Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Chapter : 11] Mengalir untuk mengenali


__ADS_3

Sore itu Airyn tengah duduk di ruang tamu yang cukup lebar, bahkan pelayan rumahnya sudah menyiapkan berbagai cemilan untuk Airyn memanjakan diri disana, bahkan saat ini gadis itu tengah gemar dengan cat kuku yang baru ia pesan dari Brand ternama, hingga Merry berjalan kearah Airyn sembari meletakan susu hangat yang ia panaskan untuk Nona Petrov.


“Terimakasih Merry” ucap Airyn ketika menjangkau minuman itu, ia bahkan meneguknya dengan riang lantaran menerima kemenangan, bahkan Airyn yakin jika apa yang ia lakukan berhasil dan dirinya menjadi pemenang lagi.


Hingga mata gadis itu terpaku kearah Merry yang terdiam menatapnya. “Merry, kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Airyn seraya meletakan gelas putih yang hampir di tandaskan kearah meja.


“Nona, Tuan Hamillton sudah meningal dunia” ucap Merry dengan penuh sedih, rasanya wajah itu penuh duka ketika bicara kearah Airyn, tentu mendengar perkataan Merry membuat Airyn mengkerutkan kening dengan jengkel.


“Lalu kenapa kau membicarakan itu dengan ku, siapapun yang meninggal apa hubunganya dengan ku” ketus gadis itu dengan kesal, ia rasanya paling membenci kabar duka sebab semenjak kematian dan kepergian kedua orang tuanya, Airyn sungguh membenci semua itu.


“Menurut informasi, beliau meninggal tepat setelah menerima pesan anda Nona”


“Jadi kau menuduhku membunuhnya?” timpal airyn dengan segera, membuat Merry terdiam menatap kearah gadis itu, rasanya Merry tidak tahu harus bicara seperti apa, tapi semenjak kepergian ayahnya Louis Petrov gadis itu menjadi dingin dan tidak pernah memiliki hati atas penderitaan orang lain.


“Bukan begitu maksud ku”


“Lalu apa maksud mu?” cela Airyn di saat Merry membantah dirinya, membuat wanita itu terdiam sebab sadar jika berdebatpun tidak akan membuat dirinya menang. “ku bahkan tidak membunuh dan tidak memberikan ancaman pembunuhan padanya, aku hanya mengigatkan pria itu untuk tidak sekarah, apakah ini salahku jika ia menerima kabar kekalahanya. Sedari awal bukan aku yang mengusik bahkan aku menghargainya karna dimasa lalu perusahaan HS dan APV memiliki kerjasama erat, tapi sekarang saat dirinya menerima kekalahan atas keserakahanya sendiri dan kau menyalahkan diriku atas kematianya, lalu bagaimana dengan ku!! Apa aku harus diam saja untuk membiarkan orang lain mengunjak-nginjak harga diriku. Jika menyangkut kematian kau tidak perlu bicara berlebihan padaku Merry, aku lebih paham rasa sakit itu di banding dirimu” hingga Airyn menghempaskan semua yang ia genggam dan pergi kearah kamar, membuat Merry memejamkan mata ketika melihat tingkah wanita itu, sungguh ada sakit dan pilu ketika Airyn masih belum keluar dari luka dan dukanya, bahkan gadis itu seperti hidup untuk diri sendiri tanpa menyisihkan ruang untuk seseorang menempati hatinya.


Merry yang sendirian di ruang tamu menepiskan air mata yang begitu sakit saat melihat Airyn terluka sangat dalam, ia sangat sadar jika bukan Airyn yang melakukan kesalahan ini, bahkan Merry sangat percaya jika kematian seseorang adalah takdir yang tidak bisa kita elakan, dan bahkan Merrry tidak menuduh Airyn sebagai penyebabnya, namun yang ingin Merry sampaikan, seharusnya Airyn bisa memakai sedikit perasaanya atas kabar duka ini, jika di ingat kembali kenapa semua hal sangat kacau balau dan rasanya semakin hari segala yang terjadi menjadi begitu curam, semua itu karna beberapa orang tengah berlindung di bawah rasa sakitnya.


*


Sore itu Hansell sudah berada di kantornya, ia baru saja melakukan rapat penting dengan berbagai Eksekutif Manager dan beberapa jajaran Direktur di Grup HS, tentu Hansell sudah mengetahui bagaimana tebalnya angka kerugian yang di terima perusahaan, dan jika salah langkah maka akan membuat perusahaan ini Colaps, untuk itulah Hansell perlu perhitungan matang dan perlu menimbang sebab tingkat keberhasilanya amatlah tipis.

__ADS_1


“Bagaimana tuan? Apakah anda setuju dengan usulan mereka?’ tanya Darrel pada pria itu.


“Apakah aku harus membuat kesepakatan dengan Nona Petrov?” seru pria itu ketika berfikir keras untuk menimbang keputusanya.


“Jika itu cara terbaik untuk saat ini, menurut saya sudah sepantasnya kita melakukan nya Tuan, bagaimanapun hanya ada satu kesempatan, dan anda tidak boleh menyianyiakan hal ini”


“Baiklah, segera kabari pihak APV Petrov, aku akan menemuinya” seru Hansell ketika memberikan keputusan kehadapan Darrel, membuat pria itu terpaku ketika Hansell Hamillton yang selama ini membenci APV Petrov, untuk kali pertamanya menyetujuinya.


“Kenapa kau diam saja, pergilah” terus Hansell dengan nada membentak, membuat Darrel tersadar dari lamunanya, untuk sesegera mungkin pergi dari sana. Pria itu menghubungi pihak Petrov untuk janji temu bersama Nona Petrov sang pemilik APV terbesar di seluruh Asia dan Eropa, gadis itu tentu di ketahui sebagai gadis berusia 20 tahun tapi memiliki kekayaan terbesar di dunia, bahkan rumor mengatakan jika perputaran modal perusahaan APV tidak akan pernah mengering sebab ia memiliki berbagai cabang Bank APV di dunia.


“J-Jadi?” ucap Darrel dengan tergugu, ia bahkan tidak percaya atas apa yang ia dengar dari lawan bicaranya di balik ponsel itu.


“Nona Petrov tidak bisa membuat janji hari ini, dan saya sudah mencoba membujuk namun ia tetap tidak ingin menemui pihak anda” jelas pria itu, hingga Darrel mengusap kepalanya dengan gusar, jika begini maka tamatlah riwayat Tuan Hansell Hamillton.


“Nona Petrov berpesan jika dia hanya murid SMA, jadi dia sudah memberikan pihak HS kesempatan namun kalian mengabaikanya, untuk itulah ia tidak punya waktu lagi”


“Tapi anda tahu sendiri jika kemarin kami tengah berduka atas meninggalnya Tuan Besar Hamilton. Bukankah anda sendiri yang memberikan E-mail jika Nona Petrov mau bernegoisasi, bagaimana bisa sekarang kalian membatalkanya”


“Tapi negoisasi itu di lakukan sebelum Nona Petrov mengakuisis saham Tuan Xiao, dia memberikan kesempatan negoisasi itu lantaran memberi pihak HS untuk berfikir ulang dalam menyerang saham beliau di Tiongkok, dan sampai kemarin hari kami tidak mendapatkan kabar apapun, membuat Nona Petrov membatalkan negoisasi itu”


“Kami sungguh minta maaf atas itu Tuan, tapi kedatangan kami kali ini sungguh-sungguh untuk membuat kerjasama” keras Darrel kepada pria itu.


“Saya minta maaf Tuan Darrel, ini sungguh bukan ranah saya”

__ADS_1


“Tuan, saya mohon untuk memikirkan ulang tentang ini” balas Darrel sekali lagi, rasanya ia begitu frustasi mendapatkan hasil nihil.


Hingga pangilan itu terputus dan membuat Darrel tidak mepercayai ini, apa yang akan ia katakan pada Hansell, tidak mungkin dia akan mengatakan jika Nona Petrov tidak memiliki waktu kan, tapi di dalam sana Hansell sudah berharap untuk negoisasi ini, jika ia mengetahui jabawan yang begitu merendahkan harga dirinya, akankah Hansell Hamilton akan murka lagi. “Astaga, kenapa aku harus berasa di situasi ini” gerutu Darrel dengan frustasi.


Sesuai dugaan Darrel, pria itu amat murka atas jawaban dan alasan pihak HS, bahkan gurat marah tidak bisa pudar sampai akirnya memecahkan hiasan meja yang begitu mahal menjadi serpihan tak berarti, sekalipun ia tenang dan bersikap dewasa, saat ini kondisi emosional Hansell sangat terganggu, bahkan Darrel telah menyaksikan bagaimana luapan emosi itu banjir tanpa ada bendungan untuk mengontrolnya.


*


Airyn baru selesai dari pekerjaanya, beruntung sekarang hari libur membuat Airyn sangat produktif atas pekerjaanya di kantor, bahkan gadis itu menghabiskan 16 jam untuk bekerja tanpa keluar dari ruangan, sungguh gadis pengila kerja yang begitu luar biasa.


Berto yang saat ini menjadi sekretaris pribadinya, tengah sibuk mengantongi kembali ponsel gengam yang ia miliki, sebab Berto baru selesai menerima kabar dari pihak HS untuk menolak negoisasi yang mereka tawarkan.


Airyn berjalan dengan elegan sembari berlalu menuju lift khusus miliknya, gadis itu tampak lelah dan bahkan kantung hitam di bawah matanya pertanda jika dirinya tidak memiliki kualitas tidur yang baik, untuk itulah Merry selalu mensiagakan Dokter pribadi untuk Nona Petrov, agar bisa memberikanya asupan nutrisi dan vitamin agar gadis itu terhindar dari sakit, sebab semenjak ayahnya meninggal Nona Petrov hanya bekerja dan bekerja, ambisi yang besar benar-benar mengantarkan Airyn kedalam kekuasaan yang di minatinya, dan tak jarang ia selalu berhasil di setiap usaha yang di kerahkan.


“Siapa yang menelfon mu barusan?” tanya Airyn pada Berto, bahkan pria itu mengangkat kepalanya kearah depan ketika mendengar pertanyaan yang Airyn ajukan.


“Apakah anda mendengarnya Nona?” tanya Berto saat memandangi punggung yang menbelakangi, mendengar Airyn bungkam, membuat Berto sadar diri ia harus menjawab apa yang gadis itu tanyakan. “Pihak HS, meminta waktu anda untuk bernegoisasi, tapi sesuai apa yang ada katakan kemarin saya sudah menolak mereka” jelas pria itu.


Membuat Airyn terdiam saat melihat kearah depan, rasanya ia memiliki empati akan kemalangan yang melanda, dan Airyn sudah menyelidiki jika anak dari Tuan Hamillton itu tidak terlibat sedikitpun atas apa yang terjadi di Tiongkok, bahkan Airyn sudah melakukan pelacakan tentang rekam jejak Hansell Hamillton di dalam berbisnis, hampir semua rekan dan sekutunya sangat bangga dan puas atas pribadi dan kinerjanya, bahkan Airyn mulai memberikan toleransi dan empati jika pria itu merasakan kehilangan atas ayahnya, jika begini apakah tidak kelewatan Airyn bersikap angkuh, rasanya ia ingin meminta maaf namun terbelengu dengan harga diri yang meningi.


“Katakan pada pihak HS untuk menemuiku besok hari, aku akan meluangkan waktu untuk mereka” ucap gadis itu dengan nada perintah hingga membuat Berto terdiam mendengar apa yang Airyn katakan.


“Lupakan saja tentang tingkah Tuan Besar Hamillton, yang jelas aku ingin mengenal bagaimana pribadi anaknya, setidaknya pengampunan ku kali ini hitung saja sebagai kompensasi atas masalah HS dan APV” gumam gadis itu saat berlalu kearah luar untuk memasuki mobil yang menanti, gadis itu bertingkah angkuh di hadapan kariyawan yang memberikan hormat padanya, bahkan tak sedikit dari mereka yang menekukan kepala ketika pemimpin grup terbesar dunia itu berjalan kesebuah mobil mewah.

__ADS_1


Airyn mendudukan diri di kabin penumpang untuk bersikap santai dan menenagkan dirinya, bagaimanapun fikiranya harus di kosongkaan malam ini untuk menyambut tumpukan pekerjaan dan permasalahan besok harinya, sekalipun Airyn mulai lelah tapi inilah kehidupan, selalu mengalir tanpa kita mengiginkanya.


__ADS_2