Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 87 : Pesan Misterius!


__ADS_3

Waktu, 09.00—


Remang-remang ruangan membuat suasana malam hari terasa nyaman. Jiang Haozi berada di sampingnya, dengan gugup ditambah malu-malu ia tidak sanggup menahan suasananya sekarang.


Qin Chen yang duduk di sampingnya mengerutkan keningnya, ia merasakan Jiang Haozi sekarang di suasana hati yang kebingungan.


"Qi– Qin Chen ... " Jiang Haozi mengeluarkan suara gugup manisnya begitu imut di pendengarannya.


Dengan lembut ia menoleh kesamping, menyentuh wajahnya. "Kamu masih memanggilku dengan namaku?" Tanya Qin Chen.


"Itu ... Aku masih malu karena ini baru pertama kalinya aku memanggil seseorang dengan sebutan itu. Tapi aku akan berusaha, karena aku sudah menanyakan kepada Bai Tianzhi tentang caranya, aku akan membuatmu tidak lepas malam ini."


"Huh?"


Jiang Haozi langsung mendorongnya ke atas tempat tidur, ia berada di atasnya tengah menindihnya dengan pakaian piyama berwarna merah muda bermotif bunga-bunga sakura. Qin Chen hanya tersenyum melihat Jiang Haozi begitu berani malam ini.


"Humph! Aku akan membuatmu merasakan bahagia mendapatkanku." Ucap Jiang Haozi.


"Lakukanlah! Malam ini kamu ratunya."


Jiang Haozi menurunkan kepalanya mencium bibirnya Qin Chen hingga tidak dapat membatahnya. Qin Chen menggunakan tangannya, memasuki piyama tidurnya dengan lembut menyeretnya hingga menyentuh gumpalan lemaknya.


Mata Jiang Haozi terkejut sembari mengekpresikan malu-malu pipinya memerah menutupi semua *********** di dalam benaknya.


Sewaktu Qin Chen memutar tubuhnya, ratusan bunga mawar beterbangan ke langit-langit menabur kemana-mana.


Selepas itu, ia bersenang-senang dengan bibirnya yang manis seperti madu.


Merayap membelainya, ia melepaskan piyama Jiang Haozi. Jiang Haozi mendorongnya dengan malu-malu. "Itu ... Apa sakit?" Tanya Jiang Haozi.


Qin Chen bingung lalu beberapa saat ia menyadari sesuatu, ia langsung melihatnya dengan menggodanya. "Tidak sakit, hanya seperti di gigit semut."


"Huh? Kamu tidak bohong padaku?"


"Tentu tidak."


Jiang Haozi lalu mengangguk kecil, ia dengan cepat mengarahkan saudaranya yang masuk menembus gerbang hingga membuat suara Jiang Haozi yang merasakan sakit terdengar, ia mencengkram erat selimut di tangannya dan mengigit bibirnya.


"Ka– Kamu bohong, rasanya seperti tubuhku di runtuhkan reruntuhan kuno!" Gumamnya, ia merasa di bohongi Qin Chen.

__ADS_1


"Tepat setelah ini, kamu akan merasakan kesenangan yang tidak terlupakan, percayalah." Balas Qin Chen.


"Humph!"


Dengan lembut menggerakkannya hingga menyentuh spot bagian dalam mengejutkan Jiang Haozi yang merasakan perasaan intens. Rasa sakit yang berangsur-angsur menghilang digantikan dengan kesenangan malam yang membuat mereka berguling-guling menganti berbagai posisi.


Hingga larut malam tidak memberikan waktu untuk beristirahat, Jiang Haozi memenangkan pertarungan malam mengambil kekuasaan diatasnya mendominasi malam di bawah matanya yang di selimuti kesenangan!


Siangnya—


Jiang Haozi berada di sampingnya tengah tertidur dengan senyuman kebahagiaan tersembunyi penuh misteri. Qin Chen yang bangun, ia membelai rambutnya dengan lembut mengamati setiap inci senyuman misterius di bibirnya.


Tidak lama setelah itu, ia bangun tidur melihat Qin Chen di depannya. "Selamat pagi, suami." Katanya untuk pertama kali memanggil Qin Chen dengan sebutan tersebut.


Qin Chen tersenyum mengusap-usap kepalanya. "Pagi juga, bagaimana keadaanmu? Kamu dapat beristirahat sekarang, aku hendak menjemput Bai Tianzhi sebelum itu aku akan ke perusahaan mengurus masalah perekrutan pekerjaan."


"Huhm? Apa tidak bisa tinggal sampai sore? Setelah itu menjemput Tianzhi untuk kembali kekediaman ini." Jelasnya.


"Tidak bisa, karena aku mempunyai pekerjaan." Balas Qin Chen.


Jiang Haozi cemberut karena tidak di kabulkan keinginannya, ia langsung mendorongnya kebawah dengan ganas melahapnya habis-habisan tidak membiarkan waktu mengambil Qin Chen.


Sementara Jiang Haozi berada di kediaman tengah tertidur pulas setelah membersihkan area pertarungan semalam hingga sorenya, ada banyak bekas gigitan dimana-mana yang Qin Chen tinggalkan sebagai bukit.


Sesampainya di depan kediaman keluarga Bai, Bai Tianzhi masuk kedalam mobil dengan membawa beberapa barang. Bai Tianzhi mengamati Qin Chen, dan bertanya kepadanya.


"Kamu tidak melakukannya sampai sore-kan?" Tanyanya.


"Itu ... Aku tidak dapat menolaknya. Jiang Haozi terus mendominasi waktu sampai-sampai aku tidak bisa menyelesaikan urusan di perusahaan." Balas Qin Chen.


"Huh! Seperti yang aku duga, kamu tidak akan bisa menahannya. Lupakanlah, bagaimana keadaan Jiang Haozi?"


"Dia sedang tertidur pulas di kediaman, bagaimana kalau kita pergi ke taman sebelum malam tiba? Aku hendak menghibur diri denganmu di samping."


Bai Tianzhi mengangguk, ia mengikuti Qin Chen ke taman kota yang sudah buka. Disana, mereka berdua duduk di bangku taman sembari mencicipi es krim.


Qin Chen melihatnya, karena di antara orang-orang yang dekat dengannya. Hanya Bai Tianzhi yang mendapatkan banyak penderitaan yang Qin Chen berikan, ia merasa bersalah dan ingin membalasnya.


Menyentuh hidungnya, ia mengoleskan krim di tangannya.

__ADS_1


Menoleh kesamping, ia langsung mengoleskan krim lain ke wajah Qin Chen. "Kamu bisa-bisanya menggoda di taman kota, bagaimana kalau orang lain melihatnya!"


"Hubungan kita sudah di ketahui banyak orang-orang, kenapa aku harus khawatir? Selama ini aku sudah banyak membuatmu menderita, selanjutnya aku tidak akan mengulangi dan akan memberikan apa yang aku janjikan padamu." Jelas Qin Chen.


"Lupakan! Selama kamu berada di sisi kami itu sudah cukup untuk mengisi kekosongan yang menyangkut di dalam diri."


Tiba-tiba bola basket mengarah ke arah Bai Tianzhi, dengan cepat Qin Chen menahannya sembari mencium bibirnya langsung menutupinya dengan bola tersebut.


Bai Tianzhi tidak dapat mempercayai kalau Qin Chen mengambil kesempatan ini untuk mencium bibirnya.


Tidak lama setelah itu, ia melepaskannya dan menarik bola tersebut.


"Maafkan kami tuan muda, kami benar-benar kelepasan saat melempar bolanya." Ucap pria di depannya dengan sopan.


"Tidak apa-apa, lain kali lebih berhati-hati karena ada banyak warga lansia berada di tempat ini." Jelas Qin Chen, ia melempar kembali bola tersebut ketempatnya.


"Terimakasih tuan muda."


Selepas mereka pergi, Bai Tianzhi langsung mencubit wajahnya. "Dasar! Di waktu yang sempit kamu sempatnya mengambil keuntungan dariku."


"Bukanlah masalah? Kamu cantik dan manis, mungkin hari-hari seperti ini hanya bertahan beberapa hari. Karena selanjutnya aku akan kembali ke universitas dan melakukan hal seperti biasanya. Jadi aku akan menghabiskan waktu yang tersisa untuk menggoda satu-persatu istriku."


"Huh!"


Bai Tianzhi memalingkan wajahnya mengabiskan es krimnya, lalu mereka kembali ke kediaman karena besoknya Qin Chen membutuhkan banyak waktu menyelesaikan pekerjaan di perusahaan lalu kembali ke universitas setelah satu minggu berlibur.


Tugas-tugas yang di minta Bai Tianzhi sudah ia selesaikan karena nilai Universitas sangat penting baginya sekarang.


Sesampainya di dalam ruangan, Jiang Haozi tengah duduk sudah menyiapkan makanan untuk mereka bertiga walaupun masih belajar memasak dari Bai Tianzhi.


Selepas makan bersama, mereka tidur di ruangan yang sama dengan lelap.


Klinting!


Sebuah pesan masuk ke dalam handphone Qin Chen.


“Tuan, aku secara tidak sengaja mendengar kalau Chloe Evening tengah hamil anak anda!” Pesan yang masuk bertuliskan seperti yang diatasnya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2