Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 52] Mengutarakan perasaan.


__ADS_3

Malam menjemput, bahkan bulan tengelam dalam sebagian awan yang menutupi cahayanya, hingga pria itu mendongakan kepala kearah atas ketika beberapa teman-temanya menyanyikan sebuah lagu diantara api unggun yang menghagatkan tubuh mereka.


Hansell menolehkan sedikit kepalanya kearah belakang, melihat tenda yang ada di belakang tubuhnya, membuat Hansell berfikir, bagaimana jadinya jika Airyn merasakan hangatnya malam ini diantara bulan yang sedang menyelimuti kegelapan, bahkan beberapa orang bernyanyi didekat api unggun sambil menghirup aroma panas ditubuhnya, sayangnya Airyn terlihat kelelahan, hingga Hansell tersenyum getir untuk mengubur harapan yang terlalu di harapkan.


*


Sedangkan Hellena masih di rundung kesal, bahkan ia ingin bicara namun terlalu malas untuk mengungkapkan kegundahan hatinya, sebab semakin di jelaskan semakin membuat Hellena merasakan benci pada gadis itu, membuat gadis itu diam seribu bahasa diantara kesunyian posko kesehatan.


Sampai akirnya Airyn bangkit dari tidurnya, bahkan gadis itu merapikan baju hangatnya yang sedikit berantakan hingga akirnya membuat mata Hellena terbelalak secara sempuna, lantaran Nona Petrov tengah bersiap-siap menandaskan permukaan kakinya untuk beranjak dari sana, kemana gadis itu pergi.


“Kau mau pergi kemana?” tanya Gellena dengan segera.


“Tentu saja ingin bergabung dengan Hansell” balas Airyn, membuat Hellena mencebikan bibir dengan kesal atas apa yang Airyn utarakan.


"Apa kau tidak punya malu mendekatinya namun saat ia mengejarmu kau malah mendorongnya pergi" hina Hellena dengan kesal, namun Airyn tidak peduli.


Gadis itu melangkahkan kaki secara sempurna untuk meninggalka Hellena yang tengah duduk di tempat tidurnya, bahka Hellena mengertakan gigi dengan kesal diantara wajah mengelap yang membuatnya kesal, nampaknya, Airyn benar-benar ingin bersama Hansell dan tidak mau mengalah pada Hellena.


“Kau tidak boleh menemuinya!” ketus Hellena dengan nada meninggi, hingga mencegat tubuh Airyn untuk melangkah pergi.


Bahkan Nona Petrov membalikan badan secara perlahan sembari menatap Hellena secara lekat.


“Kenapa aku tidak boleh pergi?’ tanya Nona Petrov dengan kalimat tenang diatas sikap dinginya yang mengerikan.


“Karna kau akan mendekati Kak Hansell, apa kau fikir dirumu pantas! Kau sangat tidak pantas, menjauhlah darinya”


Sungguh jawaban gadis itu mengulas senyum getir di wajah Airyn, Hellena nampaknya benar-benar tergila-gila pada pria itu, bahkan Airyn tidak pernah melihat cinta senaif itu, bahkan Airyn sendiri merasa kasihan jika harus mengancam Hellena atas perbuatanya pada adik Hansell.


Sebab menurut Frada yang saat ini menjadi bawahan Airyn secara privasi mengatakan, jika Angeline Hamillton tengah melakukan Home Scholling secara mandiri, selain itu Airyn jugamelakukan Survei tentang apa yang di alami Angeline di sekolah, jika gadis itu mengalami pembulliyan.


Bahkan ada atau tidaknya Hellena disana, tetap saja ia mengalami pembulliyan secara verbal, dan ungtunglah ada Hellena yang masih berteman baik dengan Angeline, sehingga gadis itu terselamatkan, bahkan rasanya Airyn mulai mencurigai, apakah perbuatan yang di lakukan Hellena untuk menipu Angeline, dia gunakan untuk menarik simpati Hansell, atau jangan-jagan sebagai jalan bagi Hellena menjauhkan Angeline dari lingkungan sekolah.


Setidaknya dengan begini, Hellena menyelamatkan satu nyawa atas kasus pembulliyan yang Angeline alami, namun jika benar hal ini demi kebaikan Angeline kenapa gadis itu malah bersikap membingungkan, kenapa ia tidak berterus terang saja atas semua yang terjadi, membuat Airyn benar-benar tidak dapat mengerti tentang logika gadis seperti Hellena.


“Terserah kau saja Hellena, aku lelah berdebat denganmu, jika kau tidak mau aku mendekati Hansell, lebih baik kau bangun dari tempat tidurmu dan bergabunglah dengan mereka, tapi jika kau merasa kesehatanmu memburuk, maka istirahatlah” ketusnya dengan kesal, sebelum akirnya Airyn benar-benar meninggalkan posko itu.


*


Airyn menyelipkan tubuh menungilnya untuk duduk di samping Hansell, bahkan membuat Hansell terkesiap tak menyangka mendapati Airyn di sampingnya.


“Airyn, apa yang kau lakukan disini?” tanya Hansell dengan wajah paniknya.

__ADS_1


“Aku ingin bergabung, bagaimanapun ini aku alami sekali seumur hidup, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini”


“Tapi kau sedang tidak enak badan, jangan menempatkan dirimu dalam situasi bahaya Airyn, kembalilah keposko”


“Aku baik-baik saja Hansell...sungguh.....aku ingin sekali menikmati malam ini”


“Kenapa?”


“Karna ada kamu” seketika mereka terdiam, diantara tatapan mata yang saling bertatapan, bahkan jantung keduanya berdegup tak karuan, saat Hansell tak menyangka seorang Nona Petrov bisa mengutarakan hal semenyenangkan ini, apakah ia tidak sadar sikapnya membuat Hansell jatuh hati terlalu dalam.


“Ayo…ayo….berdiri semuanya” teriak seorang pemandu acara, bahkan memutus tatapan diam antara mereka, bahkan Hansell berdiri dengan segera sembari memberikan uluran tangan untuk membantu Airyn berdiri.


“Kemarilah, pegang tanganku” pintanya dengan hangat, membuat Nona Petrov menyambut tangan Hansell degan senang hati.


“Terimakasih” tuturnya dengan senyum tipis, bahkan Airyn berusaha untuk baik-baik saja ketika dirinya hampir meledak karena gugup, bahkan Airyn bisa melewati beberapa rapat penting dengan petinggi, namun dikeadaan seperti ini, ia benar-benar menjelma menjadi gadis yang payah.


“Ayo anak-anak, genggam tangan teman yang ada disamping kalian, dan buat lingkaran besar, kita akan membuat sebuah permainan yang menyenangkan” ungkap pria parubaya itu kepada seluruh murid yang ada disana, bahkan membuat Hansell dengan senang hati mengenggam tangan Airyn, hingga Dikra juga menimpal tangan Airyn yang ada disampingnya.


“Kau, apa yang kau lakukan!” kesal Hansell, ketika pria itu mengenggam tangan Airyn tanpa izin.


“Aku ingin bergabung dengan kalian, bagaimanapun aku juga ingin mendengarkan hal apa yang kalian bicarakan hingga membuat pipi kalian memerah” ledek pria itu, bahkan Dikra terkesan sengaja untuk mengoda keduanya, hingga Hansell menajamkan mata dengan sempurna, namun Dikra tidak mempedulikanya, sembari membalas Hansell dengan cibirian.


“Airyn, apa aku boleh mengandeng tanganmu, bagaimanapun, lebih baik aku yang melakukanya dari pada orang lain”


Membuat Dikra mencebikan bibir sekali lagi kearah hansell untuk mengejek sahabatnya, membuat pria itu benar-benar marah diatas kecemburuanya yang besar, jika tidak ada Airyn disisinya, mungkin Hansell akan memukul pria itu sampai susah utuk bangun dari ranjang rumah sakit.


“Baiklah anak-anak, lihat lingkaran yang bapak bulatkan ini, barang siapa yang menempatkanya disaat musik berhenti, dia harus siap dihukum, bagaimana? Apa kalian mengerti?”


“Mengerti pak” saut semua orang, sedangkan Airyn masih mengamati apa yang mereka sorakan.


“Pak, apakah hukumanya sudah ditentukan?” tanya seorang gadis yang ada dibagian depan Airyn.


“Tentu saja, bapak sudah membuat beberapa hukuman yang nantinya akan kalian pilih, lihat box yang ada didepan, kalian perlu memilih satu bola yang di dalamnya ada sebuah kartu hukuman, jadi tugas kalian memenuhi apa yang ada didalam kartu itu. Sederhananya, hanya sebuah hukuman pertanyaan ataupun bernyanyi” jelas beliau dengan kalimat santai, membuat beberapa siswa tertawa renyah atas permainan yang membuat semuanya antusias.


“Hansell aku tidak mengerti” lirih Airyn pada pria itu, bahkan ini kali pertamanya Airyn melihat hal semacam ini.


“Mudah sekali, kau hanya perlu mengikuti alunan lagu sembari berkeliling sambil berpengan tangan seperti ini” timpal Dikra saat memperlihatkan pegangan tangan mereka. “Lihat lingkaran yang bapak itu tempati, jika musik berhenti dan kau ada diposisinya, maka kau yang akan dihukum, jadi untuk hukumanya, kau harus memilih beberapa bola yang ada di dalam box, disana ada berbagai hukuman yang harus kau penuhi untuk melanjutkan permainan lagi” hingga gadis itu menganggukan kepala seolah ia mulai paham secara samar.


“Apa kau belum pernah melakukan permainan ini? Bahkan ini sangat sering dijadikan sebagai ice breaking dalam kehidupan sehari-hari, entah itu dalam pelatihan ataupun permainan sehari-hari”


“Belum. Ini kali pertamanya bagiku”

__ADS_1


"Bagaimana bisa, bukankah kau sudah berada dalam lingkup perusahaan, apakah kau tidak pernah melihat kariyawam mu melakukan pelatihan, atau tamasya perusahaan" tanya Dikra dengan bingungnya.


Membuat Airyn tersenyum simpul atas perkataan pria itu. "Apa kau fikir, hidupku sesengang itu sampai bisa menikmati permainan selama bekerja, bahkan aku sering melewatkan makan siang akibat sibut" sungguh Airyn terkekeh atas perkatakaan Dikra.


Membuat pria itu terpana diam mendegar ucapan Nona Petrov, seperti apa kehidupan Airyn hingga permainan sesederhana ini, baru pertama kali ia mainkan.


“Mulai!” teriak seorang pria parubaya hingga membuat Hansell menarik tangan Airyn secara lembut, bahkan beberapa siswa mengikuti alunan musik namun Nona Petrov yang tidak mengerti apa-apa, hanya menatap dan menuruti Hansell dan Dikra.


Selain itu, Airyn tertawa lepas saat melihat Hansell mengolok dirinya, hingga alunan musik yang tadinya begitu memeriahkan kali ini terhenti, bahkan seorang gadis yang cukup manis menjalankan hukuman dengan bernyanyi di hadapan semua murid, setelah hukumanya selesai, ada seseorang yang mendapatkan kesialan yang sama, ia menampilkan sebuah bakat berpuisi yang membuat Airyn terkekeh lepas karna tingkahnya, hingga Hansell tidak menyangka, sisi Airyn yang begitu lembut membuatnya semakin jatuh cinta.


Semua orang mungkin melepaskan genggaman tanganya ketika musik berhenti, namun berbeda dengan Hansell, ia selalu menganggam tangan Airyn sekalipun musik tidak dimainkan.


Malam ini tak ada yang lebih indah dari gadis mengerikan itu, bahkan bulanpun harus mundur sebab Airyn lebih terang dari pada dirinya, tawa yang cantik itu terus memikat pandangan Hansell, seperti permen karet yang tidak pernah hilangan rasa manisnya.


Membuat Dikra sadar, jika temanya benar-benar merasakan cinta yang terlalu dalam pada gadis itu, bahkan Dikra menghela nafas dengan cukup lega, jika akirnya Hansell menemukan pujaan hatinya, namun baru kali ini Dikra melihat pria itu sangat tergila-gila pada wanita, membuatnya cukup mencemaskan, bagaimana jika semua hal tidak sesuai dengan kenyataan mereka, mungkin saat ini segalanya sangat mendebarkan, semuanya terlihat indah dan membahagiakan, namun ketika mereka terjatuh terlalu dalam, akankah selamanya merasakan sisi terindah itu? Atau jangan-jangan Hansell dan Airyn menjadi korban dari perasaan yang terlanjur dalam.


“Hansell” lirih Airyn ketika melihat pria itu berhenti tepat dilingkaran, bahkan semua orang terdiam saat Hansell sendiri tidak sadar akan dirinya sebab terlalu larut memperhatikan Nona Petrov.


“Kenapa?”


“Kau kena” ungkap Airyn dengan tawa polos penuh ejekan, bahkan membuat Hansell terkesiap sembari menakukan pandangan kearah bawah, hingga akirnya ia sadar jika dirinya berada dalam lingkaran.


“Hansell, ayo ambil hukuman mu” pinta beliau kehadapan pria itu, membuat Hansell menganggukan kepala secara polos, seolah dirinya enggan melepaskan gengaman tangan mereka, namun untuk beranjak dari barisan ia perlu berpisah dengan Airyn.


Pria itu membuka sebuah lembaran yang dia dapatkan, bahkan Hansell mengkerutkan kening melihat hukuman yang tertera disana, sampai akirnya mata pria itu terangkat melihat Airyn, bahkan hening membentang diantara semua orang, seolah mereka melihat bagaimana interaksi mata yang intim diantara Airyn dan Hansell.


“Apa hukumanmu? Cepat bacakan” ungkap beliau dengan segera, membuat Hansell tersenyum manis pada Airyn sampai akirnya ia membacakan sebuah pertanyaan yang tertera.


“Apakah kau sudah bertemu cinta pertama mu” lirih Hansell diantara keheningan yang terbentang, membuat beberapa orang begitu malu atas hukuman yang pria itu dapatkan. “Aku akan menjawabnya, jika aku belum mendapatkan cinta pertamaku”


“Yaa………..apa-apaan itu, tidak mungkin seorang Hansell Hamillton tidak memiliki wanita” ledek semuanya diatas kekecewaan mereka.


“Hanya saja....... aku sedang mengejar cinta pertamaku” terusnya lagi saat menatap hangat kearah Airyn, membuat gadis itu berdebar tak takuan diantara rasa gugup yang melingkup dirinya, bahkan Dikra saja menahan senyumnya atas apa yang Hansell lakukan, pria itu selalu membuat hidup Dikra dipenuhi kejutan, hanya pada seorang gadis seperti Airyn, ia melupakan siapa dirinya yang penuh dengan nilai kebaikan dan sikap egois yang tinggi, tapi lihat Hansell malam ini, ia seperti pria payah yang tidak bisa menjangkau cinta pertamanya dan perlu mengemis mendapatkan hati Airyn dihadapan semua mata yang bisa menebak siapa orangnya.


“Apakah orang itu Nona Petrov?"


"Apakah mereka berpacaran?”


“Apakah gadis itu Airyn?”


“Astaga, aku tidak percaya”

__ADS_1


“Bagaimana bisa mereka bersama, apa mereka ingin membuat sebuah negara dengan kekuasaan yang mereka punya”


Setidaknya itulah kata-kata yang tengah Hansell dengar, begitupun dengan Airyn, sampai akirnya Hansell memberikan senyum teduhnya pada gadis itu, bagaimanapun perkataan mereka pasti menganggu dirinya.


__ADS_2