Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 71] Menguji hati Hansell Hamillton.


__ADS_3

Hansell membanting pintu kamarnya, pria itu memasuki kamar dengan sikap marah atas kata yang Airyn ucapkan amatlah menikam, apakah gadis itu selalu egois dan melampiaskan emosinya semaunya saja, kenapa sulit sekali bagi Hansell untuk mengerti dirinya, apakah ia tidak bisa bicara jika ada sesuatu yang salah, kenapa Airyn selalu menangung semuanya sendiri seolah gadis itu bisa mengatasinya, tapi kenyataanya Airyn terus melarikan diri dan membuat orang disisinya pergi.


“Kakak, ada apa dengamu, apakah ada yang salah?” tanya Angeline pada kakaknya, bahkan gadis itu berdiri diambang pintu dengan perasaan bingung.


“Entahlah, aku lelah sekali” saut Hansell sembari membentang tubuh, belum sempat Hansell memijit kepalanya, Angeline menghampiri pria itu sembari memukul dengkul kakaknya, hingga Hansell mendesir kesakitan.


“Jika kau hanya lelah, kenapa kau membanting semua pintu seperti orang kesurupan, apakah kau membohongiku, pasti terjadi sesuatu dengamu”


“Kenapa kau memukul dengkul keringku, bukankah kau kejam sekali Angeline! Ini sangat sakit” dengus Hansell saat mengusap dengkulnya, bahkan pria itu meringis dengan penuh kesal sebelum akirnya menghela nafas melihat sikap adiknya.


“Tidak ada yang terjadi, aku hanya lelah dan memiliki sedikit masalah dengan seseorang yang membuatku sangat kesal”


“Siapa orang itu? Kau tidak mungkin kesal pada Dikra, bahkan jika kau kesal padanya, kau lebih baik membunuhnya dari pada mengacaukaan suasana hatimu, katakan padaku, apakah kau memiliki masalah dengan wanita”


“Tidak!!” teriak Hansell dengan panik, bahkan ia seperti penjahat yang ketahuan mencuri, sadar atas sikap berlebihan darinya, membuat Angel menyelisik tajam kearah mata Hansell, bahkan Angel dapat melihat ia sedang mengalihkan pandangan atas sikap gugupnya.


“Benar, pasti ada seorang wanita yang menyulitkanmu, apakah kau menyukainya?”


“Angeline, kenapa kau terus bicara aneh, pergilah belajar, aku sangat lelah hari ini” sangkal pria itu.


“Aku tidak akan pergi sebelum kau memberitahunya” kekeh Angel dengan memaksa.


“Jika aku katakan aku menyukai seorang wanita apakah kau akan menentangnya”


Seketika diam melintang diantara mereka, bahkan membuat Angeline tertegun atas pertanyaan itu, tentu Hansell menyadari jika adiknya sedang mendekati Hansell pada Hellena, tapi hubungan Hansell dan Hellena tidak akan mungkin berkembang baik, bahkan Hansell percaya Hellena tidak akan menyukainya, untuk itulah Yansell tidak terlalu berani mengungkit Airyn, di tambah gadis itu dengan jelas menantangnya untuk berkencan dengan gadis lain.


“Selama kau tidak menyukai gadis itu, aku tidak akan bertindak terlalu jauh, jadi tenang saja, aku tidak akan menyakiti hati adikku” terus Hansell sembari memutus keheningan antara mereka, bahkan Angeline terdiam melihat sikap kakaknya.


Tentu pertanyaaan yang Hansell katakan dan penjelasan yang ia berikan sudah membuat Angeline sadar, jika kakaknya menyukai seorang wanita, bahkan Angeline merasa kali ini sikap Hansell sangatlah berbeda, tapi kenapa rasanya Angeline masih saja kecewa, apakah karna ia menempatkan harapan terlalu tinggi untuk kakaknya bersama dengan Hellena.


“Pergilah ke kamarmu, aku ingin istirahat” ungkap pria itu, bahkan membuat Angelone berdiri dengan segera, untuk beranjak dari kamarnya, belum sempat Angeline meraih ambang pintu, gadis itu membalikan badan menantang Hansell, bahkan ia menatap kedua mata Hansell seraya memberanikan diri untuk berpendapat setelah hening dalam fikiranya sendiri.

__ADS_1


“Aku bertanya padamu kali ini, apakah gadis yang kau sukai itu Hellena?” tanya Angeline dengan penuh serius, bahkan sikap adiknya itu membuat Hanselll terusik.


“Tidak” saut Hansell dengan penuh tegas, membuaat Angeline mengeram kesal sebelum akirnya menerima kekecewaan atas fakta yang terjadi. “Baiklah, aku mengerti” sautnya dengan penuh tenang, sembari mengepalkan tangan.


“Apa maksudmu dengan mengerti, apa kau akan mencari orangnya dan membuat perhitungan dengannya, kau jangan gila Angeline, aku benar-benar akan membunuhmu jika kau melakukan hal macam-macam yang akan membuatku malu” panik Hansell Hamillton ketika berdiri dari tempatnya, bahkan ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Angeline benar-benar melakukan hal itu.


“Apa kau gila kak, bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu, disaat aku menyukai hukum” bentak Angeline dengan tidak terimanya, tentu gurat jengkel diwajahnya dapat Hansell tangkap hingga membuat dada Hansell bergemuruh lega, jika adik kandungnya tidak akan membuat perhitungan dengan Airyn.


“Jadi kenapa kau bersikap seolah-olah kau akan mengakiri semuanya, bagaimanapun kau tidak boleh bersikap kasar padanya” seru Hansell degan pertanyaan bingung, bahkan ia bicara dengan sedikit malu lantaran terkesan melindungi Airyn.


Sadar akan sikap kakaknya yang mengelikan, membuat Angeline tidak bisa berkata-kata lagi, nampaknya pria itu benar-benar jatuh cinta.


“Benar, aku akan mengakiri semuanya. Tadinya aku menaruh harapan terlalu tinggi untuk menjadikan Hellena sebagai kakak iparku, tapi melihat tingkahmu yang berbeda setiap saat semenjak kematian papa membuatku sadar, jika gadis itu pasti sesuatu bagimu. Jadi aku akan mengakiri harapan itu” sontak mata Hansell terpana oleh pernyataan adiknya. “Aku tidak tahu siapa gadis yang kau sukai, dan aku tidak mau tahu tentangnya. Hanya saja aku percaya dia pasti mencintaimu sehingga kau bisa berubah seperti ini, tadinya aku takut kau akan menjadi Hansell yang berbeda, kau akan bersikap dingin dan penuh otoritas atas apa yang menimpa papa dan keluarga kita, tapi aku melihat kau terlihat lebih dewasa dan bijaksana, kau lebih hangat dan beberapa waktu terakir ini lebih mencintai dirimu sendiri, aku bahagia untuk itu kak. Selama ini aku selalu takut kau tidak bisa mencintai wanita, tidak hanya aku saja, papa juga takut hal itu, tapi nampaknya ketakutan kami sudah teratasi dengan baik, jadi kenapa alu harus menyerang gadis yang kau sukai jika dia bisa membuatmu bahagia” dengus Angeline dengan sikap malasnya, tapi ia perlu melanjutkan penuturanya. “Tapi semenjak kau jatuh cinta, kau lebih sering memperhatikan dirimu, kau tidak terlalu fokus pada pekerjaan, dan tidak terlalu fokus mengurus diriku, aku sangat bahagia akirnya kau tidak mengurungku dan memberikan aku penjara keamanan lagi, aku juga berterima kasih pada gadis yang kau sukai karna sudah membuatmu sibuk mengejarnya”


“Apa kau menghinaku, aku tidak pernah menyibukan diri untuk mengejarnya saja, aku juga sekolah, bekerja, memasak, bahkan aku menjemputmu”


“Tetap saja, kau selalu terburu-buru untuk pergi sekolah, dan bahkan terlambat untuk pulang, kau seperti orang gila yang masuk rumah sembari bersenandung dan tertawa, bahkan terkadang aku melihatmu memandangi ponselmu dan mencium layar ponsel itu, aku bahkan begitu geli jika tiba-tiba kau tertawa disela kesibukanmu, apakah kau sedang jatuh cinta atau tergila-gila”


“Mana pernah aku seperti itu, jangan mengada-ngada” teriak Hansell dengan malunya.


“Apa kau sedang menghinaku, atau memuji ku?”


“Aku tidak menghinamu kak, aku sednag memujimu, dan memuji gadis yang kau sukai” ledek Angeline, hingga membuat Hansell berdiri sembari menjitak kepalanya, tentu Angel mendesir kesakitan, sembari memukul tubuh kakaknya yang mencoba mengajaknya bercanda, bahkan tawa kedunya saling saut-sautan, sebelum akirnya Dikra menghentikan mereka.


“Ada hal baik apa yang membuat kalian berdua berkelahi sambil tertawa?” tanya pria itu.


“Kau sudah datang” sambut Hansell dengan segera.


“Tentu, aku baru saja membentang tubuhku diatas kasur, dan pesanmu membuatku langsung bangun, bahkan papaku hampir saja memaki karna aku tidak pernah berada dirumah, dan sekarang mau pergi lagi. Tapi untunglah, setiap kali mengunakan namamu untuk keluar, beliau benar-benar menyetujuinya” ledek Dikra seraya menghampiri mereka, bahkan tatapan Angeline seperti menerkam kearah Dirka yang membuat pria itu menajamkan pandangan untuk membalasnya.


Sadar Angeline tidak menyukai dirinya, tentu gadis itu keluar dari sana, meningalkan dua pria itu di kamar seraya melanjutkan aktifitasnya, Dikra yang menyadari sikap cuek Angel menarik senyum dengan kecut seraya mengelengkan kepala meliriknya, kenapa Angeline selalu saja menaruh kesal pada Dikra

__ADS_1


*


Hansell dan Dikra tengah mengendarai mobil, bahkan beberapa wanita di jalan memandangi mereka dengan penuh kekaguman, seperti biasa Dikra selalu menebar pesonanya, sedangkan Hansell bertingkah diam dan dingin, bahkan mereka memasuki sebuah Club malam untuk bersenang-senang lantaran Hansell yang mengirimkan ajakan ini, tentu Dikra tidak mengerti ada apa dengan Hansell kali ini, tapi ia mengerti pasti kekusutan dahinya menyangkut Nona Petrov.


“Hansell aku ingin menemui Baby Lolita” terus Dikra ketika menepuk bahu sahabatnya, bahkan ia meninggalkan Hansell yang berada di meja seraya memanjakan dirinya bersama para wanita.


Melihat Dikra bersenang-senang, membuat Hansell menarik senyumnya dengan begitu licik, rasanya Hansell ingin hidup seperti cecunguk brengsek itu, bisa berganti-ganti wanita dalam satu malam dan mengencani lainya dihari berikutnya, sayangnya Hansell seperti tercipta mencintai satu wanita, bahkan melihat seorang gadis lain menempel padanya sudah membuat tubuhnya jijik, tentu saja hal itu tidak bisa Hansell atasi sebab sedari dulu ia trus membatasi diri pada semua gadis.


Tapi entah bagaimana, Airyn masuk dan mencuri perhatianya, menarik matanya untuk terus mengamati, dan membuat telinganya untuk terus mendengar, bahkan langkahnya terus saja mengikuti hingga Hansell serakah untuk memiliki, sayangnya Airyn sulit dimengerti, gadis itu seperti rumus yang sulit ia temukan jalan keluarnya.


Selama ini Hansell sudah ingin paham akan masalahnya, hidupnya, kepribadiannya, masalahnya, lukanya, dan juga siapa dirinya, tapi setiap kali Hansell mencoba menjadi seseorang kenapa Airyn selalu mendorongnya pergi, ia menjelma menjadi sosok asing yang tidak lagi mengiginkan Hansell, bahkan sikap dan penolakanya hari ini membuat pria itu tidak bisa menahan hatinya lagi.


“Aku juga lelah sama sepertimu, tapi kenapa kau tidak mengerti Airyn” kesal pria itu tatkala meneguk minuman yang ada di tanganya, bahkan ia menuntaskan beberapa botol hanya dalam beberapa jam, membuat pria itu benar-benar menghabiskan dirinya malam ini tanpa sadar sama sekali.


“Kenapa kau memaksakan diri untuk minum Tuan Muda” sapa seorang wanita yang saat itu menyentuh tubuh Hansell, membelai lembut dirinya dengan suara, bahkan merayu dan menggoda dengan tatapan matanya, bahkan Hansell terpana melihat kehadiran seorang wanita yang begitu indah dan anggun, hingga pakaian terbuka yang digunakan membuat senyum Hansell mengambang dengan nafsu menginginkan.


“Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk menahan kesadaranku, apakah kau ingin menyenangkan aku malam ini?” tawar Hansell dengan gilanya, bahkan pandangan buram dengan kesadaran yang samar, membuatnya ingin terbang tinggi dan melupakan Airyn, setidaknya untuk malam ini.


Tentu Dirka yang sedang sibuk dengan wanitanya, terpana menyaksikan sikap Hansell, bahkan beberapa gadis yang ada disisinya juga melihat hal yang sama. “Bukankah gadis itu Rebeca, jika tidak salah, ia memiliki skandal yang cukup panas dan menghebohkan. Jika Rebeca menggoda Tuan Muda Hansell, tenti ini sangat berbahaya baginya, bagaimana jika Rebeca hanya memanfaatkan Tuan Nuda Hamillton, apa kau tidak akan mencegah hal itu sayang” seru gadis bernama Lolita yang saat itu berada di pelukan Dikra. “Baby….bukankah dia sahabatmu, kenapa tidak kau hentikan sebelum semuanya berantakan”


Sontak senyum miris Dikra mengambang penuh naif, seraya menatap lekat mata Lolita yang begitu menggoda birahinya sebagai pria.


Dikra tertawa renyah dengan belaian maut yang ia usapkan, sembari meneguk minuman yang ada di tangan gadis itu, tentu Lolita memalingkan kepala kearah samping seraya mengangkat dagu secara sempurna. “Kenapa aku harus menghentikanya jika sahabatku ingin bersenang-senang” lirihnya dengan kalimat dingin yang mencengkram.


Sampai akirnya Dikra mencium paksa bibir ranum Lolita, mendorong lidahnya bahkan melilit keintiman dengan puasnya, ia memaksakan gadis itu mengejar permainanya sebelum akirnya Dikra bersenang-senang dengan yang lain.


Tentu Dikra sangat sadar sikapnya ini akan membuat Angeline murka, bahkan Dikra sadar jika Hansell benar-benar tidur dengan wanita itu, semua masalah akan kacau, hanya saja Dikra ingin mengetahui perasaan sebenarnya dari Hansell Hamillton. Apakah ia benar-benar menanamkan cinta yang begitu besar pada Nona Petrov atau ini sebatas bualan cinta semata yang pada akirnya menjadi kisan sebagai cinta pertamanya.


Sebab Dikra paling memahami sisi Hansell, ia tidak akan mengecewakan gadis yang di cintainya dengan teramat dalam, bahkan jika benar Hansell melakukanya dengan gadis itu Dikra percaya jika sudah takdirnya untuk berpisah dengan Airyn, tapi jika ia bisa melewati malam ini dengan baik dan bertahan di tengah kesadaran yang samar-samar, maka ia perlu berjuang untuk waktu yang lama mempertahankan Nona Petrov.


Sekarang pilihan di tangan Hansell, mengkhianati hatinya, atau bertahan dengan cinta yang ia miliki, dan Dikra sedang bertaruh hal ini dengan dirinya sendiri, jika malam ini, Hansell akan menyadari seperti apa hati yang dia miliki untuk Nona Petrov.

__ADS_1


“D-Dikra, ada apa denganmu, apa kau akan membunuhku dengan ciuman maut itu" seru Lolita dengan nafas terengah, bahkan ia bisa mati kehabisan nafas jika tidak mengigit bibir Dikra untuk menghentikanya.


“Sayang.....bagaimana jika kita memberikan kesan membunuh malam ini” goda pria itu dengan sikap intim, bahkan membuat Lolita menelan salivanya dengan kasar sebab permainan Dikra sangatlah mengerikan, apakah ia sanggup menyeimbanginya.


__ADS_2