Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 60 : Mendarat Dengan Selamat


__ADS_3

Berita tentang penerbangan Pesawat Int 9872 mengalami turbulensi tersebar luas di kota, para reporter dan orang-orang yang berada dekat dengan Bandar Udara mulai mendekati tempat meramaikan orang-orang yang mencoba mengambil kesempatan untuk mendapatkan berita ekslusif.


Sementara itu, di dalam ruangan tunggu seorang wanita yang tengah menunggunya mendapatkan kabar pesawat yang di tumpangnya dalam masalah.


Matanya tidak dapat mempercayai semua ini, banyak keluarga dan orang yang menunggu kedatangan mereka mendapatkan kabar Pesawat Int 9872 mengalaminya masalah, mereka tidak dapat menghubungi penebangan tersebut dan kehilangan kontak di badai.


Kemungkinan besar, mereka sudah menghantam lautan.


"Ti– Tidak mungkin ... Qi– Qin Chen. Tidak mungkin Qin Chen—" Bai Tianzhi terduduk lemas mendapatkan kabar tentang Pesawat yang membawa Qin Chen menghilang dalam badai di samudera pasifik.


Bai Tianzhi tidak dapat menerima kalau Qin Chen, suaminya mati!


Sedangkan di tempat Qin Chen berada, ia sedang menghadapi badai di langit dengan gemuruh dimana-mana pecah berkeping-keping. Suaranya seperti bermanifestasi monster yang hendak menelan pesawat secara utuh.


Mesin cadangan berfungsi dan dapat memberikan dorongan.


Matanya begitu fokus untuk mengamati apa yang terjadi sekarang dalam skala kecil didepan matanya, ia menggunakan mata fenomena melihat sesuatu yang disembunyikan dunia.


Ketrampilan menganalisa berkerja dengan baik memberikan pengalaman Qin Chen semakin meningkat. Meskipun tidak mempunyai pengalaman penerbangan, ia mengandalkan kemampuan yang ia punya sekarang untuk menyelamatkan para penumpang.


Melewati badai mengikuti rute yang ia berikan melalui matanya, pria di belakangnya tidak dapat bersuara karena pegerakan Qin Chen benar-benar seperti profesional yang sudah melakukan penerbangan selama seratus ataupun tiga ratus kali.


Menghentikan mesinnya kembali membiarkan angin membawa pesawat melintasi badai, matanya bergerak kemana-kemari melihat sekitarnya begitu mengerikan.


Raungan gemuruh begitu keras ruangan penumpang hanya di cahaya petir-petir yang menyambar sampai Qin Chen menembus badai.


Ia mengaktifkan kembali mesin pesawat untuk mendorongnya melepaskan diri dari badai setelah terombang-ambing di dalam selama berjam-jam berlalu melintasi samudera pasifik utara.


Saat pesawat itu keluar dari badai, mereka semua dapat melihat Daratan Cina berada di hadapannya setelah menembus badai besar di samudera pasifik, memasuki lautan Cina.


Radar pesawat kembali menyala di bandar udara membuat mereka semua yang berpikir penerbangan Int 9872 berakhir, ternyata mereka semu salah.


Penerbangan Int 9872 muncul kembali ke dalam radar bandar udara, mereka menghubungi-nya.


Pria sebelum duduk di sampingnya membantu membantu mengontrol sisanya.


“Penerbangan Int 9872. Disini Bandar Udara Internasional Pudong Shanghai, apa anda dengar?”


“Penerbangan Int 9872. Disini Bandar Udara Internasional Pudong Shanghai, apa anda dengar?”


Qin Chen tengah mengendalikan pesawat, ia mengambil sesuatu seperti radio di sampingnya namun seperti handphone yang menghubungi tempatnya dengan Bandar Udara Internasional.

__ADS_1


"Disini Penerbangan Int 9872, meminta pendaratan darurat."


Mayday! Mayday! Mayday!


“Disini Pudong Shanghai memberikan izin pendaratan darurat pacu 2 kiri.”


Kemungkinan mereka sudah membicarakan tentang pendaratan darurat yang akan di lakukan secara mendadak karena menemukan badai besar di samudera pasifik utara secara mendadak muncul.


Qin Chen menoleh kesamping sembari mengangguk memberikannya kode tangan untuk melakukan pendaratan darurat.


Kecepatan pesawat normal namun mesin kanan pesawat rusak karena badai membuat pesawat masih terombang-ambing di langit mempertahankan keseimbangan.


500 kaki dari daratan dan pacu pendaratan, Qin Chen sudah mengeluarkan ban pesawat mencoba yang terbaik untuk mendaratkan pesawat meskipun masih liar.


Guncangan! Guncangan!


Nyala api yang membakar mesin kanan mulai membesar, para pemadam kebakaran mengikutinya dari samping bersama dengan ambulance.


Para reporter berada di bukit untuk mendapatkan berita tentang turbulensi pesawat di samudera pasifik utara.


"Dorong!"


Qin Chen dan pria disampingnya dorong katup pembalik sembari memainkan pedal pesawat untuk menghentikan laju pesawat. Kecepatan pesawat mulai melambat berangsur-angsur berhenti.


Didalam ruangan itu, orang-orang berteriak keras karena mendarat dengan selamat di kota mereka. Pramugari menenangkan para penumpang untuk tenang, para penumpang menghormati mereka mengikuti instruksi untuk tenang sekarang.


Sedangkan Qin Chen yang duduk disana membeku—


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan tugaa Ke-18.]


[Pengalihan : Kemampuan Bertarung.]


[Yes/No.]


'Yes.'


Dalam hitungan singkat, Qin Chen mendapatkan kemampuan bertarung. Setelah itu, ia menoleh ke arah samping mengulurkan tangannya.


"Kerja bagus." Katanya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum tipis, ia tidak tahu harus mengatakan apa sekarang karena tanpa bantuan Qin Chen, seluruh penumpang termasuk ia sendiri akan mati.


"Terimakasih banyak."


"Tidak masalah."


Para penumpang sudah turun ke bawah dan mereka menunggu kapten dan ada yang mendapatkan perawatan di rumah sakit karena kejatuhan koper. Sementara sisanya tengah menunggu kapten yang menyelamatkan nyawa mereka untuk mengucapkan terimakasih secara langsung dengannya.


Tidak lama setelah itu, ia keluar dari pesawat menggunakan pakaian jas hitam di pinggangnya terdapat darah cukup banyak karena tarikan sebelumnya membuat benda tajam merobeknya.


Itu bukanlah masalah besar baginya, walaupun ada banyak luka kecil di tangannya ia bersikap tidak pernah terjadi apapun.


"Terimakasih banyak, kapten!"


"Terimakasih banyak."


Orang-orang yang melihatnya langsung berteriak mengucapkan terimakasih kepadanya. Qin Chen mengangguk kecil lalu membungkukkan badannya mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih.


Membalasnya dengan membungkuk, mereka memberikan ucapan terimakasih dengan sungguh-sungguh. Para pramugari sama halnya mengikuti mereka karena tidak tahu harus mengatakan apa sekarang.


"Terimakasih banyak, namun aku mempunyai masalah dengan seseorang sekarang, sampai nanti dan semoga hari kalian semua menyenangkan."


Setelah mengatakan itu, ia meninggalkan tempat tersebut dengan membawa bunga dan koper kecil. Orang-orang disana memahami perasaan yang tengah Qin Chen hadapi sekarang, ini musim semi untuk pasangannya muda yang sudah menikah.


Qin Chen menuju ruang tunggu dimana ia dapat melihat Bai Tianzhi berada disana tengah terduduk diam dengan isak air matanya mengalir.


Dengan lembut memeluknya dari belakang sembari memberikan bunga mawar, Bai Tianzhi terkejut!


Bai Tianzhi langsung menoleh kesamping melihat Qin Chen ada di sampingnya, ia tidak dapat mengatakan apapun dan langsung memeluknya dengan erat tidak memberikan waktu untuknya melepaskannya.


Cup~ Cup~


"Jangan bersedih lagi, aku baik-baik saja sekarang kamu tidak perlu mengkhawatirkannya."


"Sebelumnya—" Balas Bai Tianzhi yang terhenti melihat darah di pakaian Qin Chen begini banyak. "Kamu terluka, ayo kita ke rumah sakit untuk memeriksanya."


"Tidak apa-apa, ini hanya goresan kecil, kamu bisa membalutnya dengan kain di rumah. Ayo kembali, aku mempunyai hadiah untukmu seperti yang aku katakan sebelumnya."


Bai Tianzhi mendongak keatas. "Kamu yakin? Kamu terluka cukup parah, bagaimana bisa hanya dengan kain bisa sembuh, aku akan membawamu ke rumah sakit."


"Tidak perlu, ayo kembali aku sudah lama tidak makan masakan rumah." Balas Qin Chen, ia sebenarnya mencari topik lain selain ke rumah sakit karena bisa merepotkan.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2