri anda tengah mengandung anak kembar. Untuk sekarang kita tidak bisa mengecek jenis kelaminnya, karena masih terlalu awal."


Bai Tianzhi membeku sesaat, ia menoleh ke arah Qin Chen yang tengah mengamati layar di hadapannya mendengar perkataan dokter sebelumnya mengejutkannya.


Qin Chen tersenyum puas, meskipun ia belum mengetahui apa itu seorang putri ataupun putra selama mereka berdua lahir itu sudah lebih dari cukup sekarang.


Dokter sebelumnya bicara dengan Qin Chen untuk menebus resep yang akan di minum Bai Tianzhi agar kandungannya baik. Qin Chen buru-buru untuk membayarnya, lalu setelah itu ia mendekati Bai Tianzhi yang tengah duduk di bangku tunggu.


"Mau kemana sekarang? Karena hari ini aku sangat bahagia aku akan membawamu ketempat yang kamu inginkan. Tentunya, aku akan membelikan apapun yang kamu katakan selama kamu memintanya padaku."


"Tidak ... Sebaiknya aku kembali ke rumah, karena kamu sebentar lagi akan menikah. Tidak mungkin kamu berjalan denganku keluar, bagaimana kalau ada yang melihatnya dan membuatmu tidak dapat menikah dengan Jiang Haozi."


"Begitu rupanya ... Baiklah, aku akan mengantarmu pulang."


Qin Chen menuntunnya di samping, keluar dari rumah sakit dimana Jiang Haozi berada di sampingnya tidak jauh dari tempat Qin Chen. Ia melihat Qin Chen dan Bai Tianzhi keluar rumah sakit dengan Qin Chen yang menuntunnya sambil tersenyum bahagia.


Tidak menyahutnya karena ia tidak dapat mengucapkan sepatah kata sekarang.


Ia datang ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan, karena itu rutin setiap bulannya ia lakukan untuk menghindari penyakit lain selain penyakitnya yang Qin Chen sembuhkan beberapa minggu lalu.


"Apa Bai Tianzhi mempunyai hubungan lain dengan Qin Chen? Bagaimanapun, aku berteman dengan Bai Tianzhi sangat lama, tidak pernah melihatnya tersenyum bahagia bersama seorang pria dan sekarang aku melihatnya tengah tersenyum bahagia bersama Qin Chen." Katanya.


Ia memikirkan tentang hubungan mereka berdua yang tidak diketahuinya. Sesaat kemudian, ia menggelengkan kepalanya, lalu mengesampingkan hal tersebut. "Tidak mungkin, aku mungkin hanya berhalusinasi memikirkan hubungan mereka, karena Bai Tianzhi wanita dingin tidak mungkin bisa Qin Chen meluluhkan Bai Tianzhi hanya dengan beberapa katanya."

__ADS_1


Jiang Haozi masuk ke dalam untuk periksa kesehatan.


Sesampainya di dalam ruangan dokter, ia duduk seperti biasanya karena dokter disana mengenali Jiang Haozi dari Jiang Corporation perusahaan besar di kota.


"Nona Jiang?"


"Aku ingin mengecek kesehatan seperti biasanya."


Dokter itu mengangguk, ia memeriksa Jiang Haozi dengan alat kedokteran. Setelah beberapa menit berlalu, ia kembali duduk setengah selesai memeriksanya.


"Kesehatan anda baik, tidak ada penyakit hanya saja Nona Jiang memerlukan istirahat yang cukup dengan memakan protein untuk memulihkan kesehatan lebih."


"Begitu, terimakasih."


"Sama-sama."


***


Kediaman—


Matanya penuh semangat, ia sangat membakar energi membuat Bai Tianzhi tertawa kecil melihatnya.


"Apa yang kamu tertawakan?"


"Tidak ada, hanya melihat kamu yang begitu semangat mengerjakan tugas untuk mendapatkan nilai tambahan." Balas Bai Tianzhi.


"Begitu? Kalau aku bisa menggunakan jalur belakang seperti sebelumnya, mungkin aku tidak akan repot-repot melakukan pekerjaan rumah ini." Ucap Qin Chen.


"Tidak sopan, kalau itu beberapa minggu yang lalu mungkin aku akan memberikan sedikit kesempatan untuk menggunakan jalur belakang. Tapi tidak sekarang, aku tengah mengandung anakmu, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka berdua karena ayahnya bermain begitu kasar hingga membuat ibunya harus melayani seharian?"


Qin Chen menghela nafas. "Baik-baik aku salah sebelumnya, apa kamu masih marah? Aku benar-benar kelepasan, tapi bagaimana kalau kita buat lagi setelah kedua anakku lahir nantinya."


Bai Tianzhi langsung melempar bantal di sampingnya kearah Qin Chen dengan cemberut. "Mulut siapa itu, tidak senonoh!"


"Kenapa? Apa kamu tidak pernah mendengar pepatah mengatakan kalau banyak anak akan banyak rezeki, aku adalah pria yang kompeten kenapa kamu cemberut." Balas Qin Chen, ia hanya menggoda Bai Tianzhi agar hari-harinya tersenyum.

__ADS_1


"Bicara denganmu membuatku ingin mengigitmu hingga berbekas!"


"Begitu?"


Qin Chen mendekatinya, ia duduk di samping Bai Tianzhi dengan menarik kera pakaiannya memberikan tempat untuk mengigit lehernya dengan keras.


"Gigitlah kalau kamu mau, karena rubah manis kalau tidak menggoda akan menghilang kemanisannya." Ucap Qin Chen.


Bai Tianzhi langsung mengigitnya seperti vampir ataupun rubah menggoda membuat perasaan merinding memasuki tubuh Qin Chen karena gigitannya sangat menggelitik di lehernya.


Sesaat kemudian, Bai Tianzhi melepaskannya dan memberikan cap hitam di lehernya begitu tebal seperti Qin Chen meninggalkan gigitan di lehernya.


"Rasakan itu, karena berani menggodaku sewaktu tengah serius." Ucap Bai Tianzhi.


"Tidak buruk, gigitanmu begitu menggelitiknya tapi menyenangkan. Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa sudah baikan setelah mengigitnya."


"Tidak berubah sama sekali. Aku masih ingin mengigitnya lebih dari itu karena sebelumnya kamu memberikan gigitan dimana-mana membuatku tidak dapat keluar dengan benar seharian."


"Baik-baik, nanti malam kamu dapat mengigitku. Tapi ingat, setelah itu kamu tidak di perbolehkan cemberut lagi itu membuatku tidak dapat menahan godaan yang kamu berikan."


Bai Tianzhi mengangguk, ia akan membalasnya!


Setelah itu, ia kembali mengerjakan tugasnya hingga larut malam dimana Qin Chen tengah terbaring di samping Bai Tianzhi yang tengah mengigit lehernya.


Qin Chen hanya diam dan memeluknya dengan hangat memberikan ia waktu untuk membalaskan dendam karena membuat gigitan dimana-mana sewaktu malam pertama sebelumnya.


Sampai paginya, Bai Tianzhi tertidur pulas meninggalkan Qin Chen yang terbangun melihat cermin ada dua gigitan di masing-masing sisi lehernya begitu hitam dan sedikit berdarah.


"Hmmm ... Apa mungkin istri muda geram sampai-sampai mengigitku hingga berdarah? Lupakanlah, itu bukan masalah bagiku, untuk sekarang dia sudah membaik dengan menganalisa kesehatannya." Gumam Qin Chen, ia mengenakan pakaian rapi untuk berangkat mencari uang lagi.


Selepas memberikan kecupan di kening, ia pergi meninggalkan Bai Tianzhi di rumah setelah memasak beberapa sarapan pagi karena ia buru-buru keluar.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2