
Acara makan malam berubah, ini semua karena Qin Chen mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan. Berhadapan langsung dengan ayahnya Jiang Haozi, ia menelan ludah sembari memikirkan jalan keluar dari keadaan sekarang.
Hingga ketukan terakhir—
"Kau ingin menikahi putriku? Apa kau tahu siapa aku? Bagaimana caramu menghidupinya di masa depan? Sekarang apa perkejaanmu sampai-sampai berani melamarnya didepan ayahnya langsung."
Glup!
Qin Chen menelan ludahnya, ia tahu dompetnya sekarat sekarang, bahkan ia tidak mempunyai perusahaan besar untuk dibanggakan sebagai penopang kehidupannya di masa depan yang akan datang.
"Tidak ada."
"Tidak ada? Bagaimana kau bisa berinvetasi ke Perusahan, uang darimana kau dapatkan semua itu? Jangan katakan kalau kau merampok orang kaya."
"Tidak Paman, uang yang aku investasikan ke Jiang Haozi adalah uangku sendiri. Aku mendapatkannya dengan cara menjual barang antik kepada Tetua Chao."
Paman Jiang menyentuh dagunya, ia tidak salah dengar kalau Qin Chen mengatakan tentang Tetua Chao. Di kota hanya ada satu orang yang mempunyai gelar, Tetua Chao.
Orang itu adalah master batu sekaligus kolektor barang antik yang mempunyai kekuasaan di Paviliun Harta Surga. Orang hebat yang kaya, ia merupakan master di generasi sekarang.
Banyak orang-orang berbondong-bondong untuk mendekatinya agar di masa depan dapat melakukan kerjasama, karena ia bisa menjadi investor tetap selama sepuluh tahun dengan kekayaan mencapai ±100 Miliar Yuan.
"Tunggu sebentar, apa kau mengenal Tetua Chao?" Tanya Ayahnya Jiang dengan penasaran.
Qin Chen tidak tahu apapun, ia lalu membalasnya. "Aku tidak hanya mengenalinya, bahkan kami melakukan kerjasama di bidang barang-barang antik."
Paman Jiang menatapnya dengan keraguan dimatanya, ia yang tidak mempunyai bukti apapun lalu mengeluarkan handphonenya. Menghubungi Tetua Chao untuk menjelaskan sesuatu tentang kerjasama ini.
Saat panggilannya terhubung, ia langsung berbicara. "Tetua Chao, aku sekarang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Bisa kamu bantu aku menjelaskan sesuatu kepada orang tentang kerjasama kita?"
“Baik tuan muda.”
Qin Chen menyerahkan panggilannya, disana Paman Jiang berbicara dengan Tetua Chao mendengarkan penjelasan langsung darinya langsung karena Qin Chen tidak dapat menjelaskan tanpa bukti nyata.
Setelah beberapa menit berlalu, ia memutuskan panggilannya karena sudah mendapatkan penjelasan dari Tetua Chao.
Melihat Qin Chen dengan tidak percaya karena bisa dihormati Tetua Chao, bahkan membangun hubungan kerjasama di bidang barang antik.
"Walaupun kau mempunyai hubungan kerjasama dengan Tetua Chao, itu belum cukup menghidupi Jiang Haozi. Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
[Ding]
[Tugas Ke-14 Dipicu.]
[Tugas : Menikah dengan Jiang Haozi.]
[Pengalihan : Pengetahuan Bisnis.]
Matanya langsung berubah serius mendapatkan tugas baru!
"Aku memang miskin tidak mempunyai bakat lebih ataupun identitas. Tapi Paman Jiang, berikan aku waktu satu bulan untuk membuktikannya kalau aku bisa menghidupi Jiang Haozi."
Penuh kepercayaan diri menatapnya dengan serius membuat Paman Jiang semakin tertarik dengan tekadnya. "Satu bulan, aku hanya memberikanmu waktu satu bulan untuk membuktikannya. Jika itu memuaskanku, aku akan menyerahkan putriku."
"Baik!"
Suasana makan malam berubah menjadi perang dunia, ia menyelesaikan makan malam bersama dengan Keluarga Jiang hingga malamnya untuk kembali ke apartemen.
Jiang Haozi melambaikan tangannya, membalasnya dengan lembut ia bertekad menyelesaikan proyek besar ini dengan membangun Perusahaan-nya sendiri dalam satu bulan.
Bai Tianzhi menggelengkan kepalanya, ia memperhatikan Qin Chen yang serius menanggapi perkataan Paman Jiang.
Qin Chen merenungkan diri, ia hampir tidak sadar kalau ada uang menunggunya. "Bai Tianzhi, apa kamu mempunyai masalah? Aku melihat ada kabut hitam di kepalamu yang menandakan kamu ada masalah."
"Huh? Omong kosong apa itu? Aku tidak mempunyai masalah apapun."
Ia langsung menyentuh pundaknya. "Jangan berbohong, aku dapat melihatnya kalau kamu mempunyai masalah. Katakanlah padaku, mungkin aku dapat membantumu."
Bai Tianzhi memberhentikan mobilnya, ia membuat Qin Chen bingung dan tidak mengatakan apapun ia keluar dari mobil memintanya ikut keluar dan duduk di bangku pinggir jalan.
Malam yang cerah dengan langit berbintang di atas sana memberikan pandangan baru, hembusan angin terasa dingin namun sebenarnya menyejukkan perasaan.
Bai Tianzhi memegang tangannya sendiri sembari menghela napasnya.
"Sebenarnya, keluargaku memintaku untuk mencari seorang pria untuk menjadi suami masa depan. Mereka mencoba membuatku kencan buta dengan pria yang tidak aku kenal sama sekali membuatku tidak nyaman."
Dengan lepas ia menuangkan ceritanya kepada Qin Chen yang sudah dekat dengannya dari awal mereka bertemu.
"Ternyata begitu ... Aku memahami perasaanmu tidak nyaman dengan kondisi sekarang. Dijodohkan dengan pria yang tidak dikenal, kamu pasti merasa tidak nyaman, buka?"
__ADS_1
"Hmmm ... "
Dengan ragu-ragu ia mencoba menyentuh pundaknya, lalu membuatnya tersandar ke tubuhnya penuh kehangatan yang sudah lama menunggunya. Dengan lembut mengusap pundaknya, ia membuat Bai Tianzhi merasakan kenyamanan yang sudah lama tidak ia rasakan.
Menghadapi perasaan, ia melupakan bahwa tengah menunjukan sisi lemahnya kepada Qin Chen.
"Aku akan membantumu keluar dari permasalahan ini. Karena hari ini belum terlalu malam, bagaimana kita langsung menyelesaikan permasalah ini dengan keluargamu meluruskan semuanya agar kamu tidak merasa tertekan."
"Apa yang kamu rencanakan?"
"Aku tidak mempunyai cara. Percayalah padaku, aku pasti menyelesaikan permasalahmu dan membuatmu terbebas dari tekanan yang menghantuimu."
Bai Tianzhi menatapnya dengan penuh harapan, ia hampir tenggelam ke dunia yang membuatnya mengambil keputusan sulit menghadapi Qin Chen.
Dibawah bulan cerah di langit, ia memperhatikan Qin Chen penuh misteri di matanya.
Sementara itu, ia tersenyum memandangi keindahan bulan di depan matanya sembari memberikan sentuhan lembut di pipinya. "Aku buta hingga tidak menyadari sesuatu disampingku."
"Apa?"
"Kamu sangat cantik malam ini, Bai Tianzhi. Aku buta hingga tidak menyadarinya sedari tadi. Namun sekarang aku yakin, kalau bunga malam dan purnama bulan meredup melihatmu, senyumanmu membuat runtuhnya legenda masa lalu. Jadi tersenyumlah, karena kamu terlahir untuk tersenyum."
Wajahnya memerah mendengar gombalan maut Qin Chen, ia memalingkan wajahnya sedikit kesamping namun tidak bisa dikarenakan matanya tengah memandanginya.
"Kamu kenapa kamu mengatakan itu sekarang!"
Qin Chen tertegun, ia tersenyum membalasnya. "Karena kamu memang cantik Bai Tianzhi. Bagaimana kalau sekarang kita ketempat keluargamu menyelesaikan masalah yang kamu punya sekarang."
"Tapi— "
Bibirnya terhenti disaat sentuhan tangannya menghentikan ucapan Bai Tianzhi.
"Kamu duduk tenang dan bawa aku ketempat keluargamu, aku akan mengurusnya. Percayakan tentang ini padaku, karena aku sudah memikirkan matang-matang."
Dengan bingung ia mengangguk menerimanya, membawa Qin Chen kembali ke kediaman keluarganya untuk menyelesaikan permasalahannya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1