
Airyn kembali ke kantor cabang yang ada di jantung ibu kota, Tokyo. Gadis itu menatap kearah depan seraya melihat hamparan bumi yang begitu indah ketika berada di ketinggian dan gelap, katanya di Jepang, istilah ibu kota adalah Shuto, hal ini baru dikenal orang setelah Perang Dunia ke II berakhir, sebelumnya, Tokyo sejak tahun 1868 merupakan ibu kota kekaisaran (teito) istilah ibu kota baru dikenal secara luas setelah ditetapkan undang-undang Pembangunan Ibu Kota (Shuto kensetsu-hō) tahun 1950 yang tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya Undang-undang Konsolidasi Daerah Metropolitan (Shutoken seibi-hō) tahun 1959, hal ini Airyn ketahui sejak ia berbincang dengan para tetua di kota ini, sebab sebagai orang yang bergelut di bidang bisnis Airyn perlu mengali topik pembahasan yang sesuai dengan umur mereka, dan sejarah adalah topik paling hangat yang tidak bosan untuk di ceritakan oleh para leluhur disini.
Hanya saja, malam ini ia tidak bisa mengistirahatkan tubyh sedikitpun, bahkan jika di paksakan, hal itu hanyanakan menghabiskan waktu lantaran amat terganggu oleh Hansell.
Bagaimana bisa Hansell ke Jepang, bahkan ia membatalkan investasi itu dengan penuh otoritas, apakah ia benar-benar melangkah jauh untuk terjun bebas ke Tuan Shimura tanpa perasut, bagaimanapun Airyn paling mengerti cara licik Tuan Shimura dalam mempertahankan bisnisnya.
Beliau adalah orang yang paling hebat dalam hal keuangan, bahkan perhitunganya benar-benar matang dan begitu rapi serta terperinci, hal ini di karenakan Tuan Shimura sangat cermat dalam hal kecil namun berdampak besar, tentu sikap seperti itulah yang menjadikanya berhasil hingga terkenal sampai saat ini, sejauh yang Airyn kenali tentang beliau, ia tidak akan membiarkan satu sen uang yang dikeluarkan terbuang ataupun hilang secara percuma, untuk itulah, berinvestasi dengan Tuan Shimura sama saja seperti Hansell mempertaruhkan setengah perusahaanya.
Sama seperti Airyn yang terpaksa melepaskan 5% persen sahamnya, seperti itulah ia jika Hansell terlibat dengan Tuan Shimuda, karna beliau selalu mengambil keuntungan lebih besar dari yang ia berikan, sebab prisip hidupnya membuat beliau tidak pernah bersikap lunak termasuk pada siapapun, hal ini membuat Airyn cukup khawatir tentang pilihan Hansell, apa yang bisa Airyn lakukan dalam menciptakan pengaman atas keputusan berani pria itu.
“Ah….merry” lirih Airyn dengan mata membulat, bahkan ia tersenyum begitu puas sembari meraih ponsel yang tergeletak disisi meja.
Tentu saja Nona Petrov tidak akan melupakan Merry jika terkait nasehat dan jalan keluar, wanita itu adalah Ratu analisis dan prediksi terdahsyat yang Airyn miliki, sehingga Merry pasti bisa membantu dirinya.
“Airyn ada apa? Ini masih dini hari, apakah terjadi sesuatu disana?” tanya Merry dengan cemasnya, bahkan ia tengah tidur lelap namun panggilan putrinya menyadarkan Merry untuk segera bangun.
“Merry…..syukurlah kau bangun” ungkap Airyn dengan leganya, sembari berkacak pinggang dengan fikiran kusut yang sedang meracau diri. “Tidak ada apa-pun yang terjadi, hanya saja aku ingin mendengar nasehatmu” terus Nona Petrov dengan begitu serius, bahkan membuat merry cukup bingung atas apa yang baru saja ia dengar.
Ada apa dengan Airyn? Sejak kapan ia mendengar nasehat Merry setelah 2 tahun belakangan bersikap otoriter dan juga sombong, pada akirnya gadis itu terdengar putus asa dan meminta sudut pandang darinya, tentu Merry sedikit kaget atas pendengaranya, namun mendengar nada putus asa dari helaan nafas berat Nona Petrov, membuat Merry menyadarkan diri dengan sempurna.
Bahkan ia berdiri dari ranjang sembari menghidupkan lampu nakas, Merry mendengar tiap hal yang Airyn jabarkan, bahkan ia sangat serius dalam mengelola tiap informasi yang disebutkan, sungguh di dini hari yang begitu sepi dan gelap ini, bahkan udara dingin yang mampu merasuki tulang tak membuat Merry merasakanya, lantaran terkalahkan dengan suara Airyn yang sangat hagat, nada bicaranya yang cukup pasrah terkesan mengemaskan hanya perkara Hansell Hamillton, tentu hal ini memberikan sentuhan bahagia yang tidak pernah Merry bayangkan sebelumnya.
Anaknya yang saat ini bicara adalah gadis malang yang menjadi korban atas masa lalu yang tidak bisa Merry ceritakan, namun apa daya Merry untuk menghentikan semuanya, ketika kebohongan demi kebohongan selalu di tutupi dengan kebohongan lagi, membuat Merry tidak berhak menjelaskan tentang dirinya, bahkan menerima panggilan ibu dari Airyn saja, terasa tidak pantas, sebab menjadi pelayan keluarga Petrov yang setia adalah hal luar biasa untuk berada disisi gadis itu.
“Apa yang harus aku lakukan, aku sangat bingung untuk menyikapinya” kesal Airyn saat bicara jengkel kepada orang yang mendengarkan ceritanya, bahkan sedari tadi Merry hanya sibuk mendengarkan keluh kesah dan rasa amarah serta benci Airyn, ia tidak mengungkapkan hal apapun secara terperinci namun terus bersikap dingin dari balik ponselnya.
“Aku mengerti kau sangat cemas Nona Petrov. Tapi jika melihat dari sudut pandangan yang berbeda apakah kecemasanmu masih sama besarnya seperti sekarang” lirih wanita itu dengan kalimat sederhana, bahkan teori yang panjang lebar Airyn jelaskan seperti tak bermakna ketika diminta penyelesaianya.
“Apa kau fikir aku sedang mendongengkan novel hingga ada plot twins-nya! Aku sedang serius memintamu memikirkan langkah apa yang akan Hansell ambil dan mainkan” kesal gadis itu dengan sedikit berteriak, bahkan membuat Merry tersenyum kecut, sebelum akirnya berdiri dari tempatnya mendudukan diri.
__ADS_1
“Mungkin saja ceritamu barusan sama halnya dengan novel. Kita tidak pernah tau bagaimana akir dari sebuah kisah, jadi dari pada meramal, bukankah lebih baik menerka langkah mana yang tengah Hansell mainkan, dan melihat dirinya dari cara pandang berbeda”
“Cara pendang seperti apa!!” kesal Nona Petrov dengan murkanya, andai saja Airyn melihat wujud Merry secara asli, bisa saja dia benar-benar meneriaki wanita itu dengan jengkelnya, bahkan Airyn sangat bingung atas apa yang sedang Hansell lakukan, namun Merry malah menangapinya dengan kalimat yang berputar-putar.
“Saat ini hanya Tuan Shimura yang bisa menyelamatkan perusahaan Hansell, bahkan jika Hansell tidak berinvestasi denganya, saham perusahaan Hamillton mungkin benar-benar anjlok dalam kurun waktu dekat, untuk itulah kedua orang itu saling menguntungkan satu sama lainya, meskipun kenyataanya Tuan Shimura-lah yang paling untung dalam kesempatan tersebut, tapi apa kau yakin Hansell akan menerima segalanya secara suka rela?" hingga Airyn tertegun diam, sebelum akirnya Merry melanjutkan penuturan. "Tuan Muda Hamillton yang selalu lunak dan tidak menyukai kekerasan bagaimana bisa membatalkan kerjasamanya dengan Tuan Ming jika saat ini Tuan Ming sangat membutuhkanya, setidaknya jika Tuan Ming memiliki kekuasaan melebihi Hansell, ia bisa menahan pria itu untuk menyelamatkan perusahaanya yang tengah di landa krisis, tapi lihat kali ini, Hansell tidak ingin terlibat dan membahayakan perusahaanya sendiri, bahkan ia membatalkan kerjasama dengan beliau hingga Tuan Ming menyetujuinya dengan sangat mudah, untuk itulah, Hansell-pun tidak akan sederhana itu, sekalipun ia mendapatkan kerjasama dari Tuan Shimura, Hansell pasti mengerti apa yang menjadi pilihanya”
Wanita itu sangatlah benar, kenapa Airyn tidak memasukan Hansell dalam apa yang tengah ia cemaskan, tadinya Airyn hanya memikirkan betapa liciknya Tuan Shimura tanpa mempertimbangkan Hansell sebagai orang yang terlibat denganya, jika Hansell bisa berhati-hati untuk melarikan diri dari Tuan Ming, bukankah pria itu akan melakukan hal yang sama terhadap Tuan Shimura, jadi hal ini menjelaskan jika Hansell tidak lagi membataskan dirinya dalam berbisnis, apakah ini tanda jika Hansell sudah menyelami diri agar mencapai kedalaman untuk melihat kekejaman, kelicikan dan juga kebiadaban manusia, tapi kenapa? Bukankah baru beberapa saat Airyn melihat pendirian yang teguh atas rasa percaya dirinya, kejujuran yang paling naif, dan kemanusiaan yang di junjung tinggi, bahkan hati nurasi sebagai manusia, tapi kenapa tiba-tiba Hansell berubah.
“Nona Petrov apa kau masih mendengarkan aku” putus Merry ketika memecah keheningan yang terjadi dari balik ponsel Airyn, tentu suara Merry membuat Airyn tersentak kaget, sebelum akirnya menyadarkan diri untuk mengakiri panggilan tersebut.
“Aku masih disiniaik, terimakasih atas nasehatmu. Maaf menganggumu di dini hari ini” sambung Nona Petrov dengan rasa bersalah ketika melihat pengigat waktu yang ada di tanganya.
“Tidak masalah, hari ini aku tidur lebih awal, jadi sudah waktunya untuk bangun” sambung Merry dengan kalimat hangat, membuat Airyn membentuk senyum kecut atas alasan yang wanita itu berikan agar putrinya tenang. “Dan, jangan lupa jaga kesehatan anda, serta makanlah yang teratur”
“baiklah, aku mengerti. Kau tidak perlu mencemaskan itu” saut Nona Petrov dengan malasnya, lantaran Merry selalu cerewet tentang hal seperti ini, membuatnya benar-benar jengkel, untuk mengakiri panggilan itu.
*
“Saya sangat menyukainya, aku akan menantikan perkembangan selanjutnya” terus Tuan Shiimura dengan kalimat bercanda, bahkan sikapnya yang santai membuat Hansell tersenyum ramah sembari menanda tanggani surat sepakat.
“Terimakasih Tuan Shimura telah mempercayai saya atas kesempatam kali ini”
“Tentu saja, bahkan aku yang berterima kasih, kau dengan segala kerendah hatianmu mau menawarkan hal ini padaku. Sungguh, aku snagat menyukaimu Hansell”
Hingga tawa keduanya saling bersautan, bahkan banyak hal sederhana yang mereka bicarakan hingga akirnya Hansell menerima jabatan tanggan dari Tuan Shimura, melihat sikap hansell yang begitu sederhana dan juga tenang, membuat pria parubaya itu sangat penasaran, hal apa yang membuat Ming melepaskanya, bukankah Ming paling membutuhkan Hansell dalam keadaan saat ini, apalagi kedua perusahaan mereka sudah menanda tanggani kontrak, rasanya sangat disayangkan bagi Ming melepaskan pria itu.
“Kalau begitu, saya pamit undur diri, terimakasih atas waktu anda Tuan Shimura”
“Sama-sama Hansell, aku berharap akan mengunjungimu dalam waktu singkat ini, karna aku sangat penasaran dengan rancangan bisnismu kali ini”
__ADS_1
“Suatu kehormatan untuk menantimu di Negara-ku, aku pasti meluangkan waktu untuk anda”
"Terimkasih"
"Sama-sama"
Baru saja Hansell ingin menyiapkan diri meninggalkanya, Tuan Shimura dengan cepat menahan pria itu. “Hansell tunggu……” terus beliau dengan sedikit berteriak, membuat Hansell membalikan badan untuk mendengar hal apa lagi yang Tuan Shimura ingin sampaikan. “Apakah nanti malam kau memiliki waktu senggang?” tanya beliau degan penasaran.
“Saya rasa tidak, lantaran saya akan meninggalkan Jepang besok hari”
“Kalau begitu, apakah kau mau menghadiri pesta di Cristal Place malam ini? Jika kau tidak memiliki waktu senggang, tidak apa-apa”
Tentu Hansell sedikit berfikir sebelum akirnya membalas tawaran dari rekan bisnisnya.
“Dengan senang hati, saya akan hadir Tuan Shiimura”
“Oh baguslah, aku akan mengirimkan undanganya pada orangmu, sempai jumpa nanti malam Hansell” terus beliau dengan ramahnya, membuat Hansell membalas senyuman itu, sebelum akirnya meninggalkan ruangan Tuan Shimura.
Melihat kepergian Hansell, tentu saja pria yang sedikit tua itu menaikan kedua alisnya dengan puas, bahkan ia tersenyum bangga atas apa yang sudah di rencanakan, sebab nanti malam pasti akan begitu mengasikan.
“Tuan, kenapa anda mengundang orang luar ke pesta malam ini?” tanya sekretaris pribadi Shimura yang ada sedari tadi berada disisiny.
Tentu ini menjadi pertanyaan, sebab pesta nanti malam hanya dihadiri oleh orang-orang penting dari belahan dunia yang mungkin menjadikan pest sebagai ajang mata rantai yang saling membutuhkan dalam meraup keuntungan, dengan adanya Hansell Hamillton sebagai orang luar, hanya akan merusak kelas dan status tinggi dari kalangan elit, sebab Hansell Hamillton tidak berperan besar dalam pasar internasional, mungkin saja kehadiranya akan membuat sebagian orang merasa sangat risih, dan tidak nyaman.
“Dia adalah pemeran utama dalam pesta, yang akan membuat mata semua orang terpana padanya, dan kau tahu bagian apa yang paling menyenangkan………” kekeh Shimura dengan tawa bahagia.
Membuat anak buah yang berdiri tegap disisi kursinya menautkan alis dengan tidak mengerti.
“Nona Petrov! Wanita yang memiliki kedudukan tertinggi, dan selalu penuh akan otoritas dan mahkota sombongnya, malam ini akan menjadi berbeda, aku ingin melihat? Sepenting apa Hansell Hamillton bagi gadis kecil yang licik itu? apakah ia benar-benar merendahkan diri hanya sebatas cinta, atau menahan diri untuk menjaga harga dirinya”
__ADS_1
“Apakah anda…..”
“Ya kau benar! Kehadiran Hansell akan menjadi ajang untuk Nona Petrov memilih, apakah ia akan memilih harga diri dan derajat yang tinggi, atau hati nurani atau cinta butanya sendiri” tentu penuturan dai Tuan Shimura disusul oleh kekehanya yang begitu renyah, bahkan ia tidak sabar menghadiri pesta malam ini.