
Malamnya—
Qin Chen menyiapkan makanan untuk istrinya karena mereka baru pulang dari rumah sakit dan membutuhkan istirahat yang cukup. Sebagai hutang karena selalu membuat mereka kecewa, Qin Chen merawat mereka selama satu tahun ini.
Saat makanan selesai di buat, mereka makan dengan lahap karena Qin Chen yang memasaknya.
Ia mempunyai ketrampilan memasak yang berada di level profesional, ini membuat ketiganya tidak dapat menolak rasa yang diberikan Qin Chen.
Setelah itu, Bai Tianzhi memberikan asih pada kedua putrinya karena mereka merengek meminta asih, mungkin.
Dia duduk memangku keduanya yang mungil seperti malaikat, Qin Chen di sampingnya tengah duduk sembari memainkan laptop mencari informasi terupdate.
"Apa kamu sedang mencari berita?"
"Ya, aku sedang mencari bisnis apa yang menguntungkan di tahun ini. Meskipun teknologi adalah bisnis yang selalu menguntungkan, tapi sekarang aku mempunyai tiga putri dan satunya dari Haozi. Aku membutuhkan bisnis yang memungkinkan untuk menyangga kebutuhan, dan untuk masa depan nantinya dimana putriku bisa melanjutkan bisnisku."
Ketiganya menoleh, karena ini baru awal dan ia sudah memikirkannya hingga masa depan yang akan datang.
"Jangan khawatir, kamu cukup menjadi ayah yang baik itu sudah membuat putrimu bangga dan bahagia. Masalah ini bisa di pikirkan pelan-pelan sembari bekerja di perusahaan, karena perusahaan Jiang Corporation sudah mengalami kemajuan, dan aku akan kembali ke universitas untuk mengajar, Chloe bisa menggunakan laptop meng-handle pekerjaan di tempatnya." Balas Bai Tianzhi.
Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Kamu ataupun kalian bertiga tidak perlu bekerja terlalu keras, cukup bekerja untuk membuat kalian happy. Masalah uang dan lain sebagainya kalian dapat mengandalkanku, aku tidak ingin istriku bekerja keras untuk hidup."
Mereka mengangguk memahami ego Qin Chen yang tidak ingin istrinya bekerja keras untuk mencari uang.
Selepas pembicaraan panjang, ketiga putrinya tertidur pulas setelah minum asih, mereka di masukkan kedalam keranjang tempat tidur di samping tempat mereka tidur dengan begitu mereka dapat mengawasi kalau terjadi apa-apa pada mereka.
Seminggu kemudian—
Restoran tempat biasanya Qin Chen dan Zhung Long duduk menikmati secangkir kopi di tangannya.
Slurp~
"Bagaimana kabarmu, Qin Chen? Aku sudah lama tidak melihatmu selepas itu, aku sangat sibuk mencari pekerjaan dan akhirnya aku mendapatkannya." Ucap Zhung Long.
__ADS_1
Zhung Long menepuk pundaknya dengan keras membuat Qin Chen terbatuk-batuk, ia menoleh kesamping dan melihat Zhung Long datang ketempatnya, ia memberikan salam saudara seperti di universitas.
"Zhung Long? Kau semakin besar, aku mungkin akan kalah dalam tinggi badan. Tapi kesampingkan itu, aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Aku dengar kau di jodohkan dengan wanita yang kelurgamu putuskan."
"Ya begitulah, aku tidak dapat membatahnya karena ini ada sangkut pautnya dengan kerajaan bisnis keluar." Balas Zhung Long.
"Begitu rupanya, memang sulit membatah pernikahan di atas kerjasama karena itu adalah bisnis keluarga yang sudah lama di tentukan hingga sekarang. Sepertinya kau akan mendapatkan masalah panjang di hari-hari santainya."
"Ha! Itulah yang aku khawatirkan, ngomong-ngomong ini sudah satu tahun, bagaimana dengan mereka berdua? Apa mereka memutuskan untuk bercerai denganmu?" Tanya Zhung Long.
Qin Chen menggelengkan kepalanya membuat Zhung Long tersenyum bahagia karena rumah tangga temannya tidak hancur.
"Baguslah, kedepannya jangan sakiti mereka bertiga. Karena bagaimanapun sekarang kau sudah menjadi ayah dari tiga putrimu, besoknya kau akan mendapatkan satu putri lagi dan itu akan menjadi empat putri."
"Ya, ini semua berkatmu yang selalu membawaku ke jalan yang benar. Jika tidak, aku khawatir hidupku akan tergantung dimana-mana." Balas Qin Chen.
"Senang rasanya bisa membantu, ngomong-ngomong ini sudah satu tahun kau tidak lupakan tentang ke Korea Selatan? Bagaimanapun aku sudah menunggu satu tahun ini untuk liburan kesana merefresh otak yang konslet ini."
Qin Chen menepuk tangannya. "Aku hampir lupa dengan ini, untungnya kau mengingatku kala tidak aku bisa lupa. Aku akan kesana dalam tiga bulan lagi karena Jiang Haozi akan melahirkan bulan ini, aku tidak mungkin meninggalkannya dan membiarkan dia beristirahat memulihkan tenaga dan berliburan ke Korea Selatan."
Qin Chen mengerutkan keningnya. "Padahal negeri ini melahirkan banyak wanita cantik, apa kau tidak melihatnya?"
"Ya kau benar, negeri ini penghasil wanita cantik di dunia. Tapi ... Harus kaya untuk mendapatkan yang cantik, aku tidak sekaya kau Qin Chen, aku standar orang kaya di bawah rata-rata dengan mengendarai mobil puluhan ribu Yuan tidak sepertimu yang membawa mobil setara dengan satu perusahaan besar." Jelasnya.
Dengan anggukan kecil ia paham, karena ia pernah mengalaminya. "Kau benar, uang satu-satunya kunci mendapatkan wanita cantik. Tapi aku tidak tertarik untuk menambah, cukup mereka bertiga saja."
"Begitu? Ha! Lupakan, selanjutnya apa yang ingin kau lakukan?"
Qin Chen bingung mau kemana selanjutnya, ia menyentuh dagunya. "Aku mungkin akan memulai memasuki bisnis besar di era perkembangan teknologi dan keekonomian, sebentar lagi pesawat luar angkasa yang aku kembangkan akan di luncurkan."
"Itu bagus, keekonomian dunia sedang memburuk. Perkembangan teknologi itu akan membuat dunia ini berubah, aku akan mendukung hal tersebut." Balas Zhung Long.
"Lalu kau?"
__ADS_1
"Aku? Aku mungkin akan bekerja di perusahaan tempat calon istri bekerja. Bagaimanapun dia adalah CEO Perusahaan, kalau kau bisa bekerjasama dengan istriku, aku akan mengatakan padanya dan memberikanmu berkas-berkas yang di butuhkan."
"Kirimkan padaku, aku akan membaca lalu memutuskannya."
"Bagus."
Qin Chen dan Zhung Long mengobral panjang di tengah-tengah itu, mereka kembali ke tempat masing-masing karena Zhung Long mempunyai urusan dengan perusahaan istrinya untuk bekerjasama dengan Qin Chen.
Qin Chen berada di tengah kota melihat kanan dan kiri mempunyai banyak mainan anak-anak perempuan tergantung dimana-mana, ia membelinya dan membelinya.
Menghabiskan beberapa ratus ribu untuk memborong habis mainan yang menurutnya sangat bagus. Bahkan boneka-boneka tidak luput ia borong menghabiskan satu toko tanpa menawar dimana ia langsung membeli tokonya.
Membawanya kembali ke rumah di bantu kurir yang bertugas mengangkut barang-barang kembali.
Sesampainya di rumah, Qin Chen membawanya masuk kedalam membuat ketiganya kebingungan.
Saat melihat barang-barang mainan dan boneka-boneka masuk ini mengejutkan mereka semua.
Setengah jam berlalu, barang-barang sudah berkumpul di dalam ruangan seperti gunung yang belum di susun.
"Apa kamu membeli semua mainan di kota?" Tanya Jiang Haozi.
"Benar, aku akan menghiasi kamar putriku dengan pernak-pernik ini, boneka manis ini bisa menemani mereka bermain. Kalian tetap di sana, aku akan bekerja sendirian karena aku yang membelinya."
Ketiganya tidak dapat membatahnya, karena setelah dia mendapatkan putrinya sikap Qin Chen benar-benar berbeda, dia memanjakan putrinya dengan cara yang berbeda dibandingkan ayah pada umumnya.
Karena malamnya, Qin Chen selalu menyempatkan dirinya untuk memangku ketiga putrinya dan mengajari mereka pelajaran fisika mulai dari teori hingga ke membahas bagaimana semesta di ciptakan.
Sebagai putrinya, mereka merangkul-rangkul Qin Chen hendak menangkapnya karena memahami apa yang Qin Chen bicarakan sepanjang malam.
Sedangkan sebagai ibunya, mereka tertawa tipis-tipis tidak tahu harus mau bilang apa padanya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...