Story Of Hansell

Story Of Hansell
[Story of Hansell Episode : 51] Takdir dan hati seseorang.


__ADS_3

"Kau menyukaikukan" terus Hansell dengan senyum mengambang, bahkan membuat Airyn dibuat malu penuh dengan kegugupan.


Airyn menelan saliva dengan berat, bahkan lantera yang menghiasi seluruh hutan dengan jembatan kayu yang indah menjadi saksi bagaimana malam ini membuat gadis itu sangat kebingungan, seorang Hansell Hamilton menyukai dirinya, tentu ini sangatlah mendebarkan, bahkan Airyn tidak pernah menduga akan ada seorang pria yang mengatakan cinta dan membuat tubuhnya membeku gugup sampai akirnya Airyn mengerjapkan mata sembari menarik nafas secara perlahan.


“Apa yang kau katakan” tanya Airyn sekali lagi. “Aku menyukai mu” tunjuknya pada diri sendiri hingga membuat Hansell tersenyum manis sambil mendekatkan diri kearah gadis itu, bahkan langkah kakinya membuat Airyn benar-benar terdesak dibawah tatapan mata yang begitu menggoda.


“Tentu saja, kau menyukai aku, jika tidak, kenapa kau terkesan cemburu pada Helleb” terusnya penuh cinta saat Airyn mendongkan wajah kearah Hansell secara sempurna.


"Cemburu, apa kau gila" ejek Nona Petrov dengan tidak percaya.


“Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku gugup sekali, apa aku menyukai Hansell" gumam Nona Petrov sembari mengigit bibir bawahnya, bahkan sikap Airyn membuat telinga Hansell memerah, tidakah gadis itu sadar dirinya sangat mengugah hati nurani Hansell sebagai pria, bahkan tatapan mata naifnya saja membuat Hansell hampir kehilangan akal, namun dengan wajah tanpa dosa ia mengigit bibir bawahnya, benar-benar pemandangan sempurna untuk membuat Hansell sakit jiwa.


“Aku tidak cemburu” imbuh Nona Petrov diantara debaran jantung yang tidak beraturan.


"Aku menyukaimu Airyn" terus Hansell, membuat gadis itu terpana diam.


"Kenapa?"


“Kenapa? Entahlah, sampai saat ini aku tidak memiliki jawaban selain aku menyukaimu”


“Tunggu……” celetuk Nona Petrov seraya melangkah mundur dari desakan hansell. “Bukankah kau membenciku, kenapa kau menyukaiku? Bukankah kau menyukai Hellena, bahkan kau selalu bersikap baik padanya”


“hellena? Aku tidak menyukai Hellena, aku hanya menganggapnya sebagai adikku sendiri. Gadis yang terus menganggu tidurku, membuatku merindukanya, memikirkanya, bahkan selalu ingin tahu tentangnya adalah Airyn Petrov, untuk itulah, aku mohon, beri aku jawaban atas perasaan ini”


“Jawaban?”


“Benar jawaban! Jawaban antara iya atau tidak, katakan kau tidak mencintaiku agar aku bisa menjaga batasanku, bagaimanapun aku sadar Airyn, gadis sepertimu masih pantas mendapatkan yang lebih dariku, namun tolong katakan iya, jika kau merasakan apa yang aku rasakan, setidaknya dengan banyaknya kekurangan yang aku miliki, mungkin kau bisa menerimaku sepenuh hati”


Hingga tawa Airyn merekah indah, bahkan ia tidak bisa mengendalikan diri ketika Hansell sangat mengelikan, dari mana dia belajar bicara seperti ini, entah bagaimanapun Airyn sangat gugup, namun melihat sikap dan caranya yang begitu formal, sungguh Airyn ingin tertawa terpingkal-pingkal.


“Kenapa kau ketawa, aku serius saat bicara” seru pria itu dengan malu, bagaimanapun ia tidak percaya diri dengan apa yang ia miliki, namun hatinya terus saja memaksa Hansell untuk mengakui, sebab menunda-nunda perasaan hanya akan membuatnya semakin sulit ketika bersama Airyn.

__ADS_1


"Maaf….” Lirih Nona Petrov sembari berdehem lambat, bahkan ia sadar jika pria itu sedang malu sekali, melihat Hansell menakukan wajah kearah bawah, membuat Airyn menghela nafas dengan seharusnya.


“Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku menyukaimu” sontak kepala pria itu terangkat dengan sempurna, sembari menyelisik pada kedua mata yang begitu polos bicara di hadapanya. “Kau menyenangkan Hansell, aku selalu berdebar saat bersamamu, bahkan aku tidak tahu apakah aku sedang cemburu kau bersama dengan hellena atau tidak, namun, aku hanya takut jika perasaanku ini sedang ragu”


“ragu?” tanya pria itu, bahkan ia mendekat diri kearah Airyn hingga wajah gadis itu memerah melihat sikap menuntut dari Hansell Hamillton.


“Ya ragu. Sebenarnya aku tidak pernah berkencan ataupun menerima sebuah pengakuan dari seorang pria, untuk itulah aku ragu, apakah rasa yang aku rasakan saat ini adalah sebuah cinta antara wanita ataupun pria, atau hanya sebatas rasa pertemanan diantara kita, bagaimanapun……” sungguh jantung Airyn bergemuruh hebat, bahkan jika boleh dijabarkan lebih baik ia tidak memiliki organ itu sebab sangat meresahkan. “Bagaimanapun aku tidak ingin kau jauh ataupun pergi dari sisiku”


Hingga wajah Hansell terpana diam, bahkan ia tidak bisa berkata apa-apa ketika kedua mata mereka saling bertatapan, mungkin ini sebatas perkataan sederhana dari gadis remaja yang tidak bisa membedakan cinta, namun Hansell melihat ada sebuah kelas tersendiri yang Airyn miliki, bahkan kenaifan dirinya sebagai seorang gadis remaja nampaknya sulit Hansell temukan pada diri gadis lainya, sampai-sampai untuk menuntut Airyn menyukainyapun Hansell tidak pantas.


“Tidak apa-apa, aku sudah mengerti” sambung pria itu dengan kalimat hangat, bahkan ia mengusap kepala Airyn secara sayang hingga Hansell meraih jemari kecilnya untuk di gandeng. “Tidak perlu merasa terbebani, aku mengerti tidak mudah untukmu beradaptasi denganku, bahkan aku merasa sangat bahagia pada akirnya aku menjadi tempatmu terbuka, jadi jangan berfikir hal ini akan membuatku pergi ataupun meninggalkanmu, sebab perasaanku, biarkan menjadi masalahku, dan kau, jadilah versi terbaik dari Airyn Petrov, apa kau mengerti….”


Membuat gadis itu menganggukan kepala dengan sikap manja, bahkan membuat Hansell ingin sekali memeluk dirinya dan mencumbu dirinya, hanya saja Hansell sadar diri, ia tidak pantas melakukan hal itu dengan kurang ajar.


“Ayo kita pergi, hari semakin larut” terusnya ketika mengandeng tangan Airyn, membuat gadis itu menganggukan kepala untuk menyetujuinya.


Mereka mengambil sebuah lampu lantera yang terpajang di pinggir jembatan, bahkan Hansell memasukan tangan Airyn kedalam saku baju hangatnya seolah ia memberikan cerita sederhana yang memancing tawa indah itu untuk merekh, bahkan tanpa sadar gadis itu menghiasi perjalanan sepi mereka dengan gelak tawanya, hingga kunang-kunang yang ada disisi dedaunan terbang tanpa beban untuk menghiasi kebersamaan kedua insan.


Sampai titik ini Hansell sadar, menjadi seorang gadis Petrov tidaklah mudah, bahkan remaja seusia Airyn tidak bisa membedakan antara cinta dan sebuah rasa nyaman, seolah ia tidak berpengalaman apapun dalam hal ini, hingga Hansell berfikir, di zaman yang semakin canggih apakah masih ada gadis yang senaif Nona Petrov?


*


“Kami sedikit tersesat” balas Hansell dengan tenang, hingga segerombolan guru menghampiri mereka dengan terengah.


“N-Nona Petrov apa anda baik-baik saja? Kami hampir saja menghubungi Nona Merry karna rekan kelompok anda tidak mengetahui dimana keberadaan anda”


“Tidak perlu, aku baik-baik saja” saut Airyn dengan malas, bahkan wajah bahagianya berubah seketika setelah seorang guru memperlakukan dirinya secara berlebihan, sadar atas ketidaknyamanan ini, membuat Hansell meraih pundak Airyn.


“Ryn, bagaimana jika kau istirahat di posko saja, bagaimanapun kau pasti kelelahan” putus Hansell, membuat beberapa guru menganggukan kepala dengan penuh persetujuan, hingga membuat gadis itu merasa terpojokan atas dukungan banyak orang, selain itu Hansell adalah orang yang memberikan tawaran, entah kenapa membuat Airyn merasa enggan untuk menolak.


“Baiklah, aku ke posko saja” balasnya tanpa bantahan, membuat Hansell berlalu kearah posko untuk mengantarkan Nona Petrov kesana.

__ADS_1


Melihat Airyn sudah baik-baik saja, membuat mereka merasa lega, bagaimanapun orang seperti Airyn sangat tidak mungkin untuk di ganggu, apalagi jika terjadi sesuatu yang fatal padanya, mungkin bisa mengancam hidup mereka.


*


Hellena terbaring diatas kasur yang ada ditenda itu, bahkan ia melihat kedatangan Airyn bersama dengan Hansell, gadis itu mengunakan pakaian hangat dengan bibir memucat, nampaknya angin malam sudah membuat kondisi tubuhnya tidak sehat, namun yang membuat Hellena tertarik adalah sikap Hansell, kenapa ia selalu memperlakukan gadis itu penuh cinta dan perhatian sampai-sampai membuat Hellena merasa iri padanya.


“Kak Hansell, kau sudah datang, kenapa lama sekali?” sapa Hellena kearah mereka, saat seorang perawat medis menyiapkan tempat di samping Hellena untuk membaringkan Nona Petrov, bahkan Hansell membantunya dengan hati-hati diatas sikap waspada yang bisa diakses semua orang.


“Hellena, apa kau baik-baik saja? Tadi kami sedikit tersesat” saut pria itu dengan sikap cuek.


“Begitukan”  timpal Hellena dengan kalimat rendah, sambil bersikap lembut kehadapan pria itu, bahkan Hellena mengigat bagaimana Hansell menolak untuk menaiki kendaraan dan menukar tempat itu dengan Dikra, lantaran ia merasa cemas akan Airyn.


Membut Hellena bertanya, kenapa ia memperlakukan Airyn sepenuh hati sampai-sampai perawat medis memperlihatkan kekagumanya pada Hansell Hamillton.


“Airyn, apa sudah nyaman?” tanya Hansell kearah Nona Petrov, membuat gadis itu menganggukan kepala dengan senyum manisnya. “Syukurlah, aku cemas sekali melihat wajahmu memucat dan dingin, apa itu karna kita terlalu lama di alam luar”


“Tidak, aku baik-baik saja, berhenti bersikap berlebihan” tuturnya, hingga Hellena berdecak kesal atas sikap Airyn yang keterlaluan.


Bahkan Hellena berharap Hansell memperlakukan dirinya seperti itu, namun lihat gadis itu malah mengabaikan dan tidak menghargainya.


“baiklah, apa kau mau istirahat saha? Atau aku suapi sesuatu untuk menghangatkan perutmu?” tawarnya sekali lagi, membuat Airyn berdecak kesal ketika petugas kesehatan memperhatikan mereka secara diam-diam.


“Tidak hansell, aku tidak mau apa-apa, kau keluarlah, nikmati api unggunnya” usir gadis itu dengan segera, sebab jika Hansell tidak keluar dari posko, Airyn benar-benar akan malu.


Sampai akirnya pria itu berlalu meninggalkan gadis yang ia sukai, bahkan ada rona kesedihan saat berpisah denganya sampai akirnya membuat Airyn bernafas lega, bahkan petugas kesahatan meninggalkan dua gadis itu ditenda, sedangkan Hellena, diamuk oleh murka atas kedengkian hati yang terpanjat tinggi.


“Apa kau tahu jika aku sangat iri padamu” putus Hellena dengan sikap dinginya, hingga Nona Petrov yang menutup kedua matanya dengan sadar mendengarkan suara gadis itu. “Apa yang aku perjuangkan dengan segenap hatiku bahkan segala tindakan untuk menarik perhatian kak Hansell, tetap saja hanya menjadikan aku sebatas orang luar yang tidak dilirik, namun seorang gadis yang terus mengabaikanya, mengusir dirinya, tidak menghargainya, malah mendapatkan perhatian lebih secara Cuma-Cuma, sungguh, ini tidak adil bukan. Apa hal yang lebih darimu hingga kak Hansell malah melihat dirimu, sedangkan aku, membangun hubungaan baik dengan adiknya, memberikan perhatian lebih setelah tuan Besae Hamillton meninggal, bahkan aku membuat rencana untuk menarik simpatinya, tetap saja aku bukan siapa-siapa, semakin aku berdiri di sampingnya, semakin aku terasa jauh, sebab ia memeluk seorang gadis saja, tanpa berpaling sedikit pun, agh….sialnya”


Hingga perkataan Hellena dibalas diam oleh Airyn, bahkan ia membetulkan posisi tidurnya untuk membelakangi Hellena sampai akirnya mata Airyn terbuka secara sempurna, entah mengapa hatinya begitu sakit, Airyn bahkan tidak mengerti kenapa ia merasa tidak terima namun tidak mampu membantah gadis itu, jika saja boleh jujur, apa yang hellena tanyakan adalah hal yang ingin airyn ketahui.


Banyak diluar sana gadis baik yang tidak memiliki kehidupan kelam dan juga sikap mengerikan, bahkan mereka bisa mencurahkan cinta berlimpah pada Hansell tanpa ia inginkan, namun kenapa pria itu malah mengejar Airyn sampai menyatakan cintanya saat Airyn sendiri kebingungan membedakan rasa cinta dan kenyamanan, bahkan Airyn mulai takut untuk menghadapi dirinya sendiri, sebab keputusan terumit yang tidak bisa ia ambil adalah, menjatuhkan hati secara tepat pada Hansell, karna gadis itu hanya takut saat mereka terjatuh kedalam jiwa masing-masing, bukan cinta dan kebahagiaan yang di dapatkan, namun rasa sakut, penderitaan, kekecewaan dan air mata yang malah dihadapi, sebab ketika Airyn menatap sosok Hansell, ia seperti menemukan surga namun ragawinya berada dalam neraka.

__ADS_1


Sedangkan Hellena memalingkan wajah kearah samping, menatap punggung yang terus membelakangi Hansell bahkan mengusirnya, jika Hellena di perbolehkan menjawab, mungkin saja alasan Hansell memilih Airyn lantaran apa yang ada pada gadis itu tidak ada pada gadis manapun, termasuk Hellena.


Mungkin Hansell sudah menemukan versi terbaik dari Airyn sehingga ia tidak akan bisa melihat pada versi manapun yang mungkin lebih baik darinya, sungguh……hati manausia adalah ciptaan paling kejam yang tidak bisa diganggu gugat lantaran bermain dengan takdir seseorang.


__ADS_2