Sistem Pengalihan

Sistem Pengalihan
Chapter 61 : Sambutan, dan Kepala Universitas


__ADS_3

Apartemen setelah beberapa hari tidak melihatnya begitu berbeda, ia masuk ke dalam ruangan Bai Tianzhi dan duduk di sopa dibantu Bai Tianzhi membuka pakaiannya untuk mendapatkan perawatan pertama.


"Bagaimana bisa kamu mendapat luka? Apa kamu membantu turbulensi pesawat sebelumnya." Tanya Bai Tianzhi, ia penasaran sembari memberikan kain kasa di pinggangnya.


"Kamu benar, kalau aku tidak mengambil tindakan ini, aku mungkin tidak dapat kembali ketempatmu dan melihatmu. Bagaimanapun, waktu itu sangat menegangkan memikirkan kematian tepat di depan mata." Balas Qin Chen, ia tengah duduk diam melihat Bai Tianzhi membalut kain kasa di pinggangnya.


Bai Tianzhi hanya diam memoleskan salep yang ia dapatkan dari kotak, ia diam tidak bicara dan perlahan menundukkan kepalanya ke punggung Qin Chen, terasa sesuatu yang membuatnya bingung, ia bertanya.


"Kenapa?" Tanya Qin Chen, ia tidak bisa bergerak karena kepala Bai Tianzhi berada di punggung Qin Chen.


"Ti– Tidak ... Aku hanya ingin memberitahukan sesuatu padamu, Paman Jiang meminta kita untuk datang kerumahnya makan malam bersama seperti sebelumnya. Dan, kamu di minta kepala universitas untuk menemuinya setelah masuk ke kelas." Balas Bai Tianzhi.


"Huh! Kenapa aku di panggil kepala universitas? Apa karena aku sering bolos kelas untuk bisnis, apa dia mau mengeluarkan aku dari universitas? Bagaimana dengan pencapaian yang ingin aku capai!" Qin Chen panik mendengar perkataan Bai Tianzhi dimana kepala universitas ingin bertemu dengannya, hanya ada dua hal yang membuat kepala universitas memanggil mahasiswanya.


Pertama di keluarkan dari universitas karena suatu alasan, kedua karena mempunyai masalah besar yang membuat mahasiswa harus di panggil ke ruangannya.


Qin Chen khawatir, ia belum puas balas dendam, dan belum menyelesaikan project yang ia lakukan di universitas.


"Apa yang kamu bicarakan? Kepala universitas memintamu keruangannya untuk membicarakan tentang investor besar yang akan mendanai proyek yang kamu kembangkan." Balas Bai Tianzhi.


Qin Chen tenang, ia kira akan di keluarkan dari universitas karena banyak bolos akhir-akhir ini untuk menyelesaikan masalah pribadi. "Huft ... Aku kira aku akan di keluarkan, kamu membuatku khawatir, kalau tentang investor aku akan kesana menemui besok. Tentang Paman Jiang meminta kita ke sana, kenapa?"


"Tidak tahu, besok kita akan datang bersama besoknya, untuk sekarang makanlah dulu karena sudah melakukan perjalanan panjang. Aku sudah menyiapkan masakan sebelum kamu kembali." Jelasnya, ia meminta Qin Chen untuk makan malam sebelum beristirahat.


Qin Chen mengangguk, ia tidak bisa menggerakkan tangannya karena sedang di perban oleh Bai Tianzhi. Mau tidak mau, Bai Tianzhi menyuapinya dengan pelan membiarkannya makan.


Setelah makan bersama, mereka beristirahat didalam ruangan hingga paginya.


Paginya, mereka berdua bersiap-siap pergi ke universitas bersama-sama dimana Qin Chen tengah di perban di bagian tangannya dan punggungnya.


Seperti biasanya, ia menjadi pusat perhatian semua orang dan populer di universitas karena menyambut pahlawan!

__ADS_1


"Selamat datang, saudara Qin Chen!"


Seluruh mahasiswa di universitas berteriak keras mengatakannya saudara, mereka berada di samping Qin Chen sembari membungkukkan badannya seolah-olah ia ketua gangster di universitas.


Matanya berbinar-binar menatapnya seperti anak kucing melihat daging di depan mata. Qin Chen menelan ludahnya tidak dapat mempercayai mata kucing itu, karena di dalamnya pasti mempunyai sesuatu yang mencurigakan.


"Kenapa dengan kalian? Tatapan mata kalian membuatku merinding ketakutan." Tanya Qin Chen, ia melihat satu-persatu mata mereka begitu antusias.


"Apa yang kau bicarakan saudaraku, kami menyambut pengusaha muda yang berkerjasama dengan orang hebat di dunia, dan pahlawan muda yang menyelamatkan 189 nyawa penumpang pesawat."


"Benar-benar! Tidak ada yang bisa melakukan semua ini kalau bukan kau Qin Chen, kami benar-benar terharu mendengar ada mahasiswa universitas Cangqin mempunyai prestasi yang besar sepertimu."


"Apa yang dikatakannya ada benarnya, bagaimanpun kau sangat menakjubkan menyelamatkan nyawa banyak orang. Kau seorang pahlawan besar, Qin Chen."


Qin Chen mendengar satu-persatu perkataan mereka semua, ia tersenyum bahagia mendapatkan perasaan di akui banyak orang-orang.


Profesor Bai kembali ke ruangannya untuk menyiapkan sesuatu meninggalkan Qin Chen dengan ratusan mahasiswa di lapangan tengah mengobrol dengannya satu-persatu, Qin Chen tertawa terbahak-bahak mendengar mereka berbicara.


"Bagaimanapun, kau selamat kami semua merasa tenang dan tidak khawatir lagi. Jika tidak, kami pasti mempunyai banyak utang padamu." Ucap Guo Gong.


"Terimakasih banyak karena mengkhawatirkan aku, bisa bantu aku ke kelas? Aku mendapatkan luka di pinggang sehingga untuk melangkah cukup sakit dan tanganku tidak dapat bergerak karena perban ini." Balas Qin Chen.


"Tentu saja, serahkan pada saudaramu ini." Sahut Zhung Long.


Qin Chen duduk di bantu untuk ke kelas, mahasiswa lainnya mengikutinya sampai kedalam kelas setelah itu mereka meminta izin untuk ke kalas masing-masing, Qin Chen mengangguk membiarkannya.


Media universitas membicarakan tentang Qin Chen yang kembali dengan banyak prestasi, berita panas dimana-mana Qin Chen menjadi sangat populer, beritanya membuat tamparan keras kepada mantan kekasihnya.


Callista menatapnya dengan tajam karena masih bertanya-tanya tentang apa yang ia lihat sebelumnya.


'Apa dia menyembunyikan hubungan mereka berdua dari dunia luar? Bagaimana bisa Qin Chen dan Profesor Bai menikah, itu artinya mereka sudah melakukan itu—' Batin Callista memikirkan sesuatu tentangnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Profesor Bai masuk kedalam ruangan, mahasiswa didalamnya langsung bergegas untuk duduk.


"Perhatian semuanya, pelajaran hari ini kalian dapat mandiri di dalam kelas. Profesor mempunyai urusan di kantor kepala universitas, dan Mahasiswa Qin ikut saya ke kantor untuk menemui kepala universitas." Jelas Profesor Bai.


"Baik Profesor Bai."


"Mahasiswa Qin? Ikut saya ke kantor kepala universitas."


"Baik."


Qin Chen berjalan dengan hati-hati, ia turun tangga dan keluar ruangan. Bai Tianzhi disampingnya membantunya, mereka menuju ruangan kepala universitas berada di gedung sebelah gedung kelas Qin Chen.


Sampai didepan ruangannya, ia masuk kedalam bersama Profesor Bai dengan hubungan guru dan murid. Profesor Bai terlebih dahulu dan setelah itu Qin Chen masuk kedalamnya.


Saat ia masuk kedalam, ia mendapatkan diri berada dengan orang-orang besar, lima Profesor bidang teknologi di universitas dan satu wanita cantik yang ia kenal sebelumnya namun samar-samar.


Dengan perlahan masuk kedalam, kepala universitas lalu bicara. "Mahasiswa Qin dapat duduk."


"Terimakasih."


Qin Chen duduk, di hadapannya ada wanita cantik yang ia kenal, dan di di sampingnya terdapat enam Profesor bidang teknologi tengah duduk mengamati Qin Chen salah satunya Bai Tianzhi.


Menyentuh dagunya dengan pelan, ia mengamati wanita di depannya. "Kalau tidak salah, apa anda Nyonya Qian? Orang yang waktu itu?"


"Benar, karena batu yang tuan muda berikan dapat menyelamatkan kedua putri saya, saya benar-benar berterimakasih atas bantuan yang tuan muda berikan sebelumnya." Balas Qian Chuntian dengan sedikit membukukan badannya.


Pemandangan ini membuat semuanya tercengang!


....


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2