
Cahaya pagi mulai menerangi sebagaian isi kamar, dan sebagian lagi masih tertutup dengan tirai pintu berwarna ungu pekat yang Airyn tutupi dengan cukup rapat, tentu malas melanda dan Airyn sebab gadis itu ingin memasuki dirinya kedalam tidur untuk tahap kedua, hanya saja fikiran itu terlanjur sadar atas tumpukan pekerjaan yang harus ia selesaikan dan bahkan ada masalah pembangunan yang memiliki kendala, sungguh Airyn malas sekali.
Sebuah langkah kaki anggun memasuki ruangan itu, wanita dewasa yang sangat cantik itu ialah Merry yang senang tiasa menyiapkan segala keperluan Airyn dari hal terkecil sekalipun, bahkan ia sudah menyiapkan roti kukus bertabur mayonais dan selain stroberry diatasnya, serta susu hangat kesukaan Airyn yang di peras langsung dari pertenakan sapi di kota Mudanjiang Heilongjiang, China. Tentu sudah di fermentasi sedemikian rupa hinggaa menjadi susu berkualitas untuk ia konsumsi konsumen.
“Selamat pagi Nona Petrov” sapa Merry dengan hangat, membuat Airyn merengangkaan badan seraya melirik wanita itu.
“Selamat pagi Merry” balasnya dengan senyum singkat hingga membuat Merry meletakan segala yang ia bawa di nakas samping ranjang tidur Airyn.
“Bagaimana perkembangaan hari ini?” tanya gadis itu sambil menguap kehadapan Merry.
“Kemarin ada penambahan Investor di dalam bursa efek kita, dan orang itu tak lain ialah Tuan Zat dari Amerika yang menambahkan angka Investasi sebanyak 2 kali lipat, sedangkaan hari ini ada kenaikan signifikan yang terjadi dalam industri hiburan dan anda mengalami kenaikan sebanyak 15 persen setelah agensi mengeluarkan combeck artis Jily, selain itu kenaikan saham kita meroket dalam Brand fasion yang sudah di keluarkan minggu lalu dan hanya ada sedikit kendala…” sontak Airyn menatap diam kearah Merry, tentu saja sedikit kendala itu adalah saham yang tidak bertambah dan berkurang dalam airtian kalkulasi tetap.
“Sudahlah, aku sudah mengerti” tukas Airyn saat menjangkau sarapan yang Merry siapan, gadis itu menikmati sarapan diatas ranjang tidur sembari duduk manis untuk memikirkan perihal restoran Irlandia yang ia buat di seluruh dunia, kenapa hingga detik ini proyeknya soal makanan tidak pernah memiliki hasil yang memuaskan, rasanya segala Inovasi yang di buat tetap saja mendapatkan hasil aman. “Apa aku yang tidak berbakat dalam dunia kuliner” ejek Airyn pada dirinya sendiri saat memikirkan bagaimana payahnya ia akan hal itu.
Hansell mendapatkan kabar pagi ini, bahwa Nona Petrov yang menolaknya kemarin untuk negoisasi sudah menyetujuinya, tentu saja sebagai orang yang membutuhkan bantuanya Hansell merendahkan diri dan mulai menerima perlakuan gadis itu, setidaknya Hansell akan merendahkan sedikit egoisnya dan mulai menjalani saja tanpa mengunakan prinsip.
Kedua orang itu memasuki perusahaan APV Petrov, mereka di jamu langsung oleh oleh Berto sekalu orang kepercayaan Nona Petrov, meskipun sempat terjadi adu mulut antara Berto dan juga Darrel, membuaat Hansell tak ambil pusing, ia duduk manis di posisi untuk menunggu kehadiran wanita bernama Nona Petrov, setidaknya Hansell sudah lelah untuk marah dan meluapkan segala kekesalan dirinya, rasanya batasan emosional itu sudah mencampai ambang di mana Hansell tidak ingin melakukan apapun, selain menerima dan menjalani saja.
__ADS_1
Meskipun pria itu duduk diam tanpa suara, di dalam otaknya tengah bekerja untuk mengigat kembali memori tentang ibunya yang meninggal di curgai karna orang dari markas utama, sungguh Hansell tidak mengerti apa yang terjadi, seolah ingatanya tentang waktu itu benar-benar samar, hanya meninggalkan sepercik dendam terhadap markas utama yang mengendalikan permainan bawah tanah, alasan inilah yang mengantarkan Hansell untuk membenci dan tidak menyukai Airyn, rasanya gadis itu terlalu berkecimpung banyak di dalam permainan bawah tanah, dan Hansell serta seluruh pembisnis di penjuru bumi manapun, sangat mengerti bagaimana gadis usia 20 tahun itu bergelut di markas utama, ia memang bukan pemimpin melainkaan VVIP yang mampu mendalikan pemimpin utama di markas bawah tanah, dan Hansell adalah anggota keluarga Sah yang seharusnya menerima jabatan pemimpin itu, namun kebencian dan dendam atas kepergian ibunya, membuat Hansell benar-benar menjauh dan tidak igin ikut campur, bahkan ia tidak ingin terlibat dengan Airyn yang aktif mengunakan koneksi bawah tanah, sebab jika Hansell bersekutu degannya, sudah jelas Hansell akan terlibat lagi dengan permainan bawah tanah yang mengerikan.
“Tuan Berto apakah masih lama lagi?” tanya Darrel sekali lagi.
“Saya tidak tau Tuan, anda tunggu saja” balas Berto dengan geram, rasanya setelah perdebatan mereka barusan, Berto mulai kesal pada sekretaris pribadi Hansell.
“Tapi ini sudah lama sekali, sekalipun kami yang membutuhkan negoisasi ini, tapi tetap saja Nona Petrov harus konsisten dan profesional”
“Sarrel, sudahlah, kita tunggu saja” tukas Hansell dengan malas, rasanya ia juga hampir muak dengan Darrel, namun karna Hansell sadar ia terlalu lelah untuk marah, membuat pria itu membiarkan saja.
Pintu ruangan yang tadinya tertutup rapat, kali ini merengang seolah di buka oleh seseorang, membuat Berto berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan Nona Petrov yang sedari tadi mereka nanti, bahkan Darrel cukup berdebar saat melihat gadis remaja yang luar biasa mempesona itu, memiliki karisma tajam nan begitu elegan, gadis itu ialah Airyn Petrov ahli waris Petrov yang sudah menguasai berbagai wilayah di dunia, ia melebarkan bisnisnya keseluruh Eropa setelah berhasil memenagkan Asia, sungguh Darrel tidak percaya akan bertemu dengannya, gadis luar biasa itu akan menjadi rekan bisnis Hansell Hamillton yang sebenarnya penuh dengan prinsip dan juga sikap arogan yang sangat keras.
Mata mereka mengakses wanita dewasa yang tak kalah cantik dari bayangan Darrel, bahkan di pandangan pertama Darrel bisa mengenali siapa wanita itu, dia adalah Merry Laurent yang terkenaal jenius bahkan otak di balik Grup APV, bahkan wanita itu setia terhadap keluarga Petrov dari usia mudanya, hingga banyak orang mengatakan jika Nona Petrov dan Merry Laurent seperti pinang terbelah dua, merasa sangat mirip dan tidak ada kekurangan sedikitpun, Merry berjalan elegan sembari menatap Hansell yang memandang kearah Merry, bahkan Airyn yang mengunakan dres hitam yang melekuk di tubuhnya di padukan dengan rambut indah yang sengaja ia luruskan membuat semua orang terpana akan gadis cantik, bahkan ketika Airyn yang selalu berjalan angkuh memasuki ruangan untuk mencengkram para musuhnya dengan kepribadian, kali ini tertegun diam saat memandang mata yang memancar tajam.
Hansell hamillton, pria itu adalah orang yang sebenarnya sudah Airyn kenali dan beberapa kali pernah interaksi dengannya, tadinya Airyn menduga dirinya hanya salah menerka dan menyangkal jika tidak mungkin ahli waris Hamillton bersekolah di sekolah yang sama denganya, tapi siapa yang menduga pria yang kemarin mencengkram tanganya, mengajaknya bicara dan pria yang sering Airyn abaikan secara terang-terangan, kali ini adalah sosok pria yang sudah ia jatuhkan dan hancurkan dengan kekuasaan, Hansell Hamillton adalah ahli waris dari Grup HS yang membuat Airyn tidak bisa mempercayai hal ini.
Hingga sebuah tawa ironis mampu Airyn akses dari sudut bibir pria itu, nampaknya Hansell amat sangat membenci dan tidak menyukai dirinya, bahkan kali ini pandangan mereka saling menyatu diantara keheningan yang terbentang.
__ADS_1
Bagaimana mungkin gadis yang selalu membuat hatinya berdebar, yang terus membuat matanya terpaku, dan gadis yang Hansell ikuti secara diam-diam adalah wanita yang sangat ia benci selama ini, perasaan apa yang terjadi cukup pekat ini, apakah ini kekecewaan atau rasa pengkhianatan, tapi kenapa Hansell merasa sakit yang tak bertepi hingga membuat dirinya tidak mampu bicara lagi, Airyn yang Hansell kenali sebagai gadis dingin yang hanya peduli akan diri sendiri dan dunianya itu, ternyata gadis berbahaya yang Hansell benci, pada kenyataan Airyn yang di sekolah dengan Nona Petrov adalah dua pribadi yang bertolak belakang untuk di terima oleh Hansell, rasanya Airyn yang di sekolaha dalah sosok gadis yang tidak mengerikan dan jauh dari dunia kejam ini, tapi siapa yang menduga jika gadis itu adalah Nona Petrov.
“Selamat datang Nona Petrov” tukas Berto dengan salam hormat yang ia berikan, bahkan suara pria itu memutus keheningan yang terbentang diantara semua orang, membelah pancaran amarah yang saling di tujukan satu sama lain, hinga memutus mata membunuh yang saling mereka lemparkan.
Hingga Merry baru sadar jika sebenarnya ada sesuatu yang terjadi diantara dua orang ini, tapi apa yang terjadi hingga Airyn berekasi sebesar ini, biasanya gadis itu selalu percaya diri dan tidak pernah peduli akan apapun terkait musuhnya, namun untuk pertama kalinya Nerry sadar jika Hansell juga menjadi sesuatu yang membuat perhatian Airyn tertuju.
“Selamat datang Nona Petrov” terus Darrel ketika dirinya sadar jika beberapa saat berlalu ia terlanjur terpaku pada Nona Petrov.
“Tuan, ucapkan salam pada Nona Petrov” bisik Darrel ketika bicara dengan nada pelan kearah Hansell yang mematung diam. “Tuan….” Terus Darrel saat menyadari tak ada respon dari pria itu.
Airyn melanjutkan perjalananya, kali ini ia mulai sadar diri dan melangkah pasti kearah meja yang ia duduki, namun belum sampai Airyn ke kursi itu, Hansell terlebih dahulu mendudukan diri tanpa ada kata atau sepatah ucapan yang ia lantunkan, seolah menghina dengan terang-terangan sampai membuat mata Darrel membulat sempurna.
“Ada apa dengan pria itu?” ucap Darrel ketika memandangi tingkah Hansell yang kurang ajar, bahkan pria itu adalah sosok pria yang sopan dan selalu menghargai orang lain, namun untuk kali ini kenapa dia bertingkah kuranga ajar. “Astaga, apa yang sebenarnya terjadi” gumam Darrel dengan penuh sesal.
“T-Tuan ada tidak boleh seperti itu” bisik Darrel yang kala itu membungkukan badanya untuk bicara pada Hansell, namun pandagan mata pria itu memancar tajam seolah ia tidak suka Darrel banyak bicara.
Hingga Airyn menarik senyum kecut di sudut bibirnya atas sikap kurang ajar yang dilakukan oleh Hansell Hamillton, bahkan Merry dan Darrel saling memandang atas interaksi luar biasa menegangkan antara kedua orang itu.
__ADS_1